Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Komposisi dan status guild komunitas ikan di Waduk Sempor Jawa Tengah Nuning Setyaningrum; Sugiharto Sugiharto; Priyo Susatyo
Depik Vol 9, No 3 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.3.15094

Abstract

Abstract.The functional community is described depends on the function of species in utilization food (guild). The utilization of food is a process of energy transfers in the food chain and it is represented in the pyramid of numbers. The objective of this research was to analyze the structure community of fish and the guild compositions in Sempor Reservoir. This research applied a survey with purposive random sampling technique with four station in Sempor Reservoir. Sampling at each site was taken 4 replication with interval 1 monts.  The composition and status of the guild is carried out by mesuring the guild based on the position of the mouth, tooth type, gill filter type, and ratio of body length and intestine. Guilds are composed of compositions depicted by a number pyramid based on the number of species per station. The results of this reserach captured 439 individuals consists of 14 species and belong to 6 families that dominated by Cyprinidae. The number and species of fish caught were the most at the Bangkong river inlet (142 individuals) and the lowest at the center of the reservoir (60 individuals). Comparison of the composition of fish guilds at the four stations in the Sempor Reservoir shows that the number of omnivorous and carnivorous fish is obtained more than herbivorous fish. The composition of the guild at Kalianget river inlet (72.9%) and Central reservoir (42.7%) was dominated by carnivorous fish, while at Pengantalan river inlet (52.9%) and Bangkong (58.9%) were dominated by omnivorous fish. The composition of herbivorous fish is at least at all stations so that in general the composition of fish guilds in the Sempor reservoir has not been balanced.Keywords: species composition, guild, pyramid of number,Sempor reservoir  Abstrak. Komunitas secara fungsional menggambarkan fungsi spesies yang ditentukan dengan pemanfaatan sumber makanan (guild). Pemanfaatan makanan dalam rantai makanan merupakan proses transfer energi dan digambarkan dengan piramida jumlah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji komposisi dan  tingkat status guild  komunitas ikan yang tertangkap di  perairan waduk Sempor. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan teknik purposive random sampling pada 4 stasiun di Waduk Sempor. Sampling dilakukan sebanyak 4 kali tiap bulan. Komposisi dan status guild dengan mengukur guild berdasarkan posisi mulut, tipe gigi, tipe tapis insang, dan rasio panjang tubuh dan usus. Komposisi guild digambarkan dengan piramida jumlah berdasarkan jumlah spesies per stasiun. Hasil penelitian diperoleh 439 individu terdiri dari  8 Familia dan 14 Spesies yang di dominasi familia Cyprinidae. Jumlah dan jenis individu ikan yang tertangkap paling banyak pada inlet sungai Bangkong (142 individu) dan terendah pada bagian tengah waduk (60 individu). Perbandingan komposisi guild ikan pada empat stasiun di waduk Sempor menunjukkan bahwa jumlah ikan omnivora dan karnivora lebih banyak diperoleh daripada ikan herbivora. Komposisi guild pada inlet sungai Kalianget (72,9%) dan Tengah waduk (42,7%) di dominasi oleh  ikan karnivora, sedangkan pada inlet sungai Pengantalan (52,9%) dan Bangkong (58,9%) di dominasi ikan omnivora. Komposisi ikan herbivora paling sedikit pada semua stasiun sehingga secara umum komposisi guild ikan di waduk Sempor belum seimbang.Kata kunci: komposisi jenis, guild, piramida jumlah, waduk Sempor
MORFOLOGI GUILD IKAN DI WADUK PENJALIN Puspasari, Asti Aulia; Lestari, Windiariani; Setyaningrum, Nuning
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 2 No 1 (2020): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2020.2.1.1773

Abstract

Waduk Penjalin adalah habitat untuk beragam biota air salahsatunya ikan. Studi tentang komunitas terutama ikan dapat dilakukan secara fungsional yaitu digambarkan dengan pemanfaatan sumber makanan dalam cara dan waktu yang sama disebut dengan guild. Cara makan atau kebiasaan makan ikan mengakibatkan perbedaan struktur anatomi dan morfologi spesies. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tipe guild ikan di Waduk Penjalin. Penelitian dilakukan dengan metode survei dan teknik purposive random sampling pada 5 stasiun di Waduk Penjalin. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu guild. Parameter yang diamati yaitu posisi mulut, tipe gigi, tipe tapis insang, panjang tubuh dan panjang usus, serta rasio antar panjang tubuh dan usus. Data guild dianalisis secara deskriptif. Ikan yang tertangkap sebanyak 11 spesies. Guild dalam komunitas ikan di Waduk Penjalin didominasi oleh ikan Karnivora (5 spesies).
Morfometri dan Meristik Ikan Gabus (Channa striata) dari Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah Putra, Dwi Nofyan Sansa; Bhagawati, Dian; Setyaningrum, Nuning
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 4 No 3 (2022): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2022.4.3.4681

Abstract

Peningkatan permintaan ikan gabus yang tinggi dari masyarakat menyebabkan terjadinya eksploitasi yang tinggi pada ikan gabus (C.striata). Kegiatan penangkapan ikan gabus yang tinggi seiring dengan volume produksi yang meningkat setiap tahun tentunya akan mengancam kelestarian ikan gabus. Perlunya dilakukan penelitian morfometrik dan meristik yaitu agar dapat memberikan informasi yang dapat digunakan untuk upaya pelestariannya di Sungai Klawing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah morfometri standar, truss morphometric, dan meristik dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan gabus dari Sungai Klawing dan mengetahui karakter spesifik yang membedakan morfologi ikan gabus jantan dan betina. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengambilan sampel secara accidental sampling dari Sungai Klawing yang dibantu oleh penangkap ikan. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 5 kali dari bulan Februari hingga Maret 2021. Variabel yang diamati adalah performa morfologi, morfometri standar, truss morphometric, dan meristik. Parameter pada penelitian ini adalah bentuk tubuh, bentuk mulut, posisi mulut, bentuk sirip ekor, tipe sisik, tipe gigi, rasio jarak-jarak bagian tubuh, jumlah jari-jari pada sirip, dan jumlah sisik. Data performa morfologi, morfometri standar, truss morphometric, dan meristik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa performa morfologi tidak dapat digunakan sebagai pembeda jenis kelamin ikan gabus. Karakter morfometri standar yang dapat digunakan sebagai pembeda jenis kelamin ikan gabus dari 21 karakter yaitu lebar kepala, dengan nilai asymp.sig 0,20. Karakter truss morphometric yang dapat digunakan sebagai pembeda jenis kelamin ikan gabus dari 23 karakter yaitu A1 dengan nilai asymp.sig 0,048, A6 dengan nilai asymp.sig 0,038, C5 dengan nilai asymp.sig 0,021. Karakter meristik tidak dapat digunakan sebagai pembeda jenis kelamin ikan gabus, karena memiliki jumlah jari-jari sirip dan sisik yang relatif sama.
ARAH PENELITIAN PERUBAHAN IKLIM PADA PRODUKSI TERNAK: ANALISIS BIBLIOMETRIK Supranoto, Supranoto; Sukmaningsih, Tri; Herijanto, Soegeng; Tuswati, Sari Eko; Setyaningrum, Nuning
STOCK Peternakan Vol 5, No 2 (2023): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v5i2.1073

Abstract

Analisis bibliometrik tentang penelitian perubahan iklim dalam produksi ternak menyoroti pentingnya memahami dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak dan perlunya strategi adaptasi. Analisis mengkaji tren dan arah penelitian selama dua dekade terakhir dari tahun 2003 sampai 2022. Studi mengidentifikasi fokus penelitian, produktivitas publikasi, dan kesenjangan dalam penelitian. Metodologi yang digunakan adalah mencari artikel yang diekstraksi dan dibangun pada platform Scopus. Pencarian data diperoleh menggunakan program Harzing’s Publish or Perish (PoP).  Kata kunci yang digunakan adalah “climate change” OR “climate changes” AND “livestock production”. Hasil pencarian disimpan dalam format RIS/Refmanager dan format CVS, untuk selanjutnya dataset ditarik menggunakan program Mendeley Desktop, Excel, dan VOSviewer 1.6.19. untuk dianalisis. Hasil analisis bibliometrik pengaruh perubahan iklim terdapat produksi ternak didapatkan 973 artikel,  2.653 kata kunci yang membentuk 10 klaster tema artikel. “Climate Change” merupakan jurnal yang banyak mempublikasikan artikel perubahan iklim kaitannya dengan produksi ternak. Beberapa jurnal yang berpengaruh adalah "Climate Change," "Animals," "Animal Production Science," dan "Livestock Research for Rural Development." Artikel-artikel yang banyak disitasi membahas tentang metodologi penilaian dampak lingkungan, dampak perubahan iklim terhadap produksi ternak, dan adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim. Penelitian tentang perubahan iklim dan produksi ternak, memunculkan novelty atau kebaruan untuk arah penelitian baru di masa yang akan datang.