Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT

PANDEMI COVID-19 DAN KESEIMBANGAN BEBAN PENGASUHAN ANAK DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI ISLAM Aep Saepuloh
Jurnal Education and Development Vol 9 No 3 (2021): Vol.9.No.3.2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.468 KB)

Abstract

Pengasuhan anak di banyak budaya memberi gambaran peran gender yang paling timpang. Pengasuhan dianggap sebagai perpanjangan peran biologis perempuan yang telah hamil dan melahirkan. Sejak zaman Hunter-Gatherer pengasuhan anak menjadi tugas perempuan (ibu) karena dia telah hamil, melahirkan, dan menyusui. Tidak jarang tugas pengasuhan dan perawatan anak dilegitimasi oleh norma budaya, dimana kaum laki-laki "terlarang" memasukinya. Tugas merawat, membersihkan kotoran, memberi makan anak, taboo dilakukan oleh laki-laki (ayah) dan dianggap merendahkan martabat kelaki-lakian. Islam sejak awal menekankan bahwa sesungguhnya beban pengasuhan terletak dipundak kedua orang tua (fa abawaahu) bukan hanya dipundak ibu. Dengan menggunakan teori perubahan sosial, tulisan ini akan mengungkap bagaimana bentuk pergeseran relasi gender dalam pengasuhan anak itu terjadi. Terjadinya pandemik yang memaksa semua orang kembali ke rumah, telah memaksa peran pengasuhan kembali menjadi beban bersama ayah dan ibu.