Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PENGARUH VOLUME FILTRAT GLUKOSA DAN TURBO YEAST PADA PEMBUATAN BIOETANOL DARI LIMBAH CAIR TEPUNG TERIGU Yustica Chandra Kania; Fernanda Andika Arya Revandana; Ni Ketut Sari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v8i2.8087

Abstract

Kandungan pati yang cukup tinggi dalam limbah cair tepung terigu berpotensi dapat dimanfaatkan menjadi produk bioetanol. Dalam studi penelitian ini, produksi bioetanol berbasis fermentasi anaerob selama 5 hari menggunakan Turbo Yeast dikembangkan untuk mengolah limbah cair industri tepung terigu menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh volume filtrat glukosa hasil hidrolisis limbah cair tepung terigu dan rasio Turbo Yeast terhadap volume filtrat glukosa pada pembuatan bioetanol. Penelitian dijalankan dengan variasi volume filtrat glukosa hasil hidrolisis 50mL, 100mL, 150mL, 200mL, dan 250 mL serta rasio Turbo Yeast terhadap volume filtrat glukosa 1:20, 1:40, 1:60, 1:80, dan 1:100. Parameter keberhasilan penelitian dinilai melalui kadar bioetanol yang dihasilkan masing- masing sampel pada proses fermentasi. Kadar bioetanol tertinggi didapatkan sebesar 41% pada variasi volume filtrat 200 mL dan rasio Turbo Yeast terhadap volume filtrat 1:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak Turbo Yeast yang digunakan maka kadar bioetanol yang dihasilkan semakin besar sementara kadar bioetanol akan menurun seiring dengan meningkatnya volume filtrat glukosa hasil hidrolisis
Pembuatan Asam Oksalat dari Sekam Padi Menggunakan Proses Hidrolisis Dimas Hafidz Maulana; Jonathan Fayol Sinaga; Ni Ketut Sari
JURNAL QUIMICA Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jq.v6i1.9708

Abstract

Produksi padi untuk memenuhi kebutuhan semakin meningkat setiap tahun yang menyebabkan banyaknya limbah sekam padi yang dihasilkan. Sekam padi pada penelitian ini mengandung selulosa 26,93% dan lignin 14,07%. Tujuan penelitian adalah untuk menemukan konsentrasi NaOH dan waktu lama pengadukan yang terbaik pada pembuatan asam oksalat dari sekam padi, serta mencari kadar asam oksalat yang dihasilkan dari sekam padi. Variabel peubah dalam penelitian adalah beberapa konsentrasi NaOH yaitu 2N, 3N, 4N, 5N, 6N serta waktu lama pengadukan yaitu 30 menit, 45 menit, 60 menit, 75 menit serta 90 menit. Penelitian ini dimulai dengan proses hidrolisis menggunakan NaOH, pengendapan menggunakan CaCl2, dilanjutkan pengasaman menggunakan H2SO4, lalu dilakukan analisa kadar menggunakan metode titrasi permanganometri. Setelah itu, hasil penelitian dilakukan proses optimasi dengan Response Surafce Methodology menggunakan Minitab. Konsentrasi NaOH dan waktu pengadukan terbaik yaitu pada konsentrasi NaOH 5N dan waktu lama pengadukan 75 menit dengan kadar asam oksalat yang diperoleh sebesar 11,661%.
PENERAPAN SISTEM INFORMASI PRESENSI MAHASISWA BERBASIS MOBILE APPS PADA UNIVERSITAS X Suryanto, Tri Lahtif Mardi; Faroqi, Asif; Sari, Ni Ketut
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 2 No 1 (2018): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2018
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.991 KB)

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan era digitalisasi kini menjadi salah satu acuan keberhasilan dalam Institusi, dengan adanya perkembangan TIK yang sangat cepat Institusi dituntut untuk dapat menggunakan dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan Universitas. Tuntutan dan tantangan dalam memberikan mutu pengalaman pendidikan dirasa perlu menjadi prioritas, begitu juga dengan kegiatan pencatatan presensi mahasiswa merupakan salah satu aktifitas yang mendapat sorotan bagi peningkatan pelayanan akademik, pada Universitas X kesalahan inputan presensi mahasiswa dapat berpengaruh terhadap kelayakan dalam mengikuti ujian dan perolehan nilai akhir. Tidak adanya sistem yang integrasi dapat menjadikan komplain baru disetiap semesternya, maka solusi penerapan sistem informasi dianggap tepat untuk diterapkan dalam proses pencatatan presensi mahasiswa. Penerapan sistem informasi ini dirancang dan dibangun berdasarkan kebutuhan fungsionalnya. PHP dan HTML 5 digunakan untuk membangun aplikasi Sistem Informasi Presensi Mahasiswa. Agar perbaruan data dapat dilakukan dengan fungsionalitas yang tepat maka ditambahkan layanan webservice sebagai server aplikasi SIMAMA yang kemudian dapat dioperasikan menggunakan telepon pintar setiap dosen pengampu. Penerapan SIMAMA ini dapat memberikan pelayanan pencatatan secara digital dan transparansi presensi mahasiswa dalam kegiatan belajar mengajar.
Optimization of Glucose from Saccaromycess cerevicae Liquid Waste Using the Acid Hydrolysis Process Sari, Ni Ketut; Ernawati, Dira; Sari, Komang Nickita
Nusantara Science and Technology Proceedings 8th International Seminar of Research Month 2023
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2024.4103

Abstract

Selection of Saccharomyces Cereviceae (SC) wastewater as a component produced by PT. Enero comes from a fermentation process that uses SC yeast, it’s availability is great and it has not been used as a raw material for glucose, which until now has been industrial waste. Efforts have been made to convert SC waste water into liquid fertilizer and biodiesel feedstock. The recovery of glucose from SC waste water in the chemical hydrolysis process using the reaction surface method (RSM), the hydrolysis process was carried out with a digital stirrer at a rotation speed of 200 rpm and the addition of 5 ml of 10% NaOH. The variables used were 50–250 mL SC waste water and 10–30 mL HCl volume. The optimization results using RSM of the chemical hydrolysis process are shown in three-dimensional graphs, pH and SC waste water ratio and HCl volume, glucose content and SC waste water ratio and HCl volume. The best results with SC waste volume of 8.58 mL and HCl volume of 34.14 mL achieved a pH of 4.38. In order to achieve a pH of 4.5, a hydrolysis process is carried out because the pH of the SC waste water is very acidic, i.e. 3.5, and 10% NaOH is added to increase the pH. The result of glucose from the hydrolysis process is 17.96%, the required volume of waste water SC of 137.14 ml, the addition of 34.14 ml of HCl as a raw material for the fermentation process. Based on the optimization results using RSM and chemical hydrolysis method, the glucose content is 17.96% and the pH is 4.38 with the SC water waste volume of 137.14 mL and the HCl volume of 34.14 mL.
Optimasi Kalsium Silikat (CaSiO3) dari Batu Kapur Menggunakan Metode Response Surface Methodology (RSM) Wijaya, Miftachul; Baihaqi, Muhammad Nizammudin; Sari, Ni Ketut
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4365

Abstract

Kalsium silikat merupakan senyawa kimia dengan rumus CaSiO3 yang sering digunakan pada berbagai macam bidang industri. Kalsium silikat dibuat dengan beberapa metode salah satunya menggunakan metode reaksi padatan. CaO didapat dengan cara kalsinasi batu kapur untuk menghilangkan senyawa CO2 selama 4 jam pada suhu 900oC. Pembuatan kalsium silikat dilakukan dengan metode reaksi padatan dengan variabel yang dijalankan pada rasio pencampuran CaO dan SiO2 (1:0,5 ; 1:0,75 ; 1:1 ; 1:1,25 ; dan 1:1,5) dengan suhu reaksi pencampuran untuk membentuk kalsium silikat (1000oC , 1050 oC , 1100 oC , 1150 oC , dan 1200 oC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio CaO terhadap SiO2 terbaik yang dihasilkan pada penelitian menggunakan metode reaksi padatan. Metode optimasi dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Hasil optimasi dengan RSM menunjukkan titik optimum pada percobaan berada pada suhu 1050⁰C dengan rasio pencampuran 1 : 0,5.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PT ENERGI AGRO NUSANTARA DENGAN METODE HIDROLISIS BASA DAN FERMENTASI Rachma Putri Salsya Dilla; Salsa Bila Naris Danur Putri; Ni Ketut Sari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27607

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi yang didapatkan dari proses fermentasi nabati. Pembuatan bioetanol memanfaatkan limbah cair hasil proses fermentasi sebagai bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kadar bioetanol yang tinggi dan kadar glukosa yang rendah dari limbah cair hasil proses fermentasi dengan cara hidrolisis basa dan fermentasi anaerobik. Proses fermentasi dilakukan dengan penambahan kadar turbo yeast pure 48 masing-masing sebanyak 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; dan 0,7 (g/ml) dengan waktu fermentasi selama 4, 6, 8, 10, dan 12 hari. Limbah cair diproses hidrolisis basa menggunakan larutan NaOH 8N. Proses fermentasi dilakukan secara anaerobik dengan penambahan urea dan NPK 0,6 g/ 600ml dan kondisi pH 4. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 10% dengan kadar glukosa sisa sebesar 12% dan penambahan kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,5 g/ml pada hari ke-8. Hasil optimasi menggunakan response surface methodology (RSM) didapatkan hasil terbaik diperoleh pada kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,419 g/ml dengan waktu fermentasi 11,978 hari akan mendapatkan kadar glukosa 21,231% dan kadar bioetanol sebesar 4,087%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kadar turbo yeast dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan bioetanol. Penambahan turbo yeast meningkatkan kadar bioetanol dan menurunkan kadar glukosa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah yang dihasilkan dari PT Energi Agro Nusantara dan menghasilkan kadar glukosa sisa yang rendah serta kadar bioetanol yang tinggi.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PT ENERGI AGRO NUSANTARA DENGAN METODE HIDROLISIS BASA DAN FERMENTASI Rachma Putri Salsya Dilla; Salsa Bila Naris Danur Putri; Ni Ketut Sari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27607

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi yang didapatkan dari proses fermentasi nabati. Pembuatan bioetanol memanfaatkan limbah cair hasil proses fermentasi sebagai bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kadar bioetanol yang tinggi dan kadar glukosa yang rendah dari limbah cair hasil proses fermentasi dengan cara hidrolisis basa dan fermentasi anaerobik. Proses fermentasi dilakukan dengan penambahan kadar turbo yeast pure 48 masing-masing sebanyak 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; dan 0,7 (g/ml) dengan waktu fermentasi selama 4, 6, 8, 10, dan 12 hari. Limbah cair diproses hidrolisis basa menggunakan larutan NaOH 8N. Proses fermentasi dilakukan secara anaerobik dengan penambahan urea dan NPK 0,6 g/ 600ml dan kondisi pH 4. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 10% dengan kadar glukosa sisa sebesar 12% dan penambahan kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,5 g/ml pada hari ke-8. Hasil optimasi menggunakan response surface methodology (RSM) didapatkan hasil terbaik diperoleh pada kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,419 g/ml dengan waktu fermentasi 11,978 hari akan mendapatkan kadar glukosa 21,231% dan kadar bioetanol sebesar 4,087%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kadar turbo yeast dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan bioetanol. Penambahan turbo yeast meningkatkan kadar bioetanol dan menurunkan kadar glukosa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah yang dihasilkan dari PT Energi Agro Nusantara dan menghasilkan kadar glukosa sisa yang rendah serta kadar bioetanol yang tinggi.
Synthesis of poly aluminium chloride (PAC) from aluminum cable waste through the polymerization process Gemilang, Surya; Athobarani, Akmal; Sari, Ni Ketut; Lestari, Rowina
Konversi Vol 13, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v13i2.19288

Abstract

Cable waste is classified as inorganic waste that is difficult to decompose. Aluminum cable waste has good coagulant properties if it can be synthesized into Poly Aluminium Chloride (PAC) because the active aluminate groups can aggregate suspended materials in water into flocks during the coagulation-flocculation process in water purification. PAC is made by hydrolyzing aluminum samples with a 33% HCl solution. The sample is then left for one day to complete the hydrolysis process. After the formation of the AlCl3 solution, polymerization is carried out by adding a Na2CO3 solution. In the research conducted, the best result was a turbidity reduction value of up to 2.96 NTU with the addition of 30 ml of AlCl3 monomer and a Na2CO3 initiator with a concentration of 7N. After optimization using Response Surface Methodology (RSM) in the Design Expert 13 software, the most optimal result for the synthesized PAC was found to reduce wastewater turbidity to 2.609 NTU with variables of 25.992 ml of AlCl3 monomer volume and 5.248N of Na2CO3 initiator concentration. Based on this research, the concentration of the initiator has a significant effect on the ability of the monomer to bind into a PAC polimer chain.
Optimization of the Esterification Process of Crude Palm Oil (CPO) with Natural Zeolite Catalyst Using Response Surface Methodology (RSM) Fadhilah, Said Ahmad; Fatkhurin, Elma; Sari, Ni Ketut
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 12 No 3 (2025): Edition for January 2025
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2025.12-fad

Abstract

Esterification is one of the important processes in the production of biodiesel. This is done to ensure that the FFA content in CPO is less than 3%. The esterification reaction can be accelerated by using natural zeolite as a catalyst. Optimization needs to be carried out to select the appropriate conditions to reach the optimal region quickly. The purposes of this research are to analyze the impact of esterification time and the natural zeolite catalyst size on the reduction of FFA levels and find the optimal parameters in the CPO esterification through RSM. Esterification is operated by maintaining the reaction temperature at 60 °C, agitation speed at 150 rpm, and using a molar ratio of methanol:CPO of 6:1. The independent variables used in the research are esterification time (90, 110, 130, 150, and 170 minutes) and natural zeolite size (20, 40, 60, 80, and 100 mesh). The optimization results using RSM indicate that the optimum points in the study are at an esterification time of 170 minutes and a natural zeolite size of 97.3909 mesh.
Model Pembelajaran Kuantum dengan Metode Snowball untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Sari, Ni Ketut
Journal of Education Action Reseach Vol 2 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v2i1.13726

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Tianyar di Kelas I Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran Matematika masih rendah. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Kuantum dengan metode Snowball dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Kuantum dengan metode Snowball dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada pada awalnya53,75 setelah diberikan tindakan pada siklus I meningkat menjadi57,66 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi64,22. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Kuantum dengan metode Snowball dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SD Negeri 4 Tianyar Kelas I Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017.