Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Fotografi, Pariwisata, dan Media Aktualisasi Diri Tendi Antopani
Rekam : Jurnal Fotografi, Televisi, Animasi Vol 11, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/rekam.v11i1.1293

Abstract

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari orang yang ada di sekitarnya. Hal tersebut mempengaruhi gaya hidup seseorang. Gaya hidup berkaitan erat dengan perkembangan masyarakat, yang didalamnya terkandung nilai-nilai seperti strata sosial, pencitraan, dan aktualisasi diri yang semua itu demi pencarian identitas baru. Seperti halnya melakukan perjalanan wisata pada saat ini merupakan kebutuhan bagi sebagian orang. Perjalanan wisata tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan kepuasan semata, tetapi menjadi sebuah keharusan dan menjadi penting karena aktivitas tersebut melibatkan banyak hal yang ingin dicapai untuk menunjukkan eksistensi diri. Dorongan seseorang untuk menunjukkan eksistensi diri yang tidak terlepas dari berkembangnya teknologi dan informasi saat ini. Sejak ditemukan teknologi fotografi, aktivitas pariwisata terkait erat dengan dokumentasi sebagai suatu sarana untuk mengenang peristiwa wisata. Photography, Tourism, and Self-Actualitation Media. Humans are essentially social beings that cannot be separated from those that exist in their neighborhood. It affects a person's lifestyle. Lifestyle is bounded closely with the development of society, that it contains values such as social strata, imaging, and self-actualization are all for the sake of search of new identities. Traveling at this time is a necessity for some people. Sightseeing trips not only for the needs of satisfaction, but it becomes a necessity and is important because these activities involve a lot of things to be achieved to demonstrate the existence of self. Urge someone to show the existence of self that is inseparable from the development of technology and information today. Since the discovery of technology of photography, tourism activity is closely related to documentation as a tool for remembering traveling events.
Analisis Fitokimia Dan Kandungan Vitamin C Pada Biskuit Dengan Penambahan Bubuk Ampas Jeruk Siam (Citrus Nobilis Microcarpa) Kiki Kristiandi; Rini Fertiasari; Hidayat Asta; Tendi Antopani
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i1.2926

Abstract

Biskuit merupakan salah satu kelompok makanan yang digemari oleh semua masyarakat. Biskuit adalah produk pangan yang diperoleh dengan cara memanggang adonan yang berasal dari tepung, mentega dan gula serta bahan tambahan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kandungan fitokimia dan kandungan vitamin C pada biskuit ampas jeruk siam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah ampas jeruk siam. untuk pengujian yang dilakukan pada bikuit jeruk siam adalah Kadar air dan kadar abu dengan menggunakan metode uji SNI 01-2891-1992, Kadar lemak dengan metode uji Shoxlet, Protein SNI 01-2354.4-2006, Karbohidrat dengan by difference, serat kasar dengan metode uji gravimetri dan kandungan vitamin C. Adapun pembuatan biskuit jeruk siam ini diberikan tiga kali perlakuan. Perlakuan pertama dengan menggunakan gula halus 30 gram (F1), 30 gram serbuk ampas jeruk siam (F2), 15 gram gula halus dan 15 gram serbuk ampas jeruk siam (F3). Berdasarkan hasil dari analisis yang telah dilakukan bahwa kadar air, kadar abu dan serat kasar dengan tiga perlakuan sudah memenuhi standar, lemak hanya pada F2 (27. 217) dan F3 (27. 416) dan untuk Karbohidrat hasil uji paling tinggi terdapat pada F2 (56. 7912) demikian pula untuk kandungan vitamin C F2 (0.055). Pengujian dengan menggunakan tujuh parameter tersebut dapat dikatakan memenuhi pengukuran pasar untuk produk biskuit, meskipun untuk kandungan vitamin C tidak memenuhi kebutuhan sehari
STRATEGI PENGEMBANGAN MUARE ULAKKAN NIGHT FESTIVAL SEBAGAI ATRAKSI WISATA KABUPATEN SAMBAS Nur Astri Fatihah; Hikmah Trisnawati; Tendi Antopani
Cross-Border Journal of Business Management Vol. 3 No. 2 (2023): Cross-Border Journal of Business Management
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammaad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Performing cultural products in the form of festivals is one of the tourism products that provides significant impacts in increasing regional tourism attractiveness. Festivals are held in many places in the world, including Sambas Regency, one of which is through the Muare Ulakan Night Festival. Muare Ulakan Night Festival 2023 is a competition and parade event for ornamental boats along the Sambas River, especially on the path in front of the Alwatzikhoebillah Palace to the waterfront area. This activity was attended by 38 participants of ornamental boats and ships. Although this activity has the potential to be a popular tourist attraction, based on observations and interviews with organizers there are several things that are still a problem in its development. This research aims to identify internal and external factors in Muare Ulakan Night Festival and find its development strategy as a tourist attraction in Sambas Regency. Data in this study were collected from observation, documentation study, and interviews with seven informants purposively. By using SWOT analysis, several weaknesses and opportunities were found which were used as a starting point to formulate a development strategy for the Muare Ulakan Night Festival as a tourist attraction.
Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Bank Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular Di Sukoreno, Prigen, Pasuruan Yurilla Endah Muliatie; Rena Febrita Sarie; Tendi Antopani; Deny Namanda Putra; Rofiqo Dian Agustin Handayani; Raditya Herdiansyah; Lungayu Indraswati Paramita; Handi Lambang Prayoga; Siti Alfiah; Kristoforus Danggur; Muhammad Syahfiqul Islam
Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bhinneka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/dharma.v3i2.2139

Abstract

Pengelolaan sampah telah menjadi isu lingkungan yang mendesak di Indonesia, dengan lebih dari 68 juta ton sampah dihasilkan setiap tahunnya, yang sebagian besarnya masih belum terkelola. Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menghadapi tantangan yang signifikan dalam menangani 2–2,5 ton sampah rumah tangga setiap hari yang tidak dipisahkan di sumbernya, yang mengakibatkan degradasi lingkungan dan risiko kesehatan. Program ini merupakan implementasi pertama dari model bank sampah berbasis ekonomi sirkular dengan integrasi teknologi pemilah sampah di tingkat desa. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat melalui pelatihan pengelolaan sampah berdasarkan konsep ekonomi sirkular, khususnya dengan mendirikan dan mengoperasikan bank sampah berbasis masyarakat. Program ini dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan teknis, implementasi teknologi, dan pendampingan berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan substansial dalam kesadaran masyarakat, dengan 70% rumah tangga memahami pentingnya pemilahan sampah dan 50% mulai menerapkannya. Pelatihan teknis memungkinkan warga memperoleh keterampilan praktis dalam pengelolaan bank sampah, pengomposan, daur ulang plastik, dan budidaya maggot. Lebih lanjut, pemasangan mesin pemilah sampah dan mesin pencacah plastik, serta pembangunan TPS 3R dan bank sampah desa, secara signifikan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah menjadi masing-masing 100 kg sampah per hari dan 500 kg per bulan.
Pengembangan Wisata Berkelanjutan Melalui Integrasi Nilai Hospitality Dan Literasi Digital Di Kecamatan Gempol, Pasuruan Sri Suprapti; Yurilla Endah Muliatie; Tendi Antopani; Muhammad Adam Ilyasa Alwika Putra; Rizma Mukhidatul Khasanah
Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bhinneka Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/dharma.v3i2.2140

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata berkelanjutan di Pemandian Air Panas Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, melalui integrasi nilai hospitality dan literasi digital sebagai bentuk hilirisasi hasil penelitian bidang pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya kapasitas sumber daya manusia dalam pelayanan wisata, terbatasnya fasilitas edukatif, serta minimnya pemanfaatan media digital dalam promosi destinasi. Program ini merupakan model integrasi nilai hospitality, literasi, dan digitalisasi yang diimplementasikan secara partisipatif di destinasi wisata berbasis masyarakat Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan tahapan identifikasi aset lokal, perencanaan partisipatif, pelatihan, dan evaluasi. Program utama meliputi pendirian pojok baca wisata, pelatihan hospitality bagi pengelola wisata, dan pelatihan promosi digital melalui media sosial serta penerbitan majalah wisata. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pelatihan sebesar 74%, peningkatan kunjungan ke pojok baca sebesar 60%, serta peningkatan pendapatan UMKM sekitar 15% pascakegiatan. Konten promosi digital mencapai 57.000 tayangan di media sosial. Dampak nyata kegiatan ini terlihat pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelayanan prima, literasi wisata, dan promosi digital berbasis budaya lokal. Implikasi praktis kegiatan ini menunjukkan bahwa integrasi nilai hospitality, literasi, dan digitalisasi dapat menjadi model pengembangan wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat identitas budaya serta daya saing ekonomi daerah. Hasil kegiatan ini dapat direplikasi pada destinasi wisata serupa untuk memperkuat identitas budaya lokal dan meningkatkan ekonomi kreatif Masyarakat.