Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

OPTIMASI PENGOLAHAN MIE JAGUNG SECARA GILING BASAH BERBAHAN BAKU JAGUNG JENIS PIONEER-21 DENGAN METODE EKSTRUSI Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 2 No. 1 (2016): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.369 KB) | DOI: 10.30997/jah.v2i1.353

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimasi pembuatan mie jagung secara giling basah dengan metode ekstrusi. Penelitian dibagi dalam dua tahapan, yaitu optimasi proses penggilingan secara basah dan kajian pengolahan mie jagung dengan menentukan poporsi tepung kering dan basah serta membuat mie jagung. Variabel yang digunakan adalah konsentrasi tawas (0% dan 0.01%), konsentrasi guar gum (0%, 1%, dan 2%), dan kadar air (60%, 70%, dan 80%). Jumlah air sebanyak 6.5 liter digunakan ketika penggilingan per 1 kg jagung pipil kering. Lama proses pengendapan yaitu tiga jam di mana sudah terbentuk dua lapisan. Kadar air dari tepung kering dan basah adalah 8.13% dan 72.93% (bb). Penentuan perbandingan tepung kering dan basah (dalam gram) menggunakan prinsip kesetimbangan massa (mass balance) di mana kadar air 60%, 70%, dan 80% diperoleh perbandingan, berturut-turut, sebesar 218.70:181.30, 195.99:204.01, dan 176.11:223.89. Waktu pengukusan mie jagung selama ±15 menit dengan suhu 100oC.
Kandungan Total Lipid Lemak Ayam dan Babi Berdasarkan Perbedaan Jenis Metode Ekstraksi Lemak Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 1 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.055 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i1.949

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh dari perbedaaan metode ekstraksi lemak terhadap hasil total lipid dari lemak ayam dan babi. Penelitian ini menggunakan empat metode ekstraksi, yaitu metode Soxhlet, Folch, Hara and Radin, dan Bligh and Dyer serta bahan yang digunakan adalah lemak ayam dan babi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total lipid yang dihasilkan dari metode ekstraksi Soxhlet, Folch, Haran and Radin, dan Bligh and Dyer pada lemak ayam, berturut-turut adalah 54.28%, 70.06%, 63.87%, dan 44.21%. Sedangkan pada lemak babi, berturut-turut, adalah 65,57%, 86,97%, 67,74%, dan 64,07%. Penggunaan metode ektraksi yang berbeda akan memberikan efisiensi pada jumlah lipid yang berbeda. Perbedaan hasil tersebut juga disebabkan oleh karakteristik asam lemak penyusun yang berbeda antara lemak ayam dan lemak babi.
Application of Non-Gluten Canistel (Pouteria campechiana) Flour-Maizena-Mocaf-Tapioca Composite on the Processing of Steamed Brownies Sri Rejeki Retna Pertiwi; Aminullah Aminullah; Rosy Hutami; Deti Nirmala
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1279

Abstract

This study was aimed to analyze the effect of non-gluten composite and pan size on the quality of steamed brownies.   Steamed brownies were prepared with three different non-gluten composites (campolay flour-maizena, campolay flour-mocaf, campolay flour-tapioca) in the proportion of 1:1 and baked in three different pan size (S: 20 cm x 7 cm, M: 22 cm x 9 cm, L: 24 cm x 11 cm).  Analysis included physical properties (rising index, spesific volume, hardness, crumb appearance), sensory properties and acceptance, as well as chemical properties for the best steamed brownies.  The data were analyzed using ANOVA and the results showed that non-gluten composite, pan size, and interaction of both factors effected significantly some physical properties, sensory properties and acceptance of steamed brownies.  The best steamed brownies was the brownies made from non-gluten composite campolay flour-mocaf 1:1 with pan size S (20 cm x 7 cm).  The best brownies contained moisture 21,55 %, ash 1,28 %, protein 4,16 %, fat 22,55 %, carbohydrate 50,45 %, dietary fiber 1,75 %,  energy 421,39 kcal/100 g, and betacarotene 1,11 mg/100g. Key words: campolay flour, composite, non-gluten, steamed brownies.
Penggunaan Bubuk Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Sebagai Adsorben Terhadap Sifat Fisikokimia Minyak Jelantah Aminullah Aminullah; Rini Suhartani; Noli Novidahlia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.601 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1289

Abstract

Adsorben dari kulit pisang kepok dapat memperbaiki sifat fisikokimia minyak jelantah. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan jumlah bubuk kulit pisang dan lama perendaman terhadap kecerahan, viskositas dan bilangan peroksida minyak jelantah. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu pembuatan bubuk kulit pisang dan pengujian sifat fisikokimia minyak jelantah dengan menggunakan bubuk kulit pisang kepok sebanyak  5 g, 7,5 g dan 10 g, serta perendaman selama 24 jam, 36 jam dan 48 jam dengan 2 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa rendemen bubuk kulit pisang sebesar 37,38% dengan kandungan IC50 sebesar 228,07 ppm. Minyak segar memiliki nilai kecerahan sebesar 0,591 Abs, viskositas sebesar 26,60 cpoise dan bilangan peroksida sebesar 0,75 mek O2/Kg. Sedangkan minyak jelantah memiliki nilai kecerahan 3,566 Abs, viskositas 63,30 cpoise dan bilangan peroksida 12,65 mek O2/Kg. Penelitian utama menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi bubuk kulit pisang dan semakin lama perendaman yang diterapkan mengakibatkan tingkat kecerahan semakin meningkat, viskositas yang semakin rendah dan  bilangan peroksida yang semakin menurun.
Isolasi dan Karakterisasi Asam Hialuronat dari Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) Lia Amalia; Sri Rejeki Pertiwi; Dita Wulandari; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1290

Abstract

Talas dikenal mengandung mucilage yang memiliki sifat mirip dengan asam hialuronat penyusun gelatin.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi mucilage talas terhadap sifat asam hialuronat yang dihasilkan. Pada penelitian ini asam hialuronat diisolasi dengan menggunakan air destilata pada suhu 70 dan 90oC  selama 30 dan 60 menit dan dikoagulasikan menggunakan alkohol sebanyak 1:1, kemudian endapan dikering-anginkan pada suhu ruang selama 12 jam dan dilanjutkan dengan waterbath shaker pada suhu 40°C selama 30 menit. Asam hialuronat kering kemudian dihaluskan dan diayak 80 mesh, dianalisis sifat fitokimia, fisikokimia, dan sensorinya.  Asam hialuronat talas dari semua perlakuan positif mengandung karbohidrat, protein, glikosida dan gula pereduksi, tetapi tidak mengandung alkaloid dan flavonoid. Hasil uji fisikokimia menunjukkan bahwa suhu dan waktu tidak berpengaruh terhadap bulk density, tap density, dan kadar abu, tetapi berpengaruh terhadap kadar air, residu alkohol, dan pH. Asam hialuronat tidak larut dalam alkohol tetapi larut dalam air panas mulai 40°C.
Karakteristik Red Smoothies dari Buah Pisang Ambon dan Naga Merah dengan Penambahan CMC (Carboxymethyl Cellulose) Noli Novidahlia; Gusti Pratiwi Pangandian; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.446 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1329

Abstract

Smoothies merupakan produk yang berbahan dasar buah dan atau sayuran yang menonjolkan parameter kelembutan pada produknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh dari perbandingan buah pisang ambon dan naga merah serta penambahan konsentrasi CMC (Carboxymethyl Cellulose) terhadap karakteristikred smoothies. Metode penelitian dilakukan dengan formulasi perbandingan dari buah pisang ambon dan buah naga dengan rasio perbandingan 75:25, 50:50, dan 25:75 serta dilakukan penambahan CMC dengan konsentrasi sebesar 0%, 0,05% dan 0,1%. Analisis produk yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas dan uji TPT (Total Padatan Terlarut) dari red smoothies dengan dua kali ulangan. Selanjutnya, red smoothies yang terpilih berdasarkan analisis produk dilakukan uji proksimat/analisis kimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan buah berpengaruh terhadap rasa, warna, aroma, dan kelembutan red smoothies. Sedangkan, penambahan CMC berpengaruhterhadap viskositas dan TPT tetapi tidak berpengaruh terhadap pH, rasa dan aroma. Red smoothies yang terpilih adalah red smoothies dengan perbandingan buah pisang dan naga merah 75:25 dan penambahan CMC 0,05%. Hasil analisis proksimat menunjukkan red smoothies mengandung kadar air 85,49%, abu 0,33%, protein 2,06%, lemak 0,87%, kabohidrat 11,25%, dan nilai energi 61 Kkal/100g bahan.
Sifat Mutu Fisik Mi Basah Berbahan Baku Tepung Campolay Masak Penuh Aminullah Aminullah; Risdelita Purba; Titi Rohmayanti; Sri Rejeki Retna Pertiwi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Agroindustri Halal 6(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.849 KB) | DOI: 10.30997/jah.v6i2.3168

Abstract

Buah campolay masak penuh dapat diolah menjadi tepung campolay dan dibuat menjadi mi basah non gluten. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh formulasi rasio mocaf dengan tepung campolay dan konsentrasi guar gum terhadap mutu fisik mi.   Penelitian ini menggunakan dua faktorial, faktor pertama adalah perbandingan mocaf dan tepung campolay (70%:30%, 60%:40%, 50%:50%) dan faktor kedua adalah konsentrasi guar gum (0%, 1%, 2%), dengan dua kali pengulangan. Analisis mi basah meliputi uji cooking loss, kekerasan, kekenyalan, kelengketan. Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak tepung campolay yang ditambahkan pada formula mi basah menghasilkan cooking loss semakin tinggi,   tetapi semakin tinggi konsentrasi guar gum yang ditambahkan pada formula mi cenderung   menurunkan nilai cooking loss. Peningkatan konsentrasi  tepung  campolay dan dapat  menurunkan  kekerasan,  akan tetapi tidak berpengaruh secara nyata terhadap kekenyalan dan  kelengketan. Sedangkan peningkatan konsentrasi guar gum dapat menurunkan kekerasan, kelengketan dan meningkatkan kekenyalan mi basah campolay.
Profil Gelatinisasi dan Sifat Fisik Tepung Campolay Masak Penuh dan Lewat Matang (Pouteria campechina) Gelatinization Profiles and Physical Propertis of Ripe and Over Ripe Canistal Flour (Pouteria campechiana) Nursyawal Nacing; Ari Irawan; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(1)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.839 KB) | DOI: 10.30997/jah.v7i1.3267

Abstract

This research aims to study gelatinization profile and physical properties of ripe and overripe canistel flour. Data statistically analyzed using the independent sample T-tes. Analyzed of the chemical properties of canistel fruits include water content, starch content, and sugar content, while analyzed canistel flour includes gelatinization profile, shape and size of starch granules with color test. The results of the analyzed showed that the water content and sugar content of ripe canistel fruit is higher than those of overripe canistel fruit, while the lower starch content. The total starch and amylose content of ripe canistel flour is higher than that of overripe flour. Analyzed the results of gelatinization profile ripe canistel flour has a peak viscosity, final viscosity, and  higher gelatinization temperature than the finished canistel flour and the gelatinization faster time. Analysis of the physical properties of the color parameters of canistel flour produces the reddish yellow color, while of the shape and size of the canistel flour starch granule shape that are round with size ranges between 2-7 µm.Keywords: Canistel fruit, canistel flour, gelatization profile.
Sifat Mutu Kimia dan Sensori Cookies Tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata): Chemical and Sensory Quality Properties of Cookies from Red Dragon Fruit Skin (Hylocereus Polyrhizus) Flour with the Addition of Green Bean Flour (Vigna Radiata) Hanna Marzuuqoh Utami; Noli Novidahlia; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agroindustri Halal 8(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v8i2.6936

Abstract

Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula, Lemak dan telur. Bedasarkan penelitian Rohmawati (2019) mengenai pembuatan cookies berbahan tepung kulit buah naga dan tepung terigu perlakuan terbaik yaitu dengan perbandingan 90:10 dengan suhu pemanggangan 150°C selama 20 menit, dan diketahui hasil uji yang dilakukan yaitu dengan kadar air 8.06%, kadar abu 6,81%, kadar protein 5.63%, kadar lemak 27,03%, kadar serat kasar 31,26% dan kadar karbohidrat 52,47%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbandingan tepung kulit buah naga merah dan tepung kacang hijau (90% : 10%), (80% : 20%), (70% : 30%), (60% : 40%). Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies terpilih adalah perlakuan A4 (tepung kulit buah naga merah 60% dan tepung kacang hijau 40%). Cookies terpilih memiliki kadar air 4,91%, abu 2,36%, protein 29,57% lemak 21,55%, serat kasar 31,40%, karbohidrat 40,6% dan kalori 474,63 Kkal. Produk terpilih dilakukan uji rating menunjukkan hasil dengan parameter warna, rasa, aroma dan overall panelis agak menyukai produk cookies terpilih, namun tidak menyukai tekstur dari cookies terpilih.
Penggunaan kemasan plastik polietilen biodegradable terhadap umur simpan gula kelapa: The Use of Biodegradable Polyethylene Plastic on The Shelf Life of Palm Sugar Aminullah Aminullah; Nurfauziah Hadiati; Titi Rohmayanti
Pro Food Vol. 8 No. 2 (2022): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan )
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v8i2.265

Abstract

Palm sugar is a group of brown sugar in the form of block or granule that can be packaged using polyethylene plastik. This study aimed to determine the shelf life of blocked and granulated palm sugar stored in conventional and biodegradable polyethylene plastik packaging. This study consisted of two main stages: preparation and shelf-life testing using the accelerated shelf-life testing method with a critical moisture content approach. The parameters included the sample's initial moisture content, dry weight, critical moisture content, packaging area, and packaging permeability before determine the shelf-life of palm sugar products. Statistical analysis showed that palm sugar stored in biodegradable polyethylene packaging and granulated palm sugar had a longer shelf life than palm sugar stored in conventional polyethylene. Granulated palm sugar packaged in biodegradable polyethylene plastik has the most extended shelf life, 1192 days, while blocked palm sugar in conventional polyethylene packaging has the shortest shelf life, 366 days.