Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Kulit Durian untuk Meningkatkan Produktivitas KWT Sari Makmur di Desa Alasmalang Kecamatan Kemrajen Siti Mudmainah; Tundjung Linggarwati; Purwanto Purwanto
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v5i2.2061

Abstract

KWT Sari Makmur Kiprahnya sebagai pendamping suami, yang mayoritas petani dan pemilik lahan durian berada di Desa Alasmalang, didirikan pada tahun 2004 hingga saat ini. Kelompok ini terdiri dari 31 anggota. Permasalahan pertama yang dihadapi oleh KWT Sari Makmur adalah ketergantungan terhadap pupuk kimia, Permasalahan kedua menumpuknya limbah kulit durian yang menimbulkan bau tidak sedap, Permasalahan Ketiga mitra tidak mempunyai kemampuan mengolah limbah kulit durian menjadi pupuk kompos, Permasalahan keempat mitra tidak mempunyai kemampuan manajemen usaha kecil, kelompok, management, pengadminitrasikan, pecatatatan keuangan dan jejaring bisnis terbatas. Permasalahan diatas diperlukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan dan penyuluhan partisipatif seluruh anggota KWT Sari Makmur, diharapkan anggota KWT Sari Makmur dapat mandiri dalam memproduksi dan menggunakan pupuk organik kompos dengan memanfaatkan kulit durian, sehingga menciptakan ketahanan pangan di level komunitas. Metode observasi dilaksanakan melalui wawancara dengan Pemdes dan ketua KWT Sari Makmur. Kegiatan pelaksanaan dilakukan pada bulan Maret 2026 dan pasca kegiatan pada bulan Mei 2026. Pengabdian ini menggunakan Metode pendekatan Asset Based Community Development yang dilakukan melalui pelatihan dan penyuluhan. Hasil pendampingan ini diantaranya terjadi peningkatan kapasitas KWT Sari Makmur, terutama peningkatan pendapatan tambahan dari penjualan kompos kulit durian perminggu Rp. 6.000.000,- Diharapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Alasmalang dan meningkatkan kesejahteraan petani durian dan produktivitas KWT Sari Makmur.
Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai taman gizi keluarga sebagai upaya menurunkan angka stunting pada keluarga miskin ekstrim Siti Mudmainah; Anies Indah Hariyanti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3198

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan mitra kategori keluarga miskin estrim yang mempunyai balita stunting di Desa Winduaji. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan pada  bulan Maret  Sampai  Agustus  2025. Permasalahan yang terjadi antara lain: adanya kasus stunting sejumlah 125 balita dan sejumlah 60 balita berasal dari keluarga miskin ekstrim,  Sebagian besar ibu balita stunting masih belum maksimal mendapatkan informasi gizi dan kesehatan terutama pemberian makanan tambahan,  rendahnya komunikasi advokasi stunting dan solusi penanganan stunting. Tujuan pengabdian ini sebagai upaya untuk menurunkan tingkat stunting. Metode untuk mengatasi masalah mitra melalui sosialisasi dan pelatihan. Tahapan kegiatan dilakukan penyediaan  lahan pekarangan yang  belum termanfaatkan untuk taman gizi keluarga.  Hasil kegiatan pengabdian dapat disimpulkan pembangunan taman gizi keluarga berdasarkan hasil pretest dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Masyarakat telah melaksanakan pemanfaatan lahan pekarangan sayuran menjadi aneka inovasi  makanan sehat meningkatkan 90%. Total penerimaan tambahan yang di peroleh mitra per 3 bulan sebesar Rp1.500.000 dan pendapatan per 3 bulan adalah sebesar Rp 1.100.000, Pelatihan perencanaan keuangan keluarga mampu meningkatkan 80% pemahaman mengenai perencanaan keuangan keluarga, penyuluhan mengenai   gizi seimbang pada balita  menunjukan meningkatkan pengetahuan 85% akan diikuti dengan perubahan perilaku dan penyuluhan pencegahan stunting menunjukkan meningkatkan 90%, bahwa edukasi keluarga berkaitan erat dengan pencegahan stunting yang melibatkan pemahaman tentang gizi, pola makan sehat, sanitasi, dan praktik kebersihan. Diharapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat  akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa  Winduaji  dan menurunkan angka stunting.  
THE IMPACT OF PLANT PESTS ORGANISM (OPT) AND CLIMATE CHANGE ON PRODUCTION AND INCOME OF BLACK RICE (Oryza sativa L. Indica) FARMERS IN SIRAMPOG DISTRICT BREBES REGENCY Siti Mudmainah
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1878

Abstract

Black rice (Oryza sativa L. Indica) is a rice variety that contains the highest anthocyanin pigment. Sirampog Subdistrict is the only area in Brebes Regency that cultivates black rice. In 2017 to 2018, the amount of black rice production experienced fluctuating developments. The harvest area of ​​black rice farming in Sirampog Subdistrict is still fluctuating which affects production results. The results of black rice farming production that are still fluctuating indicate risks in black rice farming production, one of which is the presence of plant pest organism (OPT) and the impact of environmental changes that threaten to reduce the production and income of black rice farmers. The method used to determine respondents in this study is the census method, which involves taking the entire number of farmers as respondents, totaling 20 farmers. Black rice farming in Brebes Regency is a farming business cultivated in the Sirampog Subdistrict. Developed in five villages, namely Manggis Village, Mendala Village, Kaligiri, Sridadi and Mlayang Village. This study aims to analyze the effect of planting area, harvest area, OPT attack area, and the effect of flood area and drought area on lowland rice production in Sirampog Subdistrict. This research was conducted from January 2023 to October 2023. This study uses descriptive and quantitative analysis methods. Descriptive analysis is used to identify existing farmer data information sources and other supporting information obtained directly from interviews with black rice farmers. Quantitative analysis is used to evaluate the development of the main plant pest organisms (OPT) and the impact of environmental changes on black rice production in Sirampog Subdistrict, analyzed statistically with quantitative analysis with the help of the SPSS version 17 program. The analysis model that will be used is a multiple linear regression analysis model. The results of this study indicate an R2 value of 82.7% of black rice production and income are influenced by planting area (X1), harvest area (X2), attack area (X3), flood area (X4), drought area (X5) while 17.3% is influenced by variations in other variables outside the model (variables not studied). The income of black rice farmers is significantly affected by Rp. 37.157.560 per hectare in one harvest season.
EFISIENSI USAHA TANI PADI (Oryza sativa. L) DALAM PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) DI DESA KARANGKLESEM, KECAMATAN PAKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS Siti Mudmainah; Niken Hapsari Arimurti
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 7 No. 1 (2025): AGRO TATANEN Edisi Januari 2025 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/agrotatanen.v7i1.1529

Abstract

The Rice (Oryza sativa . L) is the main crop in Indonesia, almost half of Indonesia populasion consumes rice as a staple food. Especially rice, efforts need to be made to increase rice production, currently, it is hampered by pest attacks which can reduce agricultural production. The purpose of this study was to determine the characteristics of farmers, (2) know the factors that influence rice production, and (3) analyze the level of efficiency of techniques for using production factors in business farming. The research was conducted on rice crops in Karangklesem village, Pakuncen sub-district. Banyumas Regency, Respondent samples taken in this research were the purposive method, sampling was taken using a random sampling technique of 80 respondents. This research was conducted from July 2021 to October 2022. The results of this study show that average farmers carry out business farming on a land area of more than 1 hectare with farming experience of more than 15 years. The level of rice farming in Karangklesem village is technically efficient with an average technical efficiency level of 0.94 or 94 %. Production factors that have a real influence on rice farming production with integrated pest management (IPM) are chemical fertilizers, botanical pesticides, and chemical pesticides. The lowest level of efficiency of rice farming techniques was 0.81 and the highest level of efficiency was 0.99. average farmers have a technical efficiency level of 0.94 which means that rice production with the implementation of integrated pest management (IPM) reaches 94% of the potential rice production and there is still 6 % to increase production. Increase production with an average technical efficiency of 0.94. this shows that rice farming groups in Karangklesem village are profitable and farmers can still increase their incomes, and increase technical efficiency.