Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Teknik permainan terompong pada musik tradisional gendang betep Hafiz, Alwan
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 23 No. 1 (2025): April
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v23i1.83935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik permainan terompong pada musik tradisional gendang betep di Sanggar Mandi Suare dusun Kuangwae desa Menceh. Terdapat beberapa teori yang digunakan diantaranya teori teknik permainan, musik tradisional dan teori musik gendang betep. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam memainkan musik gendang betep terdapat beberapa teknik diantaranya teknik ngambak, teknik beradeng atau melambat, teknik kotekan atau betimbalan, dan yang terakhir teknik kunci nade. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap sekahe gendang betep baik secara teoritis maupun praktisnya. Terompong playing technique in traditional music gendang betep Abstract This study aims to analyze the terompong playing technique in the traditional music of gendang betep in Sanggar Mandi Suare, Kuangwae, Menceh village. There are several theories used, including the theory of playing techniques, traditional music and gendang betep music theory. The type of research used is qualitative research with data collection techniques using observation, interviews and documentation techniques. The results showed that in playing gendang betep music, there are several techniques, including the ngambak technique, the beradeng or slow technique, the kotekan or betimbalan technique, and finally the kunci nade technique. The results of this study are expected to provide an understanding of sekahe gendang betep both theoretically and practically.
METODE PEMBELAJARAN KESENIAN GENDANG BELEQ DI SMP N 3 MASBAGIK Ashwan Kailani; Alwan Hafiz; Teguh Bayu Alam
TAMUMATRA Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v8i2.35312

Abstract

Cultural arts education plays a vital role in fostering creativity and preserving local culture; however, in practice, it is often dominated by theoretical approaches, resulting in a learning experience that falls short of being optimal for students. One potential solution is the implementation of clear teaching methods in traditional music education, such as Gendang Beleq. This study aims to describe the teaching methods for traditional Gendang Beleq music among seventh-grade students at SMP Negeri 3 Masbagik and to identify supporting and inhibiting factors in the learning process. This study employs a qualitative approach with a descriptive design and a case study framework. The research subjects include the Arts and Culture teacher and seventh-grade students selected through purposive sampling. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results indicate that several methods effectively foster students’ understanding of Gendang Beleq—both theoretically and practically—including the lecture method, demonstration method, and drill method. This study contributes to the development of practice-based cultural arts education and supports the preservation of traditional arts through formal education.  
Penerapan Metode Solfegio sebagai Strategi Pembelajaran Vokal pada Kegiatan Ekstrakurikuler Musik di SMK TI NWDI Wanasaba Julina Susanti; Alwan Hafiz; M. Alfian Nur Khair
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2799

Abstract

This study aims to describe the implementation of the solfeggio method as a strategy in vocal learning and to identify the impacts resulting from its application in extracurricular music activities at SMK TI NWDI Wanasaba. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. Data were collected through structured interviews, participatory observations during the activities, and document analysis. The findings revealed that the implementation of the solfeggio method was carried out gradually, beginning with the introduction of basic musical concepts, followed by exercises in pitch and rhythm recognition, and culminating in the direct application of singing songs. The application of this method demonstrated highly positive outcomes, including improved students’ understanding of fundamental music concepts, greater accuracy in intonation and rhythm, enhanced vocal technique mastery, and increased self-confidence in singing performances. These findings indicate that the solfeggio method is an effective approach for developing students’ vocal abilities at the vocational high school level.
Strategi Pembelajaran Rebana Qasidah Pada Ekstrakurikuler di MI NWDI Dames Syafi'atun Nufus; Alwan Hafiz; Sapriadi; Baiq Ayu Erlina; M. Muyassir Bin Haruman
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran qasidah pada ekstrakurikuler di MI NWDI Dames. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif,dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, serta analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran langsung dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur. Pada tahap penyampaian tujuan pembelajaran, peserta didik memperoleh gambaran yang jelas mengenai kompetensi yang akan dicapai sehingga meningkatkan kesiapan belajar. Pada tahap demonstrasi keterampilan, pembina memberikan contoh langsung teknik bermain rebana yang membantu peserta didik memahami materi secara konkret. Pada tahap latihan terbimbing, peserta didik berlatih dengan bimbingan intensif dari pembina sehingga kesalahan dapat segera diperbaiki. Pada tahap latihan mandiri, peserta didik mampu memainkan rebana secara lebih mandiri dalam kelompok dengan peningkatan kemampuan dalam hal ketepatan ritme, kekompakan, dan kepercayaan diri
Strategi Pembelajaran Seni Tari Kreasi Pada Kelas VI di MI NWDI Pancor Siti Rizkiatul Ummah; Alwan Hafiz; Ashwan Kailani; Angga Saputra Sanjaya; Badriatul Hasna
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan strategi pembelajaran yang dilakukan pada pembelajaran tari kreasi di MTs Mu’allimat NWDI Pancor. Metode yang digunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi serta analisi yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan strategi pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran tari kreasi adalah strategi deep learning, yang dimana strategi ini merupakan strategi pembelajaran yang dirancang untuk mendorong peserta didik memahami materi secara mendalam, kritis, reflektif, dan bermakna. Pada strategi terdapat beberapa tahapan diantaranya tahap stimulasi, tahap eksplorasi, tahap elaborasi dan kreasi dan terakhir adalah tahap refleksi.
Menari Dalam Sunyi: Eksplorasi Pembelajaran Tari ‘Wonderland’ Bagi Siswa Tunarungu Okti Patia Sari; Alwan Hafiz; Sapriadi; Tazkirani Rahim; Dina Rahayu
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan pembelajaran tari Wonderland bagi siswa tunarungu di SLB Negeri 1 Lombok Timur. Siswa tunarungu memiliki keterbatasan dalam menerima informasi secara lisan sehingga memerlukan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhannya. Tari Wonderland dipilih karna memiliki karakteristik gerak yang relatif sederhana serta berpotensi menjadi sarana komunikasi, ekspresi diri dan pengembangan kemampuan motorik, sosial, emosional, serta krativitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran tari Wonderland memerlukan strategi khusus yang menekankan pada pemanfaatan kemampuan visual, sensorik, dan latihan gerak secara berulang. Meskipun siswa menghadapi berbagai hambatan, seperti kurang percaya diri, lemahnya daya tangkap, kurangnya kekompakan gerak, serta kondisi emosional yang tidak stabil, akan tetapi proses pembelajaran dapat berlangsung efektif melalui pendekatan yang berpusat pada karakteristik siswa. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian pendidikan seni tari bagi peserta didik berkebutuhan khusus, khususnya dalam penerapan strategi pembelajaran berbasis visual dan sensorik yang sesuai bagi siswa tunarungu.
Strategi Pembelajaran Tari Kreasi Nusantara Pada Kelas XI F1A di SMA Negeri 1 Woha Darmawan, Arif; Hafiz, Alwan; Kailani, Ashwan
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 3 (2026): August
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jar.v5i3.6476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran Tari Kreasi Nusantara pada kelas XI F.IA di SMA Negeri 1 Woha. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang tepat guna meningkatkan pemahaman, kreativitas, serta keterampilan peserta didik dalam pembelajaran seni tari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang diterapkan guru meliputi penggunaan metode demonstrasi, diskusi, latihan praktik, dan kerja kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan apresiatif dan kreatif. Pembelajaran difokuskan pada eksplorasi gerak tari kreasi Nusantara yang bersumber dari ragam gerak tradisi daerah, pengembangan kreativitas peserta didik, serta penanaman nilai budaya dan kerja sama. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran antara lain perbedaan kemampuan gerak peserta didik dan keterbatasan waktu pembelajaran. Namun, kendala tersebut dapat diatasi melalui pengelolaan kelas yang efektif dan pemberian bimbingan secara bertahap. Dengan demikian, strategi pembelajaran Tari Kreasi Nusantara yang diterapkan di kelas XI F.IA SMA Negeri 1 Woha dinilai cukup efektif dalam meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan hasil belajar peserta didik.
TEKNIK PERMAINAN REONG PADA KESENIAN GENDANG BELEQ DI SANGGAR MALIK GIRANG DESA PAOK MOTONG Alwan Hafiz; Muh.Ridwan Markarma; Ashwan Kailani; Zaiful; Sapriadi
TAMUMATRA Vol 7 No 2 (2025): Tamumatra
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/tmmt.v7i2.28452

Abstract

The purpose of this research is to find out how the technique of playing reong in the traditional music of gendang beleq art. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques using observation, interview and documentation techniques. The data analysis technique starts from data collection, data reduction, data analysis, presentation, and finally drawing conclusions. Based on the results of the research conducted that in the reong game there are several techniques used including the first Ngambak technique. This technique is used to play the basic notes on the reong by pressing or hitting hard using a reong beater. Second, the Slow or Beradeng technique . The Beradeng technique is one of the techniques played in creating dynamic variations, especially in setting the tempo and intensity of sound. and the last technique used is the kotekan or betimbalan technique . Kotekan or in the Sasak language in the beleq drum game is called betimbalan or in music theory it is called an interlocking pattern or a complementary pattern between two players