Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : DINTEK

KARAKTERISTIK TANAH TIMBUNAN DARI DESA DAEO SEBAGAI SUBGRADE PADA STRUKTUR PERKERASAN JALAN Fitro Darwis*; Elfira Resti Mulya
DINTEK Vol 13 No 1 (2020): Volume 13 No.1, Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.127 KB)

Abstract

Dalam konstruksi jalan, salah satu bagian penting dari struktur lapisan perkerasan jalan yaitu tanah dasar (subgrade) yang berfungsi untuk mendukung konstruksi perkerasan diatasnya. Pada beberapa proyek pekerjaan pembukaan jalan baru di Kabupaten Pulau Morotai menggunakan tanah timbunan yang berasal dari Desa Daeo sebagai tanah dasar. Penggunaan bahan timbunan dari Desa Daeo ini perlu diketahui karakteristik dari tanah tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui klasifikasi jenis tanah timbunan Desa Daeo dan mengetahui karakteristik tanah sebagai bahan dari struktur perkerasan jalan dalam hal ini subgrade. Metode penelitian menggunakan metode pengujian di laboratorium. Pengujian bahan tanah timbunan berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pengujian laboratorium untuk mengetahui karakteristik tanah timbunan diantaranya uji batas plastis dan indeks plastisitas tanah, uji batas cair tanah, uji analisis ukuran butir tanah, uji pemadatan standar proctor dan uji CBR laboratorium. Klasifikasi tanah mengunakan sistem klasifikasi USCS (Unified Soil Classification System). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah timbunan pilihan termasuk dalam jenis tanah lanau (MH) berdasarkan sistem klasifikasi USCS dengan tingkat kompressibilitas tinggi (high compressibility). Sifat mekanis tanah yang diteliti berupa kepadatan maksimum dan nilai CBR menunjukkan bahwa tanah yang berasal dari Desa Daeo ini sebagai tanah timbunan pilihan yang memenuhi spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018, dimana nilai CBR desain 21% dengan nilai berat volume maksimum (d maks) sebesar 1,907 gr/cm3.
EVALUASI KINERJA SIMPANG TIGA DI RUAS JALAN DEPAN KANTOR SAMSAT KABUPATEN PULAU MOROTAI Fitro Darwis; Elfira Resti Mulya; Embe Seng
DINTEK Vol 14 No 2 (2021): Vol. XIV No. 2 September 2021
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang ruas jalan depan kantor samsat Kabupaten Pulau Morotai merupakan pertemuan beberapa ruas jalan dari atau menuju pusat kota Daruba yang bisa dikatakan jalur ekonomi perdagangan, pendidikan, dan perkantoran. Simpang tiga di ruas jalan ini terlihat pada jam tertentu arus lalu lintasnya cukup sibuk. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui volume lalu lintas dan kinerja simpang di Simpang tiga jalan SBY depan Kantor Samsat Kabupaten Pulau Morotai. Kesimpulan penelitian pada simpang tak bersinyal depan kantor samsat kabupaten pulau morotai dari hasil perhitungan memiliki nilai derajat kejauhan 0,13. Derajat kejenuhan simpang masih memenuhi batas kinerja yang baik dengan nilai DJ <0,8. Kondisi pertemuan simpang pada jalan minor dan mayor dengan volume lalu lintas masih terdapat banyak kekurangan yang dapat berpotensi konflik meskipun memiliki kinerja yang baik. Kapasitas jalan depan kantor samsat direkomendasikan untuk dipasang lampu lalu lintas demi mengoptimalkan kinerja simpang ruas jalan tersebut.
ANALISIS PEMILIHAN MODA ANGKUTAN LAUT ANTARA KAPAL KM. HOLLY MARY DAN KM. GEOVANI Aminullah Thaib; Fitro Darwis; Suparman Utokoy
DINTEK Vol 15 No 2 (2022): V0l. 15 No. 02 September 2022
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Transportasi laut sebagai salah satu alat atau sarana pergerakan untuk melakasanakan aktivitas manusia antar pulau. Salah satu pelabuhan di Kabupaten Pulau Morotai yang menangani akses transportasi laut adalah Pelabuhan Daruba. Untuk perjalanan transportasi penumpang, terdapat dua kapal yang beroperasi dari Morotai ke Kota Ternate ataupun sebaliknya. Kapal-kapal tersebut adalah KM. Geovani dan KM. Holly Mary. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui alasan pemilihan moda angkutan laut antara kedua kapal ini. Analisis data pemilihan moda transportasi adalah dengan metode Importance Performance Analisys. Dimana tingkat kinerja dan harapan dari penumpang menjadi alasan pemilihan moda. Faktor-faktor utama yang dipakai sebagai penilaian adalah faktor keamanan, faktor kenyamanan, faktor biaya dan faktor waktu. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa dari empat faktor penilaian yang mempengaruhi pemilihan moda angkultan laut antara kapal KM. Holly Mary dan KM.Geovani secara sama-sama adalah variabel X1 sebagai faktor keamanan dimana uraian dalam faktor keamanan ini adalah ketersediaan pelampung, keamanan barang penumpang, dan tersedianya sistem pemadam kebakaran.
PENGUJIAN PROPERTIS TANAH DAN PENGUKURAN TOPOGRAFI LERENG UNTUK DAERAH RAWAN LONGSOR RUAS JALAN PAYAHE - WEDA: Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai Goraahe, Siti Hadija; Mulya, Elfira Resti; Darwis, Fitro; Thaib, Aminullah; Kusman, Muhammad Reza
DINTEK Vol. 16 No. 2 (2023): Volume 16 No.2 September 2023
Publisher : Fakultas Teknik UMMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang dapat merusak pemukiman, kendaraan, dan struktur jalan. Longsor disebabkan oleh intensitas hujan. Curah hujan dengan intensitas yang tinggi pada daerah berbukit menyebabkan aliran air permukaan menjadi lebih deras dengan debit yang lebih besar, terjadi tanah longsor, sering kali disebabkan oleh hujan, karena itu kadar air tanah juga meningkat sehingga mengubah bentuk fisik dari lereng. Peningkatan jumlah air dapat melemahkan sifat fisis-mekanisnya, mengurangi faktor keamanan tanah dan lereng. Interaksi dari seluruh kondisi tersebut dapat menjadikannya rentan terhadap longsor. Penelitian ini dilakukan pada ruas jalan Payahe – Weda Kabupaten Halmahera Tengah, dimana pada ruas tersebut sering terjadi longsor sehingga mengakibatkan akses jalan pada kawasan tersebut. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui nilai sifat-sifat tanah pada daerah tersebut yaitu secara fisis maupun mekanis. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan menggunakan alat hand boring sampai pada kedalaman 2 meter. Pengujian daya dukung tanah di lapangan dengan menggunakan alat DCP (Dinamic cone penetrometer) dengan hasil CBR yaitu rata-rata 5,8 sampai 10,7 dan pengukuran kemiringan dengan alat ukur Total Station dengan hasil klasifikasi lereng curam, karena dari klasifikasi kelas kemiringan lereng yaitu hasil kemiringan lereng rata-rata di atas 30%. Berdasarkan hasil pengujian lapangan dan pengujian laboratorium maka diperoleh nilai dengan konsistensi tanah yakni sangat lunak yaitu (qu) kurang dari 0,25 kg/cm3 serta slope dengan sudut rata-rata diatas 30%.