Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Rancang Bangun

Potensi Pemanfaatan Material Kapur Dari Kabupaten Sorong Selatan Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Lempung Pada Ruas Jalan Di Kabupaten Sorong Achmad Rusdi; Dwi Guntoro Sikowati
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 4 No. 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.617 KB) | DOI: 10.33506/rb.v4i2.171

Abstract

Menurut hasil survey Direktorat Investigasi Sumber Daya Mineral disebutkan bahwa potensi bahan galian batu kapur di Kabupaten Sorong Selatan mempunyai sumber daya hipotetik sebesar 375.000.000 m3. Disisi lain, kondisi umum jaringan jalan di Kabupaten Sorong beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Data dari BPS Kabupaten Sorong menunjukkan bahwa 50% rusak sampai rusak berat; 27,65% rusak sedang serta hanya 21,5% dalam kondisi baik. Yang menjadi sorotan juga pada beberapa ruas adalah terkait daya dukung tanah dasar (sub-base), yang mana pada daerah tersebut mempunyai tanah dasar lempung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh penambahan kapur dari Kabupaten Sorong Selatan pada tanah lempung di ruas jalan Kabupaten Sorong terhadap kekuatan daya dukung tanahnya. Dan yang kedua adalah untuk mengidentifikasi kelayakan penambahan kapur dari Kabupaten Sorong Selatan dalam menstabilisasi tanah lempung di ruas jalan Distrik Mariat Kabupaten Sorong. Penelitian ini merupakan penelitian yang dilakukan di laboratorium. Penelitian yang menggunakan jenis material tanah lempung dari Distrik Mariat. Sampel tanah yang diambil akan dicampur kapur untuk kemudian diketahui karakteristik daya dukungnya berdasarkan uji CBR. Pengujian CBR akan di lakukan di Laboratorium Mekanika Tanah  Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kapur pada tanah lempung mampu menaikkan nilai CBR dari yang semula 46,48% menjadi 48% pada penambahan 6% kapur. Namun sebaliknya pada penambahan kapur diatas 6% justru mengalami penurunan nilai CBR. Hasil ini juga menunjukkan material kapur yang berasal Kabupaten Sorong Selatan dapat dijadikan sebagai bahan stabilisasi tanah lempung di ruas jalan Kabupaten Sorong dengan persentase penambahan kapur sebesar 6%.
EVALUASI MITIGASI STRUKTUR BENCANA GEMPA BUMI DI WILAYAH PULAU DOOM KOTA SORONG Meikel Bawoleh; Wennie Mandela; Achmad Rusdi
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 2 No. 2 (2017): Jurnal Rancang Bangun 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1527.574 KB) | DOI: 10.33506/rb.v2i2.482

Abstract

Pasca kejadian gempa yang menggoncang Kota Sorong tidak sedikit bangunan rumah tinggal di Pulau Doom mengalami kerusakan. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi kelayakan struktur terhadap bangunan rumah tinggal masyarakat untuk mengantisipasi kerusakan yang mungkin terjadi apabila terjadi gempa berikutnya. Upaya mitigasi bencana perlu dilakukan secara menyeluruh, efektif dan efisien dalam rangka mengurangi resiko akibat gempa. Evaluasi mitigasi bencana gempa struktur di Pulau Doom dimaksudkan untuk mengamati secara langsung apakah rumah-rumah warga telah memenuhi ketentuan-ketentuan untuk rumah tahan gempa. Survei yang dilakukan dengan menggunakan format formulir evaluasi bangunan sederhana (tipikal tembokan), diadopsi dari FEMA yang telah dimodifikasi oleh Imam Satyarno (Satyarno, 2012)  yang di dalamnya telah disesuaikan dengan kondisi bangunan di Indonesia, di mana sebagai acuan untuk mempertimbangkan kondisi bangunan yang ada di wilayah Pualu Doom. Hasil dari evaluasi mitigasi untuk bangunan rumah tinggal pada Pulau Doom dapat dikatakan bahwa hampir semua  belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dalam persyaratan teknis bangunan tahan gempa. Hal ini menunjukan kesadaran akan pentingnya membangun suatu struktur bangunan tahan gempa belum sungguh-sungguh dipahami oleh masyarakat di Pulau Doom. Sehingga ini biasa menyebabkan tingkat resiko kerusakan dan hilangnya korban jiwa pada saat terjadinya gempa menjadi lebih besar dan hal tersebut perlu penangan serius.