Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan tentang Persalinan terhadap Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Kecamatan Walantaka Kelurahan Pipitan Kota Serang Miranti Sari Wahyu Ningsih; Achmad Fauzi
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 11 (2022): Volume 4 Nomor 11 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i11.7191

Abstract

ABSTRACT The results showed that 52.7% of pregnant women who had moderate levels of anxiety experienced hypertension, while 57.8% of pregnant women who had high levels of anxiety experienced pre-eclampsia. The higher level of anxiety in the third trimester of pregnancy may be related to the proximity of childbirth which is perceived by some pregnant women as vulnerable moments and can trigger feelings of fear. To determine the effect of health education on childbirth on the anxiety of third trimester primigravida pregnant women in Walantaka District, Pipitan Village, Serang City in 2022. This quasi-experimental design study used a one group pretest-posttest design approach. The sample in this study was quota sampling, namely primigravida pregnant women in the third trimester as many as 56 pregnant women who entered the inclusion and exclusion criteria. The average level of anxiety of pregnant primigravida pregnant women in the third trimester before is 25.93 and after 17.52, health education is carried out about childbirth.There is an effect of health education on childbirth on the anxiety of pregnant women in third trimester primigravida with a mean difference of 8.411. It is hoped that health workers will further increase their knowledge and good attitudes so that mothers feel more comfortable and safe, especially when the third trimester is waiting for the delivery process by providing education through counseling or distributing brochures or leaflets about dealing with childbirth. Keywords: Health Education, Anxiety  ABSTRAK Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 52,7% ibu hamil yang mempunyai tingkat kecemasan sedang mengalami hipertensi, sedangkan 57,8% ibu hamil yang mempunyai tingkat kecemasan tinggi mengalami pre-eklampsia. Tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada trimester ketiga kehamilan mungkin terkait dengan kedekatan persalinan yang dipersepsikan oleh sebagian ibu hamil sebagai momen-momen rentan serta mampu memicu perasaan takut. Untuk mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan tentang persalinan terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester III di Kecamatan Walantaka Kelurahan Pipitan Kota Serang Tahun 2022. Penelitian quasy experimental design ini menggunakan pendekatan one group pretest-postest design. Sampel dalam penelitian ini adalah quota sampling yaitu ibu hamil primigravida trimester III sebanyak 56 orang ibu hamil yang masuk kedalam keriteria inklusi dan eksklusi. Rata-rata tingkat kecemasan ibu hamil primigravida trimester III sebelum 25,93 dan sesudah sebesar 17,52 dilakukan pendidikan kesehatan tentang persalinan. Terdapat Pengaruh pendidikan kesehatan tentang persalinan terhadap kecemasan ibu hamil primigravida trimester III dengan selisih nilai mean sebesar 8,411. Diharapkan kepada tenaga kesehatan agar lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap yang baik agar ibu merasa lebih nyaman dan aman terutama saat trimester III menunggu proses persalinan dengan memberikan edukasi melalui penyuluhan-penyuluhan atau membagikan brosur atau selebaran mengenai menghadapi persalinan Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Kecemasan 
Pengaruh Pijat Kaki dan Rendam Air Hangat Campur Kencur terhadap Edema Kaki pada Ibu Hamil di Klinik Satria Mekar Ade Nur Setianingsih; Achmad Fauzi
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i9.6927

Abstract

ABSTRACT Leg edema is found in about 80% of pregnant women in the third trimester, which occurs due to uterine flexion which inhibits venous return and the pull of gravity which causes greater fluid retention. Leg edema if left untreated can cause discomfort, a feeling of heaviness, and cramping at night. So foot edema must be treated. One of them is by non-pharmacological methods, namely by foot massage and warm footbath with aromatic ginger. This study aims to analyze the effect of foot message and warm footbath with aromatic ginger on foot edema among pregnant woman in klinik satria mekar 2022. To determine the effect of foot message and warm footbath with aromatic ginger on foot edema among pregnant woman in klinik satria mekar 2022. This quast-experimental study used a one group pretest and posttest design. The sample in this study were pregnant women with leg edema as many as 20 people, the sampling technique was purposive sampling. The instrument uses the SOP and the pitting scale observation sheet. The data were analyzed using the Wiloxcon test. Univariate analysis showed that the average degree of leg edema before the intervention was grade 3+ and after the intervention was grade 1+. Bivariate analysis showed that there was an effect of foot message and warm footbath with aromatic ginger on foot edema among pregnant woman p-value <0.05.The effect of foot message and warm footbath with aromatic ginger on foot edema among pregnant woman.it is expectedIt is hoped that health workers can apply and teach foot massage therapy and soak warm water mixed with kencur in pregnant women who experience leg edema. Keywords: Foot Edema, Pregnant Women, Foot Message  ABSTRAK Edema kaki ditemukan sekitar 80% pada Ibu Hamil trimester III, yang terjadi akibat penekukan uterus yang menghambat aliran balik vena dan tarikan gravitasi yang menyebabkan retensi cairan semakin besar. Edema kaki jika tidak ditangani dapat menyebabkan ketidaknyamanan, perasaan berat, dan kram dimalam hari. Sehingga edema kaki harus ditangani. Salah satunya dengan cara non-farmakologis yaitu dengan cara pijat kaki dan rendam air hangat campur kencur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pijat kaki dan rendam air hangat campur kencur pada ibu hami di Klinik Satria Mekar. Mengetahui pengaruh pijat kaki dan rendam air hangat campur kencur terhadap edema kaki pada ibu hamil di klinik satria mekar tahun 2022. Penelitian quast-experiment ini menggunakan rancangan one group pretest dan posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil dengan edema kaki sebanyak 20 orang, teknik pemgambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen menggunakan SOP dan lembar observasi pitting scale. Data di analisis dengan menggunakan uji wiloxcon. Analisis univariat menunjukan rata-rata derajat edema kaki sebelum intervensi adalah derajat 3+ dan setelah intervensi derajat 1+. Analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh pijat kaki dan rendam air hangat campur kencur terhadap edema kaki pada ibu hamil p-value <0,05. Adanya pengaruh pijat kaki dan rendam air hangat campur kencur terhadap edema kakim pada ibu hamil. Diharapkan tenaga kesehatan, dapat menerapkan maupun mengajarkan terapi pijat kaki dan rendam air hangat campur kencur pada ibu hamil yang mengalami edema kaki. Kata Kunci: Edema kaki, Ibu hamil, Pijat Kaki
Perbandingan Hygiene Menstruasi Pada Wanita Usia Reproduksi Antara yang menggunakan Pembalut Dengan Menstrual Cup Mira Rusdiana; Achmad Fauzi
Risenologi Vol. 7 No. 1a (2022): Seminar Nasional Keperawatan-STIKEP PPNI Jawa Barat
Publisher : Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47028/j.risenologi.2022.71a.338

Abstract

Hygiene is a component of hygiene that has a significant influence in defining a person's health state, particularly in preventing infection of the reproductive organs. During menstruation, women utilize menstrual products to absorb the blood that is expelled. The most prevalent period products include disposable pads, tampons, cloth pads, and menstrual cups. Inadequate personal cleanliness and infrequent changes of sanitary napkins result in prolonged blood contact with the vagina, making it susceptible to bacterial infection. The alternative to the menstrual cup is regarded as the most effective method for collecting menstrual blood due to its ability to reduce fishy odors and the occurrence of infection, irritation, and rashes. Determine whether or not there is comparison hygiene between those who use sanitary napkins and menstrual cups. This research is included in the type of non-experimental research and comparative research design which aims to compare one group with another group. Based on the results of the study the average value of hygiene in sanitary napkin users was 38.80, and the average value of hygiene using menstrual cups was 41.00, statistical test results p-value 0.021<0.05. The conclusion show there are differences in results hygiene on the use of sanitary pad with menstrual cups, where the average results obtained hygiene menstrual menstrual cups are better than hygiene on those using sanitary pad.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER UTAMA DALAM UPAYA PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELLITUS Achmad Fauzi; Elfira Sri Futriani; Asep Barkah; Cusmarih
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i1.762

Abstract

Pendahuluan: Jumlah estimasi penderita hipertensi dan diabetes mellitus sangat tinggi.. Hal ini akan berdampak pada timbulnya berbagai komplikasi baik hipertensi dan diabetes mellitus. Salah satu penyebab komplikasi pada pasien hipertensi adalah rendahnya pengetahuan, rendahnya tindakan pasien hipertensi dalam upaya pencegahan komplikasi, dan rendahnya peran keluarga dalam merawat pasien hipertensi dirumah. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Marga Jaya dengan tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam upaya pencegahan komplikasi pada pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II.Metode: Sejumlah 42 keluarga pasien mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian edukasi yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan secara umum sebelum dan sesudah edukasi dilakukan. Sebelum dilakukan edukasi, ratarata pengetahuan keluarga pasien diabetes mellitus tipe II memiliki nilai 57.49, dan meningkat menjadi 76 setelah dilakukan edukasi. Sedangkan rata-rata nilai pengetahuan keluarga pasien hipertensi sebelum edukasi adalah 81.37 dan setelah edukasi berada pada angka 99.6. Secara umum, sebelum dilakukan edukasi, pengetahuan keluarga berada pada level kurang sebanyak 9.5%, cukup sebanyak 40.5% dan 50% pada level baik. Setelah dilakukan edukasi, tidak ditemukan lagi yang berlevel kurang, 16.7% keluarga pasien berpengetahuan cukup dan 83.3% berpengetahuan baik.Kesimpulan: Kesimpulan kegiatan ini adalah edukasi yang diberikan mampu meningkatkan pengetahuan keluarga pasien hipertensi dan diabetes mellitus tipe II, sehingga diharapkan keluarga mampu untuk membantu perawatan diri pasien.
PENDIDIKAN KESEHATAN SIMULASI SENAM ANTI HIPERTENSI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI DI RW 04 KELURAHAN JATIBENING Cusmarih; Tri Mochartini; Mahyar Suara; Achmad Fauzi
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i1.763

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi dengan tingginya penyakit hipertensi di masyarakat jatibening. Survey awal menunjukkan ada sebagian masyarakat yang tidak melakukan upaya pencegahan. Karena pandemi covid 19 maka kegiatan pengabdian ini diutamakan kepada tokoh masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan tokoh masyarakat dalam pencegahan penyakit Hipertensi.Metode: Metode pelaksanaan PPM diawali dengan persiapan sosial dengan melakukan pendekatan lintas program maupun lintas sektoral. Kemudian melakukan serangkaian kegiatan untuk pencegahan penyakit hipertensi. Pendidikan kesehatan diikuti oleh 20 orang tokoh masyarakat.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nila pengetahuan sebelum dilaksanakan pendidikan kesehatan sebesar 67 point dan meningkat menjadi 78 point.Kesimpulan: Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan tokoh masyarakat di masyarakat jatibening. Dengan meningkatnya pengetahuan tentang pencegahan penyakit hipertensi pada tokoh masyarakat di masyarakat jatibeningdiharapkan seluruh masyarakat mengikuti perilaku tokoh masyarakat dalam pencegahan penyakit hipertensi
Edukasi Perawatan Luka Post Circumsisi Isnaeni Isnaeni; Achmad Fauzi; Tatag Mulyanto; Abdul Khamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.8074

Abstract

ABSTRAK Beberapa orang tua kurang mengetahui tentang cara perawatan luka khitan. Hal ini dikarenakan orang tua menganggap luka khitan akan sembuh dengan sendirinya dan tidak akan terjadi penyakit atau kelainan apapun.  Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua (ibu) tentang perawatan luka post cirkumsisi.  Metode yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu penyuluhan kesehatan dan tatalaksana pengguanaan obat-obatan secara benar serta perawatan luka yang benar. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini sebagian besar memiliki pengetahuan kurang yaitu sebanyak 296 responden (85%) setalah diberikan edukasi perawatan luka post circumsisi menjadi (88%) pengetahuan baik. Adanya  peningkatan  pengetahuan  dan  keterampilan  orang  tua  terhadap  perawatan  pasca  cirkumsisi  dan penggunaan obat-obatan secara benar. Kata Kunci: Cirkumsisi, Pengetahuan, Orang Tua  ABSTRACT Some parents do not know about how to treat circumcision wounds. This is because parents think the circumcision wound will heal by itself and there will be no disease or abnormality.The purpose of this study was to increase the knowledge of parents (mothers) about post-circumcision wound care. The method used in this community service is health education and the correct management of the use of drugs and proper wound care. The results of this community service mostly have less knowledge, as many as 296 respondents (85%) after being given post-circumcision wound care education (88%) have good knowledge. There is an increase in the knowledge and skills of parents regarding post-circumcision care and the correct use of drugs. Keywords: Circumcision, Knowledge, Parents
Be a Life Savier; Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) Eli Indawati; Achmad Fauzi; Tatag Mulyanto; Isnaeni Isnaeni; Omega Dr Tahun; Abdul Khamid
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i1.7979

Abstract

ABSTRAK Pengetahuan dan keterampilan BHD penting diajarkan tentang teknik dasar penyelamatan korban henti jantung dan henti nafas. Kesiapsiagaan yang tepat berupa pelatihan kepada petugas keamanan kampus dalam pemberian bantuan hidup dasar sebagai upaya penanggulangan yang cepat dan tepat sehingga dapat meminimalisir kematian akibat henti jantung yang terjadi di Kelurahan Jatiasih. Sebagai wahana untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang penanganan pertama kegawatdaruratan dengan kasus henti jantung dan henti nafas. Penerapan metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam 3 tahap, yaitu, pertama, mahasiswa profesional keperawatan menjelaskan tentang dukungan hidup dasar dan kedua, setelah diberikan konseling, responden diberikan pertanyaan dan jawaban tentang dukungan hidup dasar, ketiga warga dilatih untuk melalukan keterampilan BHD. Peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga dalam memberikan pertolongan pada korban henti nafas dan henti jantung jika ada kejadian henti jantung dan henti nafas yang terjadi di lingkungan Kelurahan jatiasih. Warga mengetahui dan memahami cara memberikan pertolongan pertama pada korban henti nafas dan henti jantung melalui Tindakan BHD. Kata Kunci: Pengetahuan, Bantuan Hidup Dasar, Henti Nafas, Henti Jantung.  ABSTRACT BHD knowledge and skills are important to teach about basic techniques for saving victims of cardiac arrest and respiratory arrest. Appropriate preparedness is in the form of training for campus security officers in providing basic life support as a quick and appropriate response effort so as to minimize deaths due to cardiac arrest that occurred in Jatiasih Village. As a vehicle to increase public knowledge and awareness about the first management of emergencies with cases of cardiac arrest and respiratory arrest. The application of the methods used in community service was carried out in 3 stages, namely, first, professional nursing students explained about basic life support and second, after being given counseling, respondents were given questions and answers about basic life support, the three residents were trained to do basic life support. BHD skills. Increased knowledge and understanding of residents in providing assistance to victims of respiratory arrest and cardiac arrest if there is an incident of cardiac arrest and respiratory arrest that occurs in the Jatiasih Village environment.Residents know and understand how to provide first aid to victims of respiratory arrest and cardiac arrest through BHD Actions. Keywords: Knowledge, Basic Life Support, Stop Breathing, Cardiac Arrest
The Effectiveness of Giving Tomato Juice and Cucumber Juice in Reducing Hypertension In Second and Third Trimester Pregnant Women in PMB Lamria Desy Novi Yanti; Achmad Fauzi
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i1.6928

Abstract

ABSTRACT Pregnancy is the process of the meeting of an egg cell and a sperm cell so that fertilization occurs, followed by implantation until the birth of the fetus. Pregnancy normally lasts 280 days or 40 weeks or 9 months.). 40 weeks of pregnancy is called a term pregnancy (term). Hypertension is systolic and diastolic blood pressure > 140/90 mmHg. Measurement of blood pressure is done at least 2 times 4 hour intervals. An increase in blood pressure > 30 mmHg and an increase in diastolic blood pressure > 15 mmHg as hypertension parameters are no longer used. The purpose of this study was to identify changes in blood pressure between administration of tomato juice and cucumber juice to pregnant women in the second and third trimesters. In this study, the researcher used a true experiment design pretest-posttest with control grub. The sample in this study were pregnant women in the second and third trimesters with hypertension as many as 28 people, the sampling technique used was total sampling. Research results Based on the results it is known that 14 respondents who were given cucumber juice mean post test rank of 15.79 while the other 14 respondents who were given tomato juice mean post test rank of 13.21. Based on the Mann Whitney test, the p-value was 0.363. Because the p-value is 0.363 > (0.05), it can be concluded that there is no significant difference in the decrease in diastolic blood pressure in the second trimester and third trimester pregnant women with hypertension between those given cucumber juice and tomato juice. Conclusion and Suggestions There is no significant difference in the decrease in systolic and diastolic blood pressure in pregnant women in the second and third trimesters with hypertension between those given cucumber juice and tomato juice. Keywords: Tomato Juice, Cucumber Juice, Pregnancy, Hypertension        ABSTRAK Kehamilan adalah proses bertemunya sel telur dan sel sperma sehingga terjadi fertilisasi, dilanjutkan implantasi sampai lahirnya janin. Proses kahamilan normalnya berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu atau 9 bulan. Kehamilan 40 minggu disebut kehamilan matur ( cukup bulan ). Hipertensi ialah tekanan darah sistolik dan distolik > 140/90 mmHg. Pengukuran tekanan darah sekurang-kurangnya dilakukan 2 kali selang 4 jam. Kenaikan tekanan darah > 30 mmHg dan kenaikan tekanan darah distolik > 15 mmHg sebagai parameter hipertensi sudah tidak di pakai lagi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perubahan tekanan darah antara pemberian jus tomat dan jus mentimun pada ibu hamil trimester II dan III. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Desain ( true  experiment design pretest-postest with control grub ). Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester II dan III dengan  hipertensi sebanyak 28 orang, tekhnik pengambilan sampel yaitu menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada 14 responden yang diberikan jus mentimun mean rank post test sebesar 15,79 sedangkan 14 responden lainnya yang diberikan jus tomat mean rank post test sebesar 13,21. Berdasarkan uji Mann Whitney, didapatkan nilai p-value 0,363. Karena nilai p-value 0,363 > α (0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan penurunan tekanan darah diastol pada ibu hamil trimester II dan trimester III yang hipertensi antara yang diberikan jus mentimun dan jus tomat. Tidak ada perbedaan yang signifikan penurunan tekanan darah sistol dan diastole pada ibu hamil trimester II dan trimester III yang hipertensi antara yang diberikan jus mentimun dan jus tomat. Kata Kunci: Jus Tomat, Jus Timun, Kehamilan, Hipertensi
SOSIALISASI DAN PELATIHAN TEKNIK PEMBIDAIAN KASUS PATAH TULANG PADA MASYARAKAT JATIBENING Achmad Fauzi; Tri Mochartini; Chusnul Chotimah
JURNAL ANTARA ABDIMAS KEPERAWATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Keperawatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskep.v5i2.799

Abstract

Salah satu insiden kecelakaan yang memiliki angka kejadian yang cukup tinggi yakni insiden fraktur ekstremitas bawah yakni sekitar 46,2% dari insiden kecelakaan yang terjadi. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes RI tahun 2015 di Indonesia terjadi kasus fraktur yang disebabkan oleh cedera antara lain karena jatuh, kecelakaan lalu lintas dan trauma benda tajam/tumpul. Dari 45.987 peristiwa terjatuh yang mengalami fraktur sebanyak 1.775 orang (3,8%), dari 20.829 kasus kecelakaan lalu lintas, yang mengalami fraktur sebanyak 1.770 orang (8,5%), dari 14.127 trauma benda tajam/tumpul, yang mengalami fraktur sebanyak 236 orang (1,7%). Tujuan setelah pelatihan, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang teknik pembidaian pada kasus patah tulang 2020. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa pelatihan dengan metode simulasi kemudian peserta memperagakan kembali.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Achmad fauzi
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.044 KB)

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam waktu yang lama karena pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Anak stunting adalah indikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kuantitas maupun kualitas yang tidak terpenuhi. Ketidaktahuan tentang manfaat daun kelor bagi kesehatan, karena kurangnya informasi tentang pengolahan kelor daun menjadi puding bagi guru dan orang tua di TK Aisyiyah 6 Padang Metode: Metode yang digunakan yaitu presentasi, pengenalan daun kelor, peragaan tentang pengolahan daun kelor sebagai pudding, dan pembagian pudding Hasil: Berdasarkan riset dihasilkan bahwa nutrisi daun kelor dapat menambah tinggi badan sebesar 0,342 cm. Selain itu, kandungan vitamin, karbohidrat, zat besi, kalium, kalsium, folat dan protein yang cukup tinggi dapat dijadikan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak Kesimpulan: Hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan adalah terjadi peningkatan pengetahuan guru TK ‘Aisyiyah 6 Padang tentang konsep stunting dan pemanfaatan daun kelor untuk mencegah kejadian stunting dengan pengolahan daun kelor