Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ECOBRICKS DI DESA TANJUNG PERING, OGAN ILIR Yusup Nur Khakim, Mokhamad; Aminudin Bama, Ahmad; Muharni, Muharni; Erni, Erni; Fitrya, Fitrya; Sembiring, Sarmayanta
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3582-3588

Abstract

Permasalahan sampah sudah menjadi isu global dan harus menjadi perhatian khusus demi menjaga lingkungan dan kesehatan. Kabupaten Ogan Ilir merupakan salah satu Kabupaten di Sumatera Selatan yang masih berupaya mengatasi permasalahan sampah sampai saat ini. Di Kabupaten Ogan Ilir, Kecamatan Indralaya menempati urutan kedua dengan timbunan sampah terbanyak.  Desa Tanjung Pering adalah bagian wilayah Kecamatan Indralaya Utara. Keberadaan sampah pada suatu tempat membutuhkan penanganan yang segera, sehingga tidak mengakibatkan penumpukan secara terus menerus karena akan menimbulkan bau dan pencemaran lingkungan. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk berperan serta dalam pengelolaan sampah adalah dengan cara menerapkan prinsip 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (penggunaan kembali) dan recycle (daur ulang) serta melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk dan kompos sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi ecobriks. Kegiatan penyuluhan dan percontohan pengolahan sampah menjadi pupuk dan ecobrick telah dilaksanakan ada tanggal 6 September 2022 dan diikuti oleh 30 orang masyarakat desa Tanjung Pering. Kegiatan dilakukan dengan penyuluhan dan  peragaan. Hasil kegiatan menunjukkan pemahaman dan minat masyarakat untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk juga semakin meningkat karena sebagian peserta adalah petani. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelesteraian lingkungan juga semakin meningkat.
Implementation of Finger Gesture-Based Medicine Delivery Robot Control System with MediaPipe Zarkasi, Ahmad; Pradnyananda, Gede; Sembiring, Sarmayanta; Prasetyo, Aditya P. P.; Ricy Firnando, Ricy; Abdurahman, Abdurahman
Journal of Electrical, Electronic, Information, and Communication Technology Vol 8, No 1 (2026): JOURNAL OF ELECTRICAL, ELECTRONIC, INFORMATION, AND COMMUNICATION TECHNOLOGY
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jeeict.8.1.108142

Abstract

This research introduces a prototype drug delivery robot that is controlled entirely through finger gestures, without the need for direct touch or additional physical control devices. The system utilizes a Pi Camera connected to a Raspberry Pi to capture the image of the user's hand, which is then processed by MediaPipe Hands to perform detection and extraction of 21 point landmarks in real-time. The position and relationship between landmarks are converted into a five-bit binary vector that represents which finger is raised. This binary data is then sent via serial communication to the STM32 Nucleo microcontroller, which is tasked with translating the binary pattern into motion commands (forward, backward, turn right/left, stop) to drive the DC motor. The results of testing the gesture recognition system, which was performed 30 times for each command, showed a high success rate. The gesture Stop achieved perfect success (30/30), followed by 'Forward' and 'Right' with 10 successes, and 'Backward' and 'Left' with 9 successes. This test shows that the system is able to respond accurately to gesture commands at a distance of 20 to 250 cm. The robot was also able to execute all motion commands responsively and accurately according to the recognized gestures. This prototype proves that MediaPipe can be an efficient and reliable method to implement gesture-based robot control on resource-constrained embedded platforms, as well as potentially applied in healthcare environments to minimize physical contact.