Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Upaya Peningkatan Pengetahuan Dan Skrining Kekurangan Energi Kronik (Kek) Pada Wus Usia 15-19 Tahun Di Sman I Semarapura Dewi, Erviana Puspita; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriani, Ni Putu Riza Kurnia; Larasati, Ketut Eka
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v4i1.640

Abstract

Kurang Energi Kronik (KEK) merupakan bagian dari beberapa masalah gizi yang masih harus dihadapai di Indonesia dan sering terjadi pada wanita usia subur (WUS). WUS merupakan wanita yang terdapat pada rentang umur dimana pada usia tersebut organ reproduksi wanita mulai matang dan sudah berfungsi dengan baik dengan rentang usia 15-49 tahun termasuk wanita hamil, wanita tidak hamil, ibu nifas, calon pengantin, remaja putri dan pekerja wanita. KEK yang sering menyerang pada wanita usia subur menggambarkan asupan energi dan protein yang tidak adekuat. Salah satu indicator untuk mendeteksi risiko KEK dan status gizi pada WUS dengan melakukan pengukuran antropomentri yaitu pengukuran lingkar lengan atas, serta pemerikasaan kadar haemoglobin untuk mengetahui apakah WUS mengalami anemia atau tidak. Kejadian anemia (13,9%), kekurangan energi kronik (3,72%) dan stunting (19,4%) pada WUS di Kabupaten Klungkung tahun 2021 masih cukup tinggi dibandingkan dengan Kabupaten lain di Provinsi Bali sehingga penting dilakukan pengabdian kepada masyarakat di SMA N I Semarapura Kegiatan dilakukan melalui dua tahap, tahap pertama menggali pengetahuan dan pemahaman awal WUS, kemudian edukasi tentang KEK. Tahap kedua skrining dengan pemeriksaan TB dan BB untuk menghitung IMT, LILA dan Kadar Hb. Edukasi dan pemeriksaan dilakukan pada 50 WUS dan hasilnya ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi tentang KEK. Pada pemeriksaan skrining KEK sebagian besar WUS memiliki IMT normal sebanyak 42%, LILA lebih dari 23,5 cm sebanyak 68% dan kadar Hb lebih dari 12 gr/dl sebanyak 64% . Terdapat peningkatan pengetahuan tentang KEK dengan media visual pada WUS. Sebagian besar WUS sudah menunjukkan hasil skrining baik, namun WUS yang hasilnya di bawah standar juga cukup tinggi sehingga semua WUS diharapkan sadar dan paham terkait bagaimana pencegahan KEK melalui asupan gizi yang seimbang dan tepat.  
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI Made Komala Intan Pratiwi; Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5517

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi yaitu suatu keadaan dimana dalam kehamilan terjadi kondisi yang bisa mengancam ibu maupun janin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Pencegahan Kehamilan Risiko Tinggi di PMB “NS” Desa Sambirenteng. Metode: Penelitian ini menggunakan survei deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional Populasi yaitu ibu hamil yang melakukan kunjungan di Praktik Mandiri Bidan “NS” sebanyak 30 orang. Jumlah sampel penelitian ini adalah 30 responden dengan menggunakan Non Probability dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif.  Hasil: Karena terdapat 3 sel dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 sebesar 75%, maka nilai significancy yang dilihat berdasarkan uji fisher exact test dengan p-value 1,000 (p0,05) nilai p-value hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi dengan sikap ibu hamil tentang pencegahan kehamilan risiko tinggi. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi tidak ada keterkaitannya dengan sikap ibu hamil tentang pencegahan kehamilan risiko tinggi. Diharapkan kepada ibu hamil lebih sering untuk mencari informasi lebih mengenai kehamilan agar terhindar dari kehamilan yang beresiko tinggi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Nurtini, Ni Made; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.327

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.   Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DALAM MENGHADAPI PROSES KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS II DINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR Ana, Ayu Dian Feby; Dewi, Komang Ayu Purnama; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6310

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan kehamilan adalah keadaan emosional yang mirip dengan kecemasan pada umumnya, hanya saja fokus kekhawatirannya ada pada wanita hamil. Kecemasan saat hamil merupakan ekspresi keadaan emosi negatif yang menimbulkan kekhawatiran terhadap perubahan pada ibu selama hamil, mulai dari kekhawatiran terhadap perkembangan janin dikandungan hingga proses kelahiran. Tujuan: Mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi dengan kecemasan ibu hamil trimester I dalam menghadapi proses kehamilan di wilayah kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Metode: penelitian ini merupakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 98 responden. Teknik analisa data menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rho). Hasil: Berdasarkan analisa bivariat menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rho) terdapat pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pendapatan, pengetahuan dan dukungan keluarga dalam menghadapi kehamilan dengan p-value 0.001. Simpulan: Tingkat kecemasan ibu hamil Trimester I dalam menghadapi proses kehamilan proses dipengaruhi oleh karakteristik, pengetahuan dan dukungan keluarga. Diharapkan kepada bidan mengoptimalkan pendidikan kesehatan dan mendorong keluarga untuk selalu memberikan dukungan kepada ibu hamil di awal kehamilan khususnya pada kehamilan pertama. Kata kunci: Kehamilan, Kecemasan, Trimester I
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL MENGENAI SENAM DYSMENORRHEA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SENAM DYSMENORRHEA Warsonea, Claudia Febtari; Dewi, Komang Ayu Purnama; Ariani, Ni Komang Sri
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i2.1880

Abstract

Latar belakang : Meningkatnya kasus Dysmenorrhea yang terjadi mengakibatkan remaja putri mengkonsumsi obat secara terus menerus untuk mengatasi nyeri dysmenorrhea.  Hal ini menimbulkan efek samping yang merugikan tubuh. Alternatif lainnya yaitu senam dysmenorrhea. Tujuan : Untuk menganalisa keefektivitasan pemberian edukasi menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang senam dysmenorrhea. Metode : menggunakan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas VII dan VIII dengan sampel sebanyak 145 responden. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dalam bentuk  google form. Analisa data menggunakan Wilcoxon Rank-Test. Hasil : Pengetahuan dan sikap responden sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan media Audio Visual menunjukkan responden memiliki pengetahuan (50.3%) dan sikap (71.7%) dalam kategori baik. Pengetahuan dan sikap responden setelah diberikan edukasi kesehatan dengan media Audio Visual menunjukkan remaja responden memiliki pengetahuan (100%) dan sikap (100%) dalam kategori baik. Edukasi kesehatan dengan media Audio Visual efektif digunakan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap responden tantang senam dysmenorrhea  dengan p-value<0,05. Simpulan : Edukasi dengan media Audio Visual mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang senam dysmenorrhea. Diharapkan remaja putri mampu melakukan senam dysmenorrhea untuk mengatasi masalah dysmenorrhea.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MAGIC SPINNING WHELL TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SMPN 1 SERIRIT: EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MAGIC SPINNING WHELL TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SMPN 1 SERIRIT Asmari, Putu Juli; Dewi, Komang Ayu Purnama; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.221

Abstract

Maintaining the correct and adequate application of personal hygiene by teenagers can prevent infections and co-morbidities. The provision of health knowledge needs to be given through a media that is easy to understand and interesting, hence that teenagers are motivated to know, understand and accept the information given. One example is by using a colorful game media namely the magic spinning wheel. The purpose of this study was to identify the effectiveness of health education through the media of a magic spinning wheel on the personal hygiene knowledge of teenage girls at Junior High School 1 Seririt. This study employed a quantitative research design with the Pre-Experimental method through the One Group Pre-Test and Post-Test design. The sample recruited in this study was 89 teenage girls through probability sampling and simple random sampling. The data were analyzed through the Non-Parametric Wilcoxon Signed Rank Test. Results of the Wilcoxon Signed Rank Test had a p-value of 0.000. The treatment in the form of health education through the media of a magic spinning wheel was proven to be effective on the personal hygiene knowledge of teenage girls at Junior High School 1 Seririt. Conclusion it is suggested that health workers and teachers could use the magic spinning wheel media as one of the health education methods for teenage girls at school, hence it would be more interesting and could foster curiosity among teenage girls about health information.