Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Kontak Tani Ternak

Penyuluhan dalam rangka Peningkatan Kesadaran Terhadap Kesehatan Sapi Perah dengan Kartu Menuju Sapi Sehat (KMSS) di Kelompok Peternak Tunas Mekar, Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang Lia Budimulyati Salman; Novi Mayasari; Endang Yuni Setyowati; M. Rifqi Ismiraj
Media Kontak Tani Ternak Vol 2, No 2 (2020): Mei
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v2i2.24918

Abstract

Pencatatan kesehatan ternak memiliki peran yang vital dalam kegiatan pemeliharaan sapi perah dan produksi susu. Kelompok Peternak Tunas Mekar (KPTM) merupakan salah satu kelompok peternak yang memiliki kegiatan utama produksi susu dan perbibitan ternak sapi perah yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang. Berdasarkan survei yang telah dilakukan, ditemukan rendahnya kesadaran peternak akan pencatatan pertumbuhan, kesehatan, dan produksi ternak, yang menjadi penyumbang nyata dalam rendahnya tingkat kesehatan ternak dan pada akhirnya berujung pada rendahnya produktivitas. Oleh karenanya, dilakukan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran pencatatan pertumbuhan, kesehatan, dan produksi ternak. Sebagai pendukung peningkatan kesadaran peternak akan pencatatan, telah dibuat sebuah alat, yaitu kartu menuju sapi sehat (KMSS), yang berguna untuk memudahkan peternak dalam melakukan pencatatan. KMSS terdiri atas tabel pertumbuhan ternak ideal dari waktu ke waktu, sejak dilahirkan hingga kawin pertama. KMSS dirancang untuk dilengkapi secara berkala, kemudian dievaluasi agar peternak bisa membandingkan status pertumbuhan ternaknya dengan status pertumbuhan yang ideal. Usaha untuk meningkatkan kesadaran peternak akan pencatatan ini dilakukan dengan metode penyuluhan dan pendampingan di KPTM. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan setelah proses penyuluhan, dapat disimpulkan bahwa para peternak KPTM memiliki peningkatan kesadaran akan pentingnya pencatatan status pertumbuhan, kesehatan, dan produksi ternak. Proses pendampingan dirasa perlu untuk dilanjutkan, sehingga kesadaran akan pencatatan menjadi sebuah budaya yang dapat ditularkan baik kepada peternak lain maupun generasi peternak selanjutnya di dalam KPTM.Kata Kunci: Sapi perah, pertumbuhan, pencatatan, Kartu Menuju Sapi Sehat (KMSS), penyuluhan.
Kesehatan Reproduksi Ternak dan IB Pada Kelompok Peternak Sapi Potong Putra Nusa Pangandaran Siti Darodjah Rasad; Rini Widyastuti; Novi Mayasari; Kikin Winangun; Annisa Yusrina; Fahmy Avicenna
Media Kontak Tani Ternak Vol 2, No 3 (2020): Agustus
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mktt.v2i3.24789

Abstract

Sapi Potong merupakan sapi lokal berkembang di sepanjang wilayah Priangan utara Jawa Barat.  Karakter sapi potong merupakan representasi dari bos sondaicus dimana warna tubuh merah bata atau merah melahonais, pada beberapa pejantan terjadi perubahan warna menjadi hitam legam. Sapi Potong di daerah Pangandaran dan Ciamis dikenal sebagai Sapi Pasundan. Hasil penelitian Indrijani dkk (2012) bahwa secara arkheologis sapi Pasundan merupakan hasil persilangan pada program Grading Up sapi PO dan program peningkatan mutu genetik sapi Jawa dengan cara menyilangkan sapi tersebut dengan sapi Madura dan sapi Bali. Oleh karena itu pada sapi Pasundan terdapat dua tipe, yakni bergelambir dan non gelambir. Pada kondisi kini, para Peternak sebagai subyek dalam produksi pedet belum sepenuhnya memahami mekanisme pembibitan untuk menghasilkan ternak yang baik. Sebagai contoh, sistem perkawinan belum optimal, dan program Inseminasi Buatan (IB) belum terlaksana dengan baik. Peternak dengan mudah melepas atau menjual ternak yang mempunyai performa baik sehingga secara tidak langsung terjadi seleksi negatif, dalam populasi dan antar populasi.  Berkenaan dengan hal tersebut, perlunya penyuluhan dan kaji terap masalah kesehatan reproduksi ternak serta program Inseminasi Buatan (IB) sehingga meningkatkan wawasan peternakan dalam pengembangbiakan dan kesehatan reproduksi Sapi Pasundan di daerah Pangandaran.