Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pregnant Women’s Complience in Preventing Mother to Child Transmission (PMTCT) Examination Ulfa, Maria; Monica, Laily Prima; Wulandari, Ratna Feti
Journal of Ners and Midwifery Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v11i1.ART.p009-014

Abstract

HIV infection during pregnancy not only threatens the health and safety of the mother, but can also pose a threat to the fetus. This is because pregnant women with HIV infection have a high risk of mother to child transmission (MTCT) or vertical transmission from mother to baby. This research was a descriptive study which aimed to see the compliance of pregnant women in PMTCT examinations. The population in this study was all pregnant women in the Sutojayan Community Health Center working area who had not taken a PMTCT examination. The sample in this study was 20 pregnant women who had not taken a PMTCT examination at the Sutojayan Community Health Center. The sampling technique used Accidental sampling. Inclusion criteria in this study include (1) pregnant women who had not taken a PMTCT examination, (2) being able to read and write. The instrument in this study used a questionnaire sheet containing compliance statements related to the PMTCT examination developed by the researcher. The data analysis method was by using a frequency distribution. This study was carried out from 10 to 19 April 2023. The results of this study showed that the majority of respondents in the compliant category in the PMTCT examination were 14 respondents (70%) and the number of respondents in the non-compliant category in the PMTCT examination was 6 respondents (30%). PMTCT examination is very important for pregnant women to reduce the risk of HIV transmission from mother to child.
KELAS BALITA UNTUK MENUJU TUMBUH KEMBANG SEHAT Fauziah, Nurin; Ratna Feti Wulandari; Ratih Kusuma Wardani
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 1 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i1.130

Abstract

Program Kelas Ibu Balita, adalah suatu program untuk kelas ibu balita sebagai media berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak yang dibimbing oleh fasilitator tenaga kesehatan dengan menggunakan buku KIA. Pada masa pandemi COVID-19 terjadi pembatasan aktivitas di luar rumah, hal ini membuat pelayanan kesehatan untuk balita di posyandu menghentikan sementara aktivitasnya, seperti kelas ibu balita. Namun, pemerintah memberikan sebuah solusi yaitu dapat dilakukan terintegrasi jenis pelayanan dalam janji temu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah pertumbuhan dan perkembangan anak tetap terpantau dengan melakukan pendampingan ibu yang memiliki balita di masa pandemi. Metode yang diberikan menggunakan media LCD, buku KIA dan Leaftlet. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan ibu balita mendapatkan informasi tentang tumbuh kembang anak, dan memiliki keingintahuan dan kesadaran tinggi tentang bagaimana upaya-upaya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anaknya (100%). Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu program inovasi untuk mengoptimalisasi pelayanan kesehatan balita di masa pandemi Covid-19 melalui Kelas Ibu Balita yang merupakan bagian dari upaya untuk terlaksananya Kelas Ibu Balita. Diharapkan  program  ini    terus    berlanjut    sehingga  turut  serta mensukseskan  program  pemerintah  dalam  menurunkan  Angka  Kematian  Ibu  (AKI)  dan Angka Kematian Bayi (AKB).
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN NEONATAL PADA PETUGAS MOBIL SIAGA MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DI WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN KEDIRI: ENHANCING EFFORTS KNOWLEDGE OF NEONATAL EMERGENCY INTERVENTION TO EMERGENCY CAR OFFICERS THROUGH HEALTH EDUCATION IN WORKING AREA OF KEDIRI REGENCY HEALTH OFFICE Yektiningsih, Erwin; Ratna Feti Wulandari; Dwi Rahayu
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.151

Abstract

Abstrak Neonatus merupakan bayi baru lahir dengan imunitas yang belum stabil disebabkan masih dalam proses menyesesuaikan diri dengan dunia luar, sehingga rentan menghadapi permasalahan kegawatdaruratan. Jika tidak segera ditangani akan meningkatkan angka kematian bayi. Sekarang masih banyak petugas mobil siaga di komunitas masih bingung penanganan intrahospital  yang tepat mengenai pemahaman penatalaksanaan kegawatdaruratan  pada neonatus ketika  mengantar menuju penanganan yang  lebih intensif ke fasilitas kesehatan terdekat supaya neonatus dapat segara di tangani dengan cepat dan tepat. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini untuk meningkatkan pengetahuan petugas mobil siaga dengan memberikan pendidikan kesehatan Metode kegiatan PKM terdiri dari beberapa tahapan seperti persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Maka hasil kegiatan ini sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 3%. Dan peserta merasakan puas selama mengikuti pendidikan kesehatan. Maka, kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat direkomendasikan sebagai promosi kesehatan untuk penanganan kegawatdaruratan pada neonatus bagi petugas mobil siaga sebagai petugas non kesehatan yang berperan aktif di masyarakat untuk  penanganan prehospital kegawatdaruratan yang dapat berefek mengoptimalkan upaya menurunkan angka kematian bayi,  yang merupakan salah satu indikator keberhasilan pembanguanan kesehatan di Indonesia. Kata kunci:  Pengetahuan, Kegawatdarutanneonatal, Petugas, Mobil siaga    Abstract   Neonates are newborns with unstable immunity because they are still in the process of adjusting to the outside world, so they are vulnerable to facing emergency problems. If not treated immediately will increase the infant mortality rate. Now there are still many emergency car officers  in the community who are still confused about proper intrahospital handling regarding the understanding of emergency management in neonates when they lead to more intensive treatment to the nearest health facility so that neonates can be treated quickly and precisely. The purpose of this community service (pkm) increased the knowledge of emergency car officers  by providing health education. The pkm activited method consists of several stages such as preparation, implementation and evaluation. So the results this activity to most  participants experienced an increase in knowledge of 3%. And the participants felted to satisf while participating in health education. Thus, this health education activity will be recomment as a health promotion for emergency intervention of neonates for emergency car officers as non-health  offical who play an active role in the community for emergency prehospital management which will have effect of optimizing efforts to reduce infant mortality, which is one indicator of successful development health in Indonesia. Keywords : Knowledge, Emergencies, Neonates, Officers, emergency cars  
Analisis Pengetahuan Ibu tentang Stunting terhadap Upaya Pencegahan Stunting di Posyandu Ratna Feti Wulandari; Nirmala Kusumaningrum Sunaryo; Vide Bahtera Dinastiti
JURNAL KESEHATAN PRIMER Vol 10 No 1 (2025): JKP (Jurnal Kesehatan Primer)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/jkp.v10i1.1467

Abstract

Background: Stunting is a condition of impaired growth in children under five years of age (toddlers) due to chronic malnutrition and recurrent infections, particularly during the first 1,000 days of life. It is caused by multiple factors. Some of the primary causes of stunting include poor parenting practices, such as the mother's lack of knowledge about nutrition, limited access to health services, insufficient access to nutritious food, and inadequate access to clean water and sanitation. Objective: This study aims to analyze mothers' knowledge of stunting and its impact on stunting prevention efforts. Method: This research employed a correlational analytic design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of mothers of toddlers from Posyandu Kenanga 5, with a population of 55. Purposive sampling was used to select 40 respondents. A questionnaire was utilized as the instrument for data collection. The Chi-square statistical test was applied to analyze the data. Results: The findings of this study indicate that 53% of the mothers had sufficient knowledge about stunting. In terms of stunting prevention efforts, 50% of the respondents were categorized as having sufficient efforts. The Chi-square statistical test revealed a significant relationship between mothers' knowledge of stunting and their efforts to prevent it, with a p-value of 0.000.
The Correlation of Knowledge and Attitude of Pregnant Women and The Compliance of Birth Planning and Complication Prevention Program (P4K) in Ringinpitu Kecamatan Pelemahan Kabupaten Kediri Ratna Feti Wulandari; Ratih Kusuma Wardhani; Maria Ulfa
Journal of Ners and Midwifery Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v9i1.ART.p028-033

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) is an indicator of the assessment of maternal health programs and the degree of public health. The program launched by the government in an effort to reduce MMR was the Maternity Planning and Complications Prevention Program (P4K) which aimed to monitor pregnancies into safe and secure deliveries. In order to accomplish the importance of planning for delivery and preventing the complications, it is necessary to conduct research on the knowledge and attitudes of pregnant women and the compliance in implementing P4K. The purpose of the study was to analyze the correlation of knowledge and attitudes of pregnant women and the compliance of birth planning and complication prevention program (P4K). this research used a cross sectional design with an analytical survey. The research was conducted in Ringinpitu Village from March to October 2020. The population was pregnant women in Ringinpitu Village. The sampling technique used simple random sampling with the total sample of 26 people. The data collection used primary data. The instrument used a questionnaire. The data was processed by Spearmen rank test with correlation analysis. Based on the results of the research, it was found that the knowledge of pregnant women about P4K was in the fair category (42.3%). The attitude of pregnant women about P4K showed a positive attitude (65.4%). The compliance of pregnant women in implementing P4K was (38.5%). There was a correlation between knowledge of pregnant women and P4K compliance (p value = 0.0000) p <0.05 correlation coefficient r = 0.671 which meant there was a strong level of correlation and there was a correlation between the attitude of pregnant women and compliance to P4K (p value = 0.001) p < 0.05 correlation coefficient r = 0.604. Compliance with P4K will greatly help the government in reducing maternal mortality and infant mortality.
Relationship Between Early Mobilization and The Wound Healing Process of Post Sectio Caesaria in The Maternity Room of RSUD Kabupaten Kediri Sripina Ulandari; Eva Nur Azizah; Ratna Feti Wulandari
Journal of Ners and Midwifery Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v9i2.ART.p154-161

Abstract

Sectio caesarea is an artificial labor where the fetus was born through an incision in the abdominal wall and the uterus’ wall on the condition of the uterus intact and fetal weight above 500 grams. Labor by Sectio caesarea  causes sores and pain. The presence of wounds and pain causes the mother to be lazy or afraid to mobilize. Early mobilization is a rehabilitative action that is carried out after the patient is awake from anesthesia and after surgery. This study aims to analyze the relationship between early post-sectio caesarea mobilization and the wound healing process of post operative sectio cesaria.  This study used a cross sectional method and the sample was collected as many as 40 respondents using simple random sampling technique. The research data was taken using a questionnaire and then analyzed using the contingency coefficient test. The results showed that almost all of them as many as 35 respondents (87.0%) did early mobilization. The wound healing process of Sectio Caesarea was almost entirely in the good category, namely 35 respondents (87.0%). Contingency coefficient test results obtained = 5%= 0.05, p<α Positive relationship, postpartum mothers often do early mobilization, the better the wound healing. C = 0.611 means a strong relationship level. From the results of these studies, it is necessary to increase the knowledge of post partum mothers about the factors that accelerate the wound healing process of post sectio Caesarea
Edukasi Anti-Bullying sebagai Upaya Promotif Kesehatan Jiwa Remaja dalam Keperawatan Jiwa Komunitas Zulvana; Iva Milia Hani Rahmawati; Ratna Feti Wulandari; Suryono
Bhakti Patrika Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Pubfine Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64408/bp.2026.22168

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan masalah kesehatan jiwa pada remaja yang berdampak pada kecemasan, depresi, dan penurunan harga diri. Tingginya prevalensi bullying menuntut adanya upaya promotif melalui edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan deskriptif pada 120 siswa usia 12–15 tahun di MTs Zainul Hasan Kediri. Intervensi berupa edukasi anti-bullying melalui ceramah, diskusi interaktif, dan media audiovisual. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 66,4 menjadi 85,7 setelah intervensi. Peserta menunjukkan partisipasi aktif selama kegiatan serta peningkatan pemahaman terkait jenis, dampak, dan pencegahan bullying. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif, seperti meningkatnya kesadaran untuk tidak melakukan bullying dan komitmen menciptakan lingkungan yang aman. Kesimpulan: Edukasi anti-bullying efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja sebagai upaya promotif kesehatan jiwa. Program ini berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung lingkungan sekolah yang bebas bullying.
SOSIALISASI GIZI DALAM PENCEGAHAN GAGAL GINJAL AKUT PADA REMAJA BAGI SISWA PMR DI SMA NEGERI 1 PAPAR KABUPATEN KEDIRI: NUTRITION SOCIALIZATION IN PREVENTION OF ACUTE KIDNEY FAILURE IN ADOLESCENTS FOR PMR STUDENTS AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL 1 PAPAR, KEDIRI DISTRICT Nurin Fauziyah; Ratna Feti Wulandari; Dwi Rahayu
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v4i2.504

Abstract

Abstrak Kesehatan merupakan salah satu aspek penting yang menjadi sendi kokohnya suatu bangsa serta menjadi modal dasar untuk penguatan kualitas sumber daya manusia. Penguatan derajat kesehatan menjadi salah satu pilar utama untuk keberlanjutan pembangunan suatu masyarakat, termasuk masyarakat di Kabupaten Kediri. Penyakit gagal ginjal merupakan penyebab kematian ke-10 di Indonesia yaitu 42.000 per tahun. Data medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus gangguan fungsi ginjal yang signifikan pada kelompok usia remaja. Remaja memiliki perilaku jajanan yang berisiko, yaitu jajanan yang tinggi gula, garam dan lemak yang mempengaruhi status gizi dan menjadi faktor resiko penyakit tidak menular di masa depan. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan mulai pada tanggal 22 – 29 Mei 2026, yang diawali dengan tahapan persiapan (survey lapangan sampai perizinan), dan diakhiri dengan kegiatan evaluasi (monitoring dan evaluasi kinerja). Adapun pelaksanaan kegiatan bersama siswa ini dilaksanakan satu hari ditanggal 28 mei 2026.   Kegiatan ini memiliki tujuan untuk membekali anggota PMR di SMA Negeri I Papar Kabupaten Kediri, dengan pengetahuan komprehensif mengenai hubungan antara pola makan (gizi) dengan kesehatan ginjal. Pendekatan yang digunakan adalah partisipasif dengan sasaran sejumlah 27 siswa. Dari 27 siswa yang hadir, semuanya memperhatikan dan aktif dalam kegiatan. Metode yang digunakan dengan cara memberikan materi terkait bahaya penyakit gagal ginjal serta pencegahannya. Hasil akhir yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan remaja tentang perubahan perilaku jajanan yang berisiko, yaitu jajanan yang tinggi gula, garam dan lemak sebagai pemicu penyakit gagal ginjal. Melalui kegiatan ini, siswa PMR diharapkan mampu mengidentifikasi, menerapkan dan menyebarluaskan kepada teman-teman sebaya. Dengan kegiatan ini, didapatkan pengetahuan siswa yang meningkat dalam penerapan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang untuk mencegah penyakit ginjal kronis dikemudian hari, sehingga remaja Indonesia menjadi remaja yang berkualitas. Kata kunci: Sosialisasi, Gizi, Gagal ginjal, Remaja.   Abstract Health is a crucial aspect that underpins the strength of a nation and serves as the foundation for strengthening the quality of human resources. Improving health is a key pillar for the sustainable development of any community, including those in Kediri Regency. Kidney failure is the tenth leading cause of death in Indonesia, with 42,000 deaths per year. Recent medical data shows a significant surge in cases of impaired kidney function among adolescents. Adolescents engage in risky snacking behaviors, particularly those high in sugar, salt, and fat, which impact nutritional status and pose a risk factor for non-communicable diseases in the future. This series of activities took place from May 22 to May 29, 2026, beginning with a preparatory phase (ranging from field surveys to obtaining permits) and concluding with an evaluation phase (performance monitoring and assessment). The specific session involving students was held on May 28, 2026. The activity aimed to equip members of the Red Cross Youth (PMR) at SMA Negeri 1 Papar, Kediri Regency, with comprehensive knowledge regarding the link between dietary habits (nutrition) and kidney health. A participatory approach was employed, targeting a group of 27 students; all attendees paid close attention and actively participated in the proceedings. The method involved presenting information on the dangers of kidney failure and strategies for its prevention. The outcome was an increase in the adolescents' knowledge regarding the need to change risky snacking habits—specifically, the consumption of snacks high in sugar, salt, and fat, which are known triggers for kidney failure. Through this initiative, PMR students are expected to be able to identify healthy practices, adopt them, and share this knowledge with their peers. Ultimately, the activity fostered greater student understanding of how to maintain a healthy, balanced diet to prevent chronic kidney disease later in life, thereby helping to cultivate high-quality Indonesian youth.  Keywords: Socialization, Nutrition, Kidney failure, Adolescents.
Peningkatan Kualitas Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) Dalam Rangka Menumbuhkan Motivasi dan Kesertaan dalam Keluarga Berencana MKJP Menuju Bonus Demografi di Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas; Nurin Fauziyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.42

Abstract

Masih rendahnya penggunaan MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), yang mana dari keseluruhan data didapatkan 17,8% dari jumlah peserta KB modern yang menggunakan KB MKJP, dan dari pengguna KB non MKJP didapatkan sebesar 82,19%. Salah satu faktor yang berperan penting dalam keberhasilan ber KB MKJP adalah salah satunya dari peran serta kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD), dimana peran dari PPKBD ini sebagai penyedia fasilitas khusunya tentang fasilitas KB di masyarakat dengan melakukan sosialisai tentang alat kontrasepsi kepada masyarakat. PPKBD terdiri dari seseorang atau beberapa orang kader yang bekerja secara sukarela serta berperan aktif dalam melaksanakan juga mengelola program KB Nasional ditingkat dusun. Tujuan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan tentang Metode kontrasepsi jangka panjang dan dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta dalam penggunaan metode kontrasepsi jangka panjangdi wilayah kecamatan Badas Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan ini terdiri dari 1) Pre test 2) Penyampaian materi dan kelompok diskusi serta kuis 3) Post test. Hasil dari Pengabdian ini setelah diberikan edukasi kader PPKBD berpengetahuan Baik sebanyak (90%) serta motivasi kategori baik (83,33%). Peningkatan pengetahuan dan motivasi pada kader PPKBD ini dikarenakan beberapa faktor yaitu adanya dukungan dari tenaga kesehatan dengan memberikan edukasi, dukungan dari tokoh masyarakat dan juga tokoh agama. Diharapkan kerjasama tetap berjalan antara tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat dan tokoh agama demi terlaksananya program kampung Keluarga Berencana serta tercapainya target kesertaan KB MKJP
Pendidikan Kesehatan Penguatan P4K Pada Kader Posyandu Ibu Hamil Nurin Fauziyah; Ratna Feti Wulandari; Luluk Susiloningtyas
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i2.73

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini salah satunya yaitu kader posyandu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang pentingnya P4K. Metode yang diberikan menggunakan media LCD, buku KIA dan Leaft let. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan pada kader posyandu memiliki pengetahuan baik tentang P4K (100%). Peningkatan pengetahuan ini bertujuan agar kader posyandu mendapatkan informasi tentang pentingnya Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), sehingga masyarakat mendapatkan penanganan/ pendampingan yang baik dalam kehamilannya. Diharapkan program ini terus berlanjut sehingga turut serta mensukseskan program pemerintah dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB)