Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

INVESTIGASI DAN PENILAIAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG INDOMARET BASUKI RAHMAT KOTA SORONG A. Didik S. Purwantoro; Asriadi; M. N. Fajar
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 9 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v9i1.2332

Abstract

Kegagalan struktur adalah kondisi bangunan yang apabila ditinjau dari segi teknis tidak berfungsi secara keseluruhan, terjadi apabila tidak mengikuti standart perencanaan dan pelaksanaan, kesalahan input data preliminary design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan Structural Analysis, Concrete Hammer Test (CHT), Dutch Cone Penetrometer Test (DCP-T). Hasil penelitian menunjukkan, mutu beton (fc’) struktur pelat lantai 100% tidak terpenuhi, struktur portal kolom dan struktur balok rata-rata 40.95% mutu beton (fc’) tidak terpenuhi, Soil-test diperoleh nilai conus resistance (qc) 5-10 kg/cm2 digolongkan jenis tanah lunak. Kapasitas dukung tanah dipakai nilai  = 44,73 kN/m2, tegangan tanah maksimum pada dasar fondasi = 234,844 kN/m,  > , tidak aman. Rekomendasinya antara lain pengurangan beban, titik-titik pondasi lebar foot-plat ditarik menjadi plat menerus mengikuti balok sloof, dan dilakukan improvement soil atau reinforced soil dengan consolidation grouting atau jet grouting.
Perilaku Lekatan Tulangan Bambu Takikan Terhadap Beton Normal Dan Beton SCC Muhammad Nur Fajar; Herman Parung; A. Arwin Amiruddin
Konstruksia Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 14 No. 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.14.2.1-8

Abstract

Morisco (1996) melakukan penelitian dengan menggunakan bambu sebagai pengganti tulangan baja dikarenakan Kekuatan Tarik bambu relatif tinggi dan bisa mencapai 370 MPa. Untuk tulangan bambu yang digunakan berukuran 20 mm x 5 mm akan diberikan takikan tipe setengah lingkaran dengan lebar takikan 10 mm, dalam takikan 5 mm dan jarak antara takikan 40 mm. penelitian ini menggunakan metode eksperimen, dengan pengujian yang dilakukan antara lain, pengujian karasteristik bambu, berupa kadar air bambu dan uji kuat Tarik bambu, dan untuk mengetahui kuat lekat antara tulangan bambu takikan dengan beton normal dan beton SCC akan dilakukan pengujian pull out. Nilai kuat lekat tulangan bambu terhadap bambu takikan type setengah lingkaran terhadap beton normal setelah dirata-ratakan dari ketiga sampel uji adalah 0,76 MPa, sedangkan nilai kuat lekat tulangan bambu takikan type setengah lingkaran terhadap beton SCC setelah dirata-ratakan dari ketiga sampel uji adalah 0,86 MPa. maka dapat disumpulkan bahwa penggunaan beton SCC berpengaruh terhadap kuat lekat tulangan bambu jika dibandingkan dengan beton normal, hal ini dikarenakan sifat beton SCC yang memiliki sifat dapat memadat dengan sendirinya sehingga memiliki kerapatan yang lebih baik. Selain itu faktor lain yang mempengaruhi hasil tersebut adalah nilai kuat tekan beton SCC lebih tinggi dibandingkan dengan beton normal.
Pengaruh Kadar Air Kayu Terhadap Kuat Lentur Kayu di Kota Sorong – Papua Barat Daya Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin; Didik Setyo Purwantoro; Alfina Maysyurah; Muhammad Awal Al Ghazali
Teknika Vol 18, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/teknika.v18i2.7828

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam berupa kayu yang melimpah, Salah satu sumberdaya alam yang melimpah adalah kayu. Dan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki Kawasan hutan yang cukup besar adalah Pulau Papua. Dari sekian banyak jenis kayu yang ada, hanya sebagian kecil saja yang telah diketahui sifat dan kegunaannya. Maka selanjutnya akan dilakukan pengujian kuat lentur terhadap kayu yang tidak dikeringkan dan kayu yang mengalami proses pengeringan, hal ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh kadar air terhadap kuat lentur dari kayu yang beredar di Kota Sorong – Papua Barat Daya. Setelah dilakukan pengujian kadar air dan kuat lentur, maka diketahui bahwa semakin rendah kadar air dari kayu maka nilai kuat lentur dari kayu akan semakin tinggi, Hal ini dikarenakan jika kadar air kayu berkurang (semakin kering) maka kayu akan mengalami penyusutan dan membuat kayu tersebut semakin padat hingga kerapatannya lebih tinggi dan membuat kayu semakin kuat menahan gaya lentur. Hal ini sejalan dengan standar SNI 7973:2013 yang mensyaratkan kayu harus memiliki kadar air dibawah 30% untuk bisa dipakai sebagai material konstruksi.  
Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Mitigasi Risiko Bencana Terkait Dampak Reklamasi dan Gempa Asrul Saputra; Slamet Widodo; Retno Puspa Rini; Riskawati; Hendrik Pristianto; Rusmin Rahman; Arifin, Herlina; Muhammad Nur Fajar; Alfina Maysyurah
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v6i1.2888

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Meningkatkan Kesiapsiagaan Dan Mitigasi Risiko Bencana Terkait Dampak Reklamasi Dan Gempa di lingkungan kelurahan Rufei. Selain itu, memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait apa saja dampak negative maupun positif dari reklamasi pantai dan juga memberikan pemahan bagaimana cari bertindak atau langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ketika masyarakat sedang berada dalam situasi gempa. Target luaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah masyarakat bukan saja dapat benar-benar memahami, tetapi sangat diharapkan bahwa masyarakat juga dapat menerapkannya.
Comparative Analysis of Set-Back Field Jumps In Multi-Storey Building Structures Due To Earthquake Load A. Didik Setyo Purwantoro; Alfina Maysyurah; Siti Julaeka; Muhammad Nur Fajar; Herlina Arifin
JACEE (Journal of Advanced Civil and Environmental Engineering) Vol 6, No 2 (2023): October
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jacee.6.2.98-106

Abstract

Set-back jumping plane out due to earthquake depends. The purpose of this study is to determine what percentage of set-back field jumps are safe in multi-storey building structures when given earthquake loads, evaluate the behavior of building structures when viewed based on displacement and drift ratio and evaluate the effect of the elevation height of the set-back field jumps on building safety.In this study, the building is modeled as high as 7 floors and 6 floors with elevation heights of 28 m and 24 m using the SAP 2000 program which is used to analyze earthquake forces with the variational response spectrum method. The modeling studied was 8 modeling, namely at a height of 7 floors (building structure with set-back out 50%, 30%, 20% and 10%) and at a height of 6 floors (building structure with set-back out 50%, 30%, 20% and 10%). Based on the results of the research that has been done, the percentage of safe set-back exit plane jumps in the 7-storey high-rise building structure is in the modeling with a 10% set-back exit because the displacement value is below the allowable limit. As for the 20% and 30% set-back modeling, the displacement value of the top floor exceeds the allowable limit value. However, if the number of floors in the set-back section is reduced by 1 floor (to 6 floors) the structure is safe for every percentage of modeling.
Studi Perbandingan Pengaruh Letak Dinding Geser Pada Bangunan Bertingkat Akibat Beban Gempa Purwantoro, A. Didik Setyo; Fajar, Muhammad Nur; Arifin, Herlina; Aris, Mohammad; Ja'far, Achmad
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.35-45

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa yang tinggi. Tak terkecuali dengan wilayah Indonesia bagian timur khususnya papua. pembangunan bangunan bertingkat dirancang untuk menahan beban vertikal dan horizontal. Semakin tinggi suatu bangunan bertingkat maka semakin besar kemampuannya dalam menahan sisi-sisi bangunan. Beban lateral ini dapat berupa beban gempa atau beban lainnya. Untuk meningkatkan kestabilan struktur maka perlu ditambahkan pengaku lateral yaitu berupa dinding geser. Bentuk dan letak dinding geser pada lokasi yang strategis dan tepat dapat mempengaruhi penyimpangan antar lantai dan kemampuan menahan beban lateral pada struktur bangunan. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur SAP2000. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh letak dinding geser dengan 3 model struktur yang berbeda pada gedung 10 lantai dalam menghadapi beban lateral yaitu beban gempa. Hasil analisis menunjukan bahwa reduksi terbesar terjadi pada struktur model 3 yaitu sebesar 0.18366 m arah  x dan 0.11547 m arah  y. Pada struktur model 1 sebesar 0.19291 m arah x dan 0.20277 arah y, pada struktur model 2 sebesar 0.18684 arah x dan 0.15004 m arah y.
Optimalisasi Biaya dan Waktu Pekerjaan Perumahan Griya Pekerja Sejahtera Widodo, Slamet; Asriadi, Asriadi; Sutiono, Wilis; Desembardi, Faried; Fauzi, Hafidz N.; Fajar, Muhammad Nur
Konstruksia Vol 15, No 1 (2023): Jurnal Konstruksia Vol 15 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jk.15.1.27-33

Abstract

Distrik Malasilen merupakan salah satu distrik di Kota Sorong yang termasuk dataran tinggi dan daerah pengembangan di Kota Sorong, daerah ini mulai berkembang salah satunya proyek pembangunan perumahan subsidi yang sementara ini berkembang sangat pesat di Kota Sorong. Hal ini memaksa pengusaha untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan proyek dan mengoptimalkan biaya dalam jangka waktu yang relatif singkat. Dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Primavera P6 dengan memasukkan RAB (Rencana Anggaran Biaya), durasi pekerjaan dan Analisa harga satuan. Metode yang digunakan yaitu Time Cost Trade Off dengan penambahan jam kerja 1 dan 2 jam. Hasil dari penelitian ini biaya paling optimum didapat pada penambahan dua jam kerja dengan biaya Rp.147.788.791,03 terjadi pengurangan biaya sebesar Rp.5.619.053,6 dari biaya total normal sebesar Rp.153.407.844,63 dipersingkat 19 hari dari biasanya 97 hari menjadi 78 hari. Satu jam kerja akan mengurangi waktu penyelesaian proyek sebesar 11 hari dari biasanya 97 hari menjadi 86 hari, sehingga mengurangi biaya sebesar Rp 3.952.267,54 dari biasanya sebesar Rp 153.407.844,63. 149 455 577 ,09.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Anadara Granosa Sebagai Substitusi Agregat Halus Terhadap Nilai Kuat Tekan Beton. Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, Didik Setyo; Arifin, Herlina; Sutiono, Wilis; fajri, Fajri
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 1 (2024): Vol. 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n1.p67-72

Abstract

Kebutuhan akan beton yang terus meningkat dapat menyebabkan terjadinya eksploitasi yang berlebihan terhadap sumber alam sebagai material utama penyusun beton. Oleh sebab itu, agar bahan penyusun beton tidak mengalami keterbatasan serta meminimalisir eksploitasi berlebihan perlu dilakukan inovasi material lain untuk dijadikan bahan penyusun beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beton dalam penggunaan Cangkang Anadara Granosa dan mengetahui batas persentase yang ideal dalam penggunaan Cangkang Anadara Granosa sebagai substitusi agregat halus dari hasil kuat tekan beton. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan penggunaan cangkang anadara granosa sebagai substitusi agregat halus dengan variasi persentase 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Pengaruh penggunaan Cangkang Anadara Granosa mengalami penurunan seiring penambahan persentase yang digunakan, Di dapatkan nilai kuat tekan beton variasi substitusi Cangkang Anadara Granosa pada agregat halus yaitu 2,5% (26,73 MPa), 5% (26,36 MPa), 7,5% (22,95 MPa), dan 10% (21,77 MPa). Dan batas ideal penggunaan cangkang kerang pada persentase 2% dan 5%.
Pengaruh Penambahan Superplasticizer Terhadap Kuat Tekan Pada Beton Campuran Air Laut Arifin, Herlina; Fajar, Muhammad Nur; Purwantoro, Didik Setya; Maysyurah , Alfina; Aris, Mohammad
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 6 No 1 (2024): Vol. 6 No.1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v6n1.p89-93

Abstract

Untuk mengatasi kekurangan air bersih yang berada di pulau terpencil yang sulit mengakses air bersih, perlu dipertimbangkan material alternatif seperti penggunaan air laut untuk konstruksi beton dalam dalam pembangunan infrastruktur dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kuat tekan beton. Untuk mengetahui pengaruh penambahan superplasticizer terhadap kuat tekan pada beton campuran air laut serta menentukan penggunaan variasi beton yang optimal untuk digunakan. Dengan variasi beton normal (BN), beton campuran air laut (BL) dan beton campuran air laut + superplasticizer (BSP) dengan variasi 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% untuk perendaman umur sampel 14 hari dan 28 hari. Dari hasil penelitian pada umur sampel 14 hari dan 28 hari beton air laut mengalami penurunan hasil pengujian kuat tekan. Pada beton campuran air laut mengalami penurunan 3,18% pada umur sampel 14 hari dan 1,92% pada umur sampel 28 hari dibandingkan beton normal, selanjutnya untuk persantase penambahan superplasticizer minimum untuk membuat beton dengan campuran air laut menyamai nilai kuat tekan beton normal adalah 1% untuk di umur 14 dan 1,5% untuk 28 hari.
OPTIMALISASI LIMBAH DRUM ASPAL SEBAGAI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK DI KELURAHAN TANJUNG KASUARI Maysyurah, Alfina; Nur Fajar, Muhammad; Pristianto, Hendrik; Saputra, Asrul; Arifin, Herlina; Puspa Rini, Retno; Iqbal, Iqbal
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 3 (2024): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i3.818

Abstract

Pengelolaan limbah merupakan tantangan yang relevan dalam konteks lingkungan dan kesehatan masyarakat. Di Kelurahan Tanjung Kasuari, penggunaan drum aspal sebagai tempat pembuangan sampah organik dan anorganik dapat dioptimalkan untuk mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penggunaan drum aspal sebagai alternatif tempat pembuangan sampah. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, analisis komposisi sampah, dan pelibatan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drum aspal dapat dimanfaatkan secara efisien dengan mengubahnya menjadi tempat kompos dan pupuk cair. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan tentang pengelolaan limbah, pelatihan pengolahan drum aspal, dan pendirian bank sampah. Diharapkan pengoptimalan limbah drum aspal dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah di Kelurahan Tanjung Kasuari.