Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Utilization of water lily activated charcoal as a biofilter in tofu wastewater treatment Khamidah, Noor; Nugraha, Muhammad Imam; Sari, Novita Kurnia
Konversi Vol 12, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/k.v12i1.15176

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of water lily activated charcoal as a biofilter in tofu wastewater treatment and to determine the effective dose of water lily activated charcoal as a biofilter in tofu wastewater treatment. The results showed that water lily activated charcoal can be used to improve the quality of tofu liquid waste; thus, it can improve the quality of tofu liquid waste which can be seen from the parameters of TSS (Total Suspended Solid). The treatment dose of 2 g of activated charcoal (A3) is the best dose to improve the quality of tofu liquid waste and has complied with the 2014 LH regulation concerning the quality standards of wastewater for the tofu industry, namely the parameters of TSS. The existence of this research can be a reference for further similar research by utilizing organic matter as an alternative in tofu wastewater treatment.
Monitoring Pelaksanaan Edukasi Diabetes Mellitus Menggunakan Electronic Discharge Planning (EDP) di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sari, Novita Kurnia; Syahruramdhani, Syahruramdhani; Hernani, Eny; Riyanto, Arif; Nugroho, Oki Wahyu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.14504

Abstract

Pendahuluan: Program pendidikan terstruktur yang disampaikan perawat penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi kecemasan bagi pasien yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM). Oleh karenanya penggunaan teknologi dalam kegiatan edukasi pasien DM harus mulai menjadi perhatian rumah sakit mengingat teknologi ini mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi pasien dan keluarga namun juga untuk tenaga medis yang memberikan perawatan pada pasien diabetes mellitus. Keberhasilan dari kegiatan ini tidak akan maksimal jika monitoringnya tidak dilakukan dengan baik. Tujuan: Melakukan monitoring edukasi pada pasien DM melalui aplikasi Electronic Discharge Planning (EDP) milik RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui 5 tahapan kegiatan yaitu identifikasi masalah, penyusunan need assessment, pendampingan pelaksanaan monitoring, pendampingan analisis hasil monitoring, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Kegiatan ini mendapatkan hasil pelaksanaan edukasi menggunakan aplikasi EDP pada pasien DM yang menjalani rawat inap sebesar 80%, topik edukasi yang paling banyak digunakan yaitu pola diit dan pola aktivitas sebesar 50%, serta penerima edukasi ini adalah pasien sendiri sebanyak 100%. Implikasi: Aplikasi EDP ini sebaiknya terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang jauh lebih baik tidak hanya untuk pasien namun juga untuk manajemen rumah sakit dalam upayanya meningkatkan kualitas layanan. 
Strategi self-management untuk meningkatkan professional behaviors Annisa, Rully; Wardaningsih, Shanti; Sari, Novita Kurnia
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2084

Abstract

Latar Belakang: Terdapat tiga aspek dengan bobot yang sama, yaitu: kognitif, psikomotor, dan soft skill atau professional behaviours sebagai aktivitas profesional yang harus dilakukan oleh perawat sebagai tenaga kesehatan dan menjadi salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa selama proses pembelajaran. Maka diterapkannya self-management dalam konseling agar mahasiswa dapat mengubah perilaku negatifnya dan mengembangkan perilaku positifnya. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan professional behaviours mahasiswa tingkat II program studi DIII keperawatan AKPER YKY pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pelatihan self-management. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimen semu, yang melibatkan mahasiswa. Dengan Rancangan Penelitian Quasi Eksperimen Nonequivalent Control Group Design, satu diberikan perlakuan (kelompok intervensi) dan yang tidak diberi apa-apa (kelompok kontrol). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Incidental Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Paired T test dan Independent t Test. Hasil: Hasil penelitian secara kuantitatif untuk uji beda mean nilai professional behaviours setelah dilakukan pelatihan self management pada kelompok intervensi dan kontrol memiliki nilai p=0,643 (dimana p>0,05) dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah pelatihan self management antara kelompok intervensi dan kontrol.
Monitoring Pelaksanaan Edukasi Diabetes Mellitus Menggunakan Electronic Discharge Planning (EDP) di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sari, Novita Kurnia; Syahruramdhani, Syahruramdhani; Hernani, Eny; Riyanto, Arif; Nugroho, Oki Wahyu
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.14504

Abstract

Pendahuluan: Program pendidikan terstruktur yang disampaikan perawat penting untuk meningkatkan pengetahuan pasien, meningkatkan kualitas hidup, dan mengurangi kecemasan bagi pasien yang hidup dengan penyakit kronis seperti diabetes mellitus (DM). Oleh karenanya penggunaan teknologi dalam kegiatan edukasi pasien DM harus mulai menjadi perhatian rumah sakit mengingat teknologi ini mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi pasien dan keluarga namun juga untuk tenaga medis yang memberikan perawatan pada pasien diabetes mellitus. Keberhasilan dari kegiatan ini tidak akan maksimal jika monitoringnya tidak dilakukan dengan baik. Tujuan: Melakukan monitoring edukasi pada pasien DM melalui aplikasi Electronic Discharge Planning (EDP) milik RS PKU Muhammadiyah Gamping. Metode: Kegiatan ini dilakukan melalui 5 tahapan kegiatan yaitu identifikasi masalah, penyusunan need assessment, pendampingan pelaksanaan monitoring, pendampingan analisis hasil monitoring, dan evaluasi kegiatan. Hasil: Kegiatan ini mendapatkan hasil pelaksanaan edukasi menggunakan aplikasi EDP pada pasien DM yang menjalani rawat inap sebesar 80%, topik edukasi yang paling banyak digunakan yaitu pola diit dan pola aktivitas sebesar 50%, serta penerima edukasi ini adalah pasien sendiri sebanyak 100%. Implikasi: Aplikasi EDP ini sebaiknya terus dikembangkan agar mampu memberikan dampak yang jauh lebih baik tidak hanya untuk pasien namun juga untuk manajemen rumah sakit dalam upayanya meningkatkan kualitas layanan. 
Work Experiences of Emergency Medical Technicians in Emergency Care Services: A narrative Literature Review Azis, Misbahuddin; Sari, Novita Kurnia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55286

Abstract

Abstract Background: Emergency Medical Technician (EMT) is a highly qualified medical practitioner, trained through accredited allied health education programs, to provide immediate basic life support to individuals in high-stress emergencies. Over the years, various strategies have been proposed to improve EMT performance, however, there remains a need for systematic evaluation of these strategies to identify the best practices and inform policy decisions. Methods : A systematic literature search was conducted across three databases Scopus, PubMed, and google scholar using the keywords “Emergency medical technician AND Paramedic OR work experience AND occupational experience” for articles published between 2021 and 2026. Article selection adhered to the PRISMA flow diagram, resulting in 7 final articles for analysis. Results: The findings identified five main issues related to emergency medical tehcnician work experience: 1) systemic pressures, 2) observational method dominance, 3) multidimensional burnout, 4) contextual and group vulnerabilities, and 5) implications for patient care quality. Conclusions: This study highlight the need for policies focused on proportional workload management, strengthening managerial support, and integrating mental health support in the workplace. Investing in staff well-being is a key strategy to maintain service quality and safety, underscoring the need for evidence-based policies guided by Maslach's burnout theory and the Job Demand–Resources Model, which should be continuously developed and evaluated. Keywords: Emergency medical technician, narrative literature review, occupational experience, paramedic, work experience
EFEKTIVITAS PENYIMPANAN DAN PENGANGKUTAN LIMBAH B3 MEDIS PADAT DI RUMAH SAKIT RESTU IBU BALIKPAPAN Sari, Novita Kurnia; Sari, Iin Pratama; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penyimpanan dan pengangkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis padat di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan, berdasarkan Permen LHK No. 56 Tahun 2015 dan Permen LHK No. 06 Tahun 2021. Latar belakang menunjukkan peningkatan limbah medis B3 yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan, dengan data Kementerian Kesehatan RI (2023) menunjukkan 60% fasilitas kesehatan belum memenuhi standar penyimpanan dan pengangkutan. Metode penelitian melibatkan observasi langsung dan wawancara. Hasil observasi menunjukkan tingkat kesesuaian 65% untuk penyimpanan dan 92% untuk pengangkutan. Temuan utama dalam penyimpanan meliputi: ketidaksesuaian dalam klasifikasi kelompok limbah, kurangnya simbol/label dan jumlah wadah yang cukup, tidak adanya fasilitas pendingin untuk limbah patologis, drainase yang terhalang, wadah tanpa penutup, pengikatan limbah yang tidak standar ("telinga kelinci"), dan kantong limbah yang terbuka. Sementara itu, dalam pengangkutan, ketidaksesuaian utama adalah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak lengkap oleh petugas. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam sistem pengelolaan limbah medis padat B3 di Rumah Sakit Restu Ibu Balikpapan untuk meningkatkan keamanan dan kepatuhan terhadap standar yang berlaku.