Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Science and Engineering

KARAKTERISTIK MARSHAL CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN LIMBAH PLASTIK Abdul Gaus; Nurmaiyasa Marsaoly; Muhammad Taufiq Yudha Saputra; Ilham Udin
Journal of Science and Engineering Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Science and Enggineering (JOSAE
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v3i2.2425

Abstract

Jalan raya merupakan tulang punggung suatu kawasan dalam menyalurkan penumpang barang dan jasa, sehingga konstruksi badan jalan harus kuat dan tahan terhadap beban lalu lintas yang berlalu lalang setiap hari. Dalam penelitian ini dicoba penggunaan plastik sebagai alternative bahan tambah aspal beton. Kemasan minuman menggunakan botol plastik merupakan hal yang umum dewasa ini, limbah botol plastiknya banyak yang terbuang dan tidak dimanfaatkan, hal ini akan menambah beban bagi pemerintah dalam mendaur ulangkan sampah plastik, diharapkan penggunaan alternative bahan tambah plastik bekas botol minuman jenis PET tersebut selain dapat membantu pemerintah dalam mendaur ulang sampah plastik, juga dapat meningkatkan kualitas perkerasan aspal beton. Pada penelitian ini yang ditinjau adalah pengaruh penambahan plastik jenis PET sebagai bahan tambah pada campuran aspal beton terhadap karakteristik Marshall yang meliputi VIM, VMA, VFB, Stabilitas, Flow, dan Marshall Quotient. Hasil penelitian menenjukan bahwa karakteristik Marshall seperti nilai VFB dengan kadar aspal 4,5% (58,35) dan Flow (3,20) cenderung lebih rendah dari campuran aspal beton normal. Sedangkan nilai Marshall cenderung meningkat terdapat pada VIM, dengan kadar aspal 4,5% (3,20), stabilitas (1214,5) dan MQ (380,34) karna pengaruh penggunaan PET dan kadar aspal dalam campuran pada komposisi tertentu menunjukan kinerja yang baik. Berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 didapatkan kadar aspal optimum 6%, dapat disimpulkan bahwa penambahan PET ke dalam aspal akan meningkat kualitas aspal dan sekaligus akan meningkatkan kulitas campuran beton aspalnya
ANALISIS ABILLITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) UNTUK PENETUAN TARIF PESAWAT RUTE PULAU TERNATE – PULAU BACAN Zulaeha Mabud; Nurmaiyasa Marsaoly
Journal of Science and Engineering Vol 2, No 1 (2019): Journal Of Science and Enggineering (JOSAE)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.182 KB) | DOI: 10.33387/josae.v2i1.1402

Abstract

Penetapan tarif pesawat menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan besar penggunaan peasawat terbang . Tujuan Penetapan tarif dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan penyelenggaraan transportasi dengan mutu jasa yang sesuai standar keselamatan, dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat serta pengaruhnya terhadap harga produksi. Metode analisis penentuan tarif pesawat terbang menggunakan ATP dan WTP,  hasil metode tersebut bisa menentukan tarif terendah dan tertinggi sesuai pendapatan dan kemampuan membayar jasa pesawat.
MODEL MATEMATIS HUBUNGAN VOLUME LALU LINTAS DENGAN TINGKAT KEBISINGAN PADA SIMPANG TIGA RUAS JALAN RAYA BASTIONG Muhammad Taufik Yudha Saputra; Nurmaiyasa Marsaoly
Journal of Science and Engineering Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Science and Enggineering (JOSAE
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/josae.v3i2.2423

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk yang disertai dengan adanya peningkatan pertumbuhan ekonomi menyebabkan mobilitas yang meningkat. Hal ini kemudian berdampak pada pengunaan kendaraan bermotor maupun kendaraan roda empat yang terus bertambah sehingga bertambah pula intensitas pergerakan lalu lintas seiring dengan meningkatnya aktifitas masyarakat kota Ternate. Ruas jalan Bastiong merupakan salah satu ruas jalan yang memiliki volume lalu lintas yang tergolong tinggi, sehingga berimplikasi pada kebisingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model matematis hubungan volume lalulintas terhadap tingkat kebisingan pada simpang tiga jalan raya Bastiong Kota Ternate. Data yang diperlukan antara lain volume kendaraan dan nilai kebisingan lalu lintas mengunakan alat Sound level meter (SLM). Hasil penelitian diperoleh bahwa tingkat kebisingan (dBA) yang paling tinggi sebesar 86,80 dBA terjadi pada pukul 16.30-16.45 dengan total volume kendaraan sebanyak 990 kendaraan. Model matematis hubungan antara volume lalu lintas dengan tingkat kebisingan ditunjukkan dalam persamaan, Y = 51,104 + 0,012 X1 + 0,167 X2 + 0,041 X3, dengan nilai R = 0,8966 menunjukkan kategori tingkat hubungan antara variabel bebas dan terikat sangat kuat