Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

METODE MAKSIMUM PROFIT DAN MINIMUM COST UNTUK MENGKAJI ALOKASI TRANSPORTASI BARANG Muhammad Nanang Prayudyanto; Tito Irianto; Ofyar Z. Tamin; Idwan Santoso
Jurnal Transportasi Vol. 6 No. 2 (2006)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.766 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v6i2.1805.%p

Abstract

Abstrak Angkutan barang merupakan potensi untuk menjadikan produk dalam negeri mampu bersaing. Sejak digulirkannya berbagai pembangunan infrastruktur termasuk jalan tol, potensi daya saing produk industri dalam negeri menjadi lebih kompetitif.Perusahaan berkepentingan untuk secara kompetitif menghasilkan pola distribusi barang dan tenaga kerja yang baik sehingga menghasilkan keuntungan maksimum. Pada sisi lain, mereka juga dituntut untuk meminimumkan biaya pengeluaran yang dibutuhkan. Transportasi menjadi sangat penting untuk menghasilkan sistem distribusi yang optimal.Makalah ini memberikan ilustrasi mengenai konsep maksimum profit dan minimum cost yang dapat menjadikan alternatif bagi pengelolaan sistem pengelolaan sarana transportasi.Model sederhana diturunkan untuk mengembangkan model pemilihan untuk menentukan lokasi produksi berdasarkan pilihan atas minimum cost dan maximum profit.Kata-kata kunci: barang, profit, cost.
ESTIMASI MATRIKS ASAL TUJUAN BERDASARKAN DATA TELEPON SELULER: STUDI KASUS PROVINSI BALI Revy Safitri; Idwan Santoso; Sony Sulaksono Wibowo
Jurnal Transportasi Vol. 16 No. 1 (2016)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1126.025 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v16i1.2155.%p

Abstract

Abstract Origin-Destination Matrix is a two-dimensional matrix that contains travel demand information between different locations (zones). Based on previous studies, it is known that using mobile phone data has great potential for estimating OD Matrix effectively. The purpose of this research to assess OD matrixestimation based on mobile phone data that recordingcontinuously Base Transceiver Station (BTS) location which connected to mobile station as long as the device is powered on, case study in Bali Province. The approach to estimate OD matrix based on mobile phone datais by generating individual trajectory based the temporal sequence of location BTS data for each mobile phone users. Results of OD matrix estimation based on mobile phone data show the hourly and daily trip patterns of mobile phone users from cellular provider in Bali Province. The conclusions of this research describe limitations of OD Matrix estimation based on mobile phone data and future research extension. Keywords: Origin-Destnation Matrix, mobile phone data, Base Transceiver Station, trajectory  Abstrak Matriks Asal Tujuan (MAT) adalah matriks berdimensi dua yang berisi informasi mengenai besarnya pergerakan antarlokasi (zona) di daerah tertentu. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui bahwa pemanfaatan data telepon seluler memiliki potensi yang besar dalam mengestimasi MAT secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler yang berisi informasi lokasi Base Transceiver Station yang terhubung dengan perangkat telepon seluler dari waktu ke waktu selama kondisi aktif dengan wilayah studi di Provinsi Bali. Pendekatan yang digunakan dalam mendefinisikan pergerakan asal tujuan berdasarkan data telepon seluler adalah dengan membangun trajectory individu berdasarkan data lokasi BTS yang diurutkan berdasarkan waktu untuk masing-masing pengguna telepon seluler. Hasil estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler menunjukkan pola pergerakan pengguna telepon seluler pada periode tiap jam dan harian di wilayah Provinsi Bali. Pada kesimpulan dijelaskan keterbatasan estimasi MAT berdasarkan data telepon seluler dari penelitian ini dan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Kata-kata kunci: Matriks Asal Tujuan, data telepon seluler, Base Transceiver Station,trajectory
Kajian Investasi Pembangunan Jalan Tol di Indonesia Berdasarkan Sistem Syariah: Studi Kasus Jalan Tol Cikampek-Palimanan (Study of Toll Road Development Investment in Indonesia Based on Syaria System: The Case of Cikampek-Palimanan Toll Road) Rudy Hermawan Karsaman; Rodhiatun Rodhiatun; Harun Al Rasyid; Idwan Santoso
Journal of Regional and City Planning Vol. 26 No. 2 (2015)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jpwk.2015.26.2.2

Abstract

Abstrak. Sebagai alternatif investasi pembangunan jalan tol di Indonesia yang biasanya  menggunakan metode konvensional berupa penanaman modal biasa, studi ini menunjukkan bahwa investasi tersebut dapat juga dilakukan menggunakan metode syariah yang berdasarkan prinsip bagi hasil dari marjin keuntungan. Dengan menggunakan studi kasus  proyek pembangunan jalan tol Cikampek "“ Palimanan, studi ini menemukan bahwa secara finansial keuntungan atau kerugian metode syariah dibandingkan dengan metode konvensional tergantung pada besarnya margin keuntungan/bagi hasil dibanding dengan bunga bank yang diterapkan. Selain itu pembiayaan metode syariah  mensyaratkan adanya pembagian risiko bersama dan merupakan salah satu perbedaan antara metode syariah dan metode konvensional. Kata kunci. Investasi, sistem pembiayaan syariah, analisis kelayakan dan risiko, jalan tol Abstract. As an alternative of toll road development investment in Indonesia, which generally uses conventional methods,  this study shows that the investment can also uses sharia method of financing which was based on sharing principle. Using a case study of Cikampek "“ Palimanan toll road development project, it  revealed that financially the advantages or disadvantages of sharia method  compared with the conventional ones depend on the amount of profit margin or share profit compared with applied bank interest. Furthermore, the sharia method of financing involves risk sharing, which was one of the differences between the sharia method of financing and the conventional one.Keywords. Investment, sharia financing system, viability and risk analysis, toll road
Pendekatan Multi-Stakeholders Dalam Penanganan Overloading IGW Samsi Gunarta; Idwan Santoso
Journal of Regional and City Planning Vol. 17 No. 1 (2006)
Publisher : The Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overloading in freight transport has caused great concern to a number of transport authorities in many countries. A number of efforts, including to intensify load enforcement, deploy load permit scheme, and increase penalty for overloading offences, have been taken. Nevertheless, an optimistic outcome has not showed up to deter such offence to the moment. This paper tried to view another approach in tackling overloading by integrating multistakeholders"Ÿ perspectives in optimising load. It seems that overloading can be explained through the supply and demand concept. However, due to poor previous exploration upon this concept, a number of challenges might have to be faced to deploy the concept properly.Keywords: multi-stakeholders, overloading, freight transport
Kajian Instrumen Pungutan Bagi Pengguna Jalan untuk Dana Pemeliharaan di Propinsi Jawa Barat Sad Marga Oetomo; Ade Sjafruddin; Idwan Santoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2006)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2006.13.1.5

Abstract

Abstrak. Pendapatan dari sektor transportasi jalan saat ini yang dialokasikan kembali untuk pembiayaan sektor jalan sangat rendah, khususnya untuk biaya pemeliharaan jalan. Pendapatan yang diperoleh lebih banyak melalui pungutan yang bersifat pajak yang besarannya merupakan fungsi dari nilai obyek pajak kendaraan yang tidak mencerminkan besarnya kontribusi terhadap kebutuhan biaya pemeliharaan. Instrumen pungutan untuk pemeliharaan jalan telah banyak diterapkan di beberapa negara dan dikenal sebagai dana jalan (Road Fund). Dana ini dikelola oleh stakeholders pengguna jalan agar terjamin bahwa pungutan yang dikumpulkan akan dialokasikan kembali untuk sektor jalan. Penelitian ini melakukan kajian mengenai instrumen pungutan untuk dana pemeliharaan jalan yang mencakup jenis, besaran, serta mekanismenya. Berdasarkan hasil kajian, instrumen yang terpilih adalah retribusi kendaraan, iuran BBM, dan retribusi kendaraan berat. Hal ini didasarkan dari pengalaman penerapan di banyak negara dan memenuhi beberapa kriteria yaitu : karakteristik administrasi, kemudahan dalam penerapan dan mekanisme pengumpulannya. Dari hasil perhitungan besaran pungutan per kilometer yang diperoleh dari beberapa skenario pembiayaan dan dengan membandingkan terhadap nilai biaya operasi kendaraan (BOK) dasar maka diperoleh kenaikan nilai BOK dasar akibat pungutan yang bervariasi antara 0,68 % - 3,32% tergantung jenis kendaraan. Untuk mekanisme pengumpulannya dilakukan dengan memanfaatkan mekanisme yang sudah berjalan untuk menghemat waktu dan biaya. Retribusi kendaraan melalui mekanisme pembayaran STNK, iuran BBM melalui Pertamina sebagai distributor tunggal, dan pajak kendaraan berat melalui mekanisme uji kendaraan.Abstract. In the current condition revenue from road transport sector allocated to road expenditure, especially related to road maintenance, is very low. The revenue is collected in a form of tax of the object, the vehicle. But, this does not represent the contribution of the object to the road maintenance expenditure. Charging instruments for the road maintenance have been implemented widely in many countries and known as Road Fund. The fund is managed by road's stakeholder to assure that the collected charges will be reallocated to the road sector. This study is dealing with some aspects of the charging instrument for the road maintenance with respect to types, charges, and mechanism. Based on the literature study the selected instruments are vehicle license fee, fuel levy, and heavy vehicle license fee. This study refers to the international practices and experiences and considers some criteria such as administration characteristics, applicability, and simplicity of collecting mechanism. This study reveals that the charge per vehicle per kilometer for the maintenance expenditure based on some financing scenario increases the Vehicle Operating Cost (VOC) by 0.68% to 3.32% depending on the vehicle type. The suggested collecting mechanism is to use the established existing mechanism to save the time and cost, namely vehicle license fee through the car license plate number (STNK) payment, fuel levy through the Pertamina as the sole distributor of fuel, and heavy vehicle license fee through the car inspection mechanism.
Analisis Kebijakan Struktur Tarif dan Pengaruhnya terhadap Besaran Subsidi (Studi Kasus : TransJakarta) Mira Lestira Hariani; Idwan Santoso; Sony Sulaksono Wibowo
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.576 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v4i3.7102

Abstract

Kebijakan tarif angkutan umum merupakan komponen dasar yang sangat penting dalam pengoperasian angkutan umum karena tarif merupakan faktor utama dalam menarik penumpang dan sangat berpengaruh terhadap kondisi finansial operator angkutan umum.  Penerapan kebijakan struktur tarif seragam/flat fare pada Transjakarta seakan-akan tidak memperhatikan karakteristik pergerakan penumpang sehingga dengan penerapan struktur tarif yang dipengaruhi oleh jarak dapat memberikan peluang untuk menghasilkan revenue yang lebih besar dan berimplikasi terhadap penurunan besaran subsidi.  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian terhadap pengembangan beberapa alternatif kebijakan struktur tarif yang dapat diterapkan oleh Transjakarta dan kemudian memberikan rekomendasi kebijakan struktur tarif yang dapat berpengaruh terhadap penurunan besaran subsidi dengan tetap memperhatikan kemampuan membayar pengguna dan kenyamanan pengguna atas perubahan tarif yang terjadi.  Dalam penelitian ini menggunakan analisis ability to pay dalam penentuan besaran tarif dan menggunakan data tapping Transjakarta pada tanggal 18 Mei 2018 yang diolah menjadi data distribusi frekuensi penumpang sebagai dasar dalam perhitungan revenue Transjakarta untuk setiap alternatif kebijakan yang dirumuskan.  Dengan melakukan evaluasi terhadap 7 (tujuh) alternatif yang telah dirumuskan maka diperoleh hasil bahwa kebijakan yang paling direkomendasikan adalah struktur tarif bertahap (sectional fare) dengan kebijakan tarif awal sebesar Rp.3.500 berlaku pada 15 kilometer pertama kemudian berlaku tarif penyesuaian sebesar Rp.1.500 untuk setiap pertambahan jarak 10 kilometer.  Kebijakan tersebut menghasilkan penurunan subsidi sebesar Rp.34.476.000/hari atau sekitar 10,71% jika dibandingkan dengan tarif eksisting Transjakarta.
ANALYSIS OF PUBLIC TRANSPORT DEVELOPMENT IN METROPOLITAN CITY BASED ON ORIGIN-DESTINATION (CASE STUDY: METRO CAPSUL BANDUNG) Ade Triyadani; Idwan Santoso; Sony Sulaksono Wibowo
Journal of Green Science and Technology Vol 4, No 1 (2020): Journal of Green Science and Technology, Vol.4 No.1 (2020)
Publisher : FAKULTAS TEKNNIK UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v4i1.3017

Abstract

Development of new mode of metro kapsul as mass transportation mode in Bandung with corridor plan from Station Hall to Tegallega and return to Station Hall with plan of 19 stop station which can give contribution to congestion problem and lack of public transportation service in Bandung city. This study aims to analyze the potential of demand with the data of origin - destination of the respondent in the corridor plan of the metro capsule in order to give a description of the movement in the origin-destination matrix, in analysis for potential demand used the modal movement assumption of private vehicles, public transport and pedestrian, The location of priority shelter at the beginning of development by using multicriteria analysis while for operational analysis is calculated some variables of capsule metro operating system (headways, frequencies, etc). The result of origin-destination matrix analysis is getting potential demand of metro capsule during weekdays on-peak of 3529 pass/hour, off-peak of 2116 pass/hour. The result of location priority stop location will get 6 (six) stop location recommended in “Stasiun Bandung, Pasar Baru, Pasar Anyar, Taman Tegallega, ITC Kebon Kelapa and Alun-Alun Bandung”. From the operational results of metro capsule, obtained frequence of 20 Unit/jam, headways 3 minutes, the number of vehicles required 8 vehicles, on weekdays and weekends when on-peak and off-peak.
CHARACTERIZING LOAD LIMIT OFFENCES IN INDONESIA: A STATISTICAL APPROACH ON OVERLOADING CASES AT WBSS IGW. Samsi Gunarta; Idwan Santoso; Bambang Ismanto; Pradono Pradono
Jurnal Jalan-Jembatan Vol 25 No 1 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Jalan dan Jembatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overloading has caused headache to Indonesian Road Authority due to its rates and severity. The Directorate General of Land Communication (DGLC) suspected mismanagement of Weigh Bridge Station (WBS) significantly contributes to the in effectiveness of WBS in deterring overloading offences from the road network. A change was set up by involving private sector in WBS management. Four WBSs in Sumatra were included in the pilot project. This paper utilized the data provided by the pilot project to characterize overloading offences captured by the WBSs.Three hundred sixty (360) cases were randomly selected from over 10,000 cases of 4 WBSs. Descriptive and crosstabs analyses were conducted indicating that overloading has not been simply related to trucking cost coverage but rather related to the utilization of resources in freight transport. Deeper understanding by conducting insight look towards the motivation of overloading is strongly recommended in solving the problem of overloading. Keywords : Overloading Offences, Weigh Control, Freight Transport, overload countermeasure
ANALYSIS OF PUBLIC TRANSPORT DEVELOPMENT IN METROPOLITAN CITY BASED ON ORIGIN-DESTINATION (CASE STUDY: METRO CAPSUL BANDUNG) Ade Triyadani; Idwan Santoso; Sony Sulaksono Wibowo
Journal of Green Science and Technology Vol 4 No 1 (2020): Journal of Green Science and Technology, Vol.4 No.1 (2020)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jgst.v4i1.3017

Abstract

Development of new mode of metro kapsul as mass transportation mode in Bandung with corridor plan from Station Hall to Tegallega and return to Station Hall with plan of 19 stop station which can give contribution to congestion problem and lack of public transportation service in Bandung city. This study aims to analyze the potential of demand with the data of origin - destination of the respondent in the corridor plan of the metro capsule in order to give a description of the movement in the origin-destination matrix, in analysis for potential demand used the modal movement assumption of private vehicles, public transport and pedestrian, The location of priority shelter at the beginning of development by using multicriteria analysis while for operational analysis is calculated some variables of capsule metro operating system (headways, frequencies, etc). The result of origin-destination matrix analysis is getting potential demand of metro capsule during weekdays on-peak of 3529 pass/hour, off-peak of 2116 pass/hour. The result of location priority stop location will get 6 (six) stop location recommended in “Stasiun Bandung, Pasar Baru, Pasar Anyar, Taman Tegallega, ITC Kebon Kelapa and Alun-Alun Bandung”. From the operational results of metro capsule, obtained frequence of 20 Unit/jam, headways 3 minutes, the number of vehicles required 8 vehicles, on weekdays and weekends when on-peak and off-peak.
Pengembangan Varian Model Vehicle Route Problem (VRP) Untuk Penentuan Rute Angkutan Laut Penumpang Studi Kasus Pt. Pelni (Persero) Danandjojo, Imbang; Kombaitan, B; Santoso, Idwan; Syabri, Ibnu
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 26 No. 3 (2014): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v26i3.874

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan varian modelVRP untuk menyusun rute angkutan umum penumpang. Sebagai bahan pertimbangan adalah karakteristik rutenya tertutup yang berawal dan berakhir pada terminal atau pangkalan yang sama, karakteristik pelanggannya deterministik dengan volume permintaan layanan tetap dan dalam kurun waktu saturound trip tertentu, serta karakteristik kendaraan yang dioperasikan memiliki variasi kapasitas dan biaya operasi. Rute disusun untuk memperoleh efisiensi biaya operasional yang optimal, setiap jalur yang ada dalam jaringan pelayanan dilewati tepat satu kali dengan alasan pemberian frekuensi layanan yang sama untuk setiaplink pergerakan penumpang. Penyusunan rute dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahap inisialisasi dengan pendekatan metoda Nearest Addition atau Nearest Neighborhood Heuristic dan tahap perbaikan dengan pendekatan metoda Genetic Algorithm. Model ini belum mempertimbangkan adanya pola rute dengan naik-turun penumpang yang dinamis, serta kecepatan dan waktu tempuh kendaraan yang bersifat stokastik, permintaan pergerakan penumpang setiap jalur yang bersifat stokastik, ataupun jumlah pelabuhan dalam jaringan pelayanan yang bersifat stokastik. Sehingga membuka peluang penelitian lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penyusunan ulang rute pelayanan kapal-kapal milik PELNI, total biaya operasional seluruh kapal dapat ditekan jauh lebih efisien hingga mencapai 64,38% dari total biaya aktual. Sedangkan dari sisi total jarak tempuh, dapat ditekan lebih efektif hingga mencapai 59,64% dari total jarak tempuh aktual. Kata kunci: VRP, angkutan laut penumpang, efisiensi biaya, efektivitas jaringan