Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Optimasi Kalsium Silikat (CaSiO3) dari Batu Kapur Menggunakan Metode Response Surface Methodology (RSM) Wijaya, Miftachul; Baihaqi, Muhammad Nizammudin; Sari, Ni Ketut
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 8 No 3 (2024): G-Tech, Vol. 8 No. 3 Juli 2024
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v8i3.4365

Abstract

Kalsium silikat merupakan senyawa kimia dengan rumus CaSiO3 yang sering digunakan pada berbagai macam bidang industri. Kalsium silikat dibuat dengan beberapa metode salah satunya menggunakan metode reaksi padatan. CaO didapat dengan cara kalsinasi batu kapur untuk menghilangkan senyawa CO2 selama 4 jam pada suhu 900oC. Pembuatan kalsium silikat dilakukan dengan metode reaksi padatan dengan variabel yang dijalankan pada rasio pencampuran CaO dan SiO2 (1:0,5 ; 1:0,75 ; 1:1 ; 1:1,25 ; dan 1:1,5) dengan suhu reaksi pencampuran untuk membentuk kalsium silikat (1000oC , 1050 oC , 1100 oC , 1150 oC , dan 1200 oC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio CaO terhadap SiO2 terbaik yang dihasilkan pada penelitian menggunakan metode reaksi padatan. Metode optimasi dilakukan dengan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Hasil optimasi dengan RSM menunjukkan titik optimum pada percobaan berada pada suhu 1050⁰C dengan rasio pencampuran 1 : 0,5.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PT ENERGI AGRO NUSANTARA DENGAN METODE HIDROLISIS BASA DAN FERMENTASI Rachma Putri Salsya Dilla; Salsa Bila Naris Danur Putri; Ni Ketut Sari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27607

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi yang didapatkan dari proses fermentasi nabati. Pembuatan bioetanol memanfaatkan limbah cair hasil proses fermentasi sebagai bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kadar bioetanol yang tinggi dan kadar glukosa yang rendah dari limbah cair hasil proses fermentasi dengan cara hidrolisis basa dan fermentasi anaerobik. Proses fermentasi dilakukan dengan penambahan kadar turbo yeast pure 48 masing-masing sebanyak 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; dan 0,7 (g/ml) dengan waktu fermentasi selama 4, 6, 8, 10, dan 12 hari. Limbah cair diproses hidrolisis basa menggunakan larutan NaOH 8N. Proses fermentasi dilakukan secara anaerobik dengan penambahan urea dan NPK 0,6 g/ 600ml dan kondisi pH 4. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 10% dengan kadar glukosa sisa sebesar 12% dan penambahan kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,5 g/ml pada hari ke-8. Hasil optimasi menggunakan response surface methodology (RSM) didapatkan hasil terbaik diperoleh pada kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,419 g/ml dengan waktu fermentasi 11,978 hari akan mendapatkan kadar glukosa 21,231% dan kadar bioetanol sebesar 4,087%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kadar turbo yeast dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan bioetanol. Penambahan turbo yeast meningkatkan kadar bioetanol dan menurunkan kadar glukosa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah yang dihasilkan dari PT Energi Agro Nusantara dan menghasilkan kadar glukosa sisa yang rendah serta kadar bioetanol yang tinggi.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PT ENERGI AGRO NUSANTARA DENGAN METODE HIDROLISIS BASA DAN FERMENTASI Rachma Putri Salsya Dilla; Salsa Bila Naris Danur Putri; Ni Ketut Sari
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v13i2.27607

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu sumber energi yang didapatkan dari proses fermentasi nabati. Pembuatan bioetanol memanfaatkan limbah cair hasil proses fermentasi sebagai bahan baku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kadar bioetanol yang tinggi dan kadar glukosa yang rendah dari limbah cair hasil proses fermentasi dengan cara hidrolisis basa dan fermentasi anaerobik. Proses fermentasi dilakukan dengan penambahan kadar turbo yeast pure 48 masing-masing sebanyak 0,3; 0,4; 0,5; 0,6; dan 0,7 (g/ml) dengan waktu fermentasi selama 4, 6, 8, 10, dan 12 hari. Limbah cair diproses hidrolisis basa menggunakan larutan NaOH 8N. Proses fermentasi dilakukan secara anaerobik dengan penambahan urea dan NPK 0,6 g/ 600ml dan kondisi pH 4. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan kadar bioetanol tertinggi sebesar 10% dengan kadar glukosa sisa sebesar 12% dan penambahan kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,5 g/ml pada hari ke-8. Hasil optimasi menggunakan response surface methodology (RSM) didapatkan hasil terbaik diperoleh pada kadar turbo yeast pure 48 sebanyak 0,419 g/ml dengan waktu fermentasi 11,978 hari akan mendapatkan kadar glukosa 21,231% dan kadar bioetanol sebesar 4,087%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan kadar turbo yeast dan waktu fermentasi berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan bioetanol. Penambahan turbo yeast meningkatkan kadar bioetanol dan menurunkan kadar glukosa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah yang dihasilkan dari PT Energi Agro Nusantara dan menghasilkan kadar glukosa sisa yang rendah serta kadar bioetanol yang tinggi.
Synthesis of poly aluminium chloride (PAC) from aluminum cable waste through the polymerization process Gemilang, Surya; Athobarani, Akmal; Sari, Ni Ketut; Lestari, Rowina
Konversi Vol 13, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v13i2.19288

Abstract

Cable waste is classified as inorganic waste that is difficult to decompose. Aluminum cable waste has good coagulant properties if it can be synthesized into Poly Aluminium Chloride (PAC) because the active aluminate groups can aggregate suspended materials in water into flocks during the coagulation-flocculation process in water purification. PAC is made by hydrolyzing aluminum samples with a 33% HCl solution. The sample is then left for one day to complete the hydrolysis process. After the formation of the AlCl3 solution, polymerization is carried out by adding a Na2CO3 solution. In the research conducted, the best result was a turbidity reduction value of up to 2.96 NTU with the addition of 30 ml of AlCl3 monomer and a Na2CO3 initiator with a concentration of 7N. After optimization using Response Surface Methodology (RSM) in the Design Expert 13 software, the most optimal result for the synthesized PAC was found to reduce wastewater turbidity to 2.609 NTU with variables of 25.992 ml of AlCl3 monomer volume and 5.248N of Na2CO3 initiator concentration. Based on this research, the concentration of the initiator has a significant effect on the ability of the monomer to bind into a PAC polimer chain.
Optimization of the Esterification Process of Crude Palm Oil (CPO) with Natural Zeolite Catalyst Using Response Surface Methodology (RSM) Fadhilah, Said Ahmad; Fatkhurin, Elma; Sari, Ni Ketut
Indonesian Journal of Chemical Research Vol 12 No 3 (2025): Edition for January 2025
Publisher : Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ijcr.2025.12-fad

Abstract

Esterification is one of the important processes in the production of biodiesel. This is done to ensure that the FFA content in CPO is less than 3%. The esterification reaction can be accelerated by using natural zeolite as a catalyst. Optimization needs to be carried out to select the appropriate conditions to reach the optimal region quickly. The purposes of this research are to analyze the impact of esterification time and the natural zeolite catalyst size on the reduction of FFA levels and find the optimal parameters in the CPO esterification through RSM. Esterification is operated by maintaining the reaction temperature at 60 °C, agitation speed at 150 rpm, and using a molar ratio of methanol:CPO of 6:1. The independent variables used in the research are esterification time (90, 110, 130, 150, and 170 minutes) and natural zeolite size (20, 40, 60, 80, and 100 mesh). The optimization results using RSM indicate that the optimum points in the study are at an esterification time of 170 minutes and a natural zeolite size of 97.3909 mesh.
Model Pembelajaran Kuantum dengan Metode Snowball untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Sari, Ni Ketut
Journal of Education Action Reseach Vol 2 No 1 (2018): February 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v2i1.13726

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 4 Tianyar di Kelas I Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017 yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran Matematika masih rendah. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran Kuantum dengan metode Snowball dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Kuantum dengan metode Snowball dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada pada awalnya53,75 setelah diberikan tindakan pada siklus I meningkat menjadi57,66 dan pada siklus II meningkat lagi menjadi64,22. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Kuantum dengan metode Snowball dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa SD Negeri 4 Tianyar Kelas I Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017.
Penerapan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Sari, Ni Ketut
Journal of Education Action Reseach Vol 4 No 3 (2020): August 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v4i3.27234

Abstract

Tujuan penulisan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.  Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ubud di kelas IX E Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019 yang kemampuan siswanya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia masih rendah. Metode pengumpulan datanya adalah tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh pada pada awalnya 66,94 setelah diberikan tindakan pada siklus I meningkat menjadi 72,77, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 80,13. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah penggunaan Model Pembelajaran Tipe Cooperative Integrated Reading and Compotition (CIRC) dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Ubud.  
Komitmen Kerja, Lingkungan Kerja Nonfisik, dan Work Interference With Family terhadap Kinerja Pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Suwandana, I Made Adi; Pebriyanthi, Ni Ketut Sari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Sains dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.77 KB) | DOI: 10.23887/jppsh.v5i2.35529

Abstract

Banyak pegawai yang masih menjaga jarak dan membanding-bandingkan satu sama lain, sehingga lingkungan kerja menjadi tidak terjalin dengan harmonis. Terkadang pegawai menjaga jarak dengan atasannya karena merasa takut dengan gaya kepemimpinan atasannya yang keras dan komunikasi bawahan dengan atasan tidak terjalin baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh secara parsial atau simultan komitmen kerja, lingkungan kerja nonfisik dan work nterferece with family terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Model penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 68 orang. Teknik sampling adalah probability sampling  dengan sebanyak 67 orang responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, analisis determinasi, uji signifikansi simultan (F-test) dan uji signifikansi parsial (t-test). Hasil penelitian menunjukkan nilai f-hitung 5,682 > dari nilai f-tabel 1,518 dan f-hitung dengan nilai signifikansi 0,002 yang menunjukkan bahwa variabelkomitmen kerja, lingkungan kerja nonfisik dan work interference with family berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Implikasi penelitian ini dapat memberikan evaluasi dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Estimasi Emisi Gas dari Kegiatan Landfilling di TPA Bengkala dengan Model LandGEM Nurjaya, Luh Asri Ningsih Widhi; Nurhediana, Silvana Dwi; Saputro, Erwan Adi; Jalil, Mohd Jumain; Sari, Ni Ketut
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.295-304

Abstract

Pengelolaan sampah di TPA Bengkala, Kabupaten Buleleng, menjadi tantangan utama pemerintah daerah karena peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi yang meningkatkan volume sampah dan emisi gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi emisi gas rumah kaca dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala di Kabupaten Buleleng menggunakan model LandGEM. Data karakteristik TPA Bengkala, seperti luas lahan, metode landfilling, dan timbulan sampah dikumpulkan untuk digunakan dalam model LandGEM. Pemodelan ini memperkirakan produksi gas berdasarkan data timbulan sampah. Hasil menunjukkan bahwa emisi gas total, metana, CO2 dan NMOC meningkat secara signifikan dari tahun 2016 hingga mencapai puncaknya pada tahun 2034, sebelum akhirnya menurun. Pada tahun 2034, total emisi gas mencapai 14,2433 Gg/Tahun dengan skenario CAA-Konvensional dan 7,2238 Gg/Tahun dengan inventory default. Gas metana pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 3,8045 Gg/Tahun pada tahun 2034, sementara inventory default mencapai 1,9296 Gg/Tahun, Gas karbondioksida pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 10,4387 Gg/Tahun pada tahun 2034, sedangkan untuk inventory default adalah 5,2943 Gg/Tahun, Gas NMOC pada skenario CAA-Konvensional mencapai puncaknya sebesar 0,0245 Gg/Tahun pada tahun 2034, dua kali lipat dibandingkan dengan inventory default yang mencapai 0,0124 Gg/Tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemantauan dan pengelolaan emisi gas dari TPA Bengkala sangat penting untuk mengurangi dampak lingkungan dan memanfaatkan potensi gas metana sebagai sumber energi alternatif. Implementasi strategi mitigasi yang efektif berdasarkan hasil model LandGEM dapat membantu dalam pengembangan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Optimasi Magnesium Silikat Berbahan Bittern dan Sodium Silikat Atha Mardhi Maulana; Syaiba Qurrotul Aini; Ni Ketut Sari
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Magnesium silicate (MgSiO3) is an inorganic compound formed from the reaction between magnesium and silicate. This study is all about making the process of forming magnesium silicate from bittern using the precipitation method as good as it can be. Bittern is a liquid waste from the salt industry that is rich in magnesium ions. In this study, we lovingly crafted magnesium hydroxide (Mg(OH)2) by bringing bittern together with sodium hydroxide (NaOH), and then gently continuing to react with sodium silicate (Na2SiO3) to form magnesium silicate (MgSiO3). There are some differences in the molar ratio between NaOH: MgCl₂ and Mg(OH)₂: We used Na2SiO3 to figure out the best conditions for making the product. I'm so excited to share the results of the analysis with you! We found that the highest yield of 69,969% was obtained at a mole ratio of NaOH: MgCl₂ = 1:2 and Mg(OH)₂: Na2SiO3 = 1:1. We used X-Ray Fluorescence (XRF) to figure out the best mix of magnesium silicate, and it turned out to be a beautiful balance of 17% MgO and 71% SiO₂. This study is great news because it shows that adjusting the amount of reactant you use can make a big difference in how well magnesium silicate is produced. This opens up a lot of opportunities for using it in different industries.