Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengembangan Modul Bimbingan Karir Untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa Sekolah Menengah Ridni Eliza; Riska Ahmad; Mega Iswari Biran Asnah; Afdal
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 03: Agustus 2023, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i03.4947

Abstract

Tujuan penelitian ini 1) untuk menghasilkan modul bimbingan karir, dan 2) untuk meningkatkan kematangan karir siswa sekolah menengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE. Adapun subjek penelitian dalam penelitian yang mana tahap uji validitas subjek penelitian nya adalah 3 orang ahli isi dalam bidang BK dan ahli desain. Pada tahap uji praktikalitas subjek penelitiannya Guru BK, dan Siswa SMA Negeri 10 Kota Jambi. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji validasi isi dan tampilan, angket uji praktikalitas, dan angket kematangan karir. Teknik analisis datanya yaitu uji kendalls dan wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul bimbingan karir sudah valid secara isi dan tampilan dengan persentase 85% untuk aspek isi dan 93% untuk aspek tampilan berada pada kategori sangat layak, selanjutnya modul juga praktis persentase 83% berada pada kategori sangat layak, dan modul yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan kematangan karir siswa sekolah menengah. Kata Kunci : pengembangan, modul, bimbingan karir, kematangan karir
Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Melalui Modul Bimbingan Dan Konseling Andi Nur Auliyyah; Afdal; Mujiran; Daharnis
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 8 No. 01 (2023): Desember 2023, G Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v8i01.4987

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menghasilkan modul BK yang valid secara isi dan tampilan, praktis digunakan oleh korban KDRT dan konselor, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi korban KDRT. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan model ADDIE. Uji kelayakam produk dilakukan oleh 3 orang ahli, uji praktikalitas produk dilakukan oleh 2 orang Pembina LBH, dan tahap uji efektifitas kepada 6 orang korban KDRT. Penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik non parametrik.Hasil penelitian: (1) modul BK yang dirancang valid dari segi isi dan tampilan, praktikalitas modul BK untuk berada pada kategori tinggi untuk digunakan pembina LBH Padang dan korban KDRT, dan (3) modul BK untuk peningkatan keterampilan komunikasi korban KDRT efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi korban KDRT. Dapat disimpulkan bahwa modul BK untuk meningkatkan keterampilan komunikasi yang disusun dapat dimanfaatkan oleh Konselor untuk membantu korban KDRT dalam meningkatkan keterampilan komunikasi. Kata Kunci: bimbingan dan konseling, keterampilan komunikasi, korban kekerasan, modul
STRATEGI INOVATIF GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PENDIDIKAN PANCASILA DI SEKOLAH DASAR Muspardi; Neviyarni; Yusmanila; Afdal
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v12i2.237

Abstract

Pengembangan kreativitas peserta didik merupakan salah satu kompetensi utama yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Namun, praktik pembelajaran di Sekolah Dasar masih cenderung menekankan hafalan nilai-nilai moral tanpa memberi ruang bagi peserta didik untuk berpikir kreatif dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam upaya pendidik dalam mengembangkan kreativitas peserta didik selama proses pembelajaran Pendidikan Pancasila. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di dua sekolah dasar di Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam terhadap enam guru, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas peserta didik dilakukan melalui tiga strategi utama: (1) Penerapan model pembelajaran berbasis proyek dan berbasis masalah, (2) Pemanfaatan media inovatif seperti video animasi dan permainan edukatif, serta (3) Pemberian tugas terbuka yang mendorong ekspresi ide dan penciptaan karya orisinal. Strategi tersebut terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sekaligus memperdalam pemahaman nilai-nilai Pancasila secara kontekstual. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru untuk merancang pembelajaran yang mengintegrasikan penguatan karakter dengan stimulasi kreativitas.   Developing students’ creativity is one of the core competencies emphasized in the Merdeka Curriculum, including within the subject of Pancasila Education. However, classroom practices in elementary schools still tend to emphasize rote memorization of moral values without providing sufficient space for students to think creatively and reflectively. This study aims to provide an in-depth description of teachers’ efforts in fostering students’ creativity during the learning process of Pancasila Education. The research employed a qualitative approach with a case study method conducted in two elementary schools located in Sijunjung Regency, West Sumatra. Data were collected through participant observation, in-depth interviews with six teachers, and analysis of lesson plan documents. The collected data were analyzed interactively through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that teachers fostered students’ creativity through three main strategies: (1) Implementing project-based and problem-based learning models, (2) Utilizing innovative media such as animated videos and educational games, and (3) Assigning open-ended tasks that encouraged idea expression and the creation of original works. These strategies were proven effective in enhancing creative thinking skills while deepening students’ contextual understanding of Pancasila values. The study highlights the importance of teacher training in designing learning experiences that integrate character strengthening with creativity stimulation
Development of Inquiry Based Learning Module Theme 4 (Rights and Obligations) to Improve Student Learning Outcomes Alwa Mhd Tanzi Al-alang; Afdal; Fachri Adnan; Yeni Erita
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 12 (2023): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i12.5960

Abstract

This article aims to develop an inquiry-based learning module for theme 4 to improve the learning outcomes of class V students on valid and practical rights and obligations material. This type of research is Research and Development (development research). This inquiry-based theme 4 learning module was developed using 4-D. The research was conducted in the odd semester of the 2023/2024 academic year. Data collection was carried out by validating the developed inquiry-based module trials. The inquiry-based module design which had been designed according to the inquiry learning steps was validated by five experts and then tested in class V at SDN 02 Gunung Tuleh to determine the practicality of the inquiry-based module being developed. From the results of the research conducted, it is known that the inquiry-based learning module for theme 4 to improve the learning outcomes of class V students on rights and obligations material is in the very valid category with an average validity percentage of 88.55%. The modules that have been developed are categorized as very practical by teachers with an average practicality percentage of 91.67%, and are also categorized as very practical according to students with an average practicality percentage of 97.18%. Based on the validity and practicality test, the theme 4 inquiry-based learning module was declared very valid, indicating that the module developed can improve the learning outcomes of class V students.
PERANAN KREATIVITAS DALAM BELAJAR UNTUK MEMBANGUN KESADARAN HUKUM DAN NILAI NILAI PANCASILA Bambang Trisno; Neviyarni S; Afdal
Bhineka Tunggal Ika Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN
Publisher : Universitas Sriwijaya in Collaboration with AP3Kni (Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia/Indonesia Association Profession of Pancasila and Civic Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jbti.v13i1.239

Abstract

Kreativitas merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran yang tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan kemampuan berpikir inovatif, tetapi juga menjadi sarana internalisasi nilai-nilai moral dan sosial, termasuk kesadaran hukum serta nilai-nilai Pancasila. Artikel ini bertujuan untuk memahami konsep kreativitas dalam pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan karakter warga negara yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab. Melalui metode studi kepustakaan, artikel ini menelaah berbagai literatur yang berkaitan dengan kreativitas, pendidikan, dan nilai-nilai kebangsaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi wahana efektif dalam menumbuhkan kesadaran hukum dan nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, tanggung jawab, keadilan, dan kemanusiaan. Pendidik berperan penting dalam mengintegrasikan pembelajaran kreatif berbasis nilai-nilai Pancasila, menggunakan metode kontekstual dan kolaboratif, serta menciptakan lingkungan belajar yang demokratis. Dengan demikian, kreativitas tidak hanya melahirkan ide-ide baru, tetapi juga memperkuat karakter kebangsaan peserta didik sebagai warga negara yang berkeadaban hukum.   Creativity is an essential aspect of the learning process that not only enhances innovative thinking skills but also serves as a medium for internalizing moral and social values, including legal awareness and the principles of Pancasila. This article aims to understand the concept of creativity in learning that focuses on developing intelligent, ethical, and responsible citizens. Using a library research method, this study reviews various literatures related to creativity, education, and national values. The findings indicate that creativity can be an effective means to foster legal awareness and the values of Pancasila such as cooperation, responsibility, justice, and humanity. Educators play a vital role in integrating creative learning based on Pancasila values by applying contextual and collaborative methods and by creating a democratic learning environment. Therefore, creativity not only produces new ideas but also strengthens students’ national character as law-abiding and civilized citizens.
Penggunaan Konseling Gestalt untuk Mengatasi Trauma Pada Korban Bullying Berbasis Teknologi Informasi Robbi Asri; Firman; Afdal; Rendy Amora
Counselia Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/counselia.v6i2.161

Abstract

Artikel ini membahas tentang implementasi konseling eksistensial dalam mengatasi trauma pada korban pelecehan seksual, dimana kita ketahui pada saat ini kasus pelecahan seksual dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan dan berdampak sangat menyakitkan bagi korban dan menyisakan kondisi trauma yang berkepanjangan. Trauma akibat pelecehan seksual ini mengakibatkan dampak psikologis korban kekerasan dan pelecehan seksual akan mengalami trauma yang mendalam, dampak fisik. Kekerasan dan pelecehan seksual pada anak merupakan faktor utama penularan Penyakit Menular Seksual (PMS), dampak sosial. Korban kekerasan dan pelecehan seksual sering dikucilkan dalam kehidupan sosial, hal yang seharusnya dihindari karena korban pastinya butuh motivasi dan dukungan moral untuk bangkit lagi menjalani kehidupannya. Permasalahan yang terjadi ini perlu di atasi sehingga tidak mengganggu kehidupan sehari-hari. Artikel ini juga membahas tentang konseling eksistensial sebagai strategi dalam mengatasi trauma pada korban bullying meliputi konsep trauma, pelecehan seksual, tanda-tanda terkena pelecehan seksual, dampak pelecehan seksual, teori dan prinsip dasar pandangan tentang hakekat manusia, proses konseling eksistensial, tujuan konseling eksistensial, fungsi dan peran konselor, peran klien dalam hubungan konseling, hubungan antara konselor dan klien dalam proses konseling, prosedur dan teknik konseling serta implementasi konseling eksistensial dalam mengatasi trauma korban pelecehan seksual. Metode yang digunakan ialah literature review dengan analisa kritis dari penelitian yang sedang dilakukan terhadap topik khusus.