Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai taman gizi keluarga sebagai upaya menurunkan angka stunting pada keluarga miskin ekstrim Mudmainah, Siti; Hariyanti, Anies Indah
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3198

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan mitra kategori keluarga miskin estrim yang mempunyai balita stunting di Desa Winduaji. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan pada  bulan Maret  Sampai  Agustus  2025. Permasalahan yang terjadi antara lain: adanya kasus stunting sejumlah 125 balita dan sejumlah 60 balita berasal dari keluarga miskin ekstrim,  Sebagian besar ibu balita stunting masih belum maksimal mendapatkan informasi gizi dan kesehatan terutama pemberian makanan tambahan,  rendahnya komunikasi advokasi stunting dan solusi penanganan stunting. Tujuan pengabdian ini sebagai upaya untuk menurunkan tingkat stunting. Metode untuk mengatasi masalah mitra melalui sosialisasi dan pelatihan. Tahapan kegiatan dilakukan penyediaan  lahan pekarangan yang  belum termanfaatkan untuk taman gizi keluarga.  Hasil kegiatan pengabdian dapat disimpulkan pembangunan taman gizi keluarga berdasarkan hasil pretest dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Masyarakat telah melaksanakan pemanfaatan lahan pekarangan sayuran menjadi aneka inovasi  makanan sehat meningkatkan 90%. Total penerimaan tambahan yang di peroleh mitra per 3 bulan sebesar Rp1.500.000 dan pendapatan per 3 bulan adalah sebesar Rp 1.100.000, Pelatihan perencanaan keuangan keluarga mampu meningkatkan 80% pemahaman mengenai perencanaan keuangan keluarga, penyuluhan mengenai   gizi seimbang pada balita  menunjukan meningkatkan pengetahuan 85% akan diikuti dengan perubahan perilaku dan penyuluhan pencegahan stunting menunjukkan meningkatkan 90%, bahwa edukasi keluarga berkaitan erat dengan pencegahan stunting yang melibatkan pemahaman tentang gizi, pola makan sehat, sanitasi, dan praktik kebersihan. Diharapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat  akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa  Winduaji  dan menurunkan angka stunting.  
Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai taman gizi keluarga sebagai upaya menurunkan angka stunting pada keluarga miskin ekstrim Mudmainah, Siti; Hariyanti, Anies Indah
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3198

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan mitra kategori keluarga miskin estrim yang mempunyai balita stunting di Desa Winduaji. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan pada  bulan Maret  Sampai  Agustus  2025. Permasalahan yang terjadi antara lain: adanya kasus stunting sejumlah 125 balita dan sejumlah 60 balita berasal dari keluarga miskin ekstrim,  Sebagian besar ibu balita stunting masih belum maksimal mendapatkan informasi gizi dan kesehatan terutama pemberian makanan tambahan,  rendahnya komunikasi advokasi stunting dan solusi penanganan stunting. Tujuan pengabdian ini sebagai upaya untuk menurunkan tingkat stunting. Metode untuk mengatasi masalah mitra melalui sosialisasi dan pelatihan. Tahapan kegiatan dilakukan penyediaan  lahan pekarangan yang  belum termanfaatkan untuk taman gizi keluarga.  Hasil kegiatan pengabdian dapat disimpulkan pembangunan taman gizi keluarga berdasarkan hasil pretest dan post-test menunjukan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting. Masyarakat telah melaksanakan pemanfaatan lahan pekarangan sayuran menjadi aneka inovasi  makanan sehat meningkatkan 90%. Total penerimaan tambahan yang di peroleh mitra per 3 bulan sebesar Rp1.500.000 dan pendapatan per 3 bulan adalah sebesar Rp 1.100.000, Pelatihan perencanaan keuangan keluarga mampu meningkatkan 80% pemahaman mengenai perencanaan keuangan keluarga, penyuluhan mengenai   gizi seimbang pada balita  menunjukan meningkatkan pengetahuan 85% akan diikuti dengan perubahan perilaku dan penyuluhan pencegahan stunting menunjukkan meningkatkan 90%, bahwa edukasi keluarga berkaitan erat dengan pencegahan stunting yang melibatkan pemahaman tentang gizi, pola makan sehat, sanitasi, dan praktik kebersihan. Diharapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat  akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa  Winduaji  dan menurunkan angka stunting.  
Pengaruh Faktor Resiko Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi (Oryza sativa L. ) Di Desa Karangklesem Kecamatan Pakuncen Kabupaten Banyumas: The Influence of Production Risk Factors on the Income of Rice Farmers (Oryza sativa L.) in Karangklesem Village, Pakuncen District, Banyumas Regency Mudmainah, Siti
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 2 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman utama di Indonesia, hampir separuh penduduk Indonesia mengonsumsi beras sebagai makanan pokok dan merupakan tanaman budidaya yang sangat penting bagi umat manusia karena lebih dari setengah penduduk dunia tergantung pada tanaman ini sebagai sumber bahan pangan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan khususnya beras, diperlakukan upaya peningkatan produksi beras, Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sebagian besar masyarakatnya bekerja di sektor pertanian yaitu di Desa Karangklesem Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas memiliki luas panen dan produksi tertinggi, Luas panen usahatani padi masih mengalami fluktuatif yang mempengaruhi pada hasil produksi. Hasil produksi usahatani padi masih mengalami fluktuasi mengindikasikan adanya risiko dalam produksi usahatani padi yang menjadi ancaman terhadap kesejahteraan petani padi. Pelaksanaan usahatani padi sawah mengandung banyak risiko yang berakibat pada penurunan produksi yang sebagian tidak dapat dikendalikan. Usaha pertanian merupakan usaha yang selalu ditandai variabilitas hasil atau risiko yang tinggi. Pelaksanaan usahatani yang dilakukan oleh petani harus mempunyai pertimbangan yang tepat dalam berproduksi agar memperoleh pendapatan yang terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor risiko dalam produksi yang mempengaruhi pendapatan petani padi resiko tersebut terjadinya perubahan iklim, intensitas curah hujan, serangan hama dan penyakit dan Luas lahan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2023 hingga Oktober 2024 di Desa Karangklesem, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian digunakan adalah menggunakan metode purposive sampling sebanyak 20 petani. Penelitian ini menggunakan metode analisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisis deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi yang ada dan informasi lainnya untuk pendukung yang didapatkan secara langsung dari hasil wawancara dengan petani padi. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengidentifikasi tingkat pengaruh faktor risiko produksi dengan metode skala Likert dan menghitung pendapatan petani dengan metode analisis pendapatan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber resiko produksi yang mempengaruhi pendapatan petani padi, yaitu organisme pengganggu tanaman (19,31%), iklim dan cuaca (19,88%), modal (20,17%), biaya produksi (20,75%), luas lahan (19,88%) . Faktor resiko produksi yang berpengaruh tinggi terhadap pendapatan petani padi, yaitu biaya produksi. Pendapatan petani padi di Desa Krangklesem, Kecamatan Pakuncen sebesar Rp 34.987.216/ha dalam satu kali musim panen. Kata kunci: Faktor Resiko, Padi, Pendapatan, Produksi.
THE IMPACT OF PLANT PESTS ORGANISM (OPT) AND CLIMATE CHANGE ON PRODUCTION AND INCOME OF BLACK RICE (Oryza sativa L. Indica) FARMERS IN SIRAMPOG DISTRICT BREBES REGENCY Mudmainah, Siti
JURNAL AGRIMANSION Vol 26 No 3 (2025): Jurnal Agrimansion Desember 2025
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v26i3.1878

Abstract

Black rice (Oryza sativa L. Indica) is a rice variety that contains the highest anthocyanin pigment. Sirampog Subdistrict is the only area in Brebes Regency that cultivates black rice. In 2017 to 2018, the amount of black rice production experienced fluctuating developments. The harvest area of ​​black rice farming in Sirampog Subdistrict is still fluctuating which affects production results. The results of black rice farming production that are still fluctuating indicate risks in black rice farming production, one of which is the presence of plant pest organism (OPT) and the impact of environmental changes that threaten to reduce the production and income of black rice farmers. The method used to determine respondents in this study is the census method, which involves taking the entire number of farmers as respondents, totaling 20 farmers. Black rice farming in Brebes Regency is a farming business cultivated in the Sirampog Subdistrict. Developed in five villages, namely Manggis Village, Mendala Village, Kaligiri, Sridadi and Mlayang Village. This study aims to analyze the effect of planting area, harvest area, OPT attack area, and the effect of flood area and drought area on lowland rice production in Sirampog Subdistrict. This research was conducted from January 2023 to October 2023. This study uses descriptive and quantitative analysis methods. Descriptive analysis is used to identify existing farmer data information sources and other supporting information obtained directly from interviews with black rice farmers. Quantitative analysis is used to evaluate the development of the main plant pest organisms (OPT) and the impact of environmental changes on black rice production in Sirampog Subdistrict, analyzed statistically with quantitative analysis with the help of the SPSS version 17 program. The analysis model that will be used is a multiple linear regression analysis model. The results of this study indicate an R2 value of 82.7% of black rice production and income are influenced by planting area (X1), harvest area (X2), attack area (X3), flood area (X4), drought area (X5) while 17.3% is influenced by variations in other variables outside the model (variables not studied). The income of black rice farmers is significantly affected by Rp. 37.157.560 per hectare in one harvest season.