Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan dan Validitas E-Modul Berdiferensiasi Berbasis PBL-TaRL pada Materi PLSV Daffa Aditya Ardana; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 20 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v20i1.113591

Abstract

Tantangan mendasar dalam penguasaan materi Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV) bersumber dari praktik instruksional konvensional yang kerap menyeragamkan kemampuan siswa. Sebagai upaya mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini difokuskan untuk merancang sekaligus mengevaluasi kelayakan teoretis bahan ajar digital berdiferensiasi berlatar investigasi detektif, dengan mengintegrasikan model Problem Based Learning (PBL) serta pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Riset ini menerapkan pendekatan Research and Development (R&D) berlandaskan kerangka ADDIE, dengan batasan operasional yang dikhususkan hingga fase pengembangan. Subjek penilaian melibatkan tiga pakar materi dan tiga pakar media menggunakan instrumen kuesioner. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil validasi pakar menunjukkan rerata skor 3,39 untuk substansi materi dan 3,61 untuk teknis media, di mana keduanya masuk dalam kualifikasi sangat valid. Kesimpulannya, E-Modul matematika berdiferensiasi ini dinilai sangat layak secara teoretis dan siap untuk diujicobakan lebih lanjut pada pembelajaran adaptif materi PLSV.
Desain Multimedia Interaktif “BARISKU” Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Yunita Rizki Maharani; Dwi Sulistyaningsih; Rohmat Suprapto
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 10 Nomor 1
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v10i1.4844

Abstract

Tuntutan pembelajaran di era Society 5.0 mengharuskan adanya integrasi teknologi digital serta penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran matematika, khususnya materi Bangun Ruang Sisi Lengkung, masih sering terkendala oleh karakteristiknya yang abstrak sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab tantangan tersebut dengan mendesain dan mengembangkan multimedia interaktif "BARISKU" yang mengintegrasikan etnomatematika Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi hingga tahap pengembangan (Development). Berdasarkan hasil uji validasi, produk dinyatakan memenuhi kriteria sangat valid dengan skor ahli materi sebesar 84,16% dan ahli media sebesar 89,72%, serta rata-rata validitas total mencapai 86,95%. Disimpulkan bahwa multimedia BARISKU sangat layak diimplementasikan untuk memfasilitasi visualisasi konsep dan menstimulasi kemampuan berpikir kritis siswa sesuai tuntutan kurikulum masa kini.
DESAIN MEDIA GEMAR PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA BUDAYA KLETENG SAM POO KONG MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Siti Agustina Mujtahidah; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/vg46dn39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media GEMAR (Geometri, Etnomatematika, Menarik, dan Relevan) berbasis website dengan pendekatan etnomatematika budaya Klenteng Sam Poo Kong pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) menggunakan model ADDIE yang dibatasi pada tahap analysis, design, dan development. Objek penelitian ini adalah media pembelajaran GEMAR berbasis website, sedangkan subjek validasi terdiri atas tiga ahli materi dan tiga ahli media. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket validasi untuk menilai kelayakan media dari aspek materi maupun aspek media. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung rata-rata skor validitas media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media GEMAR berbasis website memperoleh skor rata-rata 3,73 dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi dan skor rata-rata 3,80 dengan kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media. Adapun rata-rata keseluruhan hasil validasi mencapai 3,76 dengan kategori sangat valid. Dengan demikian, media GEMAR berbasis website dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi bangun ruang sisi datar.
IDENTIFIKASI LEVEL BERPIKIR GEOMETRIS SISWA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERDASARKAN TEORI VAN HIELE Nurbaiti Larasati; Venissa Dian Mawarsari; Dwi Sulistyaningsih
JIPMat Vol. 9 No. 2 (2024): JIPMat (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jipmat.v9i2.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat berpikir geometri siswa dalam menyelesaikan permasalahan geometri yang berkaitan dengan bangun ruang sisi datar berdasarkan teori Van Hiele, serta memberikan wawasan secara mendalam sehingga guru dapat menerapkan metode pembelajaran yang tepat bagi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tes soal geometri materi bangun ruang sisi datar sesuai dengan level berpikir geometris Van Hiele dan wawancara. Hasil penelitian dan wawancara dilakukan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan 6,66% siswa belum mencapai level 0, 3,33% siswa berada pada level 0 (visualisasi), 20% siswa berada pada level 1 (analisis), 53,33% siswa pada level 2 (deduksi informal), 10% siswa berada pada level 3 (deduksi) dan 6,66% siswa berada pada level 4 (rigor). Secara umum, level berpikir geometris siswa berada pada level 2 (deduksi informal), yakni pada tahap siswa mampu memahami hubungan antar bangun ruang sisi datar, namun penafsirannya masih berdasarkan definisi umum. Berdasarkan wawancara, siswa merasa masih kesulitan dalam menyelesaikan persoalan yang salah satu unsurnya tidak terdefinisi. Peran guru dalam meningkatkan kompetensi siswa sangat dibutuhkan, misalnya dengan membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan mudah dipahami siswa serta dalam pembelajaran memperhatikan level berpikir geometris siswa. Kata kunci: Level Berpikir Geometris, Teori Van Hiele, Bangun Ruang Sisi Datar