Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Kekurangan Energi Kronik, Pengetahuan, Asupan Makanan dengan Stunting: Cross-Sectional Study Manggabarani, Saskiyanto; Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Said, Irfan
Journal of Nursing and Health Science Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v1i1.13

Abstract

Anak umur periode 2 tahun termasuk periode kritis dan masa emas dalam pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal. Malnutrisi yang terjadi pada anak usia ini akan menyebabkan masalah gizi seperti obesitas dan stunting. Angka kejadi stunting dan obesitas pada anak setiap tahunya meningkat yang disebabkan oleh beberapa pemicu utama termasuk pengetahuan pengasuh, sosial ekonomi serta asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat signifikansi kekurangan energi kronik, pengetahuan, asupan dengan stunting baduta. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik survey serta desain cross sectional study. Sampel diseleksi dengan Teknik purposive sampling sebanyak 185 baduta yang telah memenuhi kiteria tidak menderita penyakit infeksi, umur 6-24 bulan, tidak lahir prmeatur, berat bayi lahir rendah, dan pangasuh bersedia untuk di wawancara. Data diperoleh menggunakan metode wawancara dengan kuesioner, formular food recall, timbangan digital, microtoise dan LILA. Analis data menggunakan uji korelasi dan determinasi (R2) dengan tingkat signifikansi nila p <0,05. Hasil ditemukan bahwa kekuerangan energi kronik, pengetahuan, dan asupan makanan diperoleh ada hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting dengan nilai p-value <0,05. Semakin tinggi pengetahuan ibu dan asupan makan anak akan seiring dengan meningkatkatnya status gizi juga namun sebaliknya status KEK ibu semakin meningkat tidak meyebakan pengkatan status gizi baduta.
Asupan Kalsium, Konsumsi Minuman Kafein, Persen Lemak Tubuh dengan Tekanan Darah Lansia: Cross-Sectional Study Miranti, Vemilia Anzalna; Tanuwijaya, Rani Rahmasari
Journal of Nursing and Health Science Vol. 2 No. 3 (2023): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v2i3.85

Abstract

Latar belakang:  Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebutkan prevalensi tekanan darah tinggi di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2013 sebesar 20% dan mengalami peningkatan pada tahun 2018 sebesar 33,4%. Prevalensi meningkat dengan bertambahnya umur, pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%). Data Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah lansia umur 45-64 tahun yang mengalami tekanan darah tinggi sebanyak 1637 lansia. Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan kalsium, kebiasaan konsumsi minuman berkafein dan persen lemak tubuh terhadap tekanan darah lansia di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta Selatan. Metode:  Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 66 orang yang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji fisher exact dan Uji korelasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium terhadap tekanan darah dengan nilai p=0,889, kebiasaan konsumsi minuman berkafein terhadap tekanan darah dengan nilai p=0,930 dan persen lemak tubuh terhadap tekanan darah dengan nilai p=1,000. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan kalsium, konsumsi minuman berkafein dan persen lemak tubuh terhadap tekanan darah lansia
Korelasi Status Gizi, Asupan Natrium, Asupan Serat terhadap Tekanan Darah: A Cross Sectional Study Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Manggabarani, Saskiyanto; Melani, Dyah Opsa Condro Wati
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2023.7.2.16383

Abstract

The aim of this research is to determine the direction and strength of the relationship between nutritional status, sodium intake and fiber intake on systolic and diastolic blood pressure. This type of research is quantitative with a cross-sectional study approach. The research was conducted in November 2020 at the UPT Puskesmas Jombang, South Tangerang City with 100 adult respondents aged 36-45 years who were selected using the Purposive Sampling Technique. Data collection used data analysis tools using the Pearson Correlation test. The results of the correlation test of nutritional status, sodium, and fiber intake on systolic have a p value of 0.096; 0.912; 0.054 and has an r value of 0.162; 0.193; 0.011. The results of the correlation test analysis of nutritional status, sodium and fiber intake on diastole have a p value of 0.058; 0.250; 0.074. Nutritional status, sodium and fiber intake have no correlation with systolic and diastolic blood pressure. More in depth studies at the molecular level are needed to identify in more detail the risk factors for hypertention in the adult group. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan status gizi, asupan natrium, dan asupan serat terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan pada November 2020 di UPT Puskesmas Jombang Kota Tangerang Selatan dengan jumlah responden dewasa berusia 36-45 tahun sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan Teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan uji Korelasi Pearson. Hasil uji korelasi status gizi, asupan natrium, dan serat terhadap sistolik memiliki nilai p yaitu 0,096; 0,912; 0,054 serta memiliki nilai r yaitu 0,162; 0,193; 0,011. Hasil analisis uji korelasi regresi status gizi, asupan natrium, dan serat terhadap diastolik memiliki nilai p yaitu 0,058; 0,250; 0,074. Status gizi, asupan natrium, dan serat tidak memiliki korelasi terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik. Diperlukan kajian lebih dalam hingga ke tingkat molekuler untuk mengidentifikasi lebih detail faktor resiko hipertensi pada kelompok dewasa.
Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan Terhadap Fisikokimia Tepung Pisang Mas Manggabarani, Saskiyanto; Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Febriyanti, Lilian
Journal of Nursing and Health Science Vol. 2 No. 3 (2023): Edisi Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v2i3.213

Abstract

Mas banana has the potential to be developed into flour products due to its starch, fiber, and functional compound content. This study aims to analyze the effect of various heating temperatures on the physicochemical properties of Mas banana (Musa acuminata) flour. The research design used was a one-factor Completely Randomized Design (CRD) with four treatments, namely without heating (P0), oven heating at 60°C for 6 hours (P1), 80°C for 4 hours (P2), and 100°C for 2 hours (P3), each repeated three times. The parameters analyzed included moisture, ash, protein, fat, carbohydrate, mineral (potassium and magnesium) content, and functional properties in the form of water absorption capacity (WAC) and oil absorption capacity (OAC). The results showed that increasing the heating temperature decreased the moisture, protein, and fat content significantly (p < 0.05), while the ash and carbohydrate content increased. The potassium and magnesium content decreased by approximately 15% and 13%, respectively, due to mineral volatility during heating. WAC and OAC values increased with increasing temperature, indicating partial starch gelatinization and protein denaturation, which increased water and oil binding capacity. Darkening of the flour color at higher temperatures indicates the Maillard reaction and pigment degradation. Heating at 80°C for 4 hours (P2) produced flour with the best characteristics—low moisture content, bright color, and optimal functional properties. Therefore, medium-temperature drying is recommended to produce high-quality banana flour that is physically stable and nutritionally sound, and has potential for use in functional food product formulations.
Formulasi Snack Bar Pisang Mas dengan Substitusi Daun Kelor terhadap Karakteristik Fisik dan Kandungan Gizi sebagai Pangan Fungsional Ibu Menyusui Manggabarani, Saskiyanto; Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Abriyani, Afifah Hasna
Journal of Nursing and Health Science Vol. 3 No. 1 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i1.214

Abstract

Masa menyusui merupakan periode penting dalam kehidupan ibu dan bayi, di mana kebutuhan zat gizi meningkat untuk menunjang produksi air susu ibu (ASI) dan menjaga kesehatan ibu. Inovasi pangan fungsional praktis seperti snack bar dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi daun kelor (Moringa oleifera) terhadap kandungan gizi dan mutu sensorik snack bar pisang mas (Musa acuminata) sebagai pangan fungsional ibu menyusui. Penelitian menggunakan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan empat perlakuan substitusi daun kelor (0%, 5%, 10%, dan 15%) dan tiga kali ulangan. Analisis meliputi proksimat, zat besi, kalsium, vitamin A, antioksidan, serta uji organoleptik (rasa, aroma, warna, dan tekstur). Hasil menunjukkan bahwa substitusi daun kelor berpengaruh nyata terhadap peningkatan kandungan protein, zat besi, kalsium, dan vitamin A (p
Subtitusi Tepung Daun Kelor Terhadap Kandungan Gizi dan Kerenyahan Brownies Crispy Sebagai Pangan Fungsional Anemia Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Hutabarat, Setyowati Erineta
Journal of Nursing and Health Science Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v3i2.216

Abstract

Latar belakang: Anemia defisiensi zat besi masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, terutama pada remaja putri dan wanita usia subur. Upaya pencegahan melalui pengembangan pangan fungsional berbasis bahan lokal seperti daun kelor (Moringa oleifera) menjadi strategi yang menjanjikan karena kandungan zat besi, protein, dan vitamin C-nya yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap kandungan gizi dan kerenyahan brownies crispy sebagai pangan fungsional anemia. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu tingkat substitusi tepung daun kelor sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter yang diuji meliputi analisis kimia (kadar air, protein, serat, Fe, dan vitamin C), fisik (kerenyahan), serta sensori (uji hedonik). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan hubungan antara Fe, kerenyahan, dan skor sensori diuji menggunakan korelasi Pearson. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa substitusi daun kelor berpengaruh signifikan terhadap seluruh parameter (p < 0,05). Kandungan Fe dan vitamin C meningkat seiring penambahan tepung daun kelor, dengan korelasi positif kuat antara kadar Fe dan kerenyahan (r = 0,842) serta korelasi sedang dengan skor penerimaan (r = 0,615). Formulasi optimal diperoleh pada substitusi 10%, yang menghasilkan keseimbangan terbaik antara kandungan gizi dan penerimaan sensori. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa brownies crispy substitusi tepung daun kelor berpotensi sebagai pangan fungsional untuk pencegahan anemia.
Optimalisasi Formulasi Dan Fortifikasi Vitamin B Pada Snack Brownies Crispy Daun Kelor Terhadap Daya Terima Dan Total Plate Count Sebagai Pangan Fungsional Untuk Anemia Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Kusuma, Andini Permata; Manggabarani, Saskiyanto
Journal of Nursing and Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jnhs.v5i1.220

Abstract

Latar belakang: Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang tinggi di Indonesia, terutama pada perempuan usia reproduktif dan remaja putri. Upaya pencegahan melalui pendekatan pangan fungsional berbasis bahan lokal menjadi solusi potensial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi brownies crispy daun kelor (Moringa oleifera) yang difortifikasi vitamin B terhadap daya terima konsumen dan mutu mikrobiologis (Total Plate Count). Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dua faktor: tingkat substitusi tepung daun kelor (0%, 5%, 10%, 15%) dan fortifikasi vitamin B (tanpa dan dengan fortifikasi folat dan B12). Analisis meliputi kadar proksimat, zat besi, folat, vitamin B12, uji organoleptik (warna, aroma, rasa, kerenyahan, keseluruhan), serta Total Plate Count selama penyimpanan 28 hari. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi daun kelor berpengaruh signifikan terhadap kadar protein (p=0.002), abu (p=0.001), dan zat besi (p=0.000), sedangkan fortifikasi vitamin B berpengaruh signifikan terhadap kadar folat (p=0.000) dan vitamin B12 (p=0.000). Tidak terdapat interaksi signifikan antara kedua faktor terhadap parameter kimia utama (p>0.05). Formulasi optimal diperoleh pada perlakuan S1F1 (5% daun kelor + fortifikasi vitamin B) dengan skor organoleptik keseluruhan 7.92 (kategori “suka”), kadar Fe 3.95 mg/100 g, folat 39.56 µg/100 g, vitamin B12 1.51 µg/100 g, dan nilai TPC
EDUCATION AND PRODUCTION OF CRISPY BROWNIES AS A FUNCTIONAL FOOD FOR ANEMIA MOTHERS WITH MORINGA LEAF FLOUR SUBSTITUTION Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Manggabarani, Saskiyanto; Salim, Sahila Tania
Journal Community Service of Health Science Vol. 4 No. 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jcshs.v4i1.225

Abstract

Anemia defisiensi besi pada ibu merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak pada peningkatan risiko komplikasi kehamilan, pertumbuhan janin terhambat, dan penurunan kualitas hidup. Upaya pencegahan anemia perlu mengintegrasikan edukasi gizi dan intervensi berbasis pangan lokal yang mudah diterapkan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran ibu mengenai pencegahan anemia melalui edukasi dan demonstrasi pembuatan brownies crispy berbasis tepung daun kelor sebagai pangan fungsional. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor pada tahun 2024, melibatkan 40 ibu balita. Metode kegiatan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi pembuatan produk, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta mengenai anemia, dengan lebih dari 87% peserta mengalami peningkatan skor setelah edukasi. Peserta juga memperoleh keterampilan dalam mengolah brownies crispy berbahan dasar daun kelor dan pisang mas yang dinilai mudah dipraktikkan, disukai keluarga, serta memiliki potensi meningkatkan asupan mikronutrien, terutama zat besi. Pendekatan praktik langsung terbukti efektif meningkatkan motivasi, kemandirian, dan penerapan ilmu gizi di tingkat rumah tangga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pangan lokal fungsional dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang relevan dalam penanggulangan anemia. Program lanjutan diharapkan mencakup sesi rutin edukasi gizi dan pengembangan formulasi produk untuk optimalisasi kandungan gizi.
EDUCATION AND PRODUCTION OF FUNCTIONAL FOOD FOR BREASTFEEDING MOTHERS IN THE FORM OF BANANA BAR SNACKS WITH MORINGA LEAVES Manggabarani, Saskiyanto; Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Febriyanti, Lilian; Restiana, Gita
Journal Community Service of Health Science Vol. 2 No. 2 (2023): August
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58730/jcshs.v2i2.226

Abstract

Masa menyusui merupakan periode penting yang membutuhkan asupan gizi optimal untuk mendukung produksi dan kualitas Air Susu Ibu (ASI). Kurangnya asupan energi, protein, vitamin, dan mineral dapat menurunkan kualitas ASI dan berdampak pada kesehatan ibu serta bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui dalam memanfaatkan bahan pangan lokal, khususnya pisang mas (Musa spp.) dan daun kelor (Moringa oleifera), sebagai bahan dasar pembuatan snack bar fungsional bergizi tinggi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 November 2022 di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, dengan sasaran ibu menyusui dan kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi edukasi gizi menggunakan media leaflet dan demonstrasi pembuatan snack bar pisang mas–daun kelor. Evaluasi dilakukan secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu menyusui dari 64% menjadi 92% setelah edukasi, yang dikategorikan sangat baik. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan kembali pembuatan produk di rumah. Produk snack bar yang dihasilkan memiliki cita rasa yang disukai serta berpotensi menjadi alternatif pangan fungsional yang praktis dan bergizi bagi ibu menyusui. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan, serta kesadaran pentingnya pemanfaatan bahan lokal bergizi tinggi. Program ini diharapkan berkontribusi dalam peningkatan status gizi ibu dan bayi serta mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi keluarga.