Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON PERTUMBUHAN MISELIA G3 FP005 FAPERTA UNSIKA PADA MEDIA BIAKAN MURNI YANG BERBEDA Astri Dwi Widianingsih; Bastaman Syah; Vera Oktavia Subardja; Ani Lestari
Jurnal Agrotech Vol. 14 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i2.181

Abstract

The Indonesian region has quite high air humidity and is ideal for the growth of straw mushrooms. To obtain pure cultures of straw mushrooms, you can go through the pure culture or G0 culture stage, then from G0 sub-cultures are carried out into G1, G2, G3 and G4. This research aims to obtain the best pure culture media for the growth of G3 FP005 Faperta Unsika mycelia. The research was carried out at the Biotechnology and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Singaperbangsa University, Karawang, from April to May 2023. The research method used was a single factor Completely Randomized Design (CRD) with 7 treatments and 5 replications: PDA 100% (A), Charcoal Husk 100 % (B), 100% Husk (C), 75% PDA + 25% Husk Charcoal (D), 80% PDA + 20% Husk Charcoal (E), 50% Husk Charcoal + 50% Husk Charcoal (F), and PDA 50% + Charcoal Husk 25% + Husk 25% (G). Treatments were analyzed using variance and F test at 5% level, to find out the best treatment followed by further DMRT (Duncan Multiple Range Test) at 5% level. The results of the research were that there was a real effect of using several pure cultures on the growth of G3 FP005 mycelia. PDA 75% + Charcoal Husk 25% media gave the highest diameter at 2 dai (2.24 cm), 3 dai (4.78) and 4 dai (7.19 cm), the highest growth rate was (2.52 cm), diameter regression with R2 0.898 then P value 0.052047, and growth rate regression with R2 0.68 then P value 0.410604.
Performance Test of Vegetative Characteristics of Crossed Rice (Oryza sativa L.) Lines of Ciherang Variety X B11143D Line in Telagasari, Karawang Regency, Indonesia Damayanti, Utari; Lestari, Ani; Subardja, Vera Oktavia; Hadiarto, Toto; Enggarini, Wening
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v7i2.1721

Abstract

One way to increase the genetic diversity of Ciherang as the superior variety is to cross Ciherang with the donor B11143D line as a New Plant Type (NPT) rice. This study aimed to obtain Ciherang X B11143D lines with the best vegetative characteristics in the field. The research was conducted in rice fields in Talagasari Village, Telagasari District, Karawang Regency, from May to September 2023. This experiment used a single-factor Randomized Block Design (RBD) with three replications of 22 treatments, consisting of 19 Ciherang X B11143D lines and three comparison varieties. The effect of treatment was studied using analysis of variance. The results showed that the rice lines significantly influenced the vegetative characters of Ciherang X B11143D lines in Telagasari, Karawang Regency. Based on the observed characters, several lines were selected i.e. 124.2.3, 94.3.3, and 20.4.4 lines. Those three lines chosen as backcrossing lines performed similarly compared to Ciherang as recurrent parent and inherited several important traits for rising productivity from the B11143D line as donor parent, namely the length and area of flag leaf, the total number of tillers, and the number of productive tillers, which were significantly higher than Ciherang.
Kontaminasi Kadmium (Cd) Terhadap Kerapatan Azotobacter dan Pseudomonas Pada Media Tanam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) Vera Oktavia Subardja; Elsi Diannitta Sinaga; Bastaman Syah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang berada di lingkungan serta memiliki efek toksik yang tinggi dalam konsentrasi yang rendah. Lingkungan yang terkontaminasi Cd dapat diperbaiki kembali dengan sistem pengolahan limbah logam berat dengan pendekatan bioremediasi. Bakteri penghasil eksopolisakarida (EPS) yang berperan dalam mengkelat logam dapat digunakan sebagai agen bioremediasi seperti Azotobacter dan Pseudomonas. Penelitian bertujuan untuk menunjukkan efektivitas pupuk hayati terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas pada media yang terkontaminasi logam berat Cd. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perhitungan data dianalisis menggunakan analisis uji F pada taraf 5%. Apabila hasil uji F perlakuan menunjukkan hasil perbedaan yang berbeda nyata, maka dilakukan analisis uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas, serta akumulasi Cd pada akar. Perlakuan D (8 ppm Cd (25 ml Azotobacter)) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Azotobacter (407,547 CFU/ml) dan akumulasi logam Cd pada akar paling rendah (0,649 mg/kg). Sedangkan perlakuan B (8 ppm Cd (50 ml/l Pseudomonas + 25 ml/l Azotobacter) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Pseudomonas (353,703 CFU/ml). Perlakuan Inokulasi pupuk hayati Azotobacter dan Pseudomonas mampu resisten terhadap media yang terkontaninasi logam Cd hingga 16 ppm, mampu menurunkan akumulasi logam Cd pada akar tanaman, dan dapat digunakan dalam bioremediasi logam Cd pada media yang terkontaminasi Cd.
Pengaruh Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Tanaman Apu-Apu (Pistia stratiotes L.) pada Media yang Diberi Paparan Logam Timbal (Pb) Vera Oktavia Subardja; Fanny Maharani Putri; Bastaman Syah
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air oleh logam berat menyebabkan kualitas air menurun dan mengancam kelangsungan hidup organisme karena dapat menimbulkan efek toksik. Memanfaatkan agen hayati seperti Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. dapat digunakan sebagai cara alternatif untuk menanggulangi pencemaran air dan mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk hayati yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman apu-apu (Pistia stratiotes L.) pada media tanam yang terkontaminasi logam berat. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Universitas Singaperbangsa Karawang, Jalan HS. Ronggo Waluyo, Telukjambe Timur, Karawang. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 unit percobaan terdiri dari: A (kontrol tanpa Pb dan tanpa pupuk hayati), B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)), C (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp.)), D (10 ppm Pb (25 ml Azotobacter sp.)), E (10 ppm Pb tanpa pupuk hayati), F (20 ppm Pb (75 ml Pseudomonas sp. + 50 ml Azotobacter sp.)), G (20 ppm Pb (75 ml Pseudomonas sp. + 50 ml Azotobacter sp.)), H (20 ppm Pb (50 ml Azotobacter sp.)), I (20 ppm Pb tanpa pupuk hayati). Hasil percobaan dianalisis dengan uji F, apabila berpengaruh nyata maka diuji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)) berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan ini memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman (17,523 cm), jumlah daun (38,443 helai), panjang akar (32,256 cm).
Pengkayaan Unsur P Pada Pupuk Organik Limbah Budidaya Jangkrik Untuk Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Putri, Nani Fauziyyah; Subardja, Vera Oktavia; Syah, Bastaman
Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jatl.8.2.2026.22050.29-37

Abstract

Pemanfaatan limbah budidaya jangkrik sebagai bahan dasar pupuk organik yang diperkaya dengan berbagai sumber unsur hara fosfor (P) agar memenuhi kebutuhan fosfor tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.), sehingga mampu menambah produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh kombinasi pupuk organik limbah buidaya jangkrik dengan berbagai pengkaya unsur P tertinggi untuk tanaman kacang tanah. Penelitian ini terdiri dari perlakuan K1 = SP36, K2 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha, K3 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha dengan pengkaya SP36 sebanyak 5%, K4 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha dengan pengkaya Rock Phosphate sebanyak 5%, dan K5 = pupuk organik limbah budidaya jangkrik dosis 20 ton/ha dengan pengkaya pupuk hayati Pseudomonas dosis 50 ml. Data pengamatan dianalisis mengunakan uji F taraf 5%, apabila terdapat perbedaan nyata akan dilakukan uji pembanding menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Perlakuan K5 menunjukkan respon tertinggi pada variabel tinggi tanaman di seluruh waktu pengamatan, jumlah daun umur 14 hst, lama waktu berbunga, jumlah polong isi, berat polong isi, dan berat biji. Perlakuan K2 menunjukkan respon tertinggi pada jumlah daun dan jumlah cabang umur 21 dan 28 hst.
Properties of Azotobacter as biofertilizer and biocontrol of Fusarium Reginawanti Hindersah; Vera Oktavia Subardja; Pujawati Suryatmana; Rija Sudirja
AGROLOGIA: Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman Vol 13 No 1 (2024): Agrologia : Jurnal Ilmu Budidaya Tanaman
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Ambon, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/agrologia.v13i1.12761

Abstract

The Nitrogen-fixer bacteria, Azotobacters, are the potential Plant Growth Promotion Rhizobacteria for increasing plant growth and productivity due to their prominent role as biofertilizer dan bioprotectant. The objective of the experiment was to identify the plant-growth related characteristic of various Azotobacter isolates and to test their antagonism to soil-borne pathogen Fusarium. The five Azotobacter isolates were grown in Nitrogen-free slant for determining their ability to fix the Nitrogen, producing phytohormones and exopolysaccharides, and to inhibit the growth of Fusarium oxysforum f.sp. batatas. The results verified that all isolates synthesize various concentration of Indole acetic acid, Gibberellin, Zeatin and Kinetin as well exopolysaccharide in the N-free media. However, this study found that Azotobacter AzV1 did not detected to fix the N. This study suggests that Azotobacter has a dual function as biofertilizer and bioprotectant.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomea batatas. L) Akibat Pemberian Konsentrasi ZPT dan Perbedaan Media Tanam Pauji, Muhammad Dahrin; Subardja, Vera Oktavia; Sugiono, Darso
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v11i1.5622

Abstract

Tempat bertengger di Indonesia termasuk salah satu tanaman yang cukup penting. Usaha untuk meningkatkan produksi umbi-umbian dapat dilakukan dengan perbaikan media tumbuh untuk mempermudah proses pembentukan umbi serta pemanfaatan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT Hormax dan perbedaan media tanam yang paling baik dalam menumbuhkan dan menghasilkan tanaman ubi jalar ( Ipomea batatas . L). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan di Dusun Kaumjaya Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan : A (Tanah, arang sekam, cocopeat (2:1:1) + 3 ml/L air ZPT Hormax), B (Tanah, arang sekam, cocopeat (2:1:1) + 6 ml/L air ZPT Hormax), C (Tanah, arang sekam, cocopeat (2:1:1) + 9 ml/L air ZPT Hormax), D (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:2:1) + 3 ml/L air ZPT Hormax), E (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:2:1) + 6 ml/L air ZPT Hormax), F (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:2:1) + 9 ml/L air ZPT Hormax), G (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:1:2) + 3 ml/L air ZPT Hormax), H (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:1:2) + 6 ml/L air ZPT Hormax), dan I (Tanah, arang sekam, cocopeat (1:1:2) + 9 ml/L air ZPT Hormax). Data dianalisa menggunakan uji F taraf 5%. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh nyata pada setiap parameter pengamatan
PEMANFAATAN PUPUK HAYATI UNTUK BIOREMEDIASI TIMBAL (Pb) PADA TANAMAN APU-APU (Pistia stratiotes L.) Putri, Fanny Maharani; Subardja, Vera Oktavia; Syah , Bastaman
JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2026.013.2.1

Abstract

Water pollution by heavy metals such as lead (Pb) causes toxic effects that inhibit the growth of aquatic organisms. Bioremediation using microorganisms such as Azotobacter sp. and Pseudomonas sp. is an environmentally friendly approach to reducing Pb toxicity through biological absorption and detoxification mechanisms. This study aimed to determine the most effective combination of biofertilizers in supporting the bioremediation process and the growth of water lettuce (Pistia stratiotes L.). The experiment was conducted in the greenhouse of the University of Singaperbangsa Karawang from January to April 2025 using a single-factor Randomized Block Design (RBD) with nine treatments and three replications. The results showed that treatment B (10 ppm Pb (50 ml Pseudomonas sp. + 25 ml Azotobacter sp.)) produced the highest values across all growth parameters. The combination of these two microorganisms enhanced nutrient availability and phytohormone production, supporting photosynthetic activity and improving the adaptation of Pistia stratiotes L. to Pb exposure, thereby demonstrating potential as an effective bioremediation agent. 
BIOREMEDIASI CADMIUM (Cd) DENGAN PUPUK HAYATI PADA TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) Sinaga, Elsi Diannitta; Subardja, Vera Oktavia; Syah, Bastaman
JTSL (Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan) Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2026.013.2.3

Abstract

The presence of heavy metals in soil and water can be absorbed by plants growing in soil and water can have negative effects on humans. Biofertilizer containing microorganisms and producing exopolysaccharides (EPS) have the potential to be used as bioremediation agents.  The study aims to determine the optimal combination of dosage and type of biofertilizer on cadmium (Cd) uptake the and the growth of water hyacinth (Eichhornia crassipes). The method used was a single-factor Randomized Block Design (RBD) with 9 treatments and 3 replications, resulting in 27 experimental units. The research data were analyzed using an F-test. If a significant effect was detected, the data were further tested using Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. The results showed that the treatments had a significant effect on Cd uptake and plant growth. Treatment D (8 ppm Cd (25 mL Azotobacter))  yielded the highest results for plant height (31,33 cm), number of leaves (18,111 leaves), root length (27,499 cm), dry weight (28,777 g), and wet weight (135,22 g). Treatment D (8 ppm Cd (25 mL Azotobacter)) resulted in the lowest Cd uptake in roots (0,649 mg ), while Treatment I (16 ppm Cd) yielded the highest Cd content in water.