Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Recommendations on Flood Management at Cengkareng Drain Estuary in Enhancing Estuary Resilience to Compound Hazard Hastomo, Athena; Anggraheni, Evi; Prasetyo, Adi; Sutjiningsih, Dwita
CSID Journal of Infrastructure Development Vol. 6, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jakarta's coastal region, characterized by dense settlements and industrial zones, faces significant flood risks due to land subsidence and rising sea levels, exacerbated by human activities and climate change. This study evaluates the effectiveness of the National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) project, which proposes embankments along Jakarta's coast for enhanced flood resilience. Focusing on the Cengkareng Drain estuary, two-dimensional HEC-RAS simulations were employed. This study incorporates various factors such as precipitation, tides, waves, rising sea levels, and land subsidence to model extreme flood scenarios. The analysis reveals key strategies to improve flood management. Firstly, introducing new pumping stations and augmenting existing ones can reduce inundation by 43.16% under present conditions and significantly up to 53.16% by 2050. Secondly, regular dredging to sustain channel capacity is crucial. Additionally, mitigating local land subsidence through stringent law enforcement and heightened public awareness is vital for long-term flood control. These findings offer actionable insights into advancing Jakarta's flood management strategies in the face of evolving environmental challenges.
Analisis Penerapan Kolam Retensi Sebagai Upaya Penanganan Banjir dengan Model 2-Dimensi Daniel Martua; Dwita Sutjiningsih; Evi Anggraheni; Nurul Hamid
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5 No 4 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Departemen Teknik Sipil ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Cipinang merupakan salah satu sungai yang mengalir pada wilayah Provinsi DKI Jakarta. Hampir setiap tahunnya Sungai Cipinang mengalami banjir dan luapan dari banjir tersebut menggenangi beberapa wilayah di DAS Cipinang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisis terhadap genangan banjir yang terjadi pada wilayah studi baik dari segi luas dan dampak yang diberikan terhadap masyarakat dalam DAS Cipinang. Banjir yang terjadi pada DAS Cipinang disebabkan oleh kondisi DAS Cipinang yang telah mengalami perubahan dari tahun ke tahun serta kondisi dari Sungai Cipinang yang sudah tidak dapat melalukan debit hasil dari hujan dengan periode ulang yang sesuai dengan desain rencana dari Sungai Cipinang yaitu 50 tahunan. Luas genangan yang muncul akibat hujan tersebut kurang lebih 9% dari luas keseluruhan DAS. Untuk melakukan pemetaan genangan digunakan bantuan aplikasi Arc-GIS sebagai aplikasi analisis spasial, HEC-HMS sebagai aplikasi analisis hidrologi yang akan menghasilkan hidrograf banjir, dan HEC-RAS sebagai aplikasi analisis hidrolika yang akan menyimulasikan aliran serta menghasilkan peta genangan banjir 2-Dimensi. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terkait salah satu upaya penanganan banjir pada DAS Cipinang berupa pembangunan kolam retensi berjumlah 16 buah kolam yang dapat menurunkan luas genangan yang terjadi sebesar 6% serta mengurangi kedalaman sebesar 20 cm dan durasi debit puncak yang terjadi.
Analysis of the Relationship Between WBS, SOP, BIM, LS, and IS for Dam Maintenance Toha Saleh; Yusuf Latief; Dwita Sutjiningsih
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 4 (2026): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i4.1179

Abstract

Dams are critical national infrastructure assets that the Indonesian government has developed extensively over the past decade to improve water security and mitigate the impacts of drought and extreme weather events. This large-scale development has created increasing demands for effective and sustainable dam maintenance. At present, dam maintenance activities have not been systematically implemented using a Work Breakdown Structure (WBS)-based approach. Ideally, maintenance performance should be optimized by first identifying the complete scope of maintenance components and then developing maintenance guidelines and Standard Operating Procedures (SOPs) for each identified component. These WBS-based maintenance procedures and guidelines can subsequently be integrated into a maintenance management model using Building Information Modeling (BIM). To support real-time monitoring and inspection, laser scanning (LS) technology can be integrated with BIM and information systems (IS). This study forms part of the development of an electronic dam maintenance (e-maintenance) system by examining the relationships among the key components of the proposed framework, namely WBS, Standard Operating Procedures (SOPs), BIM, laser scanning (LS), and information systems (IS), and their influence on improving dam maintenance performance. Multiple regression analysis, followed by expert validation, was employed to evaluate the significance of these variables in the proposed dam maintenance system. The results indicate strong relationships among the variables, with correlation coefficients ranging from 0.714 to 0.822. Among the variables, WBS exhibited the strongest influence on dam maintenance performance, with the highest standardized regression coefficient (b = 0.237), whereas the remaining variables produced coefficients ranging from 0.048 to 0.173.
KEMATIAN MASSAL IKAN DI WADUK CIRATA PADA JANUARI 2013 Nawa Suwedi; Abimanyu T; Alamsyah Alamsyah; Dwita Sutjiningsih; Yudhi S Garno
LIMNOTEK Perairan Darat Tropis di Indonesia Vol. 22 No. 1 (2015)
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/limnotek.2015.13291

Abstract

Kematian massal ikan di wadukdapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salahsatunya adalah ketersediaan oksigen terlarut dalam air waduk. Pendekatan pemahaman kejadian kematian massal ikan yang berbeda dengan yang biasa telah dilakukan dalam penelitian ini. Pendekatan yang dilakukan adalah analisis keterkaitan antara kejadian kematian massal ikan dengan data cuaca. Data cuaca yang dimaksud adalah intensitas cahaya matahari, temperatur udara permukaan, kondisi awan, hujan, arah angin, dan kecepatan angin. Pengamatan data cuaca dilakukan diWaduk Cirataantara tanggal 1 Nopember2012 sampai 31 Januari 2013. Dari pengamatan data tutupan awan dan hujan, diketahui bahwa pada kejadian kematian massal ikan tanggal 17, 18 dan 19 Januari, Waduk Cirata ada dalam kondisi tertutup awan dari tanggal 9 sampai 19 Januari dan hujan terjadi antara tanggal 11 - 19 Januari. Diantara hari hujan tersebut, menjelang kejadian dan pada saat kejadian (antara tanggal 16, 17 dan 18 Januari) kondisi hujan relatif tinggi yaitu antara 5 sampai 8 jam dari 13 jam pengamatan.Dari pengamatan arah angin dominanantara tanggal 16, 17 dan 18 Januari, diketahui bahwa angin dominan berasal dari arah Timur dan Timur Laut. Hal ini yang dapat menjelaskan mengapa kematian massal ikan dapat terjadi di:sebagian blok Gado Bangkong sampai Cipicung, sebagian blok Cibogo sampai Citatah, dan sebagian blok Pasir Anas sampai Sangkali (Bandung Barat); sebagian blok Cimanggu, Cadas, dan Tanah Beurem Sona (Purwakarta); dan sebagian blok Patokbesi (Cianjur).