Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pengaruh Aktifitas Renang Terhadap Penurunan Nyeri Disminore pada Remaja Putridi SMP Negeri 2 Babat Mamlu’ Atus Zaimah; Achmad Fauzi
Wellness And Healthy Magazine Vol 4, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/well.255422022

Abstract

Angka kejadian disminore primer pada remaja wanita yang berusia 14–19 tahun di Indonesia sekitar 54,89%. Salah satu upaya penangan nyeri disminore adalah renang. Melalui kegiatan renang, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi sebagai obat penenang alami sehingga menimbulkan rasa nyaman sehingga rasa nyeri berkurang. Tujuan studi ini adalah untuk Mengetahui pengaruh renang terhadap penurunan nyeri disminore pada remaja putri. Penelitian menggunakan rancangan pretest-postest. Jumlah sampel siswa remaja putri yang digunakan adalah sebanyak 35 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner skala nyeri. Data hasil penelitian dianalisis melalui uji t paired sample. Hasil uji t menunjukkan nilai p sebesar 0,000 atau kurang dari 0,05, sehingga keputusan yang diambil adalah menerima Ha. Artinya ada pengaruh renang terhadap penurunan tingkat nyeri dismenorhea pada remaja putri. Dimana rata-rata skala nyeri pada remaja putri sebelum melakukan kegiatan renang adalah 5,71. Setelah melakukan kegiatan renang skala nyeri dismenorhea remaja putri mengalami penurunan menjadi 4,14. Ada pengaruh renang terhadap penurunan tingkat nyeri dismenorhea pada remaja putri.
Tinjauan Sistematis: Efektivitas Daun Pepaya (Carica Papaya L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Candida Albicans Dede Komalasari; Achmad Fauzi
Jurnal Farmasetis Vol 12 No 3 (2023): Jurnal Farmasetis: Agustus 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v12i3.1283

Abstract

Infeksi jamur candida pada dinding vagina akan menyebabkan bacterial vaginosis dan infeksi pada gastrointestinal. Namun, Penggunaan antibiotic dapat menimbulkan resistensi. Salah satu solusi adalah pengobatan non-farmakologi berbahan dasar alami akhirnya terus dikembangkan. Salah satunya dengan pemanfaatan daun papaya. Tujuan review literatur ini adalah untuk memberikan bukti empiris tentang efektivitas daun papaya secara fitokimia terhadap pertumbuhan jamur candida. Penelitian ini dilakukan dengan tinjauan sistematis. Data penelitian dicari dari beberapa indexing diantaranya : PubMed dan Google Scholar. Dengan menggunakan kata kunci pencarian “candida albican AND papaya leaf ”, “ carica papaya leaf  AND bacterial vaginosis”, “dan “daun pepaya DAN kandidiasis DAN candida albican”. 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi ditelaah oleh peneliti secara kualitatif melaporkan bahwa aktivitas antimikroba ekstrak daun pepaya dapat dikaitkan dengan adanya senyawa bioaktif berbeda yang dikonfirmasi oleh analisis fitokimia seperti adanya alkaloid, saponin, flavonoid, gula pereduksi, tanin dan steroid. Mekanisme perlawanan terhadap candida dilakukan dengan menghambat pembentukan dinding sel candida yang mengakibatkan kebocoran konstituen sitoplasma oleh komponen bioaktif dari ekstrak daun papaya.
Pengaruh Senam Aerobik Diabetes Melitus Terhadap Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Mekarwangi Tahun 2023 Jordan Alli; Achmad Fauzi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.3229

Abstract

Pendahuluan: Salah satu kelompok penyakit metabolik yang disebut Diabetes Melitus ditandai dengan Hiperglikemia sebagai akibat defeksekresi insuli, kerja insuli, atau keduanya. Oalaraga mempengaruhi tingkat gula darah pada pasien DM tipe 2. Salah satu masalah pada DM tipe 2 yaitu kurangnya respon terhadap insulin yang menyebabkan glukosa tidak dapat masuk ke sel. Tujuan Penelitian : Tujuan Penelitian ini Untuk menganalisis pengaruh senam diabetes mellitus terhadap tingkat kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Desa Mekarwangi Tahun 2023. Metode Penelitian : Rancangan penelitian ini tidak ada kelompok pembandingan (kontrol), tetapi paling tidak sudah dilakukan observasi pertama (pretest) yang memungkinkan menguji perubahan-perubahan yang terjadi setelah adanya eksperimen (program). Waktu dilaksanakan mulai dari perencanaan (penyusuan proposal) pada bulan Juni 2023. Pengambilan data pada bulan Juni di Desa Mekarwangi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 35 orang penderita DM tipe 2. Hasil Penelitian : Setelah dilakukan Senam Aerobik Diabetes Melitus didapatkan mayoritas dengan kadar glukosa darah dalam kategori sedang sebanyak 22 responden (62,9%), artinya terdapat korelasi yang signifikan antara pengaruh senam aerobik diabetes melitus terhadap kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Diharapkan penderita DM tipe 2 bisa melakukan senam aerobic diabetes rutin agar kadar glukosa darah tetap stabil. Kesimpulan : Senam Aerobik diabetes dapat menstabilkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Militus tipe 2.
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Komitmen Organisasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior Perawat Di Rumah Sakit Kartika Pulomas Praditha Diana Putri; Achmad Fauzi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3608

Abstract

Pendahuluan: Organizational Citizenship Behavior adalah perilaku individu yang bebas, secara langsung maupun secara eksplisit tidak diakui kedalam suatu sistem penghargaan yang formal, dan yang secara agregat mampu meningkatkan efektivitas fungsi dari organisasi. Jika diartikan secara sederhana, OCB merupakan perilaku karyawan yang secara sukarela mengerjakan pekerjaan yang melebihi dari standar tugas yang diberikan kepadanya, demi membantu keberlangsungan perusahaan dalam mencapai tujuannya. Kadang kala perawat dituntut untuk melakukan hal-hal di luar job description, tanpa mengeluhkan keadaan lingkungan ataupun situasi pekerjaan. Perilaku itu adalah Organizational Citizenship Behavior (OCB). Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan budaya dan organisasi terhadap perilaku hubungan organisasi. Metode Penelitian : jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan cara responden mengisi kuesioner yang telah disediakan, dan menghitung jumlah sampel dengan menggunakan metode statistik menggunakan metode univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dan OCB, kepuasan kerja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi dan OCB. Implikasi penelitiannya adalah perlu adanya komitmen yang kuat dari manajemen rumah sakit untuk mampu menerapkan nilai-nilai budaya organisasi yang dapat diterima oleh pegawai dan memperhatikan faktor-faktor pembentuk kepuasan kerja pegawai. Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat hubungan budaya dan organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior di RS Kartika Pulomas.
PENGARUH JUS BUAH NAGA DAN JUS BUAH SEMANGKA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI PADA LANSIA Winda Widianty Sodikin; Achmad Fauzi
Medika Respati : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 18, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/mr.v18i4.874

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalensinya kasusnya cukup tinggi dan terus meningkat. Data laporan Puskesmas Rangkasbitung menunjukkan kasus hipertensi dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yaitu tahun 2019 (38,4%), tahun 2020 (42,8%) dan tahun 2021 (43,1%). Tujuan: Diketahuinya pengaruh jus buah naga dan jus buah semangka terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia usia 60-70 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak tahun 2022. Metode: Metode penelitian menggunakan quasi eksperiment dengan desain two group pre-posttest. Sampel penelitian ini adalah lansia usia 60-70 tahun yang mengalami hipertensi sebanyak 43 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test dan independent t-test. Hasil: Rata-rata tekanan darah lansia kelompok intervensi sebelum mengkonsumsi jus buah naga sistole 145,9 mmHg dan diastole 94,9 mmHg, dan setelah mengkonsumsi jus buah naga sistole 138,9 mmHg dan diastole 88,9 mmHg, sedangkan pada kelompok kontrol sebelum mengkonsumsi jus semangka sistole 145,7 mmHg dan diastole 94,5 mmHg, dan setelah mengkonsumsi jus semangka sistole 142,9 mmHg dan diastole 91,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh jus buah naga dan jus buah semangka terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada lansia usia 60-70 tahun (p = 0,000). Kesimpulan : Mengkonsumsi jus buah naga lebih efektif menurunkan tekanan darah tinggi dibandingkan dengan mengkonsumsi jus semangka. 
Efektivitas Kombinasi Rebusan Daun Kersen Dan Daun Sirih Terhadap Penurunan Gout Di Lingkungan Kerja Puskesmas Karangharja Tahun 2023 Hilmie Hilmanie Attawwabie; Achmad Fauzi; Jumari Jumari
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 9, No 2 (2023): JOURNAL NURSING CARE
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v9i2.711

Abstract

Background: gout atau dikenal di kalangan masyarakat yaitu asam urat adalah penyakit sendi yang disebabkan oleh tingginya Asam urat dalam darah. Etiologi gout meliputi jenis kelamin, umur, konsumsi purin, alkohol, dan riwayat keluarga. Gejala yang khas pada penderita arthritis gout adalah nyeri pada bagian sendi dapat menganggu  aktivitas.  Peradangan  sendi  pada arthritis  gout  dapat  terjadi  pada  seluruh  sendi tubuh   yang   menyebabkan   pembengkakan, sendi  teraba  panas  serta  nyeri. Penelitian ini dilakukan karena adanya suatu pengobatan non farmakolokgis yang sudah turun temurun yaitu pengobatan rebusan daun kersen dan rebusan daun sirih untuk mengatasi gout sudah sering dilakukan oleh masyarakat dilingkungan kerja puskesmas karangharja. Solusi yang dilakukan dalam penilitian ini  yaitu menggabungkan atau mengkombinasikan antara rebusan daun kersen dan rebusan daun sirih untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan kedua daun tersebut dalam menurunkan gout.Purpose: untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara rebusan daun kersen dan daun sirih terhadap penurunan Gout.Methods: jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan yaitu “Quasi Eksperimental Pre-Post Test” Penghitungan jumlah sampel bisa dilakukan dengan metode statistik menggunakan formula Slovin. Metode uji statistik  menggunakan uji univariat, uji normalitas, dan uji wilcoxon.  Result: adanya pengaruh kombinasi rebusan daun kersen dan daun sirih terhadap penurunan gout dengan nilai p Value 0,000 < 0.005.Conclusion :dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan bahwa diketahui adanya pengaruh kombinasi rebusan daun kersen dan daun sirih yang dapat menurunakan kadar asam urat. Diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna dalam penurunan gout pada pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Serta ditemukan bahwa mayoritas responden dengan karakteristik pada usia muda dengan umur < 60 tahun, Jenis kelamin perempuan, mayoritas responden memiliki riwayat asam urat, dan mayoritas responden juga merupakan seorang ibu rumah tangga.
Factors associated with the practice of early complementary feeding and its impact on the nutritional status of infants aged 7 to 23 months Rika Nurhasanah; Achmad Fauzi; Indria Astuti
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 10 (2024): Volume 7 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i10.586

Abstract

Background: Proper complementary feeding plays a crucial role in influencing an infant's nutritional status. Key factors to consider when introducing complementary foods include the starting age, the consistency and texture of the food, the portion size, and the frequency of feeding. Purpose: To identify factors related to the practice of early complementary feeding and their impact on the nutritional status of infants aged 7 to 23 months. Method: A quantitative analytical research with a cross sectional design. Respondent were selected using purposive sampling and the Slovin formula, resulting in 51 respondent from Sipayung Village. Univariate statistical analysis was conducted, including chi square test. Results: The chi-square test revealed a significant relationship between nutritional status and factors such as the age of feeding onset (p=0.015), consistency of delivery (p=0.006), portion size (p=0.000), and feeding frequency (p=0.000). In the "good nutrition" category, the majority were in alignment with the recommended feeding guidelines: 41 (87.2%) for age of onset, 40 (88.9%) for consistency of delivery, 40 (90.0%) for portion size, and 41 (91.1%) for feeding frequency. On the other hand, malnutrition was more common in those not following the appropriate guidelines: 3 (75.0%) for age of onset, 4 (66.7%) for consistency of delivery, 5 (71.4%) for portion size, and 5 (83.3%) for feeding frequency. Conclusion: A significant relationship exists between the practice of providing complementary breastfeeding and factors such as the age of onset of feeding, consistency of delivery, quantity of food, and feeding frequency.