Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Community Empowerment

PENINGKATAN LITERASI MEDIA PEREMPUAN MELALUI WORKSHOP PARTISIPATIF DI KOMUNITAS MBW LOMBOK Rahmawati, Endang; Rohmah, Nur Liya Ni'matul; Saudi, Yusron
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.30817

Abstract

ABSTRAK                                                                            Media memiliki peran sentral dalam membentuk pemahaman dan persepsi masyarakat, termasuk dalam menyebarkan isu-isu sensitif yang secara langsung berdampak pada perempuan. Di tengah maraknya hoaks, stereotip gender, dan konten negatif di media sosial, kemampuan perempuan untuk memahami dan menyaring informasi menjadi kebutuhan mendesak. Komunitas Perempuan Mataram babyweares adalah sebuah komunitas yang berdiri pada tahun 2017 di Kota Mataram. Komunitas ini beranggotakan para ibu yang memiliki kepedulian terhadap praktik pengasuhan anak, khususnya melalui metode babywearing atau menggendong bayi dengan alat bantu yang ergonomis dan aman. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diselenggarakan dalam bentuk Workshop Literasi Media Perempuan bekerja sama dengan komunitas Mataram Babywearers (MBW) di Lombok, dengan tema “Pentingnya Bijak Bermedia Sosial dan Cara Cek Fakta Berita Hoaks”. Metode pelaksanaan berupa pelatihan intensif satu hari yang terbagi dalam tiga sesi utama: pemahaman dasar literasi media, keterampilan penggunaan media digital, dan pembuatan konten kolaboratif. Peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah seluruh anggota Komunitas MBW dengan jumlah kurang lebih 70 orang. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis praktik langsung dengan menggunakan perangkat digital serta media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam membedakan informasi valid dan berita palsu, serta kemampuan kritis dalam menggunakan media digital. Peserta juga berhasil memproduksi konten edukatif berupa artikel, blog, dan poster yang mencerminkan perspektif perempuan dalam komunitas mereka. Diskusi dan refleksi peserta mengindikasikan adanya perubahan sikap dan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan media untuk menyuarakan opini dan kebutuhan mereka. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pemberdayaan perempuan dan membangun jejaring komunikasi yang lebih sehat dan produktif di tingkat komunitas.Kata kunci: literasi media, perempuan, media sosial, hoaks, pemberdayaan komunitas, babywears. ABSTRACT The media plays a central role in shaping public understanding and perception, including the dissemination of sensitive issues that directly impact women. Amidst the rampant spread of hoaxes, gender stereotypes, and negative content on social media, women's ability to understand and filter information has become an urgent necessity. Community. Mataram Babywearers is a community that was established in 2017 in the city of Mataram. This community consists of mothers who are concerned about child-rearing practices, particularly through the method of babywearing, which involves carrying babies with ergonomic and safe carrying tools. Therefore, this Community Service activity is organized in the form of a Media Literacy Workshop for Women in collaboration with the Mataram Babywearers (MBW) community in Lombok, with the theme 'The Importance of Being Wise in Social Media and How to Fact-Check Hoax News'. The implementation method is in the form of an intensive one-day training divided into three main sessions: basic understanding of media literacy, skills in using digital media, and collaborative content creation. Participants involved in this service activity are all members of the MBW Community, totaling around 70 people. The approach used is participatory and practice-based, utilizing digital devices and social media. The activities resulted in an increased understanding among participants in distinguishing valid information from fake news, as well as critical skills in using digital media. Participants were also able to produce educational content in the form of articles, blogs, and posters that reflect the perspectives of women in their communities. Discussions and reflections from participants indicated a change in attitudes and an increase in confidence in using media to voice their opinions and needs. This activity had a positive impact on women's empowerment and built healthier and more productive communication networks at the community level. Keywords: Literacy. Media. Women
PENINGKATAN LITERASI DAKWAH DIGITAL BAGI IBU-IBU MAJELIS TAKLIM DI ERA MEDIA SOSIAL Rahmawati, Endang; Saudi, Yusron
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK                                                                                     literasi dakwah digital pada kelompok ibu-ibu majelis taklim di era media sosial merupakan isu krusial yang berdampak pada efektivitas penyebaran nilai-nilai keislaman di ruang digital. Rendahnya pemahaman tentang literasi digital, etika komunikasi Islam, serta keterbatasan keterampilan dalam membuat konten dakwah menjadi kendala utama bagi majelis taklim dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah yang bijak, santun, dan kreatif. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, softskill, serta hardskill anggota majelis taklim dalam literasi dakwah digital, agar mereka mampu menjadi agen dakwah digital di lingkungan keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Program dilaksanakan melalui metode sosialisasi, workshop, penyuluhan, diskusi, dan praktikum pembuatan konten digital di Masjid Baiturrahman Pesona Banyu Asri, Banyumulek, Lombok Barat. Mitra utama dalam kegiatan ini adalah Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Banyu Asri, beranggotakan 25 ibu-ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan beragam. Evaluasi dilakukan secara sistematis melalui pre-test dan post-test, observasi langsung, serta analisis hasil praktik pembuatan konten digital oleh peserta. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi dakwah digital sebesar 80%, keterampilan hardskill pembuatan konten digital meningkat 75%, sedangkan softskill terkait sikap bijak bermedia sosial dan etika komunikasi Islam meningkat sebesar 85% dibandingkan sebelum pelaksanaan kegiatan. Selain itu, terbentuknya komunitas dakwah digital sederhana di lingkungan majelis taklim dan meningkatnya motivasi peserta untuk menyebarkan pesan-pesan keislaman melalui media sosial menunjukkan dampak positif secara sosial dan kelembagaan. Kegiatan ini mendorong transformasi majelis taklim menjadi pusat pendidikan dakwah modern yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman dan berkontribusi pada pembangunan karakter masyarakat digital yang religius. Kata kunci: literasi dakwah digital, majelis taklim, pemberdayaan perempuan, media sosial. ABSTRACTThe objective of this community engagement activity is to improve the knowledge, soft skills, and hard skills of majelis taklim members in digital dakwah literacy, enabling them to become digital dakwah agents in their families, communities, and wider society. The program was conducted through methods such as socialization, workshops, counseling, discussions, and practical sessions on digital content creation at Masjid Baiturrahman Pesona Banyu Asri, Banyumulek, West Lombok. The main partner in this activity was Majelis Taklim Baiturrahman Pesona Banyu Asri, with 25 housewife members from diverse educational backgrounds. Evaluation was conducted systematically through pre- and post-tests, direct observation, and analysis of participants’ digital content creation outcomes. The results showed an increase in digital dakwah literacy understanding by 80%, an improvement in hard skills for digital content creation by 75%, and a rise in soft skills related to wise social media behavior and Islamic communication ethics by 85% compared to the pre-activity condition. Additionally, a simple digital dakwah community was formed within the majelis taklim environment, and participant motivation to spread Islamic messages through social media increased, indicating positive social and institutional impacts. This activity has encouraged the transformation of majelis taklim into a modern educational center for dakwah that is more adaptive to changing times and contributes to the development of a digitally religious community character. Keywords: digital dakwah literacy, majelis taklim, women’s empowerment, social media.