Claim Missing Document
Check
Articles

UJI PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA ISOLAT F3 JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) KOLEKSI LABORATORIUM BIOTEKNOLOGI TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN UNSIKA Rimba Ghazali Bungsu Sinatria; Vera Oktavia Subardja; Ani Lestari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.12201

Abstract

Satu-satunya faktor terpenting dalam menentukan keberhasilan budidaya jamur merang adalah kualitasnya, namun saat ini sulit untuk mendapatkan produk berkualitas tinggi karena rantai pasokan yang panjang. Oleh sebab itu, sifat bibit unggul dapat menjadi solusi untuk menggenjot produksi jamur merang yang berkualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan koleksi isolat jamur merang (Volvariella volvaceae) dari laboratorium bioteknologi Fakultas Pertanian Unsika yang memberikan hasil terbaik. Menggunakan faktor Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan sebagai metodologi penelitian dalam tulisan ini. Adapun 7 perlakuan isolat, yaitu A (F3 FP Putih), B (F3 FP Semi), C (F3 FP 032), D (F3 FP 033), E (F3 FP 035), F (F3 FP 036), G (F3 FP 037). Perlakuan E (F3 FP  035) memberikan hasil terbaik dibandingkan isolat F3 Faperta Unsika lainnya pada rata-rata panjang badan buah 2,70 cm, rata- rata bobot per badan buah 13,73 g dan rata-rata intensitas panen 15,20 hari.
UJI PENGARUH 5 ISOLAT HARAPAN DAN 2 TETUA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae) KOLEKSI FAPERTA UNSIKA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIA F2 DAN F3 Prameswari Hafidz Hidayat; Ani Lestari; Vera Oktavia Subardja
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 8, No 3 (2023): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v8i3.11958

Abstract

Jamur merang ( Volvariella volvaceae) merupakan salah satu komoditas pangan yang banyak digemari masyarakat namun produksinya masih fluktuatif. Salah satu faktor produksi jamur merang adalah bibit. Bibit yang unggul dapat membantu meningkatkan hasil produksi jamur merang. Salah satu ciri bibit jamur merang unggul memiliki pertumbuhan miselia yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan satu isolat jamur merang koleksi Faperta Unsika yang memiliki pertumbuhan miselia F2 dan F3 yang terbaik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Februari-Maret 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 5 ulangan. Terdapat 7 perlakuan yaitu A (FPTP), B (FPTS), C (FP009), D (FP010), E (FP013), F (FP014) dan G (FP015). Pengaruh studi dianalisis statistik dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada tingkat 5%. Hasil penelitian perawatan perawatan 5 isolat harapan dan 2 tetua jamur merang koleksi Faperta Unsika memberikan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan miselia F2 dan F3. Perlakuan E (FP013) memberikan hasil pertumbuhan miselia terbaik.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA TANAH ULTISOL AKIBAT KOMBINASI PUPUK HAYATI, PUPUK ORGANIK CAIR DAN NPK Waffa Durrotun Shalihah; Subardja, Vera Oktavia; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.159

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan komoditi hortikultura yang termasuk sayuran rempah yang memiliki banyak manfaat, peningkatan produksi tanaman bawang merah dapat terus ditingkatkan dengan memanfaatkan lahan kering sebagai lahan pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair dan NPK paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L.) pada tanah Ultisol. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yang terdiri dari : K1 (Pupuk Hayati), K2 (Pupuk Hayati + NPK), K3 (Pupuk Organik Cair), K4 (Pupuk Organik Cair + NPK ), K5 (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair), K6 (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair + NPK), K7 (NPK) sehingga terdapat 28 unit percobaan dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan Kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair, dan NPK menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap panjang akar sementara kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair dan NPK tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan hasil umbi tanaman bawang merah.
KOMBINASI PUPUK ORGANIK, HAYATI DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza Sativa L) VARIETAS INPARI 32 Sepdiyansyah; Subardja, Vera Oktavia; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.160

Abstract

Kebutuhan unsur hara sangat dibutukan bagi semua tanaman termasuk tanaman padi. Ketersediaan unsur hara juga dipengaruhi oleh mikrooganisme di dalam tanah, kedua faktor tersebut menjadikan kunci utama dalam kesuburan tanah pada lahan pertanian. Oleh karena itu perlu adanya pengembangan dalam pemupukan yaitu dengan mengkombinasikan pupuk, agar ketersediaan unsur hara dan mikroorganisme tetap seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi pupuk terbaik terhadap pengaruh pertumbuhan dan hasil tanaman padi (Oryza Sativa L) Varietas Inpari 32. Percobaan dilakukan pada bulan Maret hingga juni 2023. Di lahan percobaan Fakultas Pertanian Unsika. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P1 (Pupuk hayati), P2 (Pupuk hayati +NPK), P3 (Pupuk Orgnaik Cair), P4 (Pupuk Organik Cair + NPK), P5 (Pupuk Organik Cair + Pupuk Hayati), P6 (Pupuk Organik Cair + Pupuk Hayati + NPK), P7 (NPK). Jika terdapat perlakuan yang berpengaruh nyata dilakukan analisis Uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) Taraf 5%. Hasil analisis ragam kombinasi pupuk organik, hayati dan anorganik menunjukan adanya pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan Tinggi tanaman, Jumlah anakan,Jumlah malai perumpun dan Bobot 1000 bulir.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK HAYATI, PUPUK ORGANIK CAIR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Wilda Rahma; Subardja, Vera Oktavia; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.161

Abstract

Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting peranannya dari berbagai aspek, dalam produktivitasnya saat ini tidak akan jauh dari penggunaan pupuk anorganik. Sehingga diperlukan adanya penggunaan kombinasi pupuk organik dan anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair, dan NPK paling baik untuk pertumbhuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian dilaksanakan di halaman Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang. Metode yang digunakan adalah Eksperimen dengan Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yang terdiri dari : P1 (Pupuk Hayati), P2 (Pupuk Hayati + NPK), P3 (Pupuk Organik Cair), P4 (Pupuk Organik Cair+NPK), P5 (Pupuk Organik Cair+Pupuk Hayati), P6 (Pupuk Hayati+Pupuk Organik Cair+NPK), dan P7 (NPK), sehingga terdapat 28 unit percobaan. Data yang diperoleh akan dianalisis uji F taraf 5% dengan uji lanjut Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair dan NPK terhadap panjang akar, tetapi tidak terdapat pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot per buah, bobot per tanaman, jumlah buah per tanaman, dan panjang buah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L sacchrata Sturt) VARIETAS BIMMO AKIBAT KOMBINASI PUPUK HAYATI PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK Anwar, Yasmin Ghita; Subardja, Vera Oktavia; Agustini, Rika Yayu
Jurnal Agrotech Vol 14 No 1 (2024)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/agrotech.v14i1.162

Abstract

Jagung Manis (Zea mays L. sacchrata Sturt) merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Penignkatan produksi jagung manis dapat dilakukan dengan meningkatkan kesuburan tanah melalaui pemupukan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair dan NPK paling baik terhadap respon pertumbuhan dan hasil tanaman Jagung Manis. Penelitian dilaksanakan di lahan sekitar Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang pada bulan Maret sampai Mei tahun 2023. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan, yang terdiri dari : H1 (Pupuk Hayati), H2 (Pupuk Hayati + NPK), H3 (Pupuk Organik Cair), H4 (Pupuk Organik Cair + NPK ), H5 (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair), H6 (Pupuk Hayati + Pupuk Organik Cair + NPK), H7 (NPK) sehingga terdapat 28 unit percobaan dan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk hayati, pupuk organik cair, dan pupuk NPK berpengaruh pada tinggi tanaman umur 42 hst (212,83 cm), jumlah baris per tongkol (13,33 baris), diameter tongkol dengan kelobot (4,77 cm), diameter tongkol tanpa kelobot (4,02 cm), bobot tongkol dengan kelobot (146,33 g), dan bobot tongkol tanpa kelobot (108,58 g).
Pengaruh POC Kulit Pisang (Musa paradisiaca) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Selada (Lactuca sativa L.) Amalia, Nadya Rizky; Wagiono, Wagiono; Subardja, Vera Oktavia
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i2.4762

Abstract

The aplication of liquid organic fertilizer is carrid out in an effort to reduce the excessive use of inorganic fertilizers and increase the availability of soil nutriens so that plants can grow and produce optimal production. The purpose of this study was to determine the effect of dose banana peel liquid organic fertilizer (Musa paradisiaca) on the growth and yield of two lettuce varieties (Lactuca sativa L.) on each type of lettuce plants. This research was conducted at Baraya Garden Putra, Youngest Prince Street, Cisarua District, Sumedang Regency, West Java with an altitude of 538 meters below sea level in November 2021 – January 2022. The method used was experimental method with a factorial Randomize Block design (RBD) consisting of two factors with 8 treatments repeated 4 times. The first factor is banana peel liquid organic fertilizer wich consist of 4 levels, namely: P0 (0 ml/L), P1 (70 ml/L), P2 (90 ml/L), and P3 (110 ml/L). The second factor was lettuce varieties consisting of 2 varieties namely: V1 (new grand rapid) and V2 (red rapid). The results of the study showed that there was no interaction effect between the application of banana peel liquid organic fertilizer and the variety on all observation parameters except for the number of leaves aged 35 days after planting. No there was an independent significant effect on the type of variety treatment against all observation parameters except for the leaf area of the plantation. Red rapid variety (V2) gave the highest yield on the height parameter number of leaves, root length, fresh weight, root dry weight, and fresh root weight. Keywords: Banana Peel Liquid Organic Fertilizer, New Grand Rapid, Red Rapid
Kombinasi Pupuk NPK dan Monosodium Glutamat (MSG) untuk Tanaman Pakcoy (Brassica rapa chinensis L.) Varietas Nauli F1 Simarmata, Albert Raja; Azizah, Elia; Subardja, Vera Oktavia
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 2 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 2 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i2.4832

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa chinensis L.) is a vegetable plant that is widely used in Indonesian dishes for consumption. One important factor that supports success in the production of pakcoy plants is the fertilization process. The purpose of this study was to obtain the best-combined dose of NPK and Monosodium Glutamate (MSG) compound fertilizer on the growth and yield of pakcoy plants. The research was carried out in February and March 2023 using polybags in Cigelam, Muktijaya Village, Setu District, Bekasi Regency, West Java Province. The research used an experimental method with an environmental design, namely a single factor Randomized Block Design (RBD) consisting of 5 treatments, namely A (1.2 g NPK control), B (1.2 g NPK and 6 g MSG), C (1.2 g NPK and 9 g MSG), D (1.2 g NPK and 12 g MSG), and E (1.2 g NPK and 15 g MSG). Each treatment was repeated 5 times so that 25 experimental units were obtained. Observations of the data obtained were analyzed using the F test analysis with a level of 5% and further tested DMRT level of 5%. The experimental results showed that there was a significant effect on the height of the pakcoy plants at 28 HST and 35 HST, the number of leaves at 28 HST and 35 HST, and the leaf area of the pakcoy plants. The combination of NPK and MSG fertilizer in treatment B (1.2 g NPK and 6 g MSG) gave the highest results in observing plant height at 28 HST and 35 HST, number of leaves at 28 HSTand 35 HST, leaf area. Keywords: Monosodium Glutamate, NPK, Pakcoy
Pengaruh Jenis dan Jumlah Sumbu Pada Hidroponik Sistem Wick Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Varietas Maritima Puji Lestari, Diyah Ayu; Muharam, Muharam; Subardja, Vera Oktavia
JURNAL AGROPLASMA Vol 10, No 1 (2023): JURNAL AGROPLASMA VOLUME 10 NO 1 TAHUN 2023
Publisher : UNIVERSITAS LABUHANBATU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/agroplasma.v10i1.3630

Abstract

Lettuce is one of the vegetable crops which has good economic value and good market prospects to be cultivated by Indonesian people. We know we had a lot of switched agricultural land that it makes our agricultural land is being decreased. A solution of this problem is usingthe hydroponic technique with wick system inside. The purpose of this research is to determine the effect of te types combination and wick amount of the highest hydroponic wick system, and to obtain the highest growth and yield of Maritima variety green lettuce (Lactuca Sativa L.). A method which used in this research is Randomized Block Design (RAK) Single Factor consisting 9 treatments and 3 replications. Treatment A (Flannel Fabric + 2 Axis), B (Flannel Fabric + 3 Axis),C (Flannel Fabric + 4 Axis), D (Wool Fabric + 2 Axis), E (Wool Fabric + 3 Axis), F (Wool Fabric + 4 Axis),G (Coconut Coir + 2 Axis), H (Coconut Coir + 3 Axis) and I (Coconut Coir + 4 Axis). The impact of treatment being analyzed using the F test at a significant 5% level, to find out the best treatment it was continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at a 5% level. The results showed that the type and number of axes significantly affected the growth and development of lettuce (Lactuca Sativa L.). Treatment F (Wool Fabric + 4 Axis) gave the highest yield of plant height at 42 hst was 18.80 cm, number of leaves at 42 hst was 14.53 leaves, leaf area at 42 hst was 154.54 cm2and weight fresh fruit per plant at 42 hst was 137.28 g.Key words: Lettuce, Axis Type, and Number of Axis. 
The RESPON KOMBINASI DOSIS PUPUK BOKASHI KOTORAN AYAM DAN TIGA VARIETAS KEDELAI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L. Merrill) Putri, Stephanie Widya; Wagiono, Wagiono; Subardja, Vera Oktavia
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v9i1.4619

Abstract

Peningkatan jumlah produksi kedelai di Indonesia belum dapat mengimbangi laju peningkatan kebutuhan masyarakat dan industri sehingga jumlah impor kedelai terus meningkat. Peningkatan produksi kedelai dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan menggunakan benih varietas unggul dan pemberian pupuk organik berbahan dasar kotoran ayam. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk bokashi kotoran ayam dan varietas kedelai terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, yaitu: A (Bokashi 0 ton/ha + Varietas Anjasmoro), B (Bokashi 0 ton.ha + Varietas Grobogan), C (Bokashi 0 ton/ha + Varietas NS), D (Bokashi 10 ton/ha + Varietas Anjasmoro), E (Bokashi 10 ton/ha + Varietas Grobogan), F (Bokashi 10 ton/ha + Varietas NS), G (Bokashi 20 ton/ha + Varietas Anjasmoro), H (Bokashi 20 ton/ha + Varietas Grobogan), I (Bokashi 20 ton/ha + Varietas NS), J (Bokashi 30 ton/ha + Varietas Anjasmoro), K (Bokashi 30 ton/ha + Varietas Grobogan), L (Bokashi 30 ton/ha + Varietas NS). Hasil penelitian memberikan pengaruh nyata pada seluruh parameter kecuali parameter kadar air biji kedelai. Perlakuan K (Bokashi 30 ton/ha + Varietas Grobogan) memberikan hasil bobot 100 biji dengan rata-rata tertinggi yaitu 2,70 ton/ha. Kata Kunci: Kedelai, Bokashi, Kotoran Ayam