Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Komunikasi dalam Perspektif Teori Pertukaran Yusuf Sapari
JURNAL SIGNAL Vol 6, No 1 (2018): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.572 KB) | DOI: 10.33603/signal.v6i1.950

Abstract

AbstrakKomunikasi merupakan alat penting dalam interaksi manusia. Setiap manusiaberkomunikasi untuk bertukar informasi, ide dan pandangan dengan orang lain.Proses pertukaran informasi dalam konteks komunikasi sering dilakukan sebagaimedia penyaluran dan sosialisasi dengan orang sekitarnya. Teori PertukaranSosial menekankan hubungan interaksi dan komunikasi antara kedua pesertaberlangsung saling menguntungkan satu dengan lainnya dan didasarkan padaganjaran (reward) dan upah (cost). Proses interaksi manusia juga dapat dijelaskandengan teori Pertukaran Sosial dengan mempertimbangkan pola hubungan yangtelah dibangun diantara keduanya. Berbagai kritikan teori Pertukaran Sosial telahmenuai dengan melihat perspektif hubungan manusia yaitu tidak didasarkankepada pola hubungan manusia, belum teruji secara ilmiah dan selaluberdasarkan kepada nilai ekonomis.Kata kunci : Komunikasi, Pertukaran Sosial, KritikanAbstractCommunication is an important tool in human interaction. Every human beingcommunicates to exchange information, ideas and views with others. The processof information exchange in the context of communication is often done as amedium of distribution and socialization with the surrounding people. SocialExchange Theory emphasizes the interaction and communication between the twoparticipants is mutually beneficial to each other and is based on rewards andwages. The process of human interaction can also be explained by the theory ofSocial Exchange by considering the pattern of relationships that have been builtbetween the two. Various critics of Social Exchange theory have reaped bylooking at the perspective of human relationships are not based on the pattern ofhuman relationships, has not been scientifically tested and always based oneconomic value.Keywords: Communication, Social Exchange, Criticism
Analisis Perilaku Penggunaan Smartphone dengan Perubahan budaya Pergaulan Mahasiswa Prodi Manajemen UMC Musiam Suci; Yusuf Sapari
JURNAL SIGNAL Vol 8, No 1 (2020): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.501 KB) | DOI: 10.33603/signal.v8i1.3120

Abstract

ABSTRAKKomunikasi sudah menjadi kebutuhan hidup manusia untuk berinteraksi dengan sesama dan orang lain sekitarnya. Adanya kemajuan teknologi memungkinkan komunikasi bisa dilakukan dengan menggunakan media komunikasi seperti telepon maupun smartphone  (Smartphone). Berbagai produsen smartphone tiap tahun menawarkan berbagai fitur canggih dalam berkomunikasi seperti video call maupun fitur dalam chatting yang semuanya memanjakan penggunanya untuk berkomunikasi dengan mudah. Mahasiswa sebagai konsumen smartphone juga melirik berbagai jenis maupun macam smartphone yang menawarkan berbagai kemudahan dalam berkomunikasi, mengerjakan tugas kuliah  maupun sebagai media hiburan. Perbedaan status sosial juga berpengaruh terhadap jenis maupun macam kepemilikan smartphone oleh mahasiswa. Hal inilah menjadi salah satu faktor penyebab adanya penggunan berbagai merk smartphone disesuaikan dengan kondisi uang saku mahasiswa. Ini juga menjadi munculnya berbagai kelompok penggemar dan pengguna jenis dan merk smartphone yang berbeda yang berdampak terhadap budaya pergaulan diantara sesama mahasiswa.Kata Kunci : komunikasi, fitur canggih, smartphone, budaya bergaul ABSTRACT Communication has become a necessity of human life to interact with others and others around them. The existence of technological advances allows communication to be done using communication media such as telephones and smartphones (cellphones). Various smartphone manufacturers each year offer various advanced features in communication such as video calls and chat features that all indulge their users to communicate easily.Students as smartphone consumers also look at various types and types of smartphones that offer various facilities in communicating, doing college assignments and as a medium of entertainment. Differences in social status also affect the type and type of smartphone ownership by students. This has become one of the factors causing the use of various brands of smartphones adapted to the condition of student allowances. This has also led to the emergence of various groups of fans and users of different types and brands of smartphones that have an impact on social culture among fellow students.Keywords: communication, advanced features, smartphone, sociable culture
PENGARUH IKLAN SHOPEE DI TELEVISI DALAM PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS PLATFORM APLIKASI SHOPEE TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN Nurul Nursyecha; Yusuf Sapari; Ririn Risnawati
JURNAL SIGNAL Vol 9, No 1 (2021): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.95 KB) | DOI: 10.33603/signal.v9i1.4400

Abstract

Persaingan dunia bisnis menuntut suatu perusahaan untuk dapat bersaing secara kompetitif dan mempertahankan brand di mata konsumen pada era modernisasi. Salah satunya PT Shopee Internasional Indonesia yang memberikan informasi menarik kepada konsumen mengenai aplikasinya melalui media elektronik dengan menciptakan brand awareness yang akan selalu melekat di kalangan masyarakat terutama pada mahasiswa/i Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh iklan Shopee (X) terhadap minat beli konsumen (Y), dengan brand awawreess sebagai varaiabel intervening (Z) atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan menggunakan metode survey eksplanatif. Teknik pengambilan sample menggunakan sampel nonprobability dan pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dengan error kesalahan 10% dari populasi 150 orang sehingga didapatkan 60 responden dengan menggunakan kuesioner. Responden ialah mahasiswa/i Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon yang menggunakan platform aplikasi Shopee. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa: 1) Iklan Shopee (X) berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) dengan melihat t-hitung (8,789) lebih besar dari t-tabel (1,671) sehingga hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh secara linier antara pengaruh iklan Shopee terhadap minta beli konsumen, (2) Iklan Shopee (X) berpengaruh terhadap brand awareness platform aplikasi Shopee (Z) dimana nilai t-hitung (12,752) lebih besar dari nilai t-tabel (1,671) dimana hipotesis Ho ditolak dan Ha diterima berarti ada pengaruh secara linier antara pengaruh iklan Shopee (X) terhadap brand awareness platform aplikasi Shopee (Z); 3) Brand awareness platform aplikasi Shopee (Z) berpengaruh terhadap minat beli konsumen (Y) dengan melihat t-hitung (12,633) lebih besar dari t-tabel (1,671) berarti ada pengaruh secara linier antara Brand Awareness terhadap minta beli konsumen, dan 4) Brand Awareness platform aplikasi Shopee (Z) memiliki hubungan erat antara pengaruh iklan (X) dan minat beli konsumen (Y) melihat nilai Beta hubungan pengaruh iklan ke Brand Awareness platform sebesar B (0,859) lalu nilai Beta hubungan antara platform aplikasi Shopee terhadap minat beli konsumen sebesar B (0,856) sehingga didapatkan nilai B seluruh (0,859 x 0,856 = 0,735) dengan total nilai pengaruh hubungan sebesar 0,859 + (-0,735)= 0,124. Hal ini berarti ada pengaruh secara tidak langsung antara pengaruh iklan Shopee terhadap minat beli konsumen dihubungkan dengan adanya Brand Awareness platform sebagai variabel intervening.Kata kunci: pengaruh iklan, brand Awareness, minat beli konsumen, regresi linier.
STRATEGI PROGRAM RRI PLAY GO DALAM MEMBANGUN INOVASI DIGITAL SEBAGAI RADIO VISUAL "Tonton Apa yang Anda Dengar" (Studi deskriptif : Radio Republik Indonesia “RRI”) Yusuf Sapari; Muhammad Iqbal Manshur; M. Kamaludin
JURNAL SIGNAL Vol 10, No 2 (2022): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/signal.v10i2.7305

Abstract

Saat ini digitalisasi telah berkembang pesat, tidak terkecuali dunia penyiaran radio. Perkembangan tersebut merubah anime masyarakat terhadap media informasi yang dikonsumsi, hal tersebut menuntut media masa konfrensional seperti radio dengan transmisi sinyal radio untuk membuat strategi inovasi dan terobosan baru di dunia digital. Jaringan internet yang mudah diakses oleh masyarakat menjadi jalan alternatif penggunaan media onlineuntuk memperoleh berbagai informasi dengan cepat. Untuk mempertahankan eksistensi, RRI melakukan terobosan teknologi digital yaitu RRI PLAY GO, RRI PLAY GO. Aplikasi tersebutbisadidengarkanmelalui handphone, dan menyiarkan seluruh siaran RRI diberbagai daerah aupun pusat. RRI juga memiliki (a) radio picture (radio bergambar): pendengar dapat melihats uasana didalam ruangan siaran dengan cara streaming melalui internet, dan (b) audio streaming: didengarkandengancaramengakses web RRI. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dimana pengumpulan data penelitian melalui data primer dan sekunder melalui wawancara pejabat individu yang terlibat dalam proses produksi atau operasional RRI Play Go dan beberapa pengguna aplikasiRRI Play Go. Pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling dengan kriteria khusus. Adapun analisis teknik penelitian menggunakan analisis SWOT guna merancang strategi program RRI Play Go dalam menggunakan kekuatan (strength), meminimalisis kelemahan (weakness), memanfaatkan peluang (opportunities) dan menghindari ancaman (threat) dalam membangun inovasi digital sebagai radio visual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa RRI Play Go mempunyai strategi menggunakan kekuatan untuk membangun inovasi yaitu menggunakan konten-konten yang ada untuk melayani publik di Indonesia dan luar negri, SDM juga sangat diperhatikan, dikelola, juga dikembangkan SDM-nya. Selin pemutakhiran SDM, pemutakhiran sistem yang mengoperasikan RRI Play Go, strategi memanfaatkan peluang untuk membangun inovasi digital yaitu RRI Play Go melakukan memberikan konten yang tidak ada pada aplikasilan sejenis, RRI Play Go melakukan kerjasama dengan media masa atau penyedia informasi lain.Kata Kunci : Inovasi Digital, RRI Play Go, Media Penyiaran, Radio Visual
Etnografi Etnografi Komunikasi Komunitas Walagri Dalam Pelestarian Kesenian Tradisional Karinding yusuf Sapari
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol 16 No 2 (2022): Volume 16 No 02 Juli-Desember 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v16i2.3272

Abstract

Studi Pada Komunitas Walagri Desa Lame Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Penelitian ini mengenai kesenian tradisional pada komunitas Walagri yang merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Desa Lame Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka.Penelitian ini mengindentifikasi komunitas Walagri dalam melestarikan kesenian tradisional Karinding.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana situasi komunikatif, peristiwa komunikatif, dan tindak komunikatif yang terdapat pada komunitas Walagri dalam melestarikan kesenian tradisional Karinding. Metode Penelitian yang digunakan yakni kualitatif dengan pendekatan Etnografi Komunikasi. Teori yang digunakan yaitu etnografi komunikasi. Hasil penelitiandan pembahasan bahwa proses komunikatif pada komunitas Walagri dalam melestarikan kesenian tradisional karinding terdapat aspek etnografi komunikasi dalam komunitas Walagri menggunakan Karinding sebagai media untuk melestarikan kesenian tradisional, Pementasan komunitas Walagri dalam melestarikan kesenian tradisional Karinding dan Upaya komunitas Walagri dalam melestarikan kesenian tradisional Karindig. Saat ini kesenian tradisional Karinding pada komunitas Walagri dalam pelestatiannya dikemas dalam bentuk seni pertunjukan yang lebih mengedepankan aspek perkenalan, edukasi dan hiburan. Beberapa properti dalam yang digunakan adalah alat-alat musik tradisional Sunda terutama Karinding yang selalu digunakan dan ditonjolkan dalam setiap penampilan komunitas Walagri. Selain itu dalam upaya komunitas Walagri adanya tambahan aspek media sosial seperti Instagram, Youtube dan Tiktok membantu mereka dalam melestarikan dan menunjukan eksistensi mereka ke ranah yang lebih luas. Unsur Sunda dalam komunitas ini sangat dipertahankan seperti bahasa yang digunakan dalam setiap lagu serta makna dan sejarah dalam lagu, pementasan pada komunitas Walagri dan alat musik Karinding yang menjadi alat musik tradisional Sunda. Komunitas Walagri merupakan satu-satunya komunitas kesenian tradisional yang ada di Desa Lame oleh sebab itu komunitas Walagri muncul agar komunitas Walagri menjadi akar bangkitnya lagi kesenian-kesenian tradisional yang telah hilang di Desa Lame.
The Influence of the Quality of Learning Communication Media on Students Interest in Learning: The case at Mamba'ul Ulum Islamic Boarding School Vocational School, Sindang Jawa, Cirebon Yusuf Sapari; Rizki Budhi Suhara
IQTIDA : Journal of Da'wah and Communication Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Dakwah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.109 KB) | DOI: 10.28918/iqtida.v3i01.6079

Abstract

The importance of an education is to increase the nation's competitiveness which aims to create social justice. Shows that Indonesia must continue to spur investment in human resources. On this it can be said that education has relevanto investment in human resources. The priority scale in our current education is vocational education. Both the upper secondary level (SMK) and tertiary education such as poly,technics, D3 and D4 Communication in the field of education is a very important element and has a very large role in determining the success of education. The teaching and learning process carried out in the classroom mostly occurs due to communication in the field of education. Thus it can be stated that educational communication can be interpreted as instructional communication. In this study, the population was the students of the Manbaul Ulum Dukuntang Vocational High School, the competence of Visual Communication Design skills. While the sample is DKV Class XI and XII students at the Mamba'ul Ulum Islamic Boarding School. Testing techniques using validity test, reliability test and regression test. Based on statistical tests that measure the effect of the quality of learning media on learning interest, the results show that all of them meet the requirements for carrying out the regression test. The results obtained on the quality of learning communication media in productive lessons in the field of Visual Communication Design expertise which consists of four dimensions, including Material, Presentation Order, Language and Attraction get a value of 4.09 on a scale of 1-5 which means good. The learning interest of students who take part in learning productive subjects by using learning communication media which consists of four dimensions, including Likes, Interest, Attention and Involvement get a score of 3.89 on a scale of 1-5 which means good, the regression test is 0.398 which indicates that the quality learning communication media has an effect of 39.8% on student learning interest.
A PENGARUH NARSISME MAHASISWA ILMU KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK: Kasus pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMC) Budhi Sahara, Rizki; Sapari, Yusuf; Kamaluddin, Muhammad; Alfionita, Monica
SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi Vol. 17 No. 2 (2023): Volume 17 No.2 Juli- Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) - Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jsfk.v17i2.4856

Abstract

Aplikasi TikTok digunakan oleh pengguna untuk mengunggah video diri mereka sendiri yang kemudian dibagikan kepada pengguna aplikasi TikTok lainnya. Aplikasi ini merupakan pemutar musik yang menggunakan teknologi lip-sync dan memiliki waktu putar maksimal 15 hingga 60 menit. Pada tahun 2018 aplikasi terbanyak yang diajukan untuk TikTok, berjumlah 45,8 juta. Ini termasuk aplikasi seperti YouTube, Instagram, Whatsapp, Twitter, Facebook, dan Messenger. Penelitian ini bertujuan menguji besaran pengaruh narsisme mahasiswa terhadap kepuasan menggunakan aplikasi tiktok. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran angket kepada 60 responden. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji regresi linear sederhana, koefisien determinasi (R2). Agar mendapatkan hasil yang tepat maka dilakukan dengan pengujian hipotesis (t). Uji t bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel narsisme (X) secara signifikan terhadap variabel kepuasan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerima semua hipotesis yakni narsisme mahasiswa (X) berpengaruh signifikan secara linear terhadap kepuasan (Y). Jika X1 tidak dilakukan maka narsisme mahasiswa terhadap kepuasan menggunakan aplikasi TikTok akan mengalami ketidakpuasan. Sebaliknya jika X1 dilakukan maka narsisme mahasiswa terhadap kepuasan menggunakan aplikasi TikTok akan mengalami kepuasan yang meningkat. Kata Kunci: Narsisme, Mahasiswa, Aplikasi TikTok, Kepuasan
TRASH TALKING SEBAGAI PERSONAL DIGITAL BRANDING DI MEDIA SOSIAL TIKTOK Sapari, Yusuf; Suhara, Rizki Budhi; Sofyan, Muhammad Andi
Jurnal Network Media Vol 7, No 1 (2024): NETWORK MEDIA
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/jnm.v7i1.4086

Abstract

Pengguna aplikasi Tiktok di dunia menghabiskan rata-rata waktu 90 menit per hari untuk mengakses Tiktok dan lebih dari 8 kali sehari membuka aplikasi Tiktok dengan pengguna aktif sebesar 60% berusia 16-24 tahun, 26% berusia 25-44 tahun, 80% berusia 16-34 tahun yang terdiri dari pengguna berjenis kelamin perempuan sebesar 60% dan laki-laki sebesar 40%. Kemunculan tiktok pada awalnya adalah aplikasi yang dibuat sebagai wadah untuk mengeksplorasi kreativitas pengguna tiktok melalui konten video yang menarik dan menghibur. Tiktok merupakan aplikasi unggah video yang menyediakan berbagai fitur bagi penggunanya untuk dapat mengedit dengan sticker, filter, teks, dan menambahkan music pada video, sehingga memungkinkan bagi penggunanya untuk menciptakan kreativitas mereka masing-masing. Tiktok menjadi media hiburan yang menarik karena menyajikan konten video berdurasi 15 detik, 30detik, 1 menit, 3 menit, hingga 5 menit. Hingga sekarang pengguna aplikasi tiktok mengatakan bahwa mereka merasakan kesenangan dan kepuasaan saat menggunakan tiktok. Tante Lala merupakan salah satu Tiktokers yang terkenal dengan gaya komunikasi di media social menggunakan trash talking. Akun@tantelalapunyacerita memiliki jumlah followers lebih dari 3 juta pada akun tiktok. Jumlah endorsement (istilah pemasaran menggunakan jasa influencer) juga ikut meningkat seiring viralnya konten trash talking milik Tante Lala di media social tiktok. Hal tersebut merupakan bagian yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berfokus kepada konten trash talking TanteLala melalui aplikasi Tiktok sebagai gaya baru personal digital branding seorang influencer di media sosial. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan personal digital branding pada akun tiktok @tantelalapunyacerita sebagai viralitas konten serta motivasi followers TanteLala menjadikan konten trash talking pada akun TikTok @tantelalapunyacerita viral. Dengan menggunakan teori – teori media sosial, personal digital branding dan trash talking. Metode penelitian yang digunakan yakni etnografi virtual. Hasil dan pembahasannya adalah Ruang media dalam personal digital branding dan trash talking sebagai konten youtube dan Instagram Tante Lala. Dokumen media dalam personal digital branding video tutorial make-up dan kecantikan, serta video konten outfit dan gayanya sedangkan dalam trash talking pada video konten kata-kata kasar dan makian. Objek media dalam personal digital branding produk kecantikan dan fashion dengan penggemar yang diajak interaksi sedangkan dalam trash talking adalah lawan yang di-trash talk dan Followers yang diajak trash talking. Pengalaman inspirasi dalam personal digital branding tentang make-up dan fashion sehingga berkesan percaya diri dan blak-blakan sedangkan dalam trash talking adalah hiburan dari trash talking yang berkesan kontroversial dan berlebihan. Kesimpulannya yakni personal digital branding yang dibangun Tante Lala melalui kontennya mencakup berbagai konsep. Trash talking yang dibuat oleh Tante Lala di akun TikToknya @tantelalapunyacerita menjadi viral karena mampu memenuhi hasrat para followersnya untuk mengkritik dan menjelek-jelekkan orang lain. 
PENGARUH NARSISME MAHASISWA TERHADAP KEPUASAN MENGGUNAKAN APLIKASI TIKTOK Sapari, Yusuf; Suhara, Rizki Budhi; Alfionita, Monica
Jurnal Ilmu Komunikasi Acta Diurna Vol 19 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunkasi FISIP Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.actadiurna.2023.19.2.7919

Abstract

The TikTok application is used by users to upload videos of themselves which are then shared with other users of the TikTok application. This application is a music player that uses lip-sync technology and has a maximum play time of 15 to 60 minutes. In 2018 the most applications were submitted for TikTok, totaling 45.8 million. This includes apps like YouTube, Instagram, Whatsapp, Twitter, Facebook and Messenger. This study aims to examine the effect of student narcissism on satisfaction using the tiktok application. Data collection was carried out by distributing questionnaires to 60 respondents. Data analysis used normality test, linearity test, simple linear regression test, coefficient of determination (R2). In order to get the right results, it is done by testing the hypothesis (t). The t test aims to determine the effect of each narcissism variable (X) significantly on the satisfaction variable (Y). The results showed that accepting all hypotheses namely student narcissism (X) has a significant linear effect on satisfaction (Y). If X1 is not carried out, student narcissism towards satisfaction using the TikTok application will experience dissatisfaction. Conversely, if X1 is carried out, student narcissism towards satisfaction using the TikTok application will experience increased satisfaction.
Instagram Utilization as User Generated Content in Promoting Local Culinary Ratna Santika, Yuniarti; Chamidah, Nurul; sapari, Yusuf
Jurnal Toursci Vol 1 No 5 (2024): Vol 1 No 5 April 2024
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/toursci.v1i5.252

Abstract

Promoting anything is one kind of communication that leverages social media and breakthroughs in IT. Information-gathering, public appeal, and influence-peddling are the goals of promotional activities. Informational, persuasive, and reminder campaigns are the goals of promotion. One app for sharing images or videos is called Instagram. Friends on Facebook can follow us on Instagram thanks to a feature of Instagram that is integrated into Facebook. The capabilities that Instagram offers its users are rather extensive. A user's creation of content and subsequent sharing on a platform of their choosing is known as user-generated content. Users utilize user-generated content to spread knowledge, advertise a company or product, and sometimes even attract attention and encourage other users to purchase. The Instagram account@kulinercirebon served as the study's subject. A food Instagram account, @kulinercirebon, highlights Cirebon's excellent food. Utilizing a qualitative research method with a descriptive approach, the study's objectives were to ascertain the @kulinercirebon account owner's creative process in optimizing Instagram accounts and the optimization of Instagram's use as a medium for Cirebon culinary promotion. The study yielded the following research findings: the process by which creators create promotional content is split into three stages: pre-production, content creation, and post-production. The best way to maximize Instagram's potential as a promotional tool is to take advantage of its features, which include captions, hashtags, video reels, Instagram feeds with multiple photos and comment features.