Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STATUS JANDA DAN PRODUKTIFITAS PEREMPUAN SASAK (Studi Kasus di Desa Mujur Kec. Praya Timur Lombok Tengah) Latif, Abdul; Muzakkar, Abdullah
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.62

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah tahun 2014. Topic yang dipilih adalah status janda dan produktifitas pada perempuan Sasak. Penelitian ini dilakukan karena melihat tingginya angka perceraian yang terjadi pada masyarakat sasak khususnya masyarakat desa Mujur. Hal ini diperkuat dengan hasil pengamatan awal yang menunjukkan bahwa janda memiliki produktivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat mereka masih bersuami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya tingkat perceraian di masyarakat desa Mujur disebabkan oleh faktor budaya patriaki yang masih dominan, faktor rendahnya tingkat pendidikan khususnya yang dialami oleh perempuan, dan faktor ekonomi. Fakta tentang tingginya produktifitas janda disebabkan karena setelah perceraian perempuan harus memenuhi kebutuhan  hidupnya dan anak-anaknya, sehingga mereka termotivasi untuk menjadi perempuan yang lebih  produktif.Kata Kunci: Perempuan Sasak, Perceraian, Status Janda, Produktifitas.
Aransemen Kroncong Lagu Sasak Gugur Mayang Yuspianal Imtihan; Hary Murcahyanto; Abdullah Muzakkar; Lalu Ahmad Alfian Bakti
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2020): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.268 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v3i2.1709

Abstract

ABSTRACT This paper is based on the results of research which aims to describe the form of the keroncong version of the keroncong version of the traditional song Gugur Mayang arrangements. Descriptive qualitative method with a phenomenological approach is used in data collection through observation, interviews and documentation with a focus on the form of keroncong arrangements in the song Gugur Mayang. The uniqueness of this paper is the scarcity of research on traditional Sasak songs arranged in the kroncong version that has been researched by other researchers. The results of this study indicate that the form of the arrangement of the keroncong version of the song Gugur Mayangis a song that begins with the AA section, with the introduction at the beginning of the song, then the bridge, followed by the AA” section on the song Gugur Mayang. In the episode or interlude, it is filled with violins and accompanied by several other instruments then it is entered in the coda section which is played by all instruments other than the flute. The scale used in this arrangement is the D minor scale which means 1 mol or F major. Keywords: Arrangement, Gugur Mayang, Keroncong, Sasak Song.
Dekultrasi Bentuk Pertunjukan Musik Hadrroh Alwan Hafiz; Hary Murcahyanto; Abdullah Muzakkar; Hulfatul Husna
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 3 No 2 (2020): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.367 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v3i2.1725

Abstract

ABSTRAK This paper is based on the results of research that aims to describe the deculturation and form of Hadrroh musik performances in Gerisak Semanggleng Sakra Barat Village, Lombok Timur. This study used a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Collecting data by observation, interviews and documentation. From the results of the study, it is concluded that a result of the times and often following competitions the musik group has innovated to become a modern Hadrroh Modern musik group. To meet the needs of a show so as not to be outdated, this musik group underwent a change in the form of deculturation in the form of its performance by adding a keyboard musical instrument and presentation material using modern religious songs. The form of Hadrroh's musik shows is divided into two forms of performances, namely routine performances as a means of worship and non-routine performances (rituals) as entertainment. Keyword : Deculturation, Hadrroh Music, Performance Forms.
PENERAPAN STRATEGI GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PERKULIHAN SOSIOLOGI INDUSTRI Abdullah Muzakar; Muhammad Zamroni Uska
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.395 KB) | DOI: 10.37081/ed.v9i3.2763

Abstract

Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap manusia yang bertujuan untuk menghadapi tantangan dan perubahan kedepan. Dalam pendidikan agar terlaksanakan dengan perlu adanya peroses belajar yang didampingin dengan strategi pembelajaran. Namun kurang tepatnya dalam menerapkan strategi pembelajaran dapat berdampak hasil kemampuan berpikir kristis seseorang. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan strategi yang dapat menumbuhkan motivasi dan minat belajar siswa adalah group investigation (GI). Tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi pembelajaran GI terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada perkuliahan sosiologi industry. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain posttest only control group design. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 47 orang yang terdiri dari 23 orang sebagai kelompok eskperimen dan 24 orang sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berbentuk essay, sementara itu teknik analisis data yang digunakan adalah statistic deskriptif dan independent sample t test dengan bantuan software SPSS. Hasil temuan kami menunjukkan bahwa strategi GI dapat mempengaruhi kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada perkulihan sosiologi industi dengan prolehan nilai sig.2 tailed (0.00) < 5% (0.05). dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkan strategi GI dapat membuat mahasiswa lebih berfokus pada perolehan dan pengembangan keterampilan pada tingkatan yang lebih tinggi (higher-level skills).
STATUS JANDA DAN PRODUKTIFITAS PEREMPUAN SASAK (Studi Kasus di Desa Mujur Kec. Praya Timur Lombok Tengah) Abdul Latif; Abdullah Muzakkar
Educatio Vol 9, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/edc.v9i2.62

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Mujur, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah tahun 2014. Topic yang dipilih adalah status janda dan produktifitas pada perempuan Sasak. Penelitian ini dilakukan karena melihat tingginya angka perceraian yang terjadi pada masyarakat sasak khususnya masyarakat desa Mujur. Hal ini diperkuat dengan hasil pengamatan awal yang menunjukkan bahwa janda memiliki produktivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat mereka masih bersuami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya tingkat perceraian di masyarakat desa Mujur disebabkan oleh faktor budaya patriaki yang masih dominan, faktor rendahnya tingkat pendidikan khususnya yang dialami oleh perempuan, dan faktor ekonomi. Fakta tentang tingginya produktifitas janda disebabkan karena setelah perceraian perempuan harus memenuhi kebutuhan  hidupnya dan anak-anaknya, sehingga mereka termotivasi untuk menjadi perempuan yang lebih  produktif.Kata Kunci: Perempuan Sasak, Perceraian, Status Janda, Produktifitas.
DAMPAK PEMBERIAN PEMAHAMAN KEAGAMAAAAN BAGI NARA PIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN Abdullah Muzakkar
SOCIETY Vol. 8 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.655 KB) | DOI: 10.20414/society.v8i2.1504

Abstract

Laju frekuensi tindak pidana menunjukan peningkatan dari tahun ketahun, baik secara kuantitats maupun kualitas, seperti maraknya perjudian, pembunuhan, penganiayaan, perampokan, penipuan, pemerasan (penggelapan), kejahatan dalam jabatan, psikotropika, kejahatan, subversi (korupsi) dan sajam(senjata tajam), serta perkosaan. Berangkat dari fakta dan fenomana tersebut para pelaku tindak kejahatan itu ditampung oleh sebuah lembaga yang dinamakan lembaga pemasyaratan sesuai dengan undang-undang dan pasal-pasal kejahatan yang telah dieksekusi oleh pihak pengadilan, sesuai dengan kasus pelanggarannya. Salah satu tujuan para pelaku di di tampung di lembaga pemasyarakatan adalah agar nara pidana tidak lagi melakukan tindakan kriminal atau dengan kata lain adanya lembaga pemasyarakatan tersebut sebagai efek jera bagi si pelaku kriminal. Namun pada kenyataannya banyak nara pidana, begitu keluar dari lembaga pemasyarakatan bukannya jera melakukan kriminal, melainkan melakukan tindakan kriminal lagi sehingga banyak nara pidana residivis. Mengapa hal ini terjadi?, ini dikarenakan pola pembinaan yang dilakukan di lembaga pemasyarakatan cenderung mengabaikan aspek sosial keagamaan, akan tetapi lebih menekankan pada aspek fisik. Maka sebagai tindak lanjut dari tujuan pokok undang-undang, perlu adanya dorongan atau motivasi dari dalam yaitu melalui pembinaan rohani, dalam hal ini pemahaman agama, untuk mengembalikan narapidana kembai ke tengah-tengah masyarakat seperti semula, dalam arti manusia yang tidak melanggar selama dia menjalani pidananya di dalam lembaga pemasyarakatan akan menerima dengan lapang dan dapat mengambil hikmahnya untuk perbaikan diri. Hal ini tidak terlepas dari peran agama yang diberikan bagi narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan. Pemahaman agama yang diberikan bagi narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan, banyak sekali manfaatnya bagi narapidana itu sendiri antara lain: (a) Dapat mencegah/mengurangi pengulangan kembali kejahatan, (b) Dapat menentramkan batin, (c) Dapat menjadi penolong dalam kesukaran (d) Sebagai penuntun di dalam kegelisahan dan kegelapan.
Studi Kritis Tentang Literasi Sains dan Problematikanya di Sekolah Dasar Abdul Latif; Syaipul Pahru; Abdullah Muzakkar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4023

Abstract

Sejarah bangsa-bangsa yang memiliki peradaban maju dan hebat tidak dibangun hanya sekedar mengandalkan hamparan alamnya yang luas dan subur serta memiliki jumlah populasi penduduk yang banyak. Bangsa-bangsa yang memiliki peradaban maju dan hebat bisa ditandai dengan kehidupan masyarakatnya yang literat. Adapun tujuan penulisan dari artikel ini adalah mencoba untuk mendeskripsikan tentang hakikat literasi sains di SD & mencoba untuk mendeskripsikan tentang problematika literasi sains di SD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis studi literatur. Dari hasil telah pustaka yang dilakukan menujukkan bahwa salah satu keterampilan abad 21 yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik adalah keterampilan berliterasi sains. Terdapat bebrapa alasan kenapa ketarampilan berliterasi sains ini penting dimiliki oleh peserta didik diantaranya adalah: (1) pemahaman sains yang bagus dapat menawarkan pemenuhan kebutuhan secara personal dan kebahagiaan, karena ilmu yang dimiliki atau produk yang dihasilkan dapat dibagikan kepada khalayak umum; (2) dunia saat ini sangat membutuhkan informasi-informasi tentang bagaiman cara membangun pola berpikir ilmiah dalam mengambil suatu keputusan demi kemaslahatan orang banyak. Kesimpulan Melihat hasil capaian literasi sain peserta didik Indonesia berdasarkan survey yang dilakukan oleh PISA & TIMSS Indonesia masuk kategori dengan kemampuan literasi sains yang cukup rendah.
Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Indonesia dan Relevansinya dengan Era Distrupsi Syaipul Pahru; Abdul Latif; Abdullah Muzakkar; Baiq Shofa Ilhami; Rohyana Fitriani; Muh. Taufik
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.356 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i1.3897

Abstract

AbstrakTujuan dalam penulisan artikel ini adalah mencoba untuk menelaah tentang Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Indonesia, Tantangan Pendidikan Tinggi dengan Kemunculan Era Distrupsi, dan Relevansi Kebijakan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan Era Distrupsi.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kurkulum dalam pendidikan memiliki peranan yang Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan Era Distrupsi.  Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kurkulum dalam pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dan kurikulum yang baik adalah kurikulum yang bersifat fleksibel sehingga mampu menjawab tantangan zaman. Negara-negara di dunia tak terkecuali Indonesia tengah menghadapi era distrupsi, dimana era ini perubhan begitu cepat terjadi ranah pendidikan merupakan salah satu sasaran empuk yang paling cepat terdistrupsi. Kurikulum MBKM merupakan salah satu solusi yang ditawarkan oleh pemerintah dalam menghadapi era distrupsi.Kata Kunci: Kurikulum, Merdeka Belajar, Kampus Merdeka Era Distrupsi AbstractThe purpose of writing this article is to try to examine the Policy for the Merdeka Belajar Curriculum for Kampus Merdeka in Indonesia, the Challenges of Higher Education with the Emergence of the Era of Disruption, and the Relevance of the Policy for the Kurikulum Merdeka for Learning in Kampus Merdeka with the Era of Disruption. The method used in this paper is a type of literature review. The results of the study indicate that the curriculum in education has a very strategic role and a good curriculum is a curriculum that is flexible so that it is able to answer the challenges of the times. Countries in the world, including Indonesia, are currently facing an era of disruption, where in this era of rapid change, the realm of education is one of the easiest targets to be disrupted. The MBKM curriculum is one of the solutions offered by the government in dealing with the era of disruption.Keywords: Curriculum, Independent Learning, Independent Campus Distrupsi Era
Studi Kritis Tentang Literasi Sains dan Problematikanya di Sekolah Dasar Abdul Latif; Syaipul Pahru; Abdullah Muzakkar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4023

Abstract

Sejarah bangsa-bangsa yang memiliki peradaban maju dan hebat tidak dibangun hanya sekedar mengandalkan hamparan alamnya yang luas dan subur serta memiliki jumlah populasi penduduk yang banyak. Bangsa-bangsa yang memiliki peradaban maju dan hebat bisa ditandai dengan kehidupan masyarakatnya yang literat. Adapun tujuan penulisan dari artikel ini adalah mencoba untuk mendeskripsikan tentang hakikat literasi sains di SD & mencoba untuk mendeskripsikan tentang problematika literasi sains di SD. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif jenis studi literatur. Dari hasil telah pustaka yang dilakukan menujukkan bahwa salah satu keterampilan abad 21 yang sangat penting dimiliki oleh peserta didik adalah keterampilan berliterasi sains. Terdapat bebrapa alasan kenapa ketarampilan berliterasi sains ini penting dimiliki oleh peserta didik diantaranya adalah: (1) pemahaman sains yang bagus dapat menawarkan pemenuhan kebutuhan secara personal dan kebahagiaan, karena ilmu yang dimiliki atau produk yang dihasilkan dapat dibagikan kepada khalayak umum; (2) dunia saat ini sangat membutuhkan informasi-informasi tentang bagaiman cara membangun pola berpikir ilmiah dalam mengambil suatu keputusan demi kemaslahatan orang banyak. Kesimpulan Melihat hasil capaian literasi sain peserta didik Indonesia berdasarkan survey yang dilakukan oleh PISA & TIMSS Indonesia masuk kategori dengan kemampuan literasi sains yang cukup rendah.
MOTIVASI DAN IMPLIKASI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL FACEBOOK DI KALANGAN PEMUDA DI DESA NYIUR TEBEL LOMBOK TIMUR Baiq Miftahul Jannah; Abdullah Muzakar; M. Zainul Asror
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol 4, No 1 (2020): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v4i1.3528

Abstract

This study aims to determine the motivation and implications of using Facebook social media among young people in Nyiur Tebel Village. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Data collection techniques used are interviews and documentation. While the data analysis technique used is an interactive model of qualitative data analysis through the stages of data reduction, data presentation, and data verification. Based on the study results, it can be reported that the motivation of young people in Nyiur Tebel Village to use both Facebook and other social media has many benefits and negative implications. If not used wisely or handled properly, social media, especially Facebook social media, can make it difficult for young people to socialize with people around them, as happens among young people who prefer to socialize using social media compared to those around them.