Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Utilization of water lily activated charcoal as a biofilter in tofu wastewater treatment Khamidah, Noor; Nugraha, Muhammad Imam; Sari, Novita Kurnia
Konversi Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v12i1.15176

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of water lily activated charcoal as a biofilter in tofu wastewater treatment and to determine the effective dose of water lily activated charcoal as a biofilter in tofu wastewater treatment. The results showed that water lily activated charcoal can be used to improve the quality of tofu liquid waste; thus, it can improve the quality of tofu liquid waste which can be seen from the parameters of TSS (Total Suspended Solid). The treatment dose of 2 g of activated charcoal (A3) is the best dose to improve the quality of tofu liquid waste and has complied with the 2014 LH regulation concerning the quality standards of wastewater for the tofu industry, namely the parameters of TSS. The existence of this research can be a reference for further similar research by utilizing organic matter as an alternative in tofu wastewater treatment.
Monitoring Pelaksanaan Edukasi Diabetes Mellitus Menggunakan Electronic Discharge Planning (EDP) di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sari, Novita Kurnia; Syahruramdhani, Syahruramdhani; Hernani, Eny; Riyanto, Arif; Nugroho, Oki Wahyu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.14504

Abstract

Pendahuluan: Program pendidikan terstruktur yang disampaikan perawat penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi kecemasan bagi pasien yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM). Oleh karenanya penggunaan teknologi dalam kegiatan edukasi pasien DM harus mulai menjadi perhatian rumah sakit mengingat teknologi ini mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi pasien dan keluarga namun juga untuk tenaga medis yang memberikan perawatan pada pasien diabetes mellitus. Keberhasilan dari kegiatan ini tidak akan maksimal jika monitoringnya tidak dilakukan dengan baik. Tujuan: Melakukan monitoring edukasi pada pasien DM melalui aplikasi Electronic Discharge Planning (EDP) milik RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui 5 tahapan kegiatan yaitu identifikasi masalah, penyusunan need assessment, pendampingan pelaksanaan monitoring, pendampingan analisis hasil monitoring, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Kegiatan ini mendapatkan hasil pelaksanaan edukasi menggunakan aplikasi EDP pada pasien DM yang menjalani rawat inap sebesar 80%, topik edukasi yang paling banyak digunakan yaitu pola diit dan pola aktivitas sebesar 50%, serta penerima edukasi ini adalah pasien sendiri sebanyak 100%. Implikasi: Aplikasi EDP ini sebaiknya terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang jauh lebih baik tidak hanya untuk pasien namun juga untuk manajemen rumah sakit dalam upayanya meningkatkan kualitas layanan. 
Strategi self-management untuk meningkatkan professional behaviors Annisa, Rully; Wardaningsih, Shanti; Sari, Novita Kurnia
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2084

Abstract

Latar Belakang: Terdapat tiga aspek dengan bobot yang sama, yaitu: kognitif, psikomotor, dan soft skill atau professional behaviours sebagai aktivitas profesional yang harus dilakukan oleh perawat sebagai tenaga kesehatan dan menjadi salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa selama proses pembelajaran. Maka diterapkannya self-management dalam konseling agar mahasiswa dapat mengubah perilaku negatifnya dan mengembangkan perilaku positifnya. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan professional behaviours mahasiswa tingkat II program studi DIII keperawatan AKPER YKY pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pelatihan self-management. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimen semu, yang melibatkan mahasiswa. Dengan Rancangan Penelitian Quasi Eksperimen Nonequivalent Control Group Design, satu diberikan perlakuan (kelompok intervensi) dan yang tidak diberi apa-apa (kelompok kontrol). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Incidental Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Paired T test dan Independent t Test. Hasil: Hasil penelitian secara kuantitatif untuk uji beda mean nilai professional behaviours setelah dilakukan pelatihan self management pada kelompok intervensi dan kontrol memiliki nilai p=0,643 (dimana p>0,05) dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah pelatihan self management antara kelompok intervensi dan kontrol.
Monitoring Pelaksanaan Edukasi Diabetes Mellitus Menggunakan Electronic Discharge Planning (EDP) di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sari, Novita Kurnia; Syahruramdhani, Syahruramdhani; Hernani, Eny; Riyanto, Arif; Nugroho, Oki Wahyu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.14504

Abstract

Pendahuluan: Program pendidikan terstruktur yang disampaikan perawat penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi kecemasan bagi pasien yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM). Oleh karenanya penggunaan teknologi dalam kegiatan edukasi pasien DM harus mulai menjadi perhatian rumah sakit mengingat teknologi ini mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi pasien dan keluarga namun juga untuk tenaga medis yang memberikan perawatan pada pasien diabetes mellitus. Keberhasilan dari kegiatan ini tidak akan maksimal jika monitoringnya tidak dilakukan dengan baik. Tujuan: Melakukan monitoring edukasi pada pasien DM melalui aplikasi Electronic Discharge Planning (EDP) milik RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui 5 tahapan kegiatan yaitu identifikasi masalah, penyusunan need assessment, pendampingan pelaksanaan monitoring, pendampingan analisis hasil monitoring, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Kegiatan ini mendapatkan hasil pelaksanaan edukasi menggunakan aplikasi EDP pada pasien DM yang menjalani rawat inap sebesar 80%, topik edukasi yang paling banyak digunakan yaitu pola diit dan pola aktivitas sebesar 50%, serta penerima edukasi ini adalah pasien sendiri sebanyak 100%. Implikasi: Aplikasi EDP ini sebaiknya terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang jauh lebih baik tidak hanya untuk pasien namun juga untuk manajemen rumah sakit dalam upayanya meningkatkan kualitas layanan.