Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Pelayanan Panitia Penerimaan Taruna Terhadap Kepuasan Calon Taruna Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Taruna di Poltekpel Banten Rikardo, Dapid; Nursyamsu, Nursyamsu; Herningsih, Siwi Woro; Adil, Muhammad Kemal
Jurnal Manajemen Pendidikan Dasar, Menengah dan Tinggi [JMP-DMT] Vol 5, No 2 (2024): JURNAL JMP-DMT
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jmp-dmt.v5i2.17676

Abstract

The alteration of Training Center to Higher Education can be a driving factor in improving the service quality in Poltekpel Banten considering Poltekpel Banten is a new college competing with other existing nautical polytechnics. Especially with the support of Human Resources Development Agency in giving additional quota for student admission each year. The credibility of Poltekpel Banten is reflected through the service quality, customer satisfaction and customer loyalty. This study is conducted in Poltekpel Banten from January to June 2022 using quantitative approach with survey method. The data is analyzed with SEM AMOS and processed in deductive manner. The variables studied are service quality, customer satisfaction, and customer loyalty. The sample in this study 224 student candidates from all the student candidates of Poltekpel Banten during July to December 2022. The data is collected using questionnaire. From the four hypotheses tested in this study, two of them are giving significant results and the other two is not significant.
Optimalisasi penerapan keselamatan kerja dalam upaya pencegahan kecelakaan kru pada saat bekerja di Kapal MV. Cepat Rikardo, Dapid; Saleh, Sahar; Nurrahman, Muhammad Hanief
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i2.67

Abstract

Teknologi peralatan di atas kapal telah berkembang semakin canggih dan modern. Perkembangan teknologi tersebut tidak semata-mata dapat menghindarkan para awak kapal dari kecelakaan saat bekerja. Ada beberapa faktor utama penyebab terjadinya kecelakaan saat bekerja, seperti faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi penerapan keselamatan kerja di atas kapal. Pemerintah menerapkan peraturan menyangkut keselamatan dan keamanan kerja di atas kapal. Organisasi internasional seperti International Maritime Organization (IMO) juga menekankan kepada seluruh perusahaan di dunia internasional untuk memperhatikan keselamatan para awak kapal. Penelitian ini dilakukan di atas kapal semen dan dilaksanakan selama 12 bulan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif menggunakan metode wawancara dan observasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 22 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 9 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa awak kapal telah menjalankan prosedur tentang keselamatan dengan baik, serta memastikan bahwa alat keselamatan yang ada selalu dalam kondisi lengkap dan baik. The equipment technology on board ships has developed increasingly sophisticated and modern. The development of this technology can not only prevent ships from accidents while working. Several main factors cause workplace accidents, such as internal and external factors. This research aims to determine the optimization of the implementation of work safety on ships. The government implements regulations regarding work safety and security on ships. International organizations such as the International Maritime Organization (IMO) also put pressure on all companies in the global world to pay attention to the safety of ship crews. This research was conducted on a cement ship for 12 months. This research is included in qualitative research using interview and observation methods. The population in this study was 22 people, with a sample size of 9 people. The research results show that the ship's crew has carried out safety procedures well and ensured that the existing safety equipment is always in complete and good condition.
Optimalisasi Olah Gerak Kapal dalam Pelayaran menghadapi Cuaca Buruk di Kapal Henni Sutryani; Dapid Rikardo; Ihsan Galib
Journal Marine Inside Vol 4. No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.554 KB) | DOI: 10.62391/ejmi.v4i1.43

Abstract

Kemampuan olah gerak kapal dalam menghadapi cuaca buruk diperlukan untuk menjaga keselematan crew dan juga kapal. Pengetahuan, pengalaman, persiapan, serta pengaturan optimalisasi dari crew dan peralatan sangat diperlukan untuk mengolah gerak kapal dalam menghadapai cuaca buruk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata terutulis dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data menggunakan wawancara langsung terhadap subyek, data tertulis, dan observasi langsung di kapal. Hal ini akan meningkatkan kemampuan dalam bernavigasi saat menghadapi cuaca buruk di kapal. Praktek layar yang dilakukan penulis di kapal MV. Tanto Bersama mengenai upaya meningkatkan kemampuan bernavigasi dalam menghadapi cuaca buruk terjadi selama praktek layar. Pembahasan yang dibahas dalam kaya ilmiah terapan ini adalah Nahkoda memberikan pengarahan secara berkala terhadap para mualim dalam menghadapi cuaca buruk, mengenal karakter dan kemapuan kapalnya. Pekerjaan yang dilakukan mualim setelah mendapatkan arahan dari nahkoda. Crew yang diberi tugas oleh mualim saat terjadinya cuaca buruk yang dihadapi oleh kapal. Hal ini membuat gerak kapal menjadi optimal dan bahaya yang ditimbulkan menjadi lebih kecil dan terhindarnya dari kerusakan kapal. Simpulan yang dapat diambil adalah pengetahuan awak kapal dan kurangnya drill dalam mengolah gerak kapal saat cuaca buruk dapat mengakibatkan perbedaan pengetahuan, keterampilan terhadap awak kapal dan juga dapat menimbulkan bahaya terhadap awak kapal dan kapal. Adapun saran penulis adalah selalu diadakannya pengarahan, pelatihan atau drill terhadap seluruh awak kapal dalam menghadapi cuaca buruk.
Identifikasi kerusakan kontainer pada saat pengiriman menggunakan Kapal MV Ifama Mas Dapid Rikardo; Yollanda Octavitri; Mohammad Navy Afrian Fajrin
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i1.128

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyebab kerusakan kontainer pada MV Ifama Mas di Pelabuhan Belawan serta merumuskan langkah pencegahan operasional. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus melalui observasi lapangan, wawancara kru/tenaga bongkar muat, dan telaah dokumen prosedur. Analisis deskriptif dilakukan untuk mengidentifikasi pola kerusakan dan faktor pemicunya. Hasil menunjukkan sebagian besar kerusakan telah terjadi pra-pemuatan—terutama sejak tahap gate-in/handling di pelabuhan asal (Tanjung Priok)—akibat pengganjalan (chocking) yang keliru, minim inspeksi awal, dan proses bongkar muat yang tergesa-gesa. Jenis kerusakan yang dominan meliputi penyok, lubang akibat korosi, dan kelemahan struktural pada panel/ujung kontainer. Di sisi lain, penerapan standar IMO serta kriteria IICL untuk inspeksi dan lashing belum optimal sehingga memperbesar risiko kerusakan saat penanganan dan penumpukan. Rekomendasi yang diusulkan meliputi pemeriksaan awal yang lebih ketat (gate-in checklist dan pre-lift survey), optimalisasi rencana penumpukan/stowage, pelatihan operator crane dan checker, serta pengawasan lashing yang disiplin sesuai standar internasional. Implementasi langkah-langkah tersebut diharapkan menurunkan insiden kerusakan, meningkatkan keselamatan kargo, dan memperbaiki efisiensi bongkar muat.   This study examines the causes of container damage on MV Ifama Mas at Belawan Port and proposes operational prevention measures. A qualitative case-study approach was used, combining field observations, crew/stevedore interviews, and a review of handling procedures. Descriptive analysis identified damage patterns and causal factors. Findings show that most damage occurred pre-loading—notably from the gate-in/handling stage at the origin port (Tanjung Priok)—due to incorrect chocking/blocking, insufficient pre-inspection, and rushed handling. Predominant damage types include dents, corrosion holes, and structural weaknesses on panels and end frames. Moreover, IMO standards and IICL criteria for inspection and lashing were not applied optimally, elevating risk during handling and stacking. Recommended actions include stricter pre-entry and pre-lift inspections (gate-in checklists and surveys), optimized stowage/yard stacking plans, targeted training for crane operators and checkers, and disciplined lashing oversight aligned with international standards. Implementing these measures is expected to reduce damage incidents, improve cargo safety, and enhance handling efficiency.
Analisis tingkat kepuasan pelaut dalam penerbitan buku pelaut online dengan metode IKM di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa Dapid Rikardo; Andesvan Gumay; Pramudyasari Nur Bintari; Ni Made Yuska Mira Adnyani
Journal Marine Inside Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v8i1.215

Abstract

Evaluasi berkala terhadap Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan instrumen esensial untuk mengukur kualitas pelayanan publik. Di sektor maritim, salah satu layanan administratif yang krusial adalah penerbitan Buku Pelaut secara online, yakni dokumen identitas resmi yang diwajibkan bagi tenaga kerja pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan pelaut terhadap kualitas layanan penerbitan Buku Pelaut online di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa. Penelitian kuantitatif ini mengumpulkan data melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, serta studi pustaka. Data yang terkumpul kemudian diolah secara terstruktur mengacu pada pedoman standar penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IKM untuk layanan Buku Pelaut online mencapai skor 86,225, yang berada pada kategori mutu "B" (Baik). Secara rinci, nilai kepuasan tertinggi tercatat pada indikator perilaku pelaksana layanan dengan skor 91,333 (mutu "A" atau Sangat Baik), sedangkan nilai terendah berada pada indikator waktu penyelesaian pelayanan dengan skor 81,167 (mutu "B" atau Baik). Temuan ini menyimpulkan bahwa secara umum kinerja pelayanan telah berjalan dengan baik, namun KSOP Kelas II Benoa tetap direkomendasikan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan efisiensi waktu pemrosesan dokumen guna mencapai tingkat kepuasan layanan yang maksimal di masa mendatang.   Periodic evaluation of the Community Satisfaction Index (IKM) is an essential instrument for measuring the quality of public services. Within the maritime sector, a crucial administrative service is the online issuance of the Seafarer's Book, a mandatory official identity document for maritime workers. This study aims to analyze the level of seafarers' satisfaction regarding the online Seafarer's Book issuance service at the Class II Harbormaster and Port Authority (KSOP) of Benoa. This quantitative research collected data through questionnaire distribution, field observations, and literature reviews. The collected data were systematically processed based on the standard guidelines for formulating the Community Satisfaction Index. The results indicate that the IKM for the online Seafarer's Book service achieved a score of 86.225, which falls into the "B" (Good) quality category. Specifically, the highest satisfaction score was observed in the service staff's behavior indicator with a score of 91.333 (category "A" or Excellent), while the lowest score was recorded in the service completion time indicator with a score of 81.167 (category "B" or Good). These findings conclude that the overall service performance has been executed well; however, it is recommended that KSOP Class II Benoa further evaluate and optimize the efficiency of document processing time to achieve maximum service satisfaction in the future.
Bersih-bersih pantai dan penanaman pohon kopasus dalam rangka hari pelaut sedunia Soleh Uddin; Moejiono; Dapid Rikardo; Nursyamsu; Amirullah; Cholis Imam Nawawi; Hendi Prasetyo; Astri Kustina Dewi; Vidiana Anggeranika; Jusva Agus Muslim; Nurfadhlina
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.240

Abstract

Indonesia menempati urutan kedua sebagai penyumbang sampah plastik di laut terbesar di dunia. Kondisi ini berdampak buruk pada keindahan pantai dan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan taruna-taruni Kementerian Perhubungan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta teknik pelestariannya melalui penanaman pohon. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi penyuluhan materi keilmuan, diskusi tanya jawab, serta praktik langsung pembersihan sampah plastik dan penanaman pohon kopasus. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2023 di Pesisir Laut Dermaga Prestasi Politeknik Pelayaran Banten dengan melibatkan 200 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kolektif peserta terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian ekosistem laut, yang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan maritim yang sehat dan berkelanjutan.   Indonesia ranks second globally in contributing plastic waste to the ocean. This condition negatively impacts the beauty of beaches and mangrove ecosystems in coastal areas. This community service activity aims to increase the awareness and knowledge of cadets from the Ministry of Transportation regarding the importance of maintaining coastal environmental cleanliness and preservation techniques through tree planting. The methods used include scientific counseling, Q&A discussions, and direct practice of plastic waste cleanup and Kopasus tree planting. The activity was held on June 20, 2023, at the coastal area of Dermaga Prestasi, Banten Merchant Marine Polytechnic, involving 200 participants. The results indicated an improvement in the participants' collective understanding of environmental cleanliness and marine ecosystem conservation, serving as a concrete step toward achieving a healthy and sustainable maritime environment.
Penanaman mangrove sebagai upaya pencegahan abrasi dan menjaga kelestarian lingkungan laut Desa Karang Serang Rahmat Santoso; Moejiono; Riyanto; Soleh Uddin; Susiarni Magdalena; Tuti Supriatiningsih; Alvian Demaz Peramutya; Dapid Rikardo; Indah Purnaningratri; Yollanda Octavitri
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.241

Abstract

Desa pesisir Karang Serang memiliki kekayaan sumber daya laut yang besar namun rentan terhadap ancaman abrasi dan degradasi lingkungan akibat akumulasi sampah serta perubahan iklim global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya ekosistem mangrove serta melakukan aksi nyata rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman bibit pohon. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi sosialisasi teori, diskusi interaktif antara akademisi dan masyarakat, serta praktik lapangan penanaman mangrove secara berkelompok. Hasil dari kegiatan ini adalah tertanamnya bibit mangrove di area pesisir Desa Karang Serang yang berfungsi sebagai pemecah ombak alami dan penyaring polutan. Kesimpulan dari program ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan praktis masyarakat dalam menjaga kelestarian laut yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem dan ekonomi lokal di masa depan.   Karang Serang coastal village possesses significant marine resources but is vulnerable to abrasion and environmental degradation caused by waste accumulation and global climate change. This community service activity aims to provide education on the importance of mangrove ecosystems and take concrete action in rehabilitating coastal areas through seedling planting. The methods employed include theoretical socialization, interactive discussions between academics and the community, and field practice of collective mangrove planting. The results of this activity include the successful planting of mangrove seedlings in the coastal area of Karang Serang Village, serving as natural wave breakers and pollutant filters. The conclusion of this program indicates an increase in community awareness and practical skills in maintaining marine sustainability, which is expected to yield positive impacts on the ecosystem and local economy in the future.
Bimbingan teknis keselamatan bernavigasi kepada operator kapal tradisional di lingkungan KUPP Kelas III Karangantu Banten Dapid Rikardo; Semuel Palembangan; Zainal Arifin; Soleh Uddin; Nursyamsu; Cholis Imam Nawawi; Hari Sunanto; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Dedtri Anwar; Amirullah; Antaris Fahrisani; Agus Widodo; Yollanda Octavitri; Djibril Tri Bayu Pamungkas; Arief Hidayat Tumanggor
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para operator kapal tradisional di lingkungan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Karangantu, Banten, mengenai keselamatan bernavigasi. Masyarakat nelayan dan operator kapal di wilayah ini umumnya mengoperasikan kapal berukuran 10-40 GT namun masih memiliki kesadaran dan pengetahuan yang terbatas mengenai prosedur keselamatan modern, karena lebih banyak bergantung pada pengalaman turun-temurun. Kurangnya pemahaman ini meningkatkan risiko kecelakaan laut, terutama saat menghadapi cuaca buruk atau kepadatan lalu lintas kapal. Metode yang digunakan dalam bimbingan teknis ini meliputi pendekatan multisensory (audio-visual), diskusi interaktif (sharing), studi kasus, serta praktik langsung (learning by doing) terkait penggunaan alat bantu navigasi dan keselamatan. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi rambu laut, isyarat bunyi, peraturan pencegahan tubrukan di laut (COLREGs), serta pengenalan dasar permesinan kapal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis peserta, di mana para operator kini lebih siap dan waspada terhadap potensi bahaya selama pelayaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan budaya keselamatan maritim yang berkelanjutan di wilayah Karangantu.   This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of traditional ship operators within the Class III Karangantu Port Authority (KUPP) environment, Banten, regarding navigation safety. The fishing community and ship operators in this region generally operate vessels of 10-40 GT but still have limited awareness and knowledge regarding modern safety procedures, as they rely more on hereditary experience. This lack of understanding increases the risk of maritime accidents, especially when facing bad weather or high ship traffic density. The methods used in this technical guidance include a multisensory approach (audio-visual), interactive discussions (sharing), case studies, and direct practice (learning by doing) related to the use of navigational and safety aids. The materials presented include identification of sea markers, sound signals, international regulations for preventing collisions at sea (COLREGs), and an introduction to basic ship machinery. The results of the activity show a significant increase in the participants' theoretical knowledge and practical skills, where operators are now better prepared and alert to potential hazards during voyages. This collaboration is expected to create a sustainable maritime safety culture in the Karangantu region.
Penanaman mangrove untuk menumbuhkan perekonomian hijau dan berkelanjutan di Desa Wisata Ketapang Semuel Palembangan; Soleh Uddin; Riyanto; Abdul Rochman; Dapid Rikardo; Hendi Prasetyo; Henni Sutryani; Susiarni Magdalena; Mokhammad Zulkarnain; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.249

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-20 Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus utama pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang. Hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon yang efisien dalam mitigasi perubahan iklim global, namun masyarakat setempat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat ekonomi dan pangan dari tanaman ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan Desa Ketapang sebagai destinasi wisata yang hijau dan berkelanjutan sekaligus menumbuhkan roda perekonomian melalui budidaya mangrove. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai manfaat mangrove untuk ketahanan pangan serta praktik langsung penanaman 1.000 bibit mangrove oleh tim pengabdi bersama masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi serta terbukanya peluang pemanfaatan hasil hutan mangrove sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal, diharapkan program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.   This community service activity was carried out in conjunction with the 20th Anniversary (Dies Natalis) of the Banten Marine Polytechnic, focusing on the preservation of coastal ecosystems and the economic empowerment of the community in Ketapang Tourism Village, Mauk, Tangerang Regency. Mangrove forests play a crucial role as efficient carbon sinks in mitigating global climate change, yet the local community still has limited knowledge regarding the economic and food benefits of these plants. The aim of this program is to transform Ketapang Village into a green and sustainable tourism destination while simultaneously stimulating the local economy through mangrove cultivation. The methods applied included counseling on the benefits of mangroves for food security as well as the direct practice of planting 1,000 mangrove seedlings by the service team together with the surrounding community. The results of the activity showed an increase in community awareness regarding the importance of protecting coastal ecosystems from abrasion and the emergence of opportunities to utilize mangrove forest products as a source of additional income. Through synergy between academics and the local community, it is hoped that this program will be a sustainable first step in creating a balance between environmental conservation and economic welfare.