Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN SIKAP IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI Made Komala Intan Pratiwi; Komang Ayu Purnama Dewi; Ni Made Ayu Yulia Raswati Teja
Menara Medika Vol 7, No 1 (2024): VOL 7 NO 1 SEPTEMBER 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i1.5517

Abstract

Latar Belakang: Kehamilan risiko tinggi yaitu suatu keadaan dimana dalam kehamilan terjadi kondisi yang bisa mengancam ibu maupun janin. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi dengan Sikap Ibu Hamil Tentang Pencegahan Kehamilan Risiko Tinggi di PMB “NS” Desa Sambirenteng. Metode: Penelitian ini menggunakan survei deskriptif kuantitatif dengan metode cross-sectional Populasi yaitu ibu hamil yang melakukan kunjungan di Praktik Mandiri Bidan “NS” sebanyak 30 orang. Jumlah sampel penelitian ini adalah 30 responden dengan menggunakan Non Probability dengan metode Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif.  Hasil: Karena terdapat 3 sel dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 sebesar 75%, maka nilai significancy yang dilihat berdasarkan uji fisher exact test dengan p-value 1,000 (p0,05) nilai p-value hal ini menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi dengan sikap ibu hamil tentang pencegahan kehamilan risiko tinggi. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi tidak ada keterkaitannya dengan sikap ibu hamil tentang pencegahan kehamilan risiko tinggi. Diharapkan kepada ibu hamil lebih sering untuk mencari informasi lebih mengenai kehamilan agar terhindar dari kehamilan yang beresiko tinggi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Premenstrual Syndrom pada Siswi Sekolah Menengah Atas Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Diyu, Ida Ayu Ningrat Pangruating; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita; Nurtini, Ni Made; Dewi, Komang Ayu Purnama; Indriana, Ni Putu Riza Kurnia
Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 (2023): Bali Medika Jurnal Vol 10 No 1 Juli 2023
Publisher : Stikes Wira Medika Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36376/bmj.v10i1.327

Abstract

Premenstrual syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental, yang biasanya muncul mulai satu minggu sampai beberapa hari sebelum datangnya haid, dan menghilang sesudah haid datang, walaupun kadang berlangsung sampai haid berhenti PMS yang terjadi pada remaja dapat menurunkan produktivitas dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gejala-gejala PMS pada remaja dapat berpengaruh terhadap prestasinya di sekolah. Kejadian PMS mempengaruhi kegiatan di sekolah, misalnya: penurunan konsentrasi belajar, terganggunya komunikasi dengan teman juga dimungkinkan terjadi penurunan produktivitas belajar dan peningkatan absensi kehadiran. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional.. Cara pengambilan sampel dengan non probability sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 105 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 7,6% remaja mengalami PMS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian PMS (p=0,036), perilaku dengan kejadian PMS (p=0,035), usia menarche dengan kejadian PMS (p=0,047), dan tingkat stress dengan kejadian PMS (p=0,001). Terdapat hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, perilaku, usia menarche dan tingkat stress dengan kejadian premenstrual syndrome.   Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of symptoms in the form of physical and mental disorders, which usually appear from one week to a few days before menstruation begins, and disappear after menstruation begins, although sometimes it lasts until menstruation stops PMS that occurs in adolescents can reduce productivity in carrying out daily activities. PMS symptoms in adolescents can affect their performance at school. PMS events affect activities at school, for example: decreased concentration in learning, disruption of communication with friends it is also possible that there is a decrease in learning productivity and an increase in absenteeism This research is analytic with cross sectional design. The sampling method is non-probability sampling. The number of research samples is 105 respondents. Data collectionl used a questionnaire The results of this study indicate that as many as 7.6% of adolescents experience PMS. There is a significant relationship between knowledge and the incidence of PMS (p=0.036), behavior and the incidence of premenstrual syndrome (p=0.035), age of menarche and the incidence of PMS (p=0.047) , and stress level with PMS incident (p=0,001) There is a significant relationship between knowledge, behavior, age at menarche and stress level with the incidence of premenstrual syndrome.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DALAM MENGHADAPI PROSES KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS II DINAS KESEHATAN KECAMATAN DENPASAR Ana, Ayu Dian Feby; Dewi, Komang Ayu Purnama; Dewi, Ni Wayan Erviana Puspita
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.6310

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan kehamilan adalah keadaan emosional yang mirip dengan kecemasan pada umumnya, hanya saja fokus kekhawatirannya ada pada wanita hamil. Kecemasan saat hamil merupakan ekspresi keadaan emosi negatif yang menimbulkan kekhawatiran terhadap perubahan pada ibu selama hamil, mulai dari kekhawatiran terhadap perkembangan janin dikandungan hingga proses kelahiran. Tujuan: Mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi dengan kecemasan ibu hamil trimester I dalam menghadapi proses kehamilan di wilayah kerja UPTD Puskesmas II Dinas Kesehatan Kecamatan Denpasar Barat. Metode: penelitian ini merupakan analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester I yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 98 responden. Teknik analisa data menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rho). Hasil: Berdasarkan analisa bivariat menggunakan uji statistik Sperman Rank (Rho) terdapat pengaruh umur, pendidikan, pekerjaan, paritas, pendapatan, pengetahuan dan dukungan keluarga dalam menghadapi kehamilan dengan p-value 0.001. Simpulan: Tingkat kecemasan ibu hamil Trimester I dalam menghadapi proses kehamilan proses dipengaruhi oleh karakteristik, pengetahuan dan dukungan keluarga. Diharapkan kepada bidan mengoptimalkan pendidikan kesehatan dan mendorong keluarga untuk selalu memberikan dukungan kepada ibu hamil di awal kehamilan khususnya pada kehamilan pertama. Kata kunci: Kehamilan, Kecemasan, Trimester I
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL MENGENAI SENAM DYSMENORRHEA TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG SENAM DYSMENORRHEA Warsonea, Claudia Febtari; Dewi, Komang Ayu Purnama; Ariani, Ni Komang Sri
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 11, No 2 (2025): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v11i2.1880

Abstract

Latar belakang : Meningkatnya kasus Dysmenorrhea yang terjadi mengakibatkan remaja putri mengkonsumsi obat secara terus menerus untuk mengatasi nyeri dysmenorrhea.  Hal ini menimbulkan efek samping yang merugikan tubuh. Alternatif lainnya yaitu senam dysmenorrhea. Tujuan : Untuk menganalisa keefektivitasan pemberian edukasi menggunakan media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri tentang senam dysmenorrhea. Metode : menggunakan rancangan one group pre-post test design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswi kelas VII dan VIII dengan sampel sebanyak 145 responden. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner dalam bentuk  google form. Analisa data menggunakan Wilcoxon Rank-Test. Hasil : Pengetahuan dan sikap responden sebelum diberikan edukasi kesehatan dengan media Audio Visual menunjukkan responden memiliki pengetahuan (50.3%) dan sikap (71.7%) dalam kategori baik. Pengetahuan dan sikap responden setelah diberikan edukasi kesehatan dengan media Audio Visual menunjukkan remaja responden memiliki pengetahuan (100%) dan sikap (100%) dalam kategori baik. Edukasi kesehatan dengan media Audio Visual efektif digunakan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap responden tantang senam dysmenorrhea  dengan p-value<0,05. Simpulan : Edukasi dengan media Audio Visual mampu meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri tentang senam dysmenorrhea. Diharapkan remaja putri mampu melakukan senam dysmenorrhea untuk mengatasi masalah dysmenorrhea.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MAGIC SPINNING WHELL TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SMPN 1 SERIRIT: EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MAGIC SPINNING WHELL TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE REMAJA PUTRI SMPN 1 SERIRIT Asmari, Putu Juli; Dewi, Komang Ayu Purnama; Darmayanti, Putu Ayu Ratna
JURNAL MEDIKA USADA Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Medika Usada
Publisher : STIKES ADVAITA MEDIKA TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54107/medikausada.v7i1.221

Abstract

Maintaining the correct and adequate application of personal hygiene by teenagers can prevent infections and co-morbidities. The provision of health knowledge needs to be given through a media that is easy to understand and interesting, hence that teenagers are motivated to know, understand and accept the information given. One example is by using a colorful game media namely the magic spinning wheel. The purpose of this study was to identify the effectiveness of health education through the media of a magic spinning wheel on the personal hygiene knowledge of teenage girls at Junior High School 1 Seririt. This study employed a quantitative research design with the Pre-Experimental method through the One Group Pre-Test and Post-Test design. The sample recruited in this study was 89 teenage girls through probability sampling and simple random sampling. The data were analyzed through the Non-Parametric Wilcoxon Signed Rank Test. Results of the Wilcoxon Signed Rank Test had a p-value of 0.000. The treatment in the form of health education through the media of a magic spinning wheel was proven to be effective on the personal hygiene knowledge of teenage girls at Junior High School 1 Seririt. Conclusion it is suggested that health workers and teachers could use the magic spinning wheel media as one of the health education methods for teenage girls at school, hence it would be more interesting and could foster curiosity among teenage girls about health information.
The Relationship Between Family Planning Counseling By Midwives, Knowledge Level, And Iud Method Choice Rahayuni, Ni Wayan Sri; Noriani, Ni Ketut; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Dewi, Komang Ayu Purnama
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i12.23750

Abstract

Latar belakang pemilihan metode kontrasepsi yang tepat merupakan faktor penting dalam keberhasilan program Keluarga Berencana (KB). Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan aman. Namun, penggunaannya masih rendah karena berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengetahuan ibu. Pelayanan konseling KB yang dilakukan oleh bidan berperan besar dalam meningkatkan pemahaman dan keputusan ibu terhadap pemilihan AKDR.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan pelayanan konseling KB oleh bidan terhadap pengetahuan ibu dan keputusan dalam memilih metode kontrasepsi AKDR.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional. Sampel terdiri dari ibu usia subur yang menerima konseling KB oleh bidan di Klinik Pratama Kasta Gumani Tabanan sebanyak 212 responden, dengan Teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang meliputi aspek konseling, pengetahuan, dan pilihan kontrasepsi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa nilai p = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan konseling KB oleh bidan dengan pemilihan metode AKDR. Dengan demikian, semakin baik pelayanan konseling KB yang diberikan oleh bidan, maka semakin tinggi pula kemungkinan ibu memilih metode kontrasepsi AKDR.. Kata Kunci : Konseling, Keluarga Berencana, Pengetahuan Ibu, Pemilihan AKDR ABSTRACT Background the selection of an appropriate contraceptive method is an important factor in the success of the Family Planning (FP) program. The Intrauterine Device (IUD) is one of the effective and safe long-term contraceptive methods. However, its usage remains low due to various factors, one of which is the lack of maternal knowledge. The FP counseling services provided by midwives play a significant role in increasing a mother's understanding and decision regarding the choice of IUD.Objective the objective of this study was to determine the relationship between FP counseling services provided by midwives and maternal knowledge and the decision to choose the IUD contraceptive method.Methods this study used a quantitative approach with a Cross-sectional design. The sample consisted of 212 respondents—women of childbearing age who received FP counseling from midwives at Klinik Pratama Kasta Gumani Tabanan. The sampling technique used was Purposive Sampling. Data were collected using a structured questionnaire covering aspects of counseling, knowledge, and contraceptive choice. Data analysis was performed using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test.Results the Chi-Square test results showed a p-value of 0.000 (p 0.05), which indicates a significant relationship between FP counseling services by midwives and the choice of the IUD method. Thus, the better the FP counseling services provided by midwives, the higher the likelihood of the mother choosing the IUD contraceptive method. Keywords: Counseling, Family Planning, Maternal Knowledge, IUD Choice 
Gambaran Perilaku dan Motivasi Cuci Vagina pada Wanita Usia Subur dengan Servisitis di Puskesmas II Denpasar Selatan Purnama Dewi, Komang Ayu; Nurtini, Ni Made; Yulia Raswati Teja, Ni Made Ayu
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 2 No 1 (2018): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v2i1.33

Abstract

Pendahuluan: Servisitis merupakan kasus yang paling sering dijumpai di Bali dan Denpasar khususnya di Puskesmas II Denpasar Selatan. Salah satu etiologi non infeksi penyebab dari servisitis adalah perilaku cuci vagina. Cuci vagina adalah proses pembilasan atau pembersihan vagina dengan memaksa air atau cairan lain masuk ke dalam rongga vagina untuk membersihkan atau membilas keputihan dan lainnya. Peneliti tertarik mengetahui tentang gambaran dan motivasi perilaku cuci vagina pada WUS dengan servisitis di Puskesmas II Denpasar Selatan. Metodologi: sampel dalam penelitian ini adalah WUS dengan servisitis yang berkunjung ke Puslesmas II Denpasar Selatan selama bulan Januari – Pebruari 2018, yaitu sebanyak 44 orang. Hasil: Sebagian besar WUS dengan servisitis melakukan cuci vagina dengan menggunakan air saja yaitu 26 orang (59.09%), melakukan cuci vagina pada saat buang air kecil yaitu sebanyak 25 orang (56.82%), melakukan cuci vagina di rumah/tempat tinggal yaitu 38 orang (86.36%) dan melakukan cuci vagina sendiri yaitu 36 orang (81.82%). Sebagian besar motivasi perilaku cuci vagina pada WUS dengan servisitis karena merasa kotor yaittu sebanyak 23 orang (52.27%). Diskusi: Masih ada WUS yang melakukan cuci vagina dengan air sirih, sabun mandi dan sabun khusus untuk cuci vagina. Penggunaan cairan selain air untuk cuci vagina ini mengakibatkan terjadinya kerusakan flora normal pada vagina sehingga mempermudah bakteri yang tidak menguntungkan untuk masuk dan menyebabkan infeksi pada vagina, servisitis atau penyakit kelamin lainnya.
Hubungan Dukungan Suami Dan Sikap Wanita Usia Subur Dengan Keputusan Melakukan Pemeriksaan IVA Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Abiansemal IV Wulandari, I Gusti Agung Istri; Teja, Ni Made Ayu Yulia Raswati; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Dewi, Komang Ayu Purnama
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v10i1.836

Abstract

Survei Kesehatan Indonesia menyatakan prevalensi penyakit kanker serviks di Indonesia mencapai 1,79 per 1.000 penduduk dan meningkat dari tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2013 sebanyak 1,4 per 1.000 penduduk. Sedangkan cakupan skrining telah di lakukan terhadap 904.099 orang (2,45%), angka tersebut masih rendah. Jumlah wanita usia subur (WUS) usia 30-50 tahun yang melakukan IVA hanya mencapai 8,3%. Mengetahui hubungan dukungan suami dan sikap WUS dengan keputusan melakukan pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas AbiansemaL IV. Jenis penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional study. Teknik pengambilan sampel dengan convenience sampling. Responden dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi.  Sampel sebanyak 107 WUS. Pengumpulan data dengan kuisoner. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square. Penelitian menunjukkan mayoritas suami mendukung (61,7%), sebagian besar sikap WUS positif (52,3%), sebagian besar WUS tidak melakukan IVA (59,8%).  Ada hubungan dukungan suami (p:0,003) dan sikap (p: 0,001) dengan keputusan WUS melakukan pemeriksaan IVA. Ada hubungan antara dukungan suami dan sikap dengan keputusan WUS melakukan pemeriksaan IVA di wilayah kerja UPTD Puskesmas Abiansemal IV. Diharapkan petugas kesehatan selalu menginformasikan kepada WUS terkait pentingnya melakukan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA serta lebih intensif melakukan penyuluhan deteksi dini kanker serviks bagi masyarakat.   Kata Kunci: dukungan suami, inspeksi visual asam asetat, sikap