Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENYULUHAN TEKNIK PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN SAPI POTONG DI KELOMPOK PETERNAK PUTRA NUSA, DESA KONDANGDJAJA, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN Novi Mayasari; Indra Firmansyah; Muhammad Rifqi Ismiraj
Dharmakarya Vol 9, No 3 (2020): September, 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v9i3.23479

Abstract

Salah satu produk samping dari keseluruhan aktivitas produksi sapi potong adalah limbah peternakan. Beberapa penelitian terdahulu melaporkan bahwa limbah peternakan sapi potong dapat dimanfaatkan menjadi produk yang ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis. Informasi ini dirasa perlu untuk dibagikan kepada peternak sapi potong. Kelompok Peternak Putra Nusa adalah salah satu kelompok peternak yang memiliki populasi yang cukup besar, yang terletak di Desa Kondangdjaja, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Sebagai bentuk pembagian informasi, maka dilakukanlah kegiatan penyuluhan teknik pengolahan limbah peternakan sapi potong di daerah tersebut. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah meningkatnya pengetahuan peternak mengenai jenis-jenis limbah peternakan, dampak limbah peternakan yang tidak terolah terhadap lingkungan, alternatif produk yang dapat dihasilkan dari pengelolaan limbah, dan teknologi pengolahanlimbah peternakan sapi potong. Kegiatan penyuluhan berhasil dilaksanakan dengan mencapai target luaran yaitu peternak dapat menjelaskan jenis-jenis limbah peternakan, dampak limbah peternakan yang tidak terolah terhadap lingkungan, alternatif produk yang dapat dihasilkan dari pengelolaan limbah, dan teknologi pengolahanlimbah peternakan sapi potong.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK PETERNAK SAPI MELALUI BUDIDAYA RUMPUT MULATO DAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH TERNAK Novi Mayasari; Indra Firmansyah; Muhammad Rifqi Ismiraj
Dharmakarya Vol 10, No 3 (2021): September, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i3.32392

Abstract

Pengadaan pakan terutama ketersediaan hijauan yang kontinuitas dan berkualitas dalam usaha peternakan merupakan input utama yang harus dipenuhi untuk hidup ternak, sehingga mampu mencapai produksi optimal. Di sisi lain, salah satu persyaratan aktivitas peternakan yang berkesinambungan perlu mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan, salah satunya adalah sistem penanganan limbah yang baik. Guna mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan pengetahuan mengenai jenis hijauan yang berkualitas, serta pengenalan teknologi pengolahan limbah yang dapat diaplikasikan di peternakan. Salah satu jenis rumput yang dilaporkan berpotensi memiliki kandungan nutrient yang baik adalah rumput mulato II (Brachiaria hybrid cv. Mulato), yang dilaporkan memiliki keunggulan, seperti daya adaptasi rumput mulato pada kualitas tanah yang rendah pada musim kemarau sangat baik. Salah satu metode yang dapat dilakukan adalah mengkonversi bahan-bahan bernilai nutrient dalam limbah ternak menjadi produk gas yang dapat digunakan sebagai sumber energi, melalui fenomena fermentasi anaerob yang dilangsungkan oleh bakteri fermentatif anaerob yang dapat menghasilkan biogas. Hasil dari laporan-laporan studi tersebut dirasa perlu untuk diinformasikan kepada para peternak, dengan cara penyuluhan. Penyuluhan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan penyuluhan daring yang berisikan materi mengenai pengenalan teknologi pengolahan limbah peternakan dan pengenalan potensi rumput mulato sebagai hijauan untuk ruminansia dapat diterima dengan baik oleh para peserta penyuluhan, ditandai dengan 90% peserta dapat menjawab pertanyaan evaluasi dari para narasumber.
Penerapan Prinsip Kesejahteraan Hewan Pada Pemeliharaan Ternak Mayasari, Novi; Hiroyuki, Andi; Budinuryanto, Dwi Cipto; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Dharmakarya Vol 12, No 3 (2023): September, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i3.42686

Abstract

Penerapan kesejahteraan hewan (Kesrawan) khususnya pada pemeliharaan ternak di Indonesia dinilai belum maksimal. Peningkatan jumlah produksi ternak serta rendahnya pemahaman kesrawan menjadi salah satu faktor penghambat utama dari implementasi kesrawan pada industri peternakan di Indonesia. Di sisi lain, pasar internasional menuntut adanya penjaminan kesrawan untuk ternak yang diperjual belikan di dalam dan ke luar negeri. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim riset dan pengabdian Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Yayasan Bangun Bakti Pertiwi (Bangkit Foundation) menyelenggarakan pelatihan terkait kesrawan dengan mengundang narasumber yang ahli di bidangnya. Adapun peserta yang diundang terdiri dari perwakilan dari pengusaha feedlot, asosiasi juru sembelih halal Jawa Barat, Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI), Koperasi Sapi Perah, serta para peneliti dan mahasiswa. Tujuan kegiatan adalah untuk menambah pengetahuan, pemahaman dan keterampilan peserta dalam pelaksanaan good farming practices dengan menerapkan konsep Animal Welfare. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan penyuluhan secara hybrid (luring dan daring) oleh tim pengabdian selama 2 hari. Pengukuran keberhasilan kegiatan dilakukan melalui pre test dan post test. Hasilnya menunjukkan bahwa hampir 90% dari total peserta pelatihan mendapatkan peningkatan pengetahuan mengenai definisi kesrawan, prinsip-prinsip kesrawan, biosecurity, regulasinya serta strategi yang dapat dilakukan dalam penerapan kesrawan. Peserta memahami pentingnya lima prinsip kebebasan dari kesrawan serta penerapannya di lapangan.
Penguatan Pengetahuan Manajemen Kolostrum di KPSBU Lembang Mayasari, Ph.D, Novi; Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Firmansyah, Indra
Farmers: Journal of Community Services Vol 5, No 2 (2024): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v5i2.60101

Abstract

Pemberian kolostrum dengan baik dan benar dapat memenuhi kebutuhan pedet pasca lahir, terutama dalam mentransfer kekebalan pasif melalui kandungan imunoglobulin (Ig) yang tinggi, khususnya IgG. Kolostrum berperan penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh pedet dan melindunginya dari penyakit. Namun, manajemen kolostrum yang tidak tepat, seperti teknik penyimpanan yang kurang memadai, dapat menurunkan kualitas nutrisi dan imunologinya, sehingga berdampak negatif pada kesehatan pedet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak di KPSBU Lembang mengenai pengelolaan kolostrum, termasuk teknik pemerahan, penyimpanan, dan pemberian kolostrum. Program ini melibatkan peternak dari Kelompok Ternak Putra Mekar di Bukanagara dan Kelompok Ternak Bina Mekar di Gunung Putri. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, identifikasi masalah menggunakan kuesioner, serta pelatihan praktis. Peternak diberikan panduan pengelolaan kolostrum yang optimal, seperti pemberian kolostrum dalam dua jam pertama setelah pemerahan dan penyimpanan pada suhu 4°C untuk menjaga kualitasnya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan praktik peternak dalam manajemen kolostrum, yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pedet. Hal ini mendukung keberlanjutan industri susu di KPSBU Lembang melalui pengelolaan ternak yang lebih baik.
Penguatan Pengetahuan Peternak Mengenai Kesehatan Hewan Melalui Pemeriksaan Kondisi Fisiologis di Peternakan Domba Mega Mulya, Pangandaran Wulansari, Asri; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.277

Abstract

This community service aimed to enhance farmers' knowledge of sheep health through physiological condition assessments and environmental monitoring at Mega Mulya Sheep Farm, Pangandaran. With a tropical-oceanic climate, the region poses challenges related to heat stress, impacting livestock productivity. Farmers were trained in evaluating environmental conditions, calculating the Temperature-Humidity Index (THI), and measuring physiological parameters such as heart rate, respiratory rate, rectal temperature, and sweating rate. Practical sessions introduced the use of tools like stethoscopes, digital thermometers, and cobalt chloride discs for sweat rate assessment. Results showed that while the physiological conditions of the sheep remained within normal ranges, THI indicated moderate heat stress during midday. This activity equipped farmers with practical knowledge to manage environmental and physiological factors, ensuring optimal productivity and animal welfare.
Pelatihan Pembuatan Silase sebagai Alternatif Ketersediaan Hijauan di Kelompok Peternak Lentera Kirei, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Ismiraj, Muhammad Rifqi; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Widyastuti, Rini; Hilmia, Nena; Wulansari, Asri
PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/pakdemas.v4i1.298

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok peternak Lentera Kirei di Pangandaran dengan mengatasi masalah kelangkaan hijauan melalui pengenalan teknik pembuatan silase. Program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: survei awal untuk mengidentifikasi kebutuhan kelompok, pelatihan yang mengintegrasikan teori dan praktik, serta pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan penerapan teknologi silase. Sebanyak 30 peserta terlibat aktif dalam program ini, menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi dalam mempelajari langkah-langkah pembuatan silase, mulai dari pemilihan bahan, proses fermentasi, hingga teknik penyimpanan yang tepat. Selama pelatihan, peserta memproduksi silase dengan bimbingan tim pelaksana menggunakan bahan baku lokal yang tersedia. Pengamatan terhadap silase yang dihasilkan menunjukkan kualitas yang sesuai sebagai alternatif hijauan, berdasarkan karakteristik seperti tekstur dan aroma. Umpan balik dari peserta menyoroti relevansi dan kemudahan penerapan teknologi pembuatan silase sebagai solusi atas kelangkaan hijauan di musim kemarau. Pendekatan partisipatif dalam program ini juga meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri para peternak dalam mengadopsi teknologi tersebut. Inisiatif ini menunjukkan potensi teknologi silase dalam meningkatkan praktik pemberian pakan ternak dan mendorong keberlanjutan pertanian bagi peternak skala kecil. Keberhasilan program ini membuka peluang untuk diterapkan di komunitas peternak lain yang menghadapi tantangan serupa, sekaligus mendorong adopsi lebih luas terhadap teknik pengelolaan hijauan yang inovatif.
Pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Geulis Terhadap Pengolahan Feses Domba dan Limbah Plastik Sebagai Upaya Penanganan Limbah Berkelanjutan di Cijulang Pangandaran Wulansari, Asri; Mayasari, Novi; Firmansyah, Indra; Maulana, Yasin Pradana; Febrianto, Firman; Ismiraj, Muhammad Rifqi
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 1 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i1.60802

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk berkontribusi dalam pemberdayaan Kelompok Bank Sampah Geulis di Desa Cijulang, Pangandaran, melalui pendekatan terpadu yang mengombinasikan pengolahan kotoran domba dan daur ulang sampah anorganik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan dengan melatih peserta untuk mengubah kotoran domba menjadi pupuk organik serta memanfaatkan botol plastik sebagai wadah media tanam. Kegiatan PPM ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yang terdiri atas identifikasi permasalahan di bank sampah, kegiatan sosialisasi yang terdiri atas pemaparan materi melalui metode ceramah, demonstrasi langsung, dan survei penilaian pre-dan post-test untuk mengukur dampak dari kegiatan dan diakhiri dengan tahap terakhir yang memuat program integrasi peternakan dan bank sampah disertai survei kepuasan. Analisis statistik hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan nilai p sebesar t < 0,001, menegaskan efektivitas program. Selain itu, 80% peserta menyatakan kepuasan terhadap komponen praktis dan edukatif program. Keberhasilan pertumbuhan berbagai tanaman menggunakan media tanam berbasis pupuk kotoran domba membuktikan bahwa material ini berpotensi menjadi alternatif pupuk yang berkelanjutan. Inisiatif ini memberikan model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dapat diterapkan secara luas, menawarkan manfaat ekologis dan ekonomi, serta memberikan wawasan untuk pengembangan praktik berkelanjutan di kalangan masyarakat lokal.
Nutrient content, fiber fractions, and rumen fermentation in vitro of mulato grass grown with different cutting age in lowland West Java, Indonesia Mayasari, Ph.D, Novi; Salman, Lia Budimulyati; Susilawati, Iin; Sandrawati, Apong; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Firmansyah, Indra; Wulansari, Asri
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 2 (2025): July
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i2.61097

Abstract

One of the major challenges in ruminant production in Indonesia is ensuring the availability of high-quality and adequate forage. Identifying forage varieties with good nutritive value that adapt well to local climate conditions is crucial. This study evaluated the nutrient composition, fiber fractions, and in vitro rumen fermentation of Mulato grass harvested at different cutting ages (30, 40, and 50 days) in the lowlands of West Java, Indonesia. The nutrient content, analyzed using proximate and fiber fraction analysis, showed no significant differences across cutting ages except for ash content, which was lower at 40 days. Mulato grass cut at 30 days had lower acid detergent fiber (ADF), neutral detergent fiber (NDF), acid detergent lignin (ADL), and hemicellulose levels, while its cellulose content was higher compared to grass cut at 40 or 50 days. Rumen fermentation results indicated that grass cut at 30 days had higher in vitro dry matter digestibility (IVDMD), organic matter digestibility (IVOMD), and total volatile fatty acids (TVFA). These findings suggest that Mulato grass harvested at 30 days offers better digestibility and rumen fermentation outcomes, making it a suitable forage choice for ruminants in the lowlands of West Java, Indonesia.
Peningkatan Kesadaran Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Urban farming pada Siswa SD Negeri Mekarsari, Jatinangor Mayasari, Ph.D, Novi; Firmansyah, Indra; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.63358

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu global yang semakin penting di tengah perubahan iklim, pertumbuhan populasi, dan keterbatasan lahan pertanian. Urban farming, sebagai pendekatan bercocok tanam di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan ruang terbatas, diperkenalkan melalui kegiatan edukasi dan praktik langsung. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan melalui implementasi urban farming pada siswa kelas 4 SD Negeri Mekarsari, Jatinangor. Metode yang digunakan mencakup tiga tahap: edukasi, praktik urban farming dengan teknik hidroponik, dan evaluasi berbasis permainan. Tahap edukasi meliputi penyampaian materi ketahanan pangan dan pentingnya gizi seimbang, sedangkan tahap praktik melibatkan siswa dalam menanam sayuran menggunakan media hidroponik. Evaluasi dilakukan untuk menilai pemahaman siswa melalui kuis dan permainan interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep ketahanan pangan dan urban farming. Praktik hidroponik berhasil diterapkan dengan tingkat kepuasan siswa mencapai 100%. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Diharapkan, pengalaman ini mampu mendorong siswa untuk mengadopsi urban farming sebagai solusi berkelanjutan di lingkungan rumah mereka.
Membangun Ketahanan Pangan Dengan Kreasi Rasa: Edukasi dan Praktik Bercocok Tanam di Desa Cikeruh Mayasari, Ph.D, Novi; Firmansyah, Indra; Lathifa, Aghisna Dwi; Ismiraj, Muhammad Rifqi; Wulansari, Asri
Farmers: Journal of Community Services Vol 6, No 2 (2025): Farmers: Journal of Community Services
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/fjcs.v6i2.61848

Abstract

Ketahanan pangan merupakan elemen fundamental dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Namun, tantangan seperti kurangnya konsumsi makanan bergizi dan ketergantungan pada pangan olahan masih menjadi isu utama di Desa Cikeruh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang ketahanan pangan melalui edukasi teori dan praktik bercocok tanam. Program ini dilaksanakan di SDN Cikeruh 2 dengan melibatkan siswa kelas 6. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, penanaman tomat dan tauge, serta games interaktif untuk evaluasi. Hasil program menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang pentingnya diversifikasi pangan sebesar 80%. Program ini memberikan dampak signifikan pada sikap siswa terhadap konsumsi makanan bergizi dan pemanfaatan lahan kecil. Temuan ini menunjukkan potensi besar untuk mengintegrasikan edukasi ketahanan pangan ke dalam kurikulum sekolah.