Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PROFIL LIPID PADA REMAJA DI INDONESIA Nuzuliyati Nurhidayati; Irlina Raswanti Irawan; Sudikno Sudikno
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v45i1.6081

Abstract

ABSTRACT The prevalence of obesity in the world shows an increase in both developed and developing countries, including obesity in adolescents. Obesity in children and adolescents can be a predictor of obesity in adulthood. Adolescents who are overweight have the potential to have higher lipid levels. This study aims to determine the relationship between obesity and lipid profile among adolescents in Indonesia. This study uses secondary data from Riskesdas 2013. The research design was cross-sectional. A sample of 2,921 adolescents aged 15-19 years had complete anthropometric data of height and weight, blood lipid examination results, gender, occupation, education, physical activity, consumption of fruit and vegetables, fat consumption, and smoking behavior. The results showed that the variables that were significantly related (p<0.05) to the lipid profile were obesity status, gender, age, area of residence, occupation, marital status, smoking behavior, and fat consumption. Based on obesity status, the three lipid profiles were statistically significant, namely total cholesterol (p=0.000), LDL cholesterol (p=0.000), and triglycerides (p=0.001), but not significant to HDL cholesterol (p=0.059). Obese adolescents have 1.92 times the risk of having high total cholesterol (>= 200 mg/dl) with 95% CI=1.36-2.72, 1.82 times the risk of having high LDL levels (>=130 mg/dl) with 95% CI=1.32-2.50, and 1.75 times risk of having high triglyceride levels (>=150 mg/dl) with 95% CI=1.26-2.44 compared to adolescents who are not obese. It can be concluded that obesity has a risk of increasing blood lipid levels in adolescents in Indonesia, namely total cholesterol levels, LDL cholesterol levels, and triglyceride levels, obesity does not contribute to HDL cholesterol levels. Keywords: obesity, overweight, adolescent, lipid profile ABSTRAK Prevalensi obesitas di dunia menunjukkan peningkatan baik di negara maju maupun berkembang, termasuk obesitas pada remaja. Obesitas pada anak dan remaja dapat menjadi prediktor terjadinya obesitas saat dewasa. Remaja yang memiliki berat badan lebih berpotensi untuk memiliki kadar lipid yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan profil lipid pada remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2013. Desain penelitian potong lintang (cross-sectional). Sampel berjumlah 2.921 remaja berumur 15-19 tahun memiliki kelengkapan data antropometri berupa tinggi badan dan berat badan, hasil pemeriksaan lipid darah, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, aktivitas fisik, konsumsi buah sayur, konsumsi lemak, perilaku merokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan (p<0,05) terhadap profil lipid adalah status obesitas, jenis kelamin, umur, wilayah tempat tinggal, pekerjaan, status pernikahan, perilaku merokok dan konsumsi lemak. Berdasarkan status obesitas, ketiga profil lipid bermakna secara statistik yaitu kolesterol total (p=0,000), kolesterol LDL (p=0,000), dan trigliserida (p=0,001), namun tidak signifikan terhadap kolesterol HDL (p=0,059). Remaja yang obesitas berisiko 1,92 kali memiliki kolesterol total tinggi (>=200 mg/dl) dengan CI 95%=1,36-2,72, berisiko 1,82 kali memiliki kadar LDL tinggi (>=130 mg/dl) dengan CI 95%=1,32-2,50, dan berisiko 1,75 kali memiliki kadar trigliserida tinggi (>=150 mg/dl) dengan CI 95%=1,26-2,44 dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami obesitas. Dapat disimpulkan bahwa obesitas berisiko meningkatkan kadar lipida darah pada remaja di Indonesia, yaitu kadar kolesterol total, kadar kolesterol LDL dan kadar trigliserida, obesitas tidak memberikan kontribusi terhadap kadar kolesterol HDL. [Penel Gizi Makan 2022, 45(1):35-46]
FAKTOR RISIKO UNDERWEIGHT PADA BALITA DI PERKOTAAN DAN PERDESAAN INDONESIA [ANALISIS DATA STUDI STATUS GIZI BALITA INDONESIA 2019] Irlina Raswanti Irawan; Sudikno Sudikno; Elisa Diana Julianti; Nuzuliyati Nurhidayati; Rika Rachmawati; Yunita Diana Sari; Herianti Herianti
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 45 No. 1 (2022): PGM VOL 45 NO 1 TAHUN 2022
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v45i1.6041

Abstract

ABSTRACT The problem of underweight needs special attention because is the beginning of chronic nutritional problems such as stunting, it even can lead to death. This study aims to identify risk factors for underweight in children aged 0-59 months in urban and rural Indonesia. Using data from the 2019 Under-five child Nutritional Status Study with a cross-sectional design with a sample of 84,819 toddlers. The highest proportion of underweight children aged 24-35 months (18.9%) and 36-47 months (18.2%), male (17.6%), living in rural areas (18.8%) from the Nusa Tenggara region (26.4%) and had a history of diarrhoeal disease (19.7%). The results of multivariate analysis showed, risk of underweight among children who lived in urban and rural areas was almost the same, which is from the age group 24-35 months (AOR=2.19; 95% CI=1.93-2.50) and (AOR=1.99; 95%CI=1.76–2.26); male (AOR=1.18; 95%CI=1.66–2.15) and (AOR=1.18; 95%CI=1.12-1.24); from the Nusa Tenggara region (AOR =1.89; 95%CI = 1.66-2.15) and (AOR=2.05; 95%CI=1.87-2.26) but children under five in rural areas have extra risk which was a history of diarrhoeal disease (AOR=1.37; 95%CI=1.18-1.58). The risk factors for underweight in under-five children in urban and rural areas are in the age of 24-35 months, male and from the Nusa Tenggara region. The difference is the history of diarrhoeal disease in rural areas. A history of suffering from diarrhoea increases the risk of underweight in children. It is necessary to increase knowledge related to the nutritional needs of children and explore the main causes of nutritional problems based on regional conditions. Keywords: underweight, under-five children, urban and rural ABSTRAK Masalah underweight perlu mendapatkan perhatian khusus karena berat badan kurang (gizi kurang/ buruk) merupakan permulaan masalah gizi kronis seperti pendek (stunted) bahkan jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko underweight pada balita usia 0-59 bulan di perkotaan dan perdesaan Indonesia. Menggunakan data hasil Studi Status Gizi Balita Tahun 2019 dengan desain potong lintang pada balita usia 0 – 59 bulan di Indonesia dengan jumlah sampel 84.819 balita. Proporsi balita yang mengalami underweight terbanyak pada kelompok umur 24-35 bulan (18,9%) dan 36-47 bulan (18,2%), laki-laki (17,6%), tinggal di perdesaan (18,8%) berasal dari regional Nusa Tenggara (26,4%) dan memiliki riwayat penyakit diare (19,7%). Hasil analisis multivariat menunjukkan risiko underweight pada balita yang tinggal di perkotaan dan perdesaan relatif sama yaitu dari kelompok umur 24 – 35 bulan (AOR= 2,19; 95%CI= 1,93-2,50) dan (AOR= 1,99; 95%CI= 1,76 – 2,26); laki-laki (AOR= 1,18; 95%CI= 1,66 – 2,15) dan (AOR= 1,18; 95%CI = 1,12-1,24); dari regional Nusa Tenggara (AOR= 1,89; 95%CI= 1,66 - 2,15) dan (AOR= 2,05; 95%CI= 1,87 – 2,26) tetapi balita di wilayah perdesaan memiliki faktor risiko tambahan yaitu riwayat penyakit diare (AOR= 1,37; 95%CI= 1,18 - 1,58). Faktor risiko underweight pada balita di perkotaan dan perdesaan yaitu berada pada kelompok umur 24 – 35 bulan, laki-laki dan dari regional Nusa Tenggara. Yang menjadi perbedaan adalah riwayat penyakit diare balita di perdesaan. Riwayat menderita diare meningkatkan risiko underweight pada balita yang tinggal di wilayah perdesaan. Peningkatan pengetahuan terkait kebutuhan gizi pada balita dan penggalian penyebab utama masalah gizi berdasarkan kondisi wilayah perlu dilakukan. [Penel Gizi Makan 2022, 45(1):47-58]
Front Matter Vol 41 No 1 Juni 2018 Sudikno Sudikno
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 41 No. 1 (2018): PGM VOL 41 NO 1 TAHUN 2018
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v41i1.1862

Abstract

Front Matter Vol 41 No 1 Juni 2018