Mudji Santoso
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Rumput Laut sebagai Media Campuran terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Maknunin, Huril; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur pangan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih dipengaruhi oleh jenis substrat yang digunakan. Substrat yang sering digunakan adalah serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon akan sukar diperoleh apabila digunakan secara terus menerus. Pemanfaatan limbah rumput laut menjadi  salah satu alternatif sebagai campuran media utama serbuk kayu sengon. Komposisi utama rumput laut adalah selulosa dan mineral (Basmal et al., 2003). Penelitian dilaksanakan di CV. Damarayu, Pakisaji, Kabupaten Malang dan Griya Jamur Universitas Brawijaya Dusun Pucangsongo, Tumpang, Kab Malang bulan Januari sampai Mei 2019. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi waktu miselium memenuhi baglog, waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, jumlah pinhead, waktu panen pertama, diameter tudung, jumlah badan buah per baglog, total bobot segar badan buah per baglog dan frekuensi panen. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media utama yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada variabel pengamatan kecuali waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, waktu panen pertama dan frekuensi panen. Perlakuan P3 tidak memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih, tetapi perlakuan P3, P0, P1, P2 dan P4 menunjukkan hasil yang yang lebih baik pada variabel pengamatan jumlah pinhead, jumlah badan buah per baglog dan total bobot segar badan buah per baglog.
Respon Pertumbuhan Bibit Bud Chip dan Bud Set pada Beberapa Varietas Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Afcarinai, Nelly Maretha; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 6 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu dapat diperbanyak secara generatif dan vegetatif. Bahan bibit berupa Bud Set berasal dari batang dengan panjang kurang dari 10 cm, terdiri satu mata tunas yang sehat dan berada di tengah. Bahan bibit berupa Bud Chip berasal dari mata tunas yang diambil dengan memotong sebagian ruas batang tebu dengan alat pemotong Bud Chip. Penggunaan bahan tanam tebu Bud Chips merupakan penerapan teknologi budidaya tebu dalam upaya pencapaian program swasembada gula nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pembibitan yang lebih baik dan jenis vaietas yang lebih baik terhadap pertumbuhan tebu. Penelitian dilaksanakan di lahan PG Kebon Agung Pakisaji Kota Malang yang berada di desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian faktorial dan di rancang dengan RAK dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama ialah jenis bibit Bud Set (P1), Bud Chip (P2) dan faktor kedua varietas yaitu varietas Bululawang  (V1), varietas Cening (V2), varietas PS 862 (V3), varietas PSJK 922 (V4), varietas Kidang Kencana (V5) dan varietas PS 881 (V6) dengan 12 kombinasi dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terdapat interaksi antara taknik pembibitan tebu dan varietas pada pengamatan tinggi tanaman, luas daun. Pembibitan Bud Set memberikan hasil yang lebih baik daripada pembibitan Bud Chip. Varietas PSJK 922 memiliki rerata parameter bobot segar total dan bobot kering total lebih tinggi dibandingkan dengan varietas lainnya.
Pengaruh Aplikasi Biourin Sapi Dan Pupuk Urea Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bunga Kol (Brassica oleracea L var.botrytis) Winandha, Anindhita; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 8 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuran merupakan komoditas penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Sayuran memiliki keragaman jenis tanaman dan banyak dikembangkan di Indonesia, salah satunya yaitu tanaman bunga kol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara peningkatan dosis biourin sapi dan pupuk urea pada pertumbuhan dan tanaman bunga kol serta mengetahui pengaruh aplikasi biourin sapi dan pupuk urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2020 sampai bulan Juni 2020 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian dilakukan dengan menggunkan rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor I adalah dosis biourin sapi yang terdiri dari 3 taraf. Faktor II adalah dosis pupuk urea yang terdiri dari 3 taraf. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara aplikasi biourin sapi dan pupuk urea pada semua parameter pengamatan dan hasil tanaman bunga kol. Biourin sapi dosis 4000 l ha-1 optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol pada parameter jumlah daun, luas daun, diameter bunga, bobot segar bunga, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Sedangkan pupuk urea dosis 150 kg ha-1 optimal untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bunga kol pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter bunga, bobot segar bunga, bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Sawi Hijau (Brassica Juncea L.) Parluhutan, Jonathan Ermanda; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 8 No. 8 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawi hijau merupakan tanaman yang memiliki umur pendek. Sayuran tersebut merupakan hal yang umum dikosumsi di masyarakat dan mempunyai manfaat khasiat yang baik untuk tubuh manusia. Pada umumnya penelitian pada tiga varietas tanaman sawi hijau yaitu varietas Dakota, Shinta, dan Tosakan masih sedikit. Ketiga varietas ini dapat dibudidayakan pada dataran rendah hingga menengah. Penelitian ini sebelumnya dilakukan pada media hidroponik, dan penelitian ini dilakukan di polybag untuk pembuktian lebih lanjut untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil tiga varietas tersebut. Pemberian pupuk kandang sapi merupakan upaya untuk memperbaiki sifat tanah dengan merestorasi dan memperbaiki tanah yang terdegradasi. Tujuan penelitian ini yaitu mempelajari dan medapatkan pengaruh dosis pupuk kandang yang tepat untuk budidaya masing-masing varietas sawi hijau. Penelitian dilaksakan pada bulan Februari 2020 sampai April 2020 di Lahan Percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Kecamatan Karangploso, Malang , Jawa Timur.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial  yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi yaitu P1=Kontrol; P2=5 t ha-1; P3=10 ha-1; P4=15 ha-1; P5=20 ha-1 dan faktor kedua adalah varietas sawi hijau yaitu V1=Dakota; V2= Shinta; V3=Tosakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara pupuk kandang sapi dan varietas sawi hijau pada parameter tinggi tanaman bobot total, ekonomis, dan kering. Pemberian dosis pupuk kandang 20 t ha-1 berpengaruh nyata dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas sawi hijau dan varietas Shinta merupakan varietas terbaik dan berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau.
Test of Various PGR and Concentrations to Shoot Cuttings on Chrysant Plant (Dendranthema grandiflora T.) Santoso, Mudji; Sitawati, Sitawati; Aprilia, Lia
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chrysanthemum (Dendranthema grandiflora T.) seedling production in Indonesia is still limited, even still far from the requirement. Chrysanthemum is using shoot cuttings as propagation, it needs hormone to accelerate root growth and improve root quality that will ultimately improve the quality plants and fulfill the demand of this flowers. In this study, young coconut water and cow urine are alternative substitutions of synthetic plant growth regulator. The research was conducted in screenhouse which is using plastic UV as roof, at Sidomulyo, Malang with the altitude 700 meter above sea level. The study was conducted April until June 2009. The research was using Randomized Block Design with three repetitions. Treatment tested in this study were consist of: Without PGR (P0); Rootone F 1.2 g l-1 (P1); Rootone F 2.4 g l-1 (P2); Rootone F 3.6 g l-1 (P3); young coconut water 375 ml l-1 (P4); young coconut water 250 ml l-1 (P5); young coconut water 125 ml l-1 (P6); cow urine 150 ml l-1 (P7); cow urine 100 ml l-1 (P8); cow urine 50 ml l1 (P9). The result showed that every treatment had percentage 100% of shoot cutting which was having root formation, except treatment of Rootone F 1.2 g l-1 (P1) and without plant growth regulator (P0) which only got 86.67%. The number of root in treatment young coconut water 125 ml l-1 (P6) 23.17 was not significant different compared with young coconut water 375 ml l-1 (P4). The root length had a high value 2.76 cm by using Rootone F 3.6 g l-1 (P3). Treatment young coconut water 250 ml l-1 (P5) had the high value than the other treatments on variable length of stem, leaf area, number of leaves, flower initiation, and number of flowers.