Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Kesehatan Hipertensi pada Lanjut Usia Budiono, Budiono; Hartati, Hartati; Handoyo, Handoyo; Saraswati, Rina
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkm.v14i1.12821

Abstract

Background: Diseases or health disorders in old age are generally chronic and degenerative, such as hypertension. Hypertension is greatly influenced by many factors. One of the factors that influences the occurrence of hypertension is physical activity. Regular exercise can stimulate the release of endorphins, which cause euphoria and muscle relaxation effects, so that blood pressure does not increase. Objective: This research aims to identify the relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency. Method: This study uses a descriptive analytical method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 54 elderly residents who were taken purposively. The data were analyzed descriptively and correlatively using Chi Square. Results: Based on the research conducted, it was found that most respondents (50.0%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency were in the moderate physical activity category. Most respondents (57.4%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency had normal blood pressure. Conclusion: There is a positive relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency (p =0.013).
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Status Kesehatan Hipertensi pada Lanjut Usia Budiono, Budiono; Hartati, Hartati; Handoyo, Handoyo; Saraswati, Rina
JURNAL KEPERAWATAN MERSI Vol. 14 No. 1 (2025): April
Publisher : Prodi Keperawatan Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkm.v14i1.12821

Abstract

Background: Diseases or health disorders in old age are generally chronic and degenerative, such as hypertension. Hypertension is greatly influenced by many factors. One of the factors that influences the occurrence of hypertension is physical activity. Regular exercise can stimulate the release of endorphins, which cause euphoria and muscle relaxation effects, so that blood pressure does not increase. Objective: This research aims to identify the relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency. Method: This study uses a descriptive analytical method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 54 elderly residents who were taken purposively. The data were analyzed descriptively and correlatively using Chi Square. Results: Based on the research conducted, it was found that most respondents (50.0%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency were in the moderate physical activity category. Most respondents (57.4%) in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency had normal blood pressure. Conclusion: There is a positive relationship between physical activity and hypertension health status in the elderly in Ngabean Village, Mirit District, Kebumen Regency (p =0.013).
TOXIC MASCULINITY PORTRAYED BY HOMELANDER’S CHARACTER IN THE BOYS GRAPHIC NOVEL Rizky, Akbar; Saraswati, Rina; Nur Dian Rosyidah, Usma
BASIS (Bahasa dan Sastra Inggris) Vol 12 No 2 (2025): JOURNAL BASIS UPB
Publisher : Universitas Putera Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33884/basisupb.v12i2.10129

Abstract

This study explores the concept of toxic masculinity as portrayed in The Boys graphic novel, focusing on the character Homelander. Toxic masculinity refers to harmful behaviors and attitudes—such as dominance, violence, and misogyny—that stem from traditional expectations of masculinity. Using theoretical frameworks by Kupers and Connell, the research employs a qualitative descriptive approach, analyzing all seventy-two issues of The Boys. Data were collected through close reading of the graphic novel, review of existing literature, and examination of dialogue that reflects toxic masculinity. The study addresses two research questions: (1) How is toxic masculinity represented through Homelander’s character? and (2) How does toxic masculinity manifest in gender relations within the story? The findings reveal that Homelander embodies three key aspects of toxic masculinity: misogyny, violence, and dominance. These traits are supported by twenty-two textual examples from the graphic novel. Regarding gender relations, the study identifies three patterns shaped by toxic masculinity: power relations, production relations (control over roles and resources), and cathexis (emotional or sexual attachments influenced by dominance). These are illustrated by seven examples from the text. In conclusion, The Boys uses Homelander to vividly depict toxic masculinity and its harmful impact on gender dynamics. The graphic novel thus serves as a critical commentary on destructive masculine norms in contemporary society.
SIMULASI BENCANA KEBAKARAN DAN KEGAWATDARURATAN RUMAH TANGGA PADA MASYARAKAT DI DESA KALIBEJI KECAMATAN SEMPOR KABUPATEN KEBUMEN Saraswati, Rina; Marsito, Marsito
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa & Bidang Tekni
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran dan kegawatdaruratan rumah tangga di Desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah anggota masyarakat desa Kalibeji Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen. Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Persiapan dilakukan dengan melakukan survey pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan mengenai kejadian bencana dan cara penanganannya. Pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan, menggunakan metode ceramah yaitu presentasi dan simulasi (demonstrasi). Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing-masing tahap dengan mengumpulkan dan menyimpulkan data dari masing-masing tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan dengan indikasi adanya kesesuaian materi dengan kebutuhan masyarakat, adanya respon positif dari masyarakat dan sebagian besar (73%) peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah dilakukan simulasi bencana
Pengetahuan tentang Pencegahan Demensia pada Kelompok Lansia Rumah Sehat Dokter Monte Selokerto Yuda, Hendri Tamara; Saraswati, Rina; Na'mah, Lutfia Uli
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otak merupakan salah satu bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk mengatur sistem tubuh dan sebagai pusat kognitif.. Banyak cara yang digunakan untuk menstimulasi otak diantaranya aktivitas, membaca buku, bermain catur, mengisi TTS, senam lansia dan senam otak. Lansia di klinik rumah sehat dokter monte merupakan pasien BPJS yang tergabung dalam kegiatan rutin. Kegiatan rutin dilaksanakan meliputi kegiatan sosial, spiritual dan kesehatan. Hasil wawancara dengan lansia beberapa mengalami kejadian pelupa meletakkan barang misalnya kunci kamar atau kunci kendaraan. Beberapa lansia belum pernah mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan demensia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang pencegahan demensia pada lansia. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan kondisi variable. Sampel pada penelitian ini sebanyak 27 orang yang aktif dalam kegiatan setiap bulan. Hasil penelitian sebagi 88,89 % responden perempuan dan 11,11 % responden laki laki. Tingkat pengetahuan tentang pencegahan demensia dengan kriteria pengetahuan baik 18,5 %, Cukup 37 % dan Kurang 44,4 %.
Analisis Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Masalah Keperawatan Utama Gangguan Pola Tidur dengan Senam Yoga di Desa Sidoharum Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen Ilmi, Miftahun Nur; Saraswati, Rina; Hartono, H
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 10th University Research Colloquium 2019: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Pola Tidur merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh lansia. Kondisi ini merupakan salah satu akibat dari depresi yang dialami lansia. Sekitar 6% dari populasi lansia menderita depresi. Peningkatan pemenuhan kebutuhan tidur serta merileksasikan pikiran dapat dilakukan salah satunya dengan cara senam yoga. Karya ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan yang diberikan untuk mengatasi masalah gangguan pola tidur pada lansia. Metode yang digunakan yaitu desain studi kasus deskriptif. Analisa data dalam karya ilmiah ini dilakukan dengan mereduksi data, merangkum hal-hal yang pokok. Instrumen yang digunakan yaitu skor Depresi Lansia Yesavage dan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) Kuesioner Kualitas Tidur. Klien dalam karya ilmiah ini sebanyak 3 lansia yang diberikan senam yoga. Masalah keperawatan dalam karya ilmiah ini yaitu gangguan pola tidur. Intervensi yang dilakukan yaitu senam yoga. Implementasi yaitu melakukan senam yoga bagi klien lansia. Senam yoga ini dilakukan selama 7 hari. Evaluasi dari intervensi ini dilihat dari hasil skor Depresi Yesavage klien dari 10 menjadi 3 untuk dua klien dan 15 menjadi 3 untuk satu klien artinya dari ringan sampai sedang menjadi normal. Hasil peningkatan kualitas tidur klien dari 17 menjadi 8, dari 17 menjadi 9 artinya buruk menjadi sedang dan dari 18 menjadi 7 dari buruk menjadi ringan. Saran dari penulis agar senam yoga dilakukan lebih intens, dibarengi dengan murrotal atau dzikir serta dibuat prosedur tetap pelaksanaan senam yoga agar hasilnya lebih maksimal serta dapat meneruskan intervensi senam yoga di komunitas lansia.
Peningkatan Pemahaman Kader Lansia di Posyandu Desa Bijiruyung Sempor Kebumen Marsito, M; Saraswati, Rina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Zakir 2014 bahwa faktor yang berhubungan dengan pemanfatan posyandu itu 78,9 % dilakukan oleh lansia. Sehingga pemahaman kader lansia harus ditingkatkan karena ada kader lansia oleh keluarga tidak didukung sepenuhnya ( Marsito, 2021) hal ini bahwa pemanfaatan kader posyandu lansia kurang didukung oleh keluarga. Oleh karena itu perlunya pemahaman dan motifasi kader posyandu lansia untuk dilakukan kegiatan pelatihan posyandu lansia dengan lima meja di Desa Bijiruyung.Tujuan pengabdian dari pelatihan ini diharapkan kader lansia mengerti pemanfaatan posyandu lansia yang didukung oleh keluarga. Pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan penetahuan kader di Drsa Bijiruyung. Kegiatan pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode pelatihan tentang pelaksanaan posyandu lansia dengan sistem lima meja. Peserta yang terlibat dalam pelatihan ini kader lansia yang aktif di kegiatan posyandu. Kader yang dilibatkan di tiap RW untuk mengutus empat peserta mengikuti kegiatan ini. Kegaitan pengabdian ini caranya sebelum dilakukan pelatihan dinilai pre tes dan ahkir dilakukan pengu;uhan dan pengbdian pelatihan ini di lihat nilai post tesnya. Hasilnya didapatkan ada peningkatan pemahaman kader posyandu lansia dari awal 40% menjadi 70%. Hal ini ada peningkatan 30 % dari sebelumnya. bahwa pemahaman posyandu perlu didukung dan dimutifasi keluarga menurut Marsito 2021. Lain itu juga bahwa pembagian waktu di keluarga sangat penting yang tidak menutup kemungkinan bahwa kader poyandu lansia itu menjadi tugas ganda antara keluarga dan sebagai kader. Oleh karena itu sebagai kader kesehatan lansia dukungan dan motivasi keluarga sangat dibutuhkan agar pemanahan selama mengikuti pelatihan berjalan dengan baik.
Senam Otak Untuk Meningkatkan Fungsi Memori Pada Lansia Pamungkas, Suyanti Prasuci; Saraswati, Rina
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama di bidang keperawatan ikut andil dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Keadaan ini menyebabkan jumlah populasi lanjut usia (lansia) semakin besar, bahkan cenderung bertambah lebih cepat dan pesat. Perawat sebagai pemberi asuhan harus peduli terhadap lansia. Sehingga perlu perhatian khusus kepada lansia dengan memberikan asuhan keperawatan gerontik yang tepat dan dapat meningkatkan derajat kesehatan baik secara kesehatan fisik, psikososial dan spiritual. Memasuki usia lanjut akan terjadi beberapa perubahan baik secara fisik, psikologis dan psikososial. Perubahan psikologis pada lansia salah satunya adalah gangguan memori. Gangguan memori merupakan ketidakmampuan mengingat beberapa informasi atau perilaku, hal ini akan berdampak pada mental lansia yaitu depresi dan kualitas hidup. Intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan latihan senam otak untuk meningkatkan memori lansia. Tujuan Penelitian: Menggambarkan penerapan asuhan keperawatan gerontik dengan masalah keperawatan utama gangguan memori dan mampu menerapkan senam otak sebagai inovasi keperawatan. Metode Penelitian: Desain studi kasus deskripti analitik dengan subjek studi kasus 5 lansia dengan gangguan memori dengan inovasi keperawatan senam otak. Sebelum melakukan senam otak, dilakukan penilaian tingkat demensia dan memori menggunakan MMSE untuk menilai tingkat demensia dan SPMSQ untuk menilai tingkat memori. Hasil Penelitian: Setelah dilakukan inovasi keperawatan senam otak pada lansia yang mengalami gangguan memori selama 6x selama 2 minggu dengan durasi senam 5-10 menit, gangguan memori pada lansia menurun namun tidak signifikan. Hasil pengkajian menggunakan SPMSQ dari 5 responden sebelum diberikan intervensi 1 lansia (20%) kerusakan intelektual ringan, 3 lansia (60%) kerusakan intelekual sedang dan 1 lansia (20%) kerusakan intelektual berat. Setelah diberikan intervensi tingkat memori lansia meningkat yaitu dari 5 responden 1 lansia (20%) intelektual utuh, 1 lansia (20%) kerusakan intelektual ringan, 3 lansia (60%) kerusakan intelektual sedang. Kesimpulan: Evaluasi keperawatan pada semua responden studi kasus menunjukkan masalah keperawatan teratasi sebagian ditunjukkann dengan peningkatan nilai MMSE dan SPMSQ. Rekomendasi: Latihan senam otak tepat diaplikasikan sebagai intervensi keperawatan gangguan memori pada lansia.
Pencegahan Covid 19 RW 2 & 3 Desa Kenteng Sempor Dengan Teori Keperawatan Betty Neument Menggunakan CAP Marsito, Marsito; Saraswati, Rina; Sarwono, Sarwono; Ernawati, Ernawati; Mustoleh, Mustoleh
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The total population of Kenteng Village is 4680 people, of which in the 02 and 03 pillarsthere are 1048 people (22.39%) of the 7 community units. Given the high mobility andstill in a state of the COVID-19 pandemic, it is necessary to look at preventing the spreadof Covid. Seeing these results, the researchers used Betty Neuman's nursing theory withthe Community as Partner approach. With the aim of looking at core data on age, safetyand transportation such as wearing masks, maintaining distance, and washing hands forhealth services that have been vaccinated against Covid 19. The sample is all residents ofthe 02 and 03 Kenteng Village Community Units totaling 1048 people. From the resultsof the core data study, it was found that the majority of people aged over 18 years were798 people (88.5%), safety and transportation using masks were sometimes used by 507people (48%), doing hand washing sometimes there were 665 people (58). %) and keepinga distance the result is never keeping a distance there are 604 people (58%). The numberof people who have been vaccinated is 735 people (70.1%). That Betty Neuman's Nursingtheory uses the Community as Partner approach in community nursing to see how toprevent covid 19. Thus, Betty Neuman's nursing theory can be used in the prevention ofCovid 19 in the community.
The Relationship of Knowledge with Hand Washing Behavior in Students During The Covid 19 Pandemic Saraswati, Rina; Setyo, Ilham Yoga; Sarwono, Sarwono
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on Basic Health Research (2018), the percentage of washing hands in children in Indonesia reaches 49.8%, in Central Java Province it reaches 45.0%, and in Cilacap Regency it is 38.5%. The behavior of washing hands is an act of hand hygiene to prevent transmission of covid-19, based on the results of interviews conducted on students, it was found that 7 out of 10 students did not know how to wash hands properly, and 6 out of 10 students said they did not wash their hands before eating. One of the factors that can influence behavior is knowledge. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and hand washing behavior in students during the covid-19 pandemic. This study uses a quantitative correlation method using cross-sectional design, the sampling technique uses a total sampling with 65 respondents. The instrument used is a knowledge questionnaire and a hand washing behavior questionnaire. The results of the study showed that knowledge of hand washing was in the good category of 31 students (47.7%), 29 students (44.6%), and less than 5 students (7.7%). As for the behavior of washing hands with good category as many as 28 students (43.1%), only 21 students (32.3%), and less as many as 16 students (24.6%). The results of the analysis chi- square obtained a p-value of 0.005, which means that there is a relationship between knowledge and the behavior of washing hands. The conclusion of this study shows that there is a relationship between knowledge and hand washing behavior in students during the covid-19 pandemic.