Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Inovasi Pengolahan Hasil Pertanian Bunga Sedap Malam berbasis Destilasi Sederhana Minyak Atsiri Mega Novita; Rifki Hermana; Senowarsito Senowarsito; Sutomo Sutomo; Dian Marlina; Haryo Kusumo
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v6i2.1965

Abstract

Desa Doplang merupakan satuan wilayah pemerintahan yang berada di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang Jawa Tengah Indonesia. Desa ini memiliki lahan bunga sedap malam (Polianthes tuberosa) seluas 3 hektar yang di andalkan oleh warga sebagai sumber penghasilan. Sayangnya, masyarakat Desa Doplang belum mampu untuk meningkatkan nilai tambah potensi bunga sedap malam yang mereka miliki. Bunga sedap malam yang sudah siap panen biasanya diambil oleh tengkulak dan dijual dalam bentuk mentah. Hal ini sering merugikan petani karena harga ditentukan oleh tengkulak secara sepihak. Oleh karena itu, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) inovasi pengolahan hasil pertanian bunga sedap malam berbasis destilasi sederhana minyak atsiri dilaksanakan. Beberapa produk olahan bunga sedap malam seperti minyak wangi, minyak telon, dan hand sanitizer dari bunga sedap malam diajarkan kepada warga Desa Doplang. Harapan dari kegiatan ini adalah meningkatnya ketrampilan warga untuk melakukan inovasi dan diversivikasi produk berbasis bunga sedap malam. Hal ini akan secara langsung meningkatkan nilai jual hasil pertaniannya.
Mitigation Strategy of Disaster Based on Information Technology in Semarang City Rizky Muliani Dwi Ujianti; Mega Novita; Iffah Muflihati
Indonesian Journal on Geoscience Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Geological Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17014/ijog.10.2.201-214

Abstract

Semarang is a city located on the northern coast of the Java Sea which makes it becomes one of the cities threatened by tidal flooding. Besides tidal flood inundation, several other disasters occuring in Semarang include fires, fallen trees, floods, landslides, hurricanes, and collapsed houses. This study identified the disasters occurred in Semarang City from 2012 through 2021, as well as the strategies to cope with them in general, and specifically using information technology, namely Geographic Information System (GIS) maps. The data in this study were obtained from Regional Development Planning Board, Public Works Office, Central Bureau of Statistics (BPS), Semarang City Social Service, and several related stakeholders. Those data were, then, visualized on a GIS map. The findings indicated that one method of mitigation is the use of GIS maps of floods and landslides, as well as disaster mitigation through Semarang economy and government policies Keywords: Semarang, GIS, tidal, flooding, disaster, mitigation
Regional empowerment through tuberose-based MSME product innovation and appropriate technology in Doplang Village Mega Novita; Senowarsito Senowarsito; Rifki Hermana; Sutomo Sutomo
Community Empowerment Vol 9 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12358

Abstract

The community service program under the Regional Empowerment (PW) scheme aims to enhance economic capacity and community welfare through local product innovation based on appropriate technology (AT). Doplang Village in Semarang Regency has significant potential in cultivating tuberose, which is integrated into micro, small, and medium enterprises (MSMEs) with the support of AT. This innovation distinguishes local MSME products from existing market offerings through the application of technologies such as Solar Cell Battery Storage Systems, packaging tools, social media branding, and formulations for products like soap and hand sanitizer. The program was implemented through workshops, training sessions, and intensive mentoring, focusing on developing skills in product development, management, and marketing. Pre-test and post-test evaluations showed a significant improvement of over 50 points in participants’ skills and knowledge, particularly in management and product innovation. The program resulted in six main products, including baby oil, perfume, hand sanitizer, and laundry soap, contributing to local economic growth and supporting sustainable tourism through diversification of tuberose-based products and the application of renewable energy.
Tantangan dan Peluang dalam Pendidikan Kimia Hijau Berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) di Sekolah Menengah Atas: Studi Kasus di Kabupaten Sragen Rina Widyawati; Mega Novita; Siti Patonah; Fenny Roshayanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1287

Abstract

Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD) memainkan peran penting dalam membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengatasi tantangan keberlanjutan global. Namun, integrasi ESD ke dalam kurikulum mata pelajaran tertentu, seperti kimia hijau, masih belum banyak dieksplorasi, terutama di sekolah menengah. Penelitian ini membahas kesenjangan tersebut dengan mengkaji tantangan dan peluang yang terkait dengan penerapan pendidikan kimia hijau berorientasi ESD di sekolah menengah. Penelitian yang dilakukan di Kabupaten Sragen ini bertujuan untuk menilai sejauh mana prinsip-prinsip ESD dipahami dan diterapkan oleh guru kimia di kelas. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, yang melibatkan survei, wawancara, dan analisis dokumen dengan 26 guru kimia yang dipilih secara acak sebagai partisipan. Data dianalisis melalui triangulasi untuk memastikan validitas dan reliabilitas. Temuan menunjukkan bahwa meskipun 57,7% guru mengenal ESD, hanya 53,8% yang telah mengintegrasikannya ke dalam praktik mengajar mereka. Selain itu, 80,8% responden percaya bahwa pendidikan kimia hijau yang berorientasi pada PPB sangat penting untuk menumbuhkan nilai-nilai keberlanjutan pada siswa, meskipun banyak yang menyatakan keprihatinan tentang waktu tambahan yang dibutuhkan untuk implementasinya. Kesimpulannya, meskipun ada pengakuan yang kuat tentang pentingnya ESD dalam pendidikan kimia hijau, tantangan praktis, seperti keterbatasan waktu dan pelatihan yang tidak memadai, menghambat implementasi yang efektif. Studi ini menunjukkan bahwa pengembangan profesional yang ditargetkan dan penyesuaian kurikulum diperlukan untuk sepenuhnya menyadari potensi ESD dalam meningkatkan pendidikan keberlanjutan di sekolah menengah
Analysis Of Potential And Challenges Of Ethnoscience-Based Chemistry Learning In Madrasah Aliyah Sri Wahyuni; Mega Novita; Muhammad Syaipul Hayat; Fenny Roshayanti
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1583

Abstract

This study aims to analyze the potential and challenges of ethnoscience-based chemistry learning in Madrasah Aliyah. The approach used is a quantitative survey type with participants being Madrasah Aliyah chemistry teachers in Surakarta Residency who were taken randomly. The method used is descriptive-quantitative. The data collection tool used is a questionnaire containing statements related to chemistry learning and the ethnoscience approach. Based on the data analysis carried out, both survey results and interviews, that although there is high enthusiasm from chemistry teachers, namely 92.3%, to implement ethnoscience-based learning, their knowledge of ethnoscience is still limited. As many as 50% of teachers admitted to having difficulty integrating ethnoscience with chemistry material, and 57.7% of teachers had never implemented it. The main obstacles in the implementation of ethnoscience include lack of teacher understanding and limited supporting infrastructure. Nevertheless, the ethnoscience approach offers great potential to improve scientific literacy, understanding of local culture, and student learning outcomes. Policy and infrastructure support in madrasahs, including Madrasah Aliyah Negeri Wonogiri, is ready to facilitate further development of ethnoscience-based learning. With increased training and resources, ethnoscience can be effectively integrated to enhance student engagement and understanding in chemistry learning
Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa dalam Pengembangan Modul Ajar Berdiferensiasi Berorientasi Education for Sustainable Development pada Materi Green Chemistry Nurdiyati; Mega Novita; Siti Patonah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1665

Abstract

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi berorientasi ESD pada materi green chemistrysangat penting pengembangan modul ajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Islam YMI Wonopringgo Kabupaten Pekalongan untuk pengembangan modul ajar berdiferensiasi berorientasi ESD.metode yang digunakan adalah metode pengembangan (R&D) dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel adalah 36 siswa.instrumen yang digunakan dibuat berdasarkan 5 indikator menurut Ennis berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal 1) memberikan penjelasan sederhana (elementary clarification), 2) membangun kemampuan dasar (Basic Support), 3) menarik kesimpulan (inference), 4) memberikan argumen dan penjelasan (advanced clarification), dan 5) mengatur taktik dan strategi (strategie and tactics).Hasil penelitian didapat kevalidan berdasarkan hasil uji instrumen oleh ahli instrumen mendapat persentase 97% dengan kategori sangat valid dan keefektifan instrumen berdasarkan hasi uji N-Gain memeroleh nilai rata-rata 0,66 dengan kategori keefektifan sedang. Hasil penelitian ini digunakan untuk pengembangan modul berdiferensiasi berorientasi ESD pada materi Green Chemistry untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.