Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

THE USE OF CARTOON FILMS AS AUDIO-VISUAL AIDS TO TEACH ENGLISH VOCABULARY Zulfadli A. Aziz; Rina Sulicha
English Education Journal Vol 7, No 2 (2016): English Education Journal (EEJ)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.192 KB)

Abstract

The aims of this research are to study the use of cartoon films as an instructional media for teaching vocabulary to fifth grade students in an elementary school in Banda Aceh and to find out the responses of the students towards the use of this media. Two classes were taken as the sample, one as the control group (CG) and another as the experimental group (EG). Each group had 32 students. Data were collected through quantitative and qualitative methods. The quantitative data were the scores from the pre-tests and the post-tests of the students. The qualitative data were the questionnaire results used to identify the responses of the EG students to the use of cartoon films as an audio-visual aid in teaching vocabulary. The results from the quantitative data show that the mean of post-test scores of the EG is 94 whilst the mean of post-test scores of the CG is only 66. A comparison of the t-test score and the t-table score shows that the result of t-test is 2.35 whilst the result of t-table at a level of significance with α=0.05 and 95% probability is 1.67. This means that the score of t-testt-table, hence it could be concluded that the students who were taught by using cartoon films as an audio-visual aid got a better result than those who were taught by using other traditional visual aids. Furthermore, the responses from the students to the use of the cartoon film were highly positive. The use of cartoon films as an audio-visual media aid also resulted in a positive impact to the cognitive, affective, and psychomotor aspects of the students as it enhanced their vocabulary. 
PENERAPAN PEMBELAJARAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS BELAJAR SISWA PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK Wirda Wirda; Rina Sulicha; Hayati Hayati
Jurnal Dedikasi Pendidikan Vol 5, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan proses sains belajar siswa terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan eksperimen dengan The Randomized Pre-test Post-test, Control Group Design yang dilaksanakan  pada  SMP Negeri 1 Gandapura, semester genap Tahun Akademik 2014/2015. Pada siswa kelas VIII (delapan) yang terdiri dari kelas eksperimen 25 siswa dan kelas kontrol 24 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal dan tes akhir untuk keterampilan proses sains, lembar observasi untuk mengetahui kegiatan guru dan siswa selama proses belajar mengajar dengan menggunakan model Problem Based Learning. Hasil uji normalitas dan homogenitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Uji t terhadap N-Gain kedua kelas menunjukkan nilai 0,00<0,05 yang artinya terjadi perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. N-Gain tertinggi keterampilan proses sains setiap indikator kelas eksperimen 0,63 pada indikator mengklasifikasi individual/kelompok dan terendah 0,24 pada menerapkan konsep. N-Gain tertinggi pada kelas kontrol 2,88 pada mengklasifikasi sedangkan N-Gain terendah 0,13 pada indikator berkomonikasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran Problem Based Learning  dapat meningkatkan keterampilan proses sains belajar siswa.
PENGENTASAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN INOVASI KULINER LOKAL CITA RASA GLOBAL DI KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES Zulisa, Eva; Handiana, Cut Mainy; Husna, Nurul; Fajriana, Eulisa; Sulicha, Rina; Darliani, Ani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 30, No 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.55625

Abstract

AbstrakAceh termasuk dalam provinsi dengan prevalensi stunting terbanak kelima di tingkat nasional tahun 2022 yaitu 31,2%. Prevalensi stunting di Kabupaten Gayo Lues sebanyak 34,6%. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melibatkan stakeholder dan masyarakat dalam edukasi gizi. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberdayakan ibu balita di Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues dalam mengolah inovasi kuliner lokal cita rasa global. Peserta kegiatan adalah ibu balita stunting dan non stunting berjumlah 350 orang dari 7 desa terpilih diantaranya Desa Padang, Gewat, Soyo, Terangun, Blangkuncir, Garut dan Berhut. Metode pelaksanaan kegiatan antara lain peninjauan data jumlah balita stunting terkini serta melakukan audiensi dengan stakeholder untuk permohonan izin pelaksanaan kegiatan sosialisasi inovasi kuliner lokal cita rasa global yaitu Sushi gutel, Bolu jeruk keprok, Sosis ikan gegaring daun kelor dan Gelato alpukat karamel. Kegiatan inti berupa demonstrasi awal bersama pakar gizi untuk menyesuaikan komposisi menu makanan dengan AKG harian balita. Selanjutnya pendampingan pada peserta kegiatan yang berlangsung sebanyak 6 kali, serta pemberian olahan inovasi oleh mahasiswa pendamping pada balita sebanyak 2 kali pemberian (pagi jam 10.00 wib dan sore jam 16.30 wib). Kegiatan akhir yaitu demonstrasi ulang olahan inovasi oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari stakeholder dan peserta karena memberikan informasi dan keterampilan dalam mengolah makanan tambahan berbasis pangan lokal. Diharapkan para stakeholder dapat mengobservasi dan melanjutkan inovasi olahan ini untuk dikembangkan dalam menu posyandu di setiap desa.AbstractAceh is included in the province with the fifth highest prevalence of stunted at the national level in 2022 is 31.2%. The prevalence of stunted in Gayo Lues Regency is 34.6%. Efforts that can be made include involving stakeholders and community in nutrition education. This service activity aims to empower mothers of toddlers in Terangun District, Gayo Lues Regency in preparing local culinary innovations with global taste. The participants involved were mothers of stunted and non-stunted toddlers is 350 people from seven selected villages including Padang, Gewat, Soyo, Terangun, Blangkuncir, Garut and Berhut. Methods for carrying out activities include reviewing the latest data on the number of stunted toddlers and holding hearings with stakeholders to request permission to carry out activities to socialize local culinary innovations with global taste is Gutel sushi, Jeruk keprok cake, Moringa leaf gegaring fish sausage and Caramel avocado gelato. The core activity is an initial demonstration with a nutrition expert to adjust the composition of the food menu. Followed by mentoring for participants which took place six times, as well as providing the intervention to toddlers in each two times given (morning at 10.00 WIB and afternoon at 16.30 WIB). The final activity is a repeat demonstration of the innovation process by the participants. The results of the activity showed a positive response from stakeholders and participants because gain information and skills in processing additional food. It is hoped that stakeholders can observe and continue this food innovation to be developed in the posyandu menu in each village.
EDUKASI PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DENGAN MEDIA LAGU PADA MURID KELAS VI SD MUHAMMADIYAH 2 KOTA BANDA ACEH Sulicha, Rina; Zulisa, Eva; Mainy Handiana, Cut; Nurhaliza, Nurhaliza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 10 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i10.4010-4025

Abstract

Kasus kekerasan seksual pada anak semakin hari semakin memprihatinkan. Data yang dirilis oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA), yang diinput per tanggal 1 Januari sampai dengan Agustus 2024 ini, menyebutkan terdapat lebih dari 1000 anak di seluruh Indonesia menjadi korban kekerasan seksual setiap tahunnya. Dari jumlah korban kekerasan seksual tersebut, 2.976 diantaranya merupakan siswa tingkat sekolah dasar. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor. Pertama, pendidikan seksual masih dianggap tabu di negara kita. Kedua, masih rendahnya kesadaran orang tua untuk memberikan pendidikan seksual secara dini pada anak-anak mereka. Faktor selanjutnya adalah kurangnya edukasi atau sosialisasi tentang upaya-upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Salah satu bentuk upaya untuk mengantisipasi tingginya tingkat kekerasan seksual pada anak, terutama siswa tingkat sekolah dasar, perlu adanya kegiatan edukasi atau sosialisasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan menumbuhkan karakter berani berbicara (speak up) bagi siswa/siswi tingkat sekolah dasar. STIKes Muhammadiyah Aceh merupakan  sekolah tinggi ilmu kesehatan yang peduli dengan kesehatan reproduksi dan promosi di bidang kesehatan. Untuk itu, Dosen STIKes Muhammadiyah Aceh berinisiatif untuk mengadakan edukasi pencegahan kekerasan seksual melalui media yang menarik dan mudah dipahami oleh anaka-anak, yaitu melalui media lagu yang ditujukan kepada siswa/siswi kelas VI SD Muhammadiyah 2 Kota Banda Aceh. Hasil dari kegiatan edukasi ini menunjukkan sejumlah 76% murid SD Muhammadiyah 2 Kota Banda Aceh memahami cara-cara mencegah tindak kekerasan seksual. 
EDUKASI PENDIDIKAN KESEHATAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DAN STATUS GIZI DI DESA LAMHASAN KABUPATEN ACEH BESAR Mainy Handiana, Cut; Husna, Nurul; Zulisha, Eva; Sulicha, Rina; Fitri, Ramadalila
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 11 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i11.4657-4664

Abstract

Anemia yaitu penurunan kadar hemoglobin pada sel darah merah, kondisi ini menjadi salah satu masalah kesehatan yang rentan dirasakan oleh para remaja putri, terjadinya anemia diantaranya dipengaruhi oleh proses mentruasi, asupan gizi dan kebutuhan zat besi yang tidak mencukupi. Jika tidak ditanggulagi kondisi tersebut berdampak buruk dimasa yang akan datang. Kurangnya informasi dan edukasi yang menjadi masalah dasar terjadinya anemia pada remaja putri, pengabmas ini dilakukan untuk memerikan edukasi pendidikan kesehatan pada remaja putri tentang anemia dan status gizi, guna meningkatkan pengetahuan dan mengoptimalkan kesehatannya. Pengambas ini berjalan dengan tiga proses tahapan (persiapan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi), metode yang digunakan secara ceramah dengan alat bantu media elektronik, dilanjutkan proses diskusi dan pengukuran status kesehatan remaja putri. Kegaiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test dan diakhri dengan post-test serta quis dengan dooprize. Hasil yang didapat terjadinya peningkatan pengetahuan dengan tingkat pemahaman baik pada remaja putri yang signifikan menjadi 86,5% dibandingkan sebelum pemberian edukasi dengan kategori pemahaman kurang sebesar 65,4%. Demikian dengan keinginan remaja putri untuk melakukan pemeriksaan status gizi dan komitmen untuk meningkatkan derajat kesehatannya. Sehingga program pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi anemia pada remaja putri dapat tertanggulagi, sesuai point ke 3 SDGs tentang kehidupan sehat dan sejahtera
Teaching English Vocabulary Through Songs As Audio Aid At Sd Muhammadiyah 2 Banda Aceh Sulicha, Rina; Handiana, Cut Mainy; Handayani, Linda
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 2 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i2.345-352

Abstract

The research aimed to ease elementary students to learn English vocabulary through lyrics of song. By using songs as audio media, the students at VI Class of SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh City have capability to enlarge their English vocabularies.As a result, the students ease to communicate effectively and ease to learn tenses, grammar and able to master four basic skills in learning English (listening, speaking, reading and writing). The research used experimental design which is contained two classes that are the experimental class (VI-1) and the control class (VI-2). Pre-test and post-test is given for both classes (the experimental class and the cotrol class), but the treatment only gave in the experimental class (VI-1) that is using song as audio media in teaching English vocabulary. Meanwhile, in the control class (VI-2), the reseracher used visual aid such as picture card in teaching learning vocabulary. English vocabularies that taught for the students involved three topics that are Ordinal number, Names of fruits and Parts of human body. The sample of Classes of the research are selected by using random sampling which is contained VI-1 and VI-2 class. Both of classes consisted of 25 students. Data is analysed by using T-test form.
Teaching English Vocabulary Through Songs as Audio Aid at SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh Sulicha, Rina; Handiana, Cut; Handayani, Linda
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 10, No 1 (2025): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa & Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v10i1.80-86

Abstract

The research aimed to ease elementary students to learn English vocabulary through lyrics of song. By using songs as audio media, the students at VI Class of SD Muhammadiyah 2 Banda Aceh City have capability to enlarge their English vocabularies.As a result, the students ease to communicate effectively and ease to learn tenses, grammar and able to master four basic skills in learning English (listening, speaking, reading and writing). The research used experimental design which is contained two classes that are the experimental class (VI-1) and the control class (VI-2). Pre-test and post-test is given for both classes (the experimental class and the cotrol class), but the treatment only gave in the experimental class (VI-1) that is using song as audio media in teaching English vocabulary. Meanwhile, in the control class (VI-2), the reseracher used visual aid such as picture card in teaching learning vocabulary. English vocabularies that taught for the students involved three topics that are Ordinal number, Names of fruits and Parts of human body. The sample of Classes of the research are selected by using random sampling which is contained VI-1 and VI-2 class. Both of classes consisted of 25 students. Data is analysed by using T-test form.
PENGENTASAN STUNTING MELALUI PENDEKATAN INOVASI KULINER LOKAL CITA RASA GLOBAL DI KECAMATAN TERANGUN KABUPATEN GAYO LUES Zulisa, Eva; Handiana, Cut Mainy; Husna, Nurul; Fajriana, Eulisa; Sulicha, Rina; Darliani, Ani
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 1 (2024): JANUARI-MARET
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i1.55625

Abstract

AbstrakAceh termasuk dalam provinsi dengan prevalensi stunting terbanak kelima di tingkat nasional tahun 2022 yaitu 31,2%. Prevalensi stunting di Kabupaten Gayo Lues sebanyak 34,6%. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melibatkan stakeholder dan masyarakat dalam edukasi gizi. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberdayakan ibu balita di Kecamatan Terangun Kabupaten Gayo Lues dalam mengolah inovasi kuliner lokal cita rasa global. Peserta kegiatan adalah ibu balita stunting dan non stunting berjumlah 350 orang dari 7 desa terpilih diantaranya Desa Padang, Gewat, Soyo, Terangun, Blangkuncir, Garut dan Berhut. Metode pelaksanaan kegiatan antara lain peninjauan data jumlah balita stunting terkini serta melakukan audiensi dengan stakeholder untuk permohonan izin pelaksanaan kegiatan sosialisasi inovasi kuliner lokal cita rasa global yaitu Sushi gutel, Bolu jeruk keprok, Sosis ikan gegaring daun kelor dan Gelato alpukat karamel. Kegiatan inti berupa demonstrasi awal bersama pakar gizi untuk menyesuaikan komposisi menu makanan dengan AKG harian balita. Selanjutnya pendampingan pada peserta kegiatan yang berlangsung sebanyak 6 kali, serta pemberian olahan inovasi oleh mahasiswa pendamping pada balita sebanyak 2 kali pemberian (pagi jam 10.00 wib dan sore jam 16.30 wib). Kegiatan akhir yaitu demonstrasi ulang olahan inovasi oleh peserta. Hasil kegiatan menunjukkan respon positif dari stakeholder dan peserta karena memberikan informasi dan keterampilan dalam mengolah makanan tambahan berbasis pangan lokal. Diharapkan para stakeholder dapat mengobservasi dan melanjutkan inovasi olahan ini untuk dikembangkan dalam menu posyandu di setiap desa.AbstractAceh is included in the province with the fifth highest prevalence of stunted at the national level in 2022 is 31.2%. The prevalence of stunted in Gayo Lues Regency is 34.6%. Efforts that can be made include involving stakeholders and community in nutrition education. This service activity aims to empower mothers of toddlers in Terangun District, Gayo Lues Regency in preparing local culinary innovations with global taste. The participants involved were mothers of stunted and non-stunted toddlers is 350 people from seven selected villages including Padang, Gewat, Soyo, Terangun, Blangkuncir, Garut and Berhut. Methods for carrying out activities include reviewing the latest data on the number of stunted toddlers and holding hearings with stakeholders to request permission to carry out activities to socialize local culinary innovations with global taste is Gutel sushi, Jeruk keprok cake, Moringa leaf gegaring fish sausage and Caramel avocado gelato. The core activity is an initial demonstration with a nutrition expert to adjust the composition of the food menu. Followed by mentoring for participants which took place six times, as well as providing the intervention to toddlers in each two times given (morning at 10.00 WIB and afternoon at 16.30 WIB). The final activity is a repeat demonstration of the innovation process by the participants. The results of the activity showed a positive response from stakeholders and participants because gain information and skills in processing additional food. It is hoped that stakeholders can observe and continue this food innovation to be developed in the posyandu menu in each village.
EDUKASI POLA HIDUP SEHAT PADA ANAK USIA DINI DENGAN MEDIA GAMBAR DI TK ‘AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL LHONG RAYA KOTA BANDA ACEH Sulicha, Rina; Mainy Handiana, Cut
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 9 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i9.3766-3777

Abstract

Pola hidup sehat pada anak usia dini merupakan fondasi penting untuk membentuk kebiasaan sehat sepanjang hidup. Namun, masih banyak anak usia dini yang belum memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, cuci tangan yang benar, dan pola makan sehat. Hal ini dapat berdampak pada tingginya angka penyakit pada anak seperti diare, ISPA, dan masalah kesehatan lainnya. TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Lhong Raya merupakan salah satu lembaga pendidikan anak usia dini di Banda Aceh yang memerlukan edukasi tentang pola hidup sehat. Melalui metode pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, diharapkan pesan kesehatan dapat tersampaikan dengan efektif. STIKes Muhammadiyah Aceh sebagai institusi pendidikan kesehatan berinisiatif mengadakan kegiatan edukasi pola hidup sehat menggunakan media gambar yang menarik dan interaktif. Media gambar dipilih karena sesuai dengan karakteristik anak usia dini yang senang bermain sambil belajar. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan melibatkan 60 anak usia dini di TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Lhong Raya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan anak tentang pola hidup sehat sebesar 80% setelah mengikuti edukasi dengan media gambar. Berdasarkan  hasil observasi langsung, ditemukan bahwa 70% siswa dapat mendemonstrasikan cara mencuci tangan dengan benar sesuai dengan media worksheet yang ditampilkan. Sementara itu, Tingkat Pengetahuan siswa dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tingkat pengetahuan siswa tentang cara mencuci tangan yang benar (75%), tingkat pengetahuan siswa tentang jenis-jenis makanan (sayur dan buah-buahan) dan minuman bergizi (85%) dan pengetahuan siswa tentang cara memilah dan menempatkan sampah organik dan non-organik (80%). Dari ketiga aspek pengamatan pegetahuan siswa, tingkat pengetahuan siswa yang paling tinggi adalah 85% yaitu pengetahuan siswa tentang makanan dan minuman bergizi
UPAYA PENCEGAHAN LGBT PADA REMAJA DI PASANTREN BAITUL ARQAM MUHAMMADIYAH KABUPATEN ACEH BESAR Dalila Fitri, Rahma; Sulicha, Rina; Eristono, Eristono; Zaidati, Nur; Rahma Putri, Faiza; adhilah Faatin, Ghina F
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3579-3584

Abstract

Keberadaan kaum LGBT semakin berkembang seiring dengan gencarnya kaum LGBT melakukan  kampanye terhadap kebebasan dalam memilih orientasi seksual yang  tidak sejalan dengan nilai agama dan budaya yang di anut di Indonesia. Jumlah generasi yang mengidentifikasi sebagai LGBT meningkat dari 5,8 persen pada 2012 menjadi 7,3 persen pada 2016. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang LGBT. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pasantren Baitul Arqam Muhammadiyah Kabupaten Aceh Besar yang diikuti oleh 40 orang peserta yang dilaksanakan  pada tanggal 03 Juni 2024. Hasil pengetahuan remaja tentang LGBT berada pada kategori baik 36 orang (90%) dan sikap remaja tentang LGBT berada pada kategori positif sejumlah 40 orang (100%). Pengetahuan atau domain kognitif merupakan sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior). Sikap yaitu penilaian terhadap perasaan mendukung dan tidak mendukung terhadap objek tertentu. Remaja menilai LGBT merupakan perilaku yang negatif yang tidak pantas untuk didukung keberadaanya.