Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberian Tepung Bonggol Pisang pada Pakan terhadap Konsumsi Pakan dan FCR (Feed Conversion Rasio) Ayam Pedaging di Kampung Desay Distrik Prafi Kabupaten Manokwari Sritiasni Sritiasni; Sri Ori Sulistioningsih; Maria Herawati
Journal of Livestock Science and Production Vol 5, No 2 (2021): Journal of Livestock Science and Production
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jalspro.v5i2.5635

Abstract

Pakan merupakan kebutuhan yang memakan biaya tertinggi dalam usaha peternakan. Ketersedian pakan yang terbatas dengan populasi ternak, menyebabkan Indonesia harus mengimpor pakan dari negara lain, yang dapat berdampak pada harga jual daging menjadi mahal karena faktor biaya dari pakan yang mahal. Penggunaan bahan pakan alternatif dapat menekan biaya pakan serendah dan seefisien mungkin tanpa berpengaruh buruk terhadap performan, produktifitas dan kondisi fisologi ternak. Salah satu limbah dari tanaman pisang yang masih jarang dimanfaatkan yaitu bonggolnya. Bonggol sangat berlimpah dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif. Zat Nutrisi Bonggol Pisang dalam 100gr Kandungan nutrisi Bahan Kering, 91,56% Protein Kasar 1,72% Lemak Kasar 1,15% Serat Kasar 7,98% Karbohidrat 88,16%. Berdasarkan hasil Penelitian tentang pemanfaatan tepung bonggol pisang kapok yang ditambahkan pada pakan ternak ayam broiler dapat penulis simpulkan bahwa Penggunaan tepung bonggol pisang  kepok berpengaruh nyata pada tingkat konsumsi Feed dan Converation Ratio (FCR) terlihat dari perbedaan nilai pada setiap perlakuan berdasarkan data hasil perlakuan pada tabel konsumsi pakan dan tabel Feed Converation Ratio
Tingkat Pengetahuan Peternak Lokal terhadap Pakan Fermentasi Kulit Pisang sebagai Pakan Alternatif Ternak Babi di Kampung Masni Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat Sritiasni Sritiasni; Sampari Penehas Ampnir; Petrus D Sadsoetoeboen
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 1 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i1.457

Abstract

Latar belakang: Usaha peternakan babi merupakan bagian budaya dalam kehidupan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia khususnya Bali dan Papua/Papua Barat. Secara tradisional ternak babi memiliki peran penting didalam kegiatan keagamaan, adat dan sosial. Ternak babi juga merupakan sumber protein utama yang memiliki kandungan asam amino lebih lengkap dan salah satu usaha rumah tangga yang penting sebagai sumber penghasilan. Disamping aspek ekonomi dan kepercayaan, babi juga dianggap sebagai simbol bagi si pemilik babi. Semakin banyak babi yang dimiliki seseorang atau sebuah kampung, maka semakin tinggi pula statusnya, dalam suatu hajatan, bila semakin banyak yang dapat dihadiahkan maka semakin besar pula pesta yang diselenggarakannya. Metode: Penulisan bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan peternak tentang pemanfaatan fermentasi kulit pisang sebagai pakan ternak babi yang dilaksanakan di Kampung Masni Kabupaten Manokwari dan membuat rancangan penyuluhan dengan metode penelitian pemanfaatan kulit pisang sebagai pakan untuk meningkatkan bobot badan babi dengan teknik purposive sampling dimana 20 peternak sebagai responden. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan peternak lokal terhadap pakan fermentasi kulit pisang kepok sebagai pakan alternatif ternak babi di Kampung Masni menunjukan peningkatan pengetahuan. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa, sebelum dilakukan penyuluhan tingkat pengetahuan peternak lokal pada kriteria mengetahui, setelah dilakukan penyuluhan kriteria tingkat pengetahuan peternak lokal menjadi sangat mengetahui, hal ini dikarenakan materi dan cara pembuatan pakan yang disampaikan mudah dipahami sehingga tingkat efektifitas penyuluhan masuk dalam kategori efektif.
Analisis Ekonomis Usaha Kelinci Ras Rex dengan Pemberian Hijaun Makanan Ternak yang Berbeda Bangkit Lutfiaji Syaefullah; Lukas Lami Mai; Susan Carolina Labatar; Sritiasni Sritiasni; Purwanta Purwanta; Okti Widayati; Poppy Latifah
Journal of Sustainable Agriculture Extension Vol 1 No 2 (2023): Journal of Sustainable Agriculture Extension
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/josae.v1i2.521

Abstract

Latar belakang: Usaha ternak kelinci di Manokwari belum begitu banyak dikenal oleh masyarakat sehingga belum banyak masyarakat yang membudidayakan ternak kelinci dengan tujuan komersialisasi, umumnya masyarakat memelihara ternak kelinci sebagai hewan kesenangan. Metode: Metode penelitian yang dilakukan adalah metode eksperimental dengan menggunakan kelinci jenis ras rex sebanyak 15 (lima belas) ekor. Penelitian dilaksanakan selama 2 (dua) bulan pemeliharaan kelinci dengan 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan, selanjutnya hasil pemeliharaan dianalisis ekonominya. Hasil: Hasil penelitian eksperimental untuk pemeliharan kelinci tidak berbeda nyata (P>0,05) pada konsumsi, pertumbuhan dan konversi pakan setiap perlakuan, sedangkan pada analisis ekonomi setiap perlakuan menunjukan nilai yang sama pada biaya, penerimaan, pendapatan, break even point, R/C, rentabilitas, IOFC dan Harga Pokok Produksi. Kesimpulan: Pemberian pakan hijauan makanan ternak yang berbeda pada kelinci tidak berpengaruh terhadap produktifitas kelinci, akan tetapi berdasarkan hasil analisis ekonomi usaha kelinci dinyatakan layak.