Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Mengungkap Asihan dalam Manuskrip Awrād K.H. Sandra Koyimah, Koyimah; Al Ayubi, Sholahuddin; Sugito, Mohamad Shofin; Wardah, Eva Syarifah; Hidayat, Angga Pusaka
Jurnal Tamaddun: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/tamaddun.v12i1.17949

Abstract

Banten is one of the regions that houses a rich collection of magical manuscripts. In the Ciomas District, the Awrād manuscript of K.H. Sandra was unearthed, containing segments with magical teachings. This study aims to achieve two primary objectives: first, to identify Awrād manuscripts, and second, to contextualize these manuscripts within the lives of the Bantenese people. The research employs philological methods, encompassing manuscript inventory, description, transliteration, text editing, translation, and contextual analysis. The findings indicate that K.H. Sandra’s Awrād manuscript is a singular text, thus subjected to a standardized textual criticism process. Various errors such as omission, addition, and substitution are found in the process of textual criticism. This manuscript underscores that magical practices are deeply ingrained in the social fabric of Bantenese society, particularly in addressing challenges perceived as insurmountable through rational means. The Awrād manuscript serves as compelling evidence of the community’s steadfast belief in magical potency. These practices are not confined to social rituals but are also intertwined with religious life. This research underscores the necessity of preserving and further investigating similar manuscripts to gain a deeper understanding of Bantenese cultural heritage and magical traditions.
Menelusuri Dinamika Musik Keroncong di Indonesia Shantika, Tia; Mumthahanah, Alifia; Hidayat, Angga Pusaka
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.59803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri sejarah salah satu ragam musik yang berkembang di masa lalu yakni musik Keroncong. Musik menjadi salah satu sarana hiburan yang banyak diminati oleh orang dari berbagai kalangan. Musik merupakan suatu karya seni yang berupa irama yang mewakili perasaan, imajinasi, serta menggambarkan suatu budaya yang pernah berkembang di suatu masa. Musik Keroncong merupakan salah satu musik tradisional Indonesia. Muncul dan berkembangnya musik Keroncong tentunya memberikan dampak serta pengaruh terhadap aliran musik yang berkembang hingga saat ini. Selain itu musik Keroncong juga berperan sebagai wujud ekspresi budaya dan identitas nasional dari bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode sejarah yang didalamnya menggunakan beberapa tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui sejarah awal kemunculan musik Keroncong sebagai musik yang terpengaruh oleh berbagai budaya berikut perkembangannya di Indonesia.
Natuurschoon van Bantam: Pariwisata Kolonial dan Pembentukan Citra Alam Banten, 1920-1942 Hidayat, Angga Pusaka; Arif, Saeful
Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities Vol. 5 No. 02 (2024): Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/isnad.v5i02.10283

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara kegiatan pariwisata pada masa akhir kolonial dengan pembentukan persepsi dan identitas ekologis Banten. Kolonialisme, melalui kanonisasi pengetahuan, pengembangan infrastruktur, dan propaganda wisata, telah mengonstruksi citra ideal alam Banten sebagai wilayah yang indah dan eksotis. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan menganalisis berbagai sumber primer, seperti laporan perjalanan, panduan perjalanan, artikel media massa, dan sumber visual. Analisis ini bertujuan untuk memahami bagaimana citra alam Banten dibangun oleh struktur kolonial. Citra ini tidak hanya difungsikan sebagai daya tarik wisata bagi kalangan Eropa, tetapi juga sebagai instrumen kontrol kolonial atas masyarakat lokal. Representasi alam Banten yang dipromosikan pada masa kolonial menciptakan narasi ekologis tertentu yang mengukuhkan hegemoni kolonial. Dalam konteks ini, pariwisata menjadi salah satu alat untuk mempertahankan kekuasaan melalui produksi pengetahuan, pengaturan ruang, dan penguasaan sumber daya lokal. Kajian ini menunjukkan bahwa pembentukan citra alam oleh kolonialisme tidak hanya memengaruhi persepsi wisatawan, tetapi juga membentuk identitas ekologis wilayah Banten yang masih memiliki dampak hingga masa kini. Kata Kunci: Sejarah pariwisata; Banten; kolonialisme; citra alam; wisatawan.
WAHDATUL WUJUD: PENGERTIAN, SEJARAH, DAN CABANG ILMUNYA DALAM TASAWUF Aam Amalia; Muhamad Rizki; Maftuh Ajmain; Angga Pusaka Hidayat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 3 (2025): MARET 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas konsep Wahdatul Wujud, sebuah doktrin metafisika yang dikembangkan oleh Ibn Arabi. Wahdatul Wujud, yang berarti "kesatuan wujud," adalah doktrin sentral dalam tasawuf yang menyatakan bahwa hanya ada satu Wujud hakiki, yaitu Allah SWT. Pemikiran Ibn Arabi membuka jalan bagi pemahaman bahwa perbedaan agama dan bentuk keyakinan hanyalah manifestasi dari satu realitas spiritual yang lebih tinggi. Selain itu, artikel ini membahas sejarah perkembangan konsep ini, termasuk tokoh-tokoh kunci yang berperan dalam formulasi dan penyebarannya, spesifikasi cabang ilmu Wahdatul Wujud serta perdebatan yang muncul seputar interpretasinya. Bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Ibn Arabi memahami manifestasi ketuhanan dalam berbagai aspek eksistensi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka untuk menelusuri akar sejarah dan perkembangan konsep ini.
Keberadaan Objek Wisata Bahari Pulau Merak Kecil Dalam Menunjang Perekonomian Masyarakat Desa Mekarsari, Pulomerak Cilegon Banten Siti Humayroh; Angga Pusaka Hidayat
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 4, No 1 (2024): PAKIS, Maret 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v4i1.11992

Abstract

This research is motivated by the physical condition of Indonesia which offers its own advantages for tourists. Indonesia has abundant natural wealth. These natural resources are directly related to the way society uses them to generate wealth. The tourism business, which is currently developing rapidly and has established itself as a large industry in many countries, is a driving force that influences people's income and other economic factors. There will be many benefits for the local community if the tourist attractions there are managed in the right way. The role of the Merak Kecil Island tourist attraction in improving the standard of living of the residents of Mekarsari Village, Cilegon, Banten is the main subject of this research. The community around the popular tourist destination Merak Kecil Island was used as research subjects in this study, which used qualitative research methods. Interviews, observation and documentation are the methods used in data collection. To ensure that the data collected is beyond doubt, the researcher uses source, technical, and temporal triangulation to verify the authenticity of the data. Research findings show that this tourist destination is managed locally and in line with POAC principles (planning, organizing, mobilizing and controlling). The potential of Merak Kecil Island as a tourist destination lies in its stunning sea views. The presence of the Merak Kecil Island tourist attraction in Mekarsari Village is considered to have a significant influence in increasing income levels because it provides a platform for the community to carry out various economic activities.
Perjuangan Kapten Samadikun dalam Pertempuran Laut Cirebon Tahun 1947 Shavirin Rahmat Tullah Saputro; Siti Fauziyah; Angga Pusaka Hidayat
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 5, No 1 (2025): PAKIS, Maret 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v5i1.14969

Abstract

This paper aims to elaborate on the role of Captain Samadikun in the battle to defend Indonesia's independence as part of the conflict between Indonesia and the Netherlands, reflecting post-independence tensions. Samadikun was involved in the Battle of the Cirebon Sea on January 5, 1947. The battle occurred because the Dutch considered the Cirebon naval squadron (ALRI Cirebon), led by Samadikun, to have breached the blockade. This was seen as a violation of the status quo established through the Linggajati Agreement. The research method employed is the historical method, encompassing heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results show that post-independence, Indonesia fought to gain sovereignty, both through diplomacy and military means. Samadikun was also involved in building the naval fleet in Cirebon. Ultimately, Samadikun sacrificed his life defending the Cirebon sea area. Despite facing the superior weaponry of the Dutch, the ALRI under Samadikun’s command made significant efforts to defend the waters of Cirebon. The resistance of the ALRI led to the sinking of the KRI Gajah Mada and the death of the ship's commander, Samadikun, along with other personnel. Samadikun's sacrifice reflects the efforts to defend Indonesia's independence during the early stages of the revolution.