Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Pengawasan dan Komunikasi Interaktif Terhadap Upaya Meningkatkan Disiplin Taruna Amirullah Amirullah; Sahar Saleh; Sandy Wahyu Purnomo; Henni Sutryani
Alignment:Journal of Administration and Educational Management Vol 5 No 1 (2022): Alignment:Journal of Administration and Educational Management
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/alignment.v5i1.3833

Abstract

This study aims to analyze the influence of supervision, communication, and both on cadets' discipline at the Marine Science Training and Education Center (BP2IP) Tangerang. This study used a descriptive-analytical method, the population in this study were all cadet students at BP2IP Tangerang, Banten. This research data use three variables, namely: supervision (X1), communication (X2), and discipline development (Y). The results of this study indicate that the supervision variable carried out by the Tangerang Shipping Science Education and Training Center has an achievement level of 75.10%, the communication variable has an achievement level of 71.93%, and the discipline coaching variable has an achievement level of 75.56%. In conclusion, the supervision, communication, and discipline development for cadets at the Shipping Science Education and Training Center (BP2IP), Tangerang, has a significant effect. It has been carried out well by the Tangerang Shipping Science Training and Education Center.. Keywords: Discipline, Communication, Supervision, Youth.
Upaya Meningkatkan Keselamatan Pelayaran di atas Kapal KMP Kirana IX Amirullah; Sandy Wahyu Purnomo; M. Taufik Agung
Journal Marine Inside Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.593 KB) | DOI: 10.56943/ejmi.v2i2.23

Abstract

Keselamatan diatas kapal merupakan hal yang perlu diperhatikan, keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan faktor yang sangat esensial dalam menunjang kelancaran pelayaran kapal, karena kecelakaan susah diprediksi dan dapat terjadi dimana saja. Untuk itu sebelum kapal digunakan sebaiknya keadaan dan kondisi kapal perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, perlu suatu upaya dalam meningkatkan keselamatan diatas kapal sehingga dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di laut. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keselamatan diatas kapal dengan beberapa upaya yang dapat dilakukan.
Upaya Peningkatan Keterampilan Kru Kapal Dalam Penggunaan Teknologi Navigasi Kapal Sandy Wahyu Purnomo; Dapid Rikardo; Joko Sulistianto; Vidiana Anggeranika
Zona Laut : Jurnal Inovasi Sains Dan Teknologi Kelautan Volume 4, Number 2, July 2023 Edition
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/zl.v4i2.26932

Abstract

The purpose of this research is to improve the skills of the crew in the use of navigation technology on board (case study of graduates of the Banten Shipping Polytechnic). This study uses a qualitative method, the population of this study is more than 50 people consisting of management and lecturers of the shipping polytechnic and more than 100 students of the shipping polytechnic. The results of this study through the Analytical Hierarchy Process (AHP) which will calculate hierarchically from each research criteria for each respondent. The results of the analysis of this study are in the form of a priority scale that shows the order of the first factor to the last priority position which causes the quality of the crew to decline along with the parties that have the most influence on the quality produced by the crew. The priority scale of each criterion obtained is the most important criterion that affects the quality of ship crews from graduates of training participants at the Banten Shipping Polytechnic, namely aspects of curriculum/teaching materials that place rank 1 (one) with the highest matrix value 0.5047255107, aspects of the number of hours of study place rank 2 (two) with the matrix value 0.3037629869, the aspect of infrastructure is ranked 3 (three) with the matrix value 0.1275744589, the aspect of facilities is ranked 4 (four) with the matrix value 0.0482186131, and the aspect of the number of teachers is ranked 5 (five) with the matrix value 0.0157184303. The results obtained after the ship's crew implemented the curriculum were that the ship's crew could operate the navigation tools according to what was taught in the Banten Shipping Polytechnic curriculum. The conclusion in this study is that the most important effort in improving the quality of crew skills in the field of navigation technology for graduates of the Banten Shipping Polytechnic is the curriculum and teaching materials used in the education process at the Banten Shipping Polytechnic.
Evaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal ro-ro (Studi kasus KM. Mila Utama) Renta Novaliana Siahaan; Sandy Wahyu Purnomo; Antaris Fahrisani; Ahmad Shulhany; Rizky Maulidina
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.146

Abstract

Kapal Ro-Ro memiliki tingkat risiko keselamatan operasional yang relatif tinggi, khususnya terkait dengan pengikatan muatan kendaraan selama pelayaran. Pengikatan muatan yang tidak sesuai prosedur berpotensi menyebabkan pergeseran muatan, gangguan stabilitas kapal, hingga kecelakaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi prosedur pengikatan muatan kendaraan terhadap keselamatan operasional kapal Ro-Ro pada KM. Mila Utama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung di atas kapal, wawancara dengan Mualim I dan Kelasi, serta studi dokumentasi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan praktik pengikatan muatan di lapangan dengan standar keselamatan yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) dan ketentuan International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum prosedur pengikatan muatan kendaraan telah diterapkan, namun masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian, antara lain jarak penempatan kendaraan yang terlalu rapat, kondisi peralatan lashing yang aus, serta sudut dan ketegangan tali pengikat yang belum memenuhi ketentuan standar. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi meningkatkan risiko pergeseran muatan dan menurunkan tingkat keselamatan operasional kapal, terutama pada kondisi cuaca buruk. Penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap prosedur pengikatan muatan, peningkatan kompetensi awak kapal, serta pemeliharaan peralatan lashing guna mendukung keselamatan pelayaran kapal Ro-Ro secara berkelanjutan. Ro-Ro ships are associated with relatively high operational safety risks, particularly related to vehicle cargo securing during voyages. Improper cargo securing procedures may lead to cargo shifting, reduced ship stability, and serious maritime accidents. This study aims to evaluate vehicle cargo securing procedures in relation to operational safety on board the Ro-Ro vessel KM. Mila Utama. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing direct onboard observations, interviews with the First Officer and deck crew, and documentation analysis. The evaluation was conducted by comparing actual cargo securing practices with safety standards established by the International Maritime Organization (IMO) and the International Convention for the Safety of Life at Sea (SOLAS). The results indicate that although cargo securing procedures have generally been implemented, several non-compliances remain, including insufficient spacing between vehicles, worn lashing equipment, and improper lashing angles and tension that do not fully meet prescribed standards. These deficiencies may increase the risk of cargo movement and compromise operational safety, particularly under adverse weather conditions. The study highlights the necessity of regular evaluation of cargo securing procedures, continuous crew training, and proper maintenance of lashing equipment to enhance the operational safety of Ro-Ro vessels.
Efektivitas digitalisasi proses impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam penguatan pengawasan rokok ilegal di Indonesia Sandy Wahyu Purnomo; Pramudyasari Nur Bintari; Boedi Prihandono; Mahendra Nur,Alif Pramuditya; Ragil Freyhan Mahandika; Wulan Aisyah Pratiwi; Galio Brema Surbakti
Journal Marine Inside Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v7i2.173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas digitalisasi proses impor yang diterapkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam memperkuat pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan resmi DJBC, publikasi pemerintah, serta dokumen kebijakan terkait digitalisasi kepabeanan dan penindakan barang kena cukai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif dengan membandingkan kinerja pengawasan sebelum dan setelah penerapan sistem digital kepabeanan, seperti Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seal (e-seal), Auto Gate System, serta teknologi pemindaian berbasis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi proses impor terbukti efektif dalam meningkatkan akurasi pengawasan, efisiensi administrasi, serta kualitas penindakan terhadap rokok ilegal. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan jumlah rokok ilegal yang disita, meskipun jumlah penindakan secara kuantitas mengalami penurunan, yang mengindikasikan peningkatan kualitas dan ketepatan sasaran pengawasan. Selain itu, digitalisasi berkontribusi pada peningkatan transparansi layanan kepabeanan dan penguatan sinergi lintas instansi. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia, yang masih perlu ditingkatkan untuk memastikan keberlanjutan efektivitas sistem digital kepabeanan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik dan kebijakan dalam pengembangan sistem kepabeanan berbasis digital guna memperkuat pengawasan barang kena cukai dan melindungi penerimaan negara. This study aims to analyze the effectiveness of import process digitalization implemented by the Directorate General of Customs and Excise (DGCE) in strengthening the supervision of illegal cigarette distribution in Indonesia. The research adopts a quantitative approach using secondary data obtained from official DGCE reports, government publications, and policy documents related to customs digitalization and excisable goods enforcement. Data analysis is conducted through descriptive and comparative methods by examining supervisory performance before and after the implementation of digital customs systems, including the Customs-Excise Information System and Automation (CEISA), electronic seals (e-seal), Auto Gate Systems, and data-based scanning technologies. The findings indicate that import process digitalization has proven effective in enhancing monitoring accuracy, administrative efficiency, and the quality of enforcement against illegal cigarettes. This effectiveness is reflected in a significant increase in the volume of seized illegal cigarettes, despite a decrease in the number of enforcement actions, suggesting improved targeting and enforcement precision. Furthermore, digitalization contributes to greater transparency in customs services and stronger inter-agency coordination. Nevertheless, challenges remain, particularly related to technological infrastructure limitations and human resource capacity, which require further improvement to ensure the sustainable effectiveness of digital customs systems. This study is expected to serve as an academic and policy reference for advancing digital-based customs systems to strengthen excisable goods supervision and safeguard state revenue.
Penataan lingkungan dan sosialisasi kampung cinta lingkungan laut Desa Karang Serang Kusharyanto; Moejiono; Riyanto; Rahmat Santoso; Susiarni Magdalena; Tuti Supriatiningsih; Alvian Demaz Peramutya; Sandy Wahyu Purnomo; Jaja Miharja; Ageng Permadi; Yollanda Octavitri
Journal Marine Services Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v1i1.245

Abstract

Masalah utama di wilayah pesisir Desa Karang Serang adalah akumulasi sampah dan limbah yang merusak ekosistem serta mengganggu kesehatan masyarakat akibat belum efektifnya sistem pengelolaan sampah lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penataan lingkungan yang bersih dan sehat melalui sosialisasi serta aksi nyata kerja bakti bersama masyarakat desa. Metode pelaksanaan yang digunakan mencakup tiga tahapan utama: penyuluhan teori keilmuan, diskusi interaktif untuk menjaring aspirasi warga, serta praktik lapangan berupa pembersihan pantai dan pemasangan fasilitas tempat sampah organik serta non-organik. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya transformasi fisik lingkungan pesisir yang semula kumuh menjadi lebih asri, serta adanya peningkatan kesadaran masyarakat yang ditandai dengan partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan dermaga dan area klinik kesehatan. Kesimpulan dari program ini menekankan bahwa penataan lingkungan yang terintegrasi dengan edukasi mampu menciptakan investasi jangka panjang bagi kehidupan masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun potensi ekonomi eduwisata di masa depan.   The primary issue in the coastal area of Karang Serang Village is the accumulation of waste and litter that degrades the ecosystem and affects public health due to the lack of an effective local waste management system. This community service activity aims to organize a clean and healthy environment through socialization and concrete collective cleanup actions with the villagers. The implementation methods used include three main stages: scientific theory counseling, interactive discussions to gather resident feedback, and field practice involving beach cleanup and the installation of organic and non-organic waste bin facilities. The results indicated a physical transformation of the coastal area from a neglected site into a more beautiful environment, alongside increased community awareness as evidenced by active resident participation in maintaining the cleanliness of the pier and the health clinic area. The conclusion of this program emphasizes that integrated environmental management and education can create long-term investments for community life, in terms of both health and potential economic edutourism in the future.
Bimbingan teknis keselamatan bernavigasi kepada operator kapal tradisional di lingkungan KUPP Kelas III Karangantu Banten Dapid Rikardo; Semuel Palembangan; Zainal Arifin; Soleh Uddin; Nursyamsu; Cholis Imam Nawawi; Hari Sunanto; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Dedtri Anwar; Amirullah; Antaris Fahrisani; Agus Widodo; Yollanda Octavitri; Djibril Tri Bayu Pamungkas; Arief Hidayat Tumanggor
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.247

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para operator kapal tradisional di lingkungan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Karangantu, Banten, mengenai keselamatan bernavigasi. Masyarakat nelayan dan operator kapal di wilayah ini umumnya mengoperasikan kapal berukuran 10-40 GT namun masih memiliki kesadaran dan pengetahuan yang terbatas mengenai prosedur keselamatan modern, karena lebih banyak bergantung pada pengalaman turun-temurun. Kurangnya pemahaman ini meningkatkan risiko kecelakaan laut, terutama saat menghadapi cuaca buruk atau kepadatan lalu lintas kapal. Metode yang digunakan dalam bimbingan teknis ini meliputi pendekatan multisensory (audio-visual), diskusi interaktif (sharing), studi kasus, serta praktik langsung (learning by doing) terkait penggunaan alat bantu navigasi dan keselamatan. Materi yang disampaikan mencakup identifikasi rambu laut, isyarat bunyi, peraturan pencegahan tubrukan di laut (COLREGs), serta pengenalan dasar permesinan kapal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis peserta, di mana para operator kini lebih siap dan waspada terhadap potensi bahaya selama pelayaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan budaya keselamatan maritim yang berkelanjutan di wilayah Karangantu.   This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of traditional ship operators within the Class III Karangantu Port Authority (KUPP) environment, Banten, regarding navigation safety. The fishing community and ship operators in this region generally operate vessels of 10-40 GT but still have limited awareness and knowledge regarding modern safety procedures, as they rely more on hereditary experience. This lack of understanding increases the risk of maritime accidents, especially when facing bad weather or high ship traffic density. The methods used in this technical guidance include a multisensory approach (audio-visual), interactive discussions (sharing), case studies, and direct practice (learning by doing) related to the use of navigational and safety aids. The materials presented include identification of sea markers, sound signals, international regulations for preventing collisions at sea (COLREGs), and an introduction to basic ship machinery. The results of the activity show a significant increase in the participants' theoretical knowledge and practical skills, where operators are now better prepared and alert to potential hazards during voyages. This collaboration is expected to create a sustainable maritime safety culture in the Karangantu region.
Penanaman mangrove untuk menumbuhkan perekonomian hijau dan berkelanjutan di Desa Wisata Ketapang Semuel Palembangan; Soleh Uddin; Riyanto; Abdul Rochman; Dapid Rikardo; Hendi Prasetyo; Henni Sutryani; Susiarni Magdalena; Mokhammad Zulkarnain; Vidiana Anggeranika; Sandy Wahyu Purnomo; Ahmad Shulhany
Journal Marine Services Vol. 2 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/jms.v2i1.249

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-20 Politeknik Pelayaran Banten dengan fokus utama pada pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ketapang, Mauk, Kabupaten Tangerang. Hutan mangrove memiliki peran krusial sebagai penyerap karbon yang efisien dalam mitigasi perubahan iklim global, namun masyarakat setempat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai manfaat ekonomi dan pangan dari tanaman ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mewujudkan Desa Ketapang sebagai destinasi wisata yang hijau dan berkelanjutan sekaligus menumbuhkan roda perekonomian melalui budidaya mangrove. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai manfaat mangrove untuk ketahanan pangan serta praktik langsung penanaman 1.000 bibit mangrove oleh tim pengabdi bersama masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dari abrasi serta terbukanya peluang pemanfaatan hasil hutan mangrove sebagai sumber pendapatan tambahan. Melalui sinergi antara akademisi dan komunitas lokal, diharapkan program ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kesejahteraan ekonomi.   This community service activity was carried out in conjunction with the 20th Anniversary (Dies Natalis) of the Banten Marine Polytechnic, focusing on the preservation of coastal ecosystems and the economic empowerment of the community in Ketapang Tourism Village, Mauk, Tangerang Regency. Mangrove forests play a crucial role as efficient carbon sinks in mitigating global climate change, yet the local community still has limited knowledge regarding the economic and food benefits of these plants. The aim of this program is to transform Ketapang Village into a green and sustainable tourism destination while simultaneously stimulating the local economy through mangrove cultivation. The methods applied included counseling on the benefits of mangroves for food security as well as the direct practice of planting 1,000 mangrove seedlings by the service team together with the surrounding community. The results of the activity showed an increase in community awareness regarding the importance of protecting coastal ecosystems from abrasion and the emergence of opportunities to utilize mangrove forest products as a source of additional income. Through synergy between academics and the local community, it is hoped that this program will be a sustainable first step in creating a balance between environmental conservation and economic welfare.