Jayanti Djarami
Unknown Affiliation

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Formulasi Lotion Ekstrak Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) Dengan Menggunakan Variasi Konsentrasi Emulgator Asal Dusun Saliong Kabupaten Buru Jayanti Djarami; Marisa Anggia Ibrahim; Sri Rahmatia Mamulaty
Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Maret: Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jrik.v2i1.1442

Abstract

Lotion adalah sediaan kosmetik pelembab kulit yang termasuk dalam golongan emolien dan memiliki beberapa sifat yaitu sebagai sumber lembab bagi kulit. Rumput laut jenis Eucheuma cottoni termasuk dalam golongan ganggang merah (Rhodophyceae) penghasil karaginan. Karaginan merupakan hidrokoloid yang penting karena memiliki aplikasi yang sangat luas dalam industri pangan dan nonpangan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan lotion dari ekstrak rumput laut (Eucheuma cottonii) dengan variasi konsentrasi emulgator. Jenis penelitian adalah eksperimen. Metode yang digunakan meliputi penyiapan bahan, ekstraksi sampel, rancangan formulasi dan pembuatan sediaan lotion menggunakan tiga formulasi yang berbeda dengan variasi konsentrasi emulgator asam stearate dan setil alkohol FI (2% : 1%), FII (5% : 1,5%), FIII (7,5% : 2%), evaluasi sediaan (uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH) dan pengujian iritasi. Hasil penelitian lotion ekstrak rumput laut (Eucheuma cottoni)dengan menggunakan perbandingan konsentrasi emulgator pada formulasi I (Asam stearat 2%, setil alkohol 1%) dan formulasi III (Asam stearat 7,5%, setil alkohol 2%) menghasilkan sediaan dengan stabilitas yang baik. Dari ketiga formulasi dinyatakan bahwa formulasi I dan III sesuai persyaratan uji stabilitas fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, dan uji pH sedangkan pada formulasi II untuk uji organoleptik tidak sesuai dengan pengujian organoleptik sediaan dan uji iritasi ketiga sediaan lotion ekstrak rumput laut pada 10 responden tidak menimbulkan adanya iritasi seperti kemerahan, gatal-gatal dan bengkak pada kulit.
Analisis Perbandingan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus Dengan Menggunakan Metode Sumuran Risman Tunny; Epi Dusra; Annisatul Khoiriyah Kaplale; Jayanti Djarami; Maritje.S.J. Malisngorar
Medical Laboratory Journal Vol. 1 No. 4 (2023): December : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v1i4.48

Abstract

Acne is a disease on the surface of the skin of the face, neck, chest, and back that appears when the oil glands in the skin are too active so that the skin pores will be clogged by excessive fat deposits. Guava leaves contain secondary metabolites, consisting of tannins, alkaloids, flavonoids, saponins. This study aims to identify the content of secondary metabolites in guava leaf extract (Psidium guajava L.), test the antibacterial activity of ethanol extract of guava leaves (Psidium guajava L.) against the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus aureus bacteria, and analyze the comparison of the effectiveness of guava leaf extract (Psidium guajava L.) against the growth of the two test bacteria. This type of research is laboratory experimental. The methods used for this study: preparation of materials, extraction of samples by maceration method, phytochemical screening test, testing antibacterial activity using the pitting method and analyzing data. The screening test results of guava leaf extract (Psidium guajava L.) showed the presence of alkaloid, flavonoid, tannin and saponin compounds. The results of the inhibition test on guava leaf extract with a high concentration of 115% have the largest diameter of 17.5 mm against Staphylococcus aureus compared to Propionibacterium acnes bacteria with an inhibition diameter of 16 mm. The results of the Mann-Whitney statistical test showed a p-value of 0.077 so it can be concluded that there is no comparison of the effectiveness of guava leaf extract (Psidium guajava L.) against the growth of Propionibacterium acnes and Staphylococcus aures bacteria.
UJI FARMAKOLOGI EKSTRAK IKAN GABUS (Channa Striata ) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT ( Mus Musculus ) Jayanti Djarami; Cut Bidara Panita Umar; Astini Nurlatu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1156

Abstract

. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam hasil alam yang melimpah, salah satunya tanaman obat. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan memungkinkan setiap daerah memiliki komoditi hasil alam tersendiri. Hal ini juga mempengaruhi cara pengobatan tradisional yang berbeda pula untuk tiap - tiap daerah. Negara Indonesia dikenal karena memiliki beragam suku dengan ciri khas masing - masing. Keragaman suku ini juga membuat adanya perbedaan dari jenis warisan budaya, baik itu terkait kepercayaan, upacara, maupun pengobatan menggunakan obat tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, untuk mengetahui ekstrak ikan gabus ( Channa Striata ) terhadap proses penyembuhan luka bakar mencit ( Mus muscullus ) yang tampak mengalami perubahan. Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap ( RAL ) yaitu dengan konsentrasi K1 ( diberi aquadest ), K2 ( ekstrak ikan gabus 0.30 g / kg BB ), dan K3 ( ekstrak ikan gabus 0,50 g / kg BB ), dan K4 ( ekstrak ikan gabus 1,00 g / kg BB ). Hasil uji Homogenitas terlihat bahwa nilai sig sebesar 0,110 yang artinya sig > p.sig 0.05. sehingga dapat di simpulkan bawah varian data luka bakar adalah homogen.Berdasarkan hasil uji Anova, maka diperoleh bahwa pemberian ekstrak ikan gabus terhadap diameter luka bakar berbeda atau berpengaruh nyata sampai hari ke 10 ada berbedaan signifikan ( p < 0,05 ) antara kelompok variasi dosis dengan kontrol negatif 1,00 g / kg BB memberikan efek penyembuhan terbaik sebesar ( 2.35 % ) pada hari ke 10 jika dibandingkan dengan dosis 0,30 g / kg BB ( 2.5975 % ) dan dosis 0,50 g / kg BB ( 2.5175 % ). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan ekstrak ikan gabus dengan dosis 1,00 g / kg BB memiliki efek penyembuhan tercepat terhadap luka bakar.
UJI FARMAKOLOGI EKSTRAK IKAN GABUS (Channa Striata ) TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA MENCIT ( Mus Musculus ) Jayanti Djarami; Cut Bidara Panita Umar; Astini Nurlatu
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): MARET : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v2i1.1156

Abstract

. Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam hasil alam yang melimpah, salah satunya tanaman obat. Negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan memungkinkan setiap daerah memiliki komoditi hasil alam tersendiri. Hal ini juga mempengaruhi cara pengobatan tradisional yang berbeda pula untuk tiap - tiap daerah. Negara Indonesia dikenal karena memiliki beragam suku dengan ciri khas masing - masing. Keragaman suku ini juga membuat adanya perbedaan dari jenis warisan budaya, baik itu terkait kepercayaan, upacara, maupun pengobatan menggunakan obat tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, untuk mengetahui ekstrak ikan gabus ( Channa Striata ) terhadap proses penyembuhan luka bakar mencit ( Mus muscullus ) yang tampak mengalami perubahan. Rancangan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap ( RAL ) yaitu dengan konsentrasi K1 ( diberi aquadest ), K2 ( ekstrak ikan gabus 0.30 g / kg BB ), dan K3 ( ekstrak ikan gabus 0,50 g / kg BB ), dan K4 ( ekstrak ikan gabus 1,00 g / kg BB ). Hasil uji Homogenitas terlihat bahwa nilai sig sebesar 0,110 yang artinya sig > p.sig 0.05. sehingga dapat di simpulkan bawah varian data luka bakar adalah homogen.Berdasarkan hasil uji Anova, maka diperoleh bahwa pemberian ekstrak ikan gabus terhadap diameter luka bakar berbeda atau berpengaruh nyata sampai hari ke 10 ada berbedaan signifikan ( p < 0,05 ) antara kelompok variasi dosis dengan kontrol negatif 1,00 g / kg BB memberikan efek penyembuhan terbaik sebesar ( 2.35 % ) pada hari ke 10 jika dibandingkan dengan dosis 0,30 g / kg BB ( 2.5975 % ) dan dosis 0,50 g / kg BB ( 2.5175 % ). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan ekstrak ikan gabus dengan dosis 1,00 g / kg BB memiliki efek penyembuhan tercepat terhadap luka bakar.