Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Transformasi Double Function Parfum Aceh Anti-Dermatitis: Usaha Pemberdayaan Petani Atsiri Lokal Menuju Ekonomi Kreatif Yunus, Muhammad; Ismi, Adi Saputra; Sariadi, Sariadi; Safrida, S
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.7816

Abstract

Sebagian besar parfum di pasaran saat ini berfokus pada keharuman semata tanpa memperhatikan efek jangka panjang terhadap kesehatan kulit. Inovasi parfum dengan fungsi ganda (double function) menjadi solusi baru dengan memanfaatkan bahan alami lokal seperti sereh wangi yang mengandung senyawa geraniol bersifat antibakteri, antiseptik, dan antioksidan. Aceh, khususnya di Kecamatan Muara Dua, memiliki potensi besar dalam pengembangan minyak atsiri, namun proses penyulingan yang masih tradisional menyebabkan rendemen dan kualitas minyak rendah. Produk parfum yang dihasilkan mitra juga belum memenuhi standar pasar dan masih terbatas pada penjualan lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra melalui penerapan teknologi penyulingan Ultrasonic Pretreatment yang dikombinasikan dengan Microwave-Assisted Hydrodistillation Vacuum (MAHV), pengembangan formulasi parfum anti-dermatitis, serta peningkatan kemampuan kewirausahaan dan strategi pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, evaluasi hasil, dan workshop pembuatan parfum. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan minyak atsiri serta keberhasilan menghasilkan parfum “Mi Amore” dengan kualitas lebih baik dan jangkauan pasar yang lebih luas. Program ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan nilai tambah minyak atsiri Aceh dan memperkuat ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
Pengaruh Resirkulasi Fraksi Cair Selama Karbonisasi Hidrotermal terhadap Karakteristik Arang Hidro Kulit Tanduk Kopi Yazid, T. M. Abrar Farhan; Sariadi, Sariadi; Sari, Ratna; Raudah, Raudah
Jurnal Teknologi Vol 26, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/teknologi.v26i1.8513

Abstract

This research investigates the optimization of hydrochar production from coffee husks through a microwave-assisted Hydrothermal Carbonization (HTC) process, focusing on the influence of reaction time and liquid fraction recirculation. The main objective is to evaluate how these two variables affect the characteristics of the hydrochar and the chemical composition of the liquid fraction. Hydrochar characteristics were analyzed through iodine adsorption tests and acid group density measurements, while the liquid fraction from the optimal cycle was analyzed using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). The results indicated that the optimal operating time was 120 minutes, which produced the highest iodine adsorption capacity of 31,034.39 mg/g. Recirculating the liquid fraction for one cycle significantly increased the iodine adsorption capacity, reaching a peak of 34,309.18 mg/g. This improvement was driven by the acid-catalytic effect of the liquid fraction, which was shown to accumulate acetic acid (0.153% v/v). However, excessive recirculation led to a decrease in hydrochar quality due to pore blocking. In conclusion, the combination of a 120-minute carbonization process with a single recirculation cycle represents the optimal condition for producing high-quality hydrochar, effectively balancing pore development with the catalytic effects of liquid fraction recirculation