Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Kinerja Supply Chain Management (SCM) dengan Menggunakan SCOR Model Dan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) di PT. Loka Refractory Wira Jatim Salsa Billa Kharisma; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i5.321

Abstract

PT. Loka Refractory Wira Jatim adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi batu tahan api. Dalam menjalankan aktivitas produksinya, PT. Loka Refractory Wira Jatim belum pernah melakukan kegiatan pengukuran kinerja supply chain management sehingga tidak pernah diketahui apakah ada kegiatan yang kurang efisien dalam aktivitasnya. Supply Chain Management merupakan perencanaan dan koordinasi semua orang, proses, dan teknologi yang terlibat dalam menciptakan value perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja supply chain management perusahaan sehingga didapat usulan perbaikan untuk meminimalisir permasalahan yang ada. Pengukuran dilakukan menggunakan model SCOR dan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil kinerja keseluruhan SCM perusahaan sebesar 72,05 yang masuk ke kategori good. Terdapat 5 KPI dari 15 KPI yang terindikasi bermasalah dan memiliki nilai kinerja yang rendah, yaitu pada proses plan ada indikator raw material planning, production planning, dan planning cycle time, sedangankan pada proses make ada indikator product defect from production dan jumlah perawatan alat.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sulfuric Acid dengan Metode Continuous (Q) dan Periodic (P) Review di PT.Petrokimia Gresik Bagues Prayogik; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.341

Abstract

PT. Petrokimia Gresik adalah salah satu pabrik pupuk dan produk kimia terbesar di Indonesia. Sampai saat ini PT. Petrokimia Gresik mengembangkan produk asam sulfat yang berasal dari bahan baku belerang/sulfur antara lain industri pupuk, kimia, industri makanan, industri tekstil, spiritus, utilitas pabrik dan pertambangan. Permasalahan yang sering terjadi adalah pengendalian persediaan bahan baku sulfuric acid, yaitu sulfur/belerang. Masalah tersebut terjadi karena kurangnya estimasi dalam perencanaan dan pemenuhan jumlah permintaan konsumen yang fluktuatif dimana permintaan tertinggi sebesar 33.000/ton, sedangkan permintaan terendah sebesar 16.000/ton sehingga selisih fluktuasi sangat besar yaitu mencapai 17.000/ton dan siklus pesanan yang tidak tetap karena adanya penyesuaian dari permintaan konsumen yang belum terencana dengan baik, sehingga permintaan konsumen tidak terpenuhi bahkan mengalami kekurangan dan kelebihan kapasitas persediaan. Tujuan dari penelitian adalah mengendalikan persediaan bahan baku Sulfuric Acid untuk meminimasi total biaya persediaan di PT. Petrokimia Gresik. Metode yang digunakan adalah metode Continuous (Q) dan Periodic (P) Review. Hasil perhitungan diperoleh dengan total biaya persediaan minimal adalah dengan metode Continuous Review (Q) Lost Sales sebesar Rp.308.914.071.890 dengan metode perusahaan sebesar Rp. 317.872.715.680 sehingga penghematan biaya sebesar Rp. 8.958.643.790,- atau 3%. Setelah dilakukan peramalan pada bulan Oktober 2021- September 2022 diperoleh total kebutuhan mencapai 263.481 ton, maka pengendalian persediaan bahan baku sulfuric acid diperoleh jumlah pemesanan sebesar 1.428 ton dengan total biaya persediaan sebesar Rp.307.906.572.637,-.
Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku Gandum dengan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (FAHP) di PT. Balihai Brewery Indonesia Rizki Novadila; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.347

Abstract

Perusahaan di bidang Food and beverages dituntut untuk terus mempertahankan kualitas produknya untuk bertahan dipasaran. Hal yang turut berkontribusi dalam menjaga kualitas produk adalah kualitas bahan baku itu sendiri. Pihak yang sangat berperan penting dalam terjaminnya kualitas bahan baku adalah supplier, pemilihan supplier yang tepat merupakan hal yang sangat krusial, tentu saja dalam prosesnya perusahaan memiliki alternatif-alternatif supplier dalam mendukung proses kelancaran bisnisnya. Perusahaan harus dapat memilih dan menilai supplier dengan tepat dan cermat agar dapat menjamin ketersediaan, kualitas, dan kuantitas dari bahan baku sesuai dengan kriteria perusahaan. PT. Balihai Brewery Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol yang berbahan dasar utama gandum. Permasalahan yang terjadi adalah terlambatnya pengiriman bahan baku yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Perusahaan mengandalkan lima supplier untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utamanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dan mengurutkan supplier gandum terbaik sesuai dengan kriteria perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process untuk mengetahui nilai bobot dan tingkat kepentingan antar kriteria serta Fuzzy AHP untuk dapat meranking supplier dan kinerja supplier. Dari hasil penelitian didapatkan 5 kriteria utama yaitu price (H), Delivery (D), service (P), Kualitas (K), dan Komitmen (C). Dari hasil perhitungan didapatkan ranking dan pembobotan supplier secara berurut adalah supplier carrol dengan nilai 0.2555, supplier avant-garde 0.2256, supplier cooper 0.1799, supplier burrestn bouston 0.1715, terakhir supplier fugl sang 0.1675.
Penentuan Jumlah Produksi Optimal dan Pengendalian Persediaan Produk Berbahan Dasar Daging Ayam dengan Metode Lagrange Multiplier pada PT. X Mohammad Febrian Ishaq; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.350

Abstract

PT. X merupakan industri manufaktur yang memproduksi produk berbahan dasar daging ayam. Beberapa macam produk berbahan dasar daging ayam yang diproduksi oleh PT. X ini adalah chicken nugget, sosis ayam, dan bakso ayam. Permasalahan yang dialami oleh PT. X adalah ter-jadinya over capacity pada gudang penyimpanan produk dikarenakan jumlah produk yang di-produksi tidak sesuai dengan kapasitas penyimpanan gudang dan membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya persediaan yang besar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan jumlah produksi yang optimal dengan kendala kapasitas gudang penyimpanan dan mengendalikan persediaan produk berbahan dasar daging ayam sehingga dapat meminimalkan total biaya perse-diaan produk pada PT. X. Penelitian ini menggunakan metode Lagrange Multplier yang dapat meminimalkan biaya persediaan dengan kendala kapasitas gudang penyimpanan. Dari penelitian ini didapatkan hasil jumlah produksi optimal sebanyak 83,071,51 kg. Dimana dengan jumlah produksi tersebut perusahaan membutuhkan luas gudang sebanyak 254,87 m3. Total biaya perse-diaan yang dhitung dengan menggunakan metode Lagrange Multiplier yaitu sebesar Rp 27.612.704.534 sedangkan total biaya persediaan perusahaan sebesar Rp Rp 35.607.319.890. Se-hingga diperoleh penghematan sebesar 22,45% atau sebesar Rp 7.994,615.360.
Analisis dan Mitigasi Risiko Pada Supply Chain dengan Pendekatan Metode House Of Risk (HOR) di PT. XYZ Andita Defriyanti; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.351

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi furniture, aksesoris rumah, springbed, lemari pakaian dan lain-lain. Dalam proses rantai pasok masih banyak ditemui beberapa risiko yang dapat menghambat proses bisnis pada perusahaan tersebut. PT. XYZ diketahui belum memiliki suatu manajemen risiko untuk menganalisis dan mengidentifikasi risiko serta memberikan langkah-langkah untuk memitigasi risiko yang terjadi dalam rantai pasokan perusahaan. Penelitian ini mem-iliki tujuan untuk melakukan identifikasi dan memberikan tindakan mitigasi risiko yang timbul da-lam aktivitas rantai pasokan perusahaan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode House of Risk (HOR). Metode House of Risk (HOR) adalah metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi dan memitigasi risiko yang terjadi dalam rantai pasok, pada metode ini memiliki dua langkah yaitu House of Risk tahap 1 berfokus dalam identifikasi risiko dan House of Risk tahap 2 berfokus pada mitigasi risiko. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada 24 kejadian risiko yang disebabkan oleh 36 penyebab risiko pada aktivitas supply chain perusahaan. Oleh karena itu, diusulkan 20 langkah mitigasi untuk mengurangi penyebab risiko yang paling dom-inan.
Pengurangan Bullwhip Effect dalam Rantai Pasok Single Vendor dan Multi Retailer Menggunakan Metode Vendor Managed Inventory (VMI) pada PT. Magnesium Gosari Internasional Gresik Irfany A. Muzady; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.353

Abstract

PT. Magnesium Gosari Internasional merupakan salah satu pabrik pupuk dolomit terbesar di Indonesia. Akhir-akhir ini, pada PT. Magnesium Gosari Internasional mengalami permasalahan berupa adanya perbedaan informasi terkait demand dan order yang diperoleh perusahaan dan delapan kantor penjualan perusahaan. Utamanya terhadap produk Pupuk Magnesium Magfertil 20+ ukuran 50 kg. Hal ini menyebabkan perusahaan mengalami gangguan pada supply chain yang membuat jumlah permintaan menjadi tidak pasti atau mengalami variansi permintaan atau yang lebih dikenal dengan fenomena bullwhip effect. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengen-dalian persediaan yang optimal untuk mengurangi bullwhip effect antar pelaku supply chain pada sistem rantai pasok di PT. Magnesium Gosari Internasional. Metode yang dipakai ialah metode Vendor Managed Inventory (VMI). Hasil perhitungan diperoleh bahwa penerapan metode Vendor Managed Inventory (VMI) sangat efektif untuk mengurangi nilai bullwhip effect pada masing-mas-ing level supply chain. Adapun nilai bullwhip effect I (kondisi aktual perusahaan) pada level man-ufaktur adalah 1,4503 dan setelah penerapan metode usulan (Vendor Managed Inventory) menjadi 0,4943. Sedangkan nilai bullwhip effect I pada masing-masing kantor penjualan di Denpasar, Subang, Surabaya, Lampung, Jember, Banjarmasin, Balikpapan dan Banjarnegara sebesar 1,4198, 1,4455, 1,6277, 1,4902, 1,3204, 1,2093, 1,2994 dan 1,4744. Tetapi, saat penerapan metode usulan VMI hasilnya nilai bullwhip effect berkurang drastis hingga mendapat angka 0,5007, 0,4773, 0,4909, 0,5097, 0,4975, 0,5015, 0,5014 dan 0,4902.
Analisis Pengukuran Kinerja Supply Chain Management dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) Berbasis ANP Dan OMAX Faiz Travessa Juhaim; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 3 No. 2 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v3i2.402

Abstract

PT. Sunat Modern Indonesia adalah perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang sunat modern dan layanan kesehatan penunjangnya. Untuk mennggabungkan dan menyatukan seluruh prosedur kerja perusahaan memerlukan Supply chain Management (SCM). Permasalahan yang mendasar dari penelitian ini adalah perusahaan belum pernah melakukan pengukuran kinerja supply chain management perusahan serta ketakutan perusahaan akan kemungkinan terjadinya keterlambatan pengiriman barang kepada konsumen (dikarenakan kecacatan produk). Pengukuran kinerja yang dilakukan dalam penelitian ini melibat metode Analytical Network Process (ANP) dan Objective Matrix (OMAX). Dari hasil penelitian didapatkan PT. Sunat Modern mendapatkan hasil keseluruhan KPI yang berjumlah 25 KPI memperoleh angka sebesar 24,0784. Berdasarkan TLS atau traffic light system nilai indeks 24,0784 berada pada kategori yang berwarna warna hijau atau dalam kategori baik. Berdasarkan hasil pembobotan menggunakan ANP dan menggunakan Objective Matrix atau OMAX untuk scoring system didapatkan hasil 1 indikator berwarna merah (persentase produk cacat pada proses memproduksi) dan 1 indikator berwarna kuning (persentase peningkatan jumlah produk yang dapat diproduksi dalam kurun waktu tertentu).
Analisa Fluktuasi Bullwhip Effect Dalam Penerapan Metode Distribution Requirement Planning (DRP) di PT. XYZ Dira Ernawati; Hafid Syaifullah
JUMINTEN Vol. 3 No. 3 (2022): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v3i3.414

Abstract

PT XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi yang memiliki permasalahan umum yaitu persediaan produk yang tidak mencukupi. Pemasok (agen) adalah perantara antara produsen dan konsumen, oleh sebab itu merupakan pihak yang berperan penting dalam distribusi barang dan berperan dalam perdagangan. Penggunaan teknik DRP dalam operasional penjualan PT XYZ tidak hanya memudahkan perencanaan produk untuk kebutuhan masa depan, tetapi juga menjadi salah satu solusi untuk mereduksi nilai bullwhip effect yang terjadi di perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai bullwhip effect setelah menerapkan metode DRP pada PT XYZ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode DRP memberikan dam-pak yang sangat positif terhadap nilai bullwhip effect yang ada di PT XYZ.
Analisis Persebaran Penyakit Diare di Jawa Barat Menggunakan Data Mining dengan Algoritma K-Means Clustering Ivan Alvino Ryansyah Putra Pratama; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v4i1.421

Abstract

Penyakit diare banyak ditemui di negara berkembang. Penyakit ini sering menyebabkan kasus kematian dan permasalahan kesehatan di dunia. Provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat kasus Diare terbanyak adalah Jawa Barat dimana jumlah kasus yang terjadi mengalami peningkatan dan penurunan dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus memberikan perhatian lebih dalam hal penanganan penyakit Diare ini. Penelitian ini dil-akukan dengan melakukan klasterisasi kota terhadap tingkat penyakit Diare di Jawa Barat pada tahun 2016-2021. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar tingkat risiko penyakit diare setiap kota di Jawa Barat guna membantu Pemerintah dalam pemilihan strategi untuk pe-nanganan kasus ini. Metode Knowledge Discovery in Database merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini. Sedangkan algoritma yang dipakai adalah k-means clustering dengan metode elbow untuk menentukan jumlah clusternya yaitu sebanyak 3 cluster. Didapatkan bahwa Cluster 0 dengan kategori rendah terdapat 12 wilayah, cluster 1 dengan kategori sedang terdapat 14 wilayah, dan cluster 2 dengan kategori tinggi terdapat 1 wilayah. Evaluasi koefisien siluet bernilai 0,48 dengan kriteria struktur kurang baik. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebaiknya Pemerintah Jawa Barat diharapkan lebih menekankan penanggulanagan kasus penyakit Diare pada cluster 2 dengan kategori tinggi yaitu pada Kabupaten Bogor.
Analisa Perencanaan Pengendalian Bahan Baku Kandang Baterai dengan Metode Economic order quantity (EOQ) di PT. Djupar Farm Andrew P. Himawan; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 4 No. 1 (2023): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v4i1.643

Abstract

Setiap perusahaan harus mampu melakukan pengendalian persediaan bahan baku yang optimal untuk suatu kelancaran proses produksi. PT. Djupar Farm merupakan perusahaan manufaktur yang produk utamanya adalah kandang baterai untuk ayam petelor. Permasalahan yang terjadi adalah kurangnya persediaan bahan baku dan terkadang kelebihan dalam melakukan jumlah pemesanan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode Economic order quantity untuk mengetahui berapa banyak bahan baku yang harus dipesan dan kapan seharusnya pemesanan dilakukan, dan bisa menangani suatu ketidaktentuan permintaan dari konsumen dengan adanya persediaan pengaman. Dari hasil penelitian didapatkan hasil peramalan 2023 penggunaan bahan baku kawat coating ukuran 2,7 mm didapatkan total penggunaan yaitu 45.089,207 kg dengan rata-rata penggunaan sebesar 867,1 kg per minggunya, sedangkan penggunaan bahan baku kawat coating ukuran 3,4 mm didapatkan total penggunaan yaitu 47.898,661 kg dengan rata-rata penggunaan sebesar 921,128 kg per minggunya. Dan didapatkan kuantitas pemesanan yang optimal pada kawat coating 2,7 mm sebesar 16.165 kg dengan frekuensi pemesanan optimal 3 kali dalam satu tahun, sedangkan untuk kawat coating 3,4 mm sebesar 16.661 kg dengan pemesanan 3 kali dalam satu tahun. Untuk safety stock dan reorder point pada kawat coating 2,7 mm sebesar 594 kg persediaan pengaman dan 739 kg sebagai titik pemesanan kembali. Sedangkan untuk safety stock dan reorder point pada kawat coating 3,4 mm sebesar 702 kg untuk persediaan pengaman dan 856 kg sebagai titik pemesanan kembali