This study aimed to examine the effect of individual counseling using expressive writing techniques on improving students’ academic resilience at the Islamic University of Jember. A quantitative approach with a pre-experimental one-group pretest–posttest design was employed. The participants were three students selected through purposive sampling due to their low levels of academic resilience based on pretest results. Data were collected using an academic resilience questionnaire covering self-adjustment, problem-solving, resourcefulness in dealing with challenges, and confidence and perseverance. The instrument demonstrated high reliability and was considered appropriate for measuring academic resilience. The findings indicated an increase in the average academic resilience score from 77 (low category) on the pretest to 88 (high category) on the posttest. The paired-sample t-test revealed a calculated t-value of 17.065, exceeding the critical t-value of 4.303, with a significance level of 0.003 (p < 0.05), indicating a statistically significant improvement. However, the findings should be interpreted cautiously due to the very limited sample size. Overall, the results suggest that individual counseling combined with expressive writing techniques has the potential to enhance students’ academic resilience and may serve as an alternative counseling intervention that addresses students’ emotional needs._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling individual dengan teknik expressive writing terhadap peningkatan resiliensi akademik mahasiswa di Universitas Islam Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas tiga mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling karena memiliki tingkat resiliensi akademik rendah berdasarkan hasil pretest. Data dikumpulkan menggunakan angket resiliensi akademik yang mencakup aspek penyesuaian diri, pemecahan masalah, kemampuan memanfaatkan sumber daya dalam menghadapi masalah, serta kepercayaan diri dan ketekunan. Instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria reliabilitas tinggi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor resiliensi akademik dari rata-rata 77 (kategori rendah) pada pretest menjadi 88 (kategori tinggi) pada posttest. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar 17,065 lebih besar daripada t tabel 4,303 dengan nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05), sehingga hipotesis alternatif diterima. Meskipun demikian, hasil ini perlu ditafsirkan secara hati-hati mengingat jumlah subjek yang sangat terbatas. Secara umum, temuan penelitian mengindikasikan bahwa konseling individual dengan teknik expressive writing berpotensi meningkatkan resiliensi akademik mahasiswa dan dapat menjadi alternatif layanan bimbingan dan konseling yang responsif terhadap kebutuhan emosional mahasiswa.