Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Prologia

Pemanfaatan Kanal Youtube OtoDriver Dalam Upaya Membangun Ketertarikan Subscriber Terhadap Fitra Eri Rhandi Seeto Wiguna; Eko Harry Susanto
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2398

Abstract

Perkembangan penggunaan media sosial di Indonesia semakin pesat, salah satu media sosial yang cukup diminati oleh subscriber  adalah Youtube. Untuk menghadapi situasi tersebut, diperlukan figur yang mampu membawakan konten yang ada di Youtube dengan baik dan penuh inovasi. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana subscriber  bisa tertarik terhadap Fitra Eri lewat konten Youtube yang di muat di kanal Youtube OtoDriver. Teori yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya media sosial, komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi massa, citra, public relations, teknologi komunikasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Adapun key informan dalam penelitian ini adalah seorang pakar media sosial serta lima orang subscriber OtoDriver yang digunakan untuk mengumpulkan data serta menjadi pembanding dari hasil penelitian ini. Hasil penelitiannya adalah, jumlah viewers yang dihasilkan oleh setiap tayangan konten tidak serta merta membuat subscriber  tertarik. Subscriber  beranggapan bahwa isi konten lebih penting dibanding jumlah viewers untuk menjadikan subscriber  tertarik akan individu. Lebih lanjut,latar belakang yang dimiliki oleh Fitra Eri sudah dketahui oleh subscriber  dan itu sudah mengindikasikan subscriber  tertarik, lalu Fitra Eri tidak begitu menghadapi persaingan dalam ranah Youtube dengan reviewer lain, itu disebabkan karena ciri khas serta citra yang kuat dimiliki oleh sosok Fitra Eri.
Humas Kominfo Dalam Mencegah Bahaya Radikalisme Di Media Sosial Jefri Handoko; Eko Harry Susanto
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6232

Abstract

Penelitian ini membahas tentang humas atau public relations Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemKominfo) dalam mencegah bahaya radikalisme di media sosial. Hasil dari penelitian ini ialah untuk mengetahui perkembangan radikalisme di media sosial, peran yang dilakukan oleh humas Kominfo dalam mencegah bahaya radikalisme di media sosial dan hambatan-hambatan yang dihadapi melaksanakan peran tersebut. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori radikalisme, peran humas, jenis-jenis komunikasi dan hambatan-hambatan humas. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan menjelaskan hasil temuan. Metode pengumpulan data dari penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan mendokumentasikan. Wawancara dan observasi dilakukan kepada 7 narasumber yang pernah membaca dan mengerti mengenai radikalisme yang terjadi di media sosial
Analisis Konten E-Marketing Campaign JD.ID #Joychallenge Menggunakan Influencer Marketing Nagia M Asmanda; Eko Harry Susanto; Sudarto Sudarto
Prologia Vol 6, No 1 (2022): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v6i1.10317

Abstract

Technological developments have a very broad influence in terms of business. Things that are rapidly developing in the field of information technology and business today are done online which provides many benefits and advantages when compared to offline business concepts. This concept is what some E-Commerce companies in Indonesia have. Increasing competition has resulted in every e-commerce company competing to create a campaign content in the context of an e-marketing strategy that will be conveyed to the general public in order to increase brand awareness and sales. Because researchers are interested in discussing the analysis of e-marketing content carried out by the company JD.ID, one of the leading e-commerce companies in Indonesia by carrying out the #joychallange campaign by involving influencer marketing with the aim of research to see more deeply about the content and what is different in content. This jdid #joychallenge campaign with campaigns presented by other e-commerce companies as well as the workings of an influencer in this campaign engaged in artistic creativity. Research using a qualitative approach with case study methods and data study methods used interviews, documentation studies, and literature studies. The results of this research can be seen that currently marketing content can be through any media, one of which is in artistic creativity, namely face paintingPerkembangan teknologi memberikan pengaruh yang sangat luas dalam segi bisnis. Hal yang berkembang pesat dalam bidang teknologi informasi dan bisnis saat ini yaitu dilakukan secara online yang memberikan banyak kemudahan dan kelebihan jika dibandingkan dengan konsep bisnis secara offline. Konsep inilah yang  memunculkan beberapa perusahaan e-commerce di Indonesia. Persaingan pun semakin tinggi mengakibatkan setiap perushaan e-commerce  berlomba-lomba untuk membuat suatu konten campaign dalam konteks strategi e-marketing yang akan di sampaikan kepada khalayak umum guna meningkatkan brand awareness dan penjualan. Karena itulah peneliti tertarik membahas mengenai analisis dari konten e-marketing yang dilakukan perusahaan JD.ID salah satu perusahaan e-commerce tekemuka di Indonesia dengan mengusung campaign #joychallange dengan melibatkan influencer marketing ini dengan tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai kotennya dan apa yang membedakan konten campaign jdid  #joychallenge  ini yang disajikan oleh perusahaan e-commerce lainnya serta cara kerja dari seorang influencer dalam campaign yang bergerak di kreatifitas seni ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu konten marketing dapat menggunakan media apapun salah satunya facepainting. Konten menggunakan facepainting dinilai memiliki keunikan sendiri dan menjadi daya tarik.
Analisis YouTube TVRI Dalam Meningkatkan Jumlah Penonton Gilang Putra Ramadhan; Eko Harry Susanto; Sisca Aulia
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6224

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis youtube TVRI dalam meningkatkan jumlah penonton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memperoleh gambaran tentang kemunculan YouTube yang mendorong masyarakat menggunakan YouTube sebagai sumber informasi dan hiburan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deksriptif dan menggunakan metode penelitian studi kasus sebagai landasan untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah wawancara dengan beberapa narasumber dan melakukan observasi ke bagian media sosial TVRI. Hasil dari penelitian ini adalah YouTube TVRI berupaya meningkatkan jumlah penonton dengan menampilkan tayangan-tayangan unggulan seperti drama korea oshin, pertandingan bulu tangkis dalam negeri dan luar negeri. Yang menjadi pembeda dengan YouTube milik stasiun televisi lain adalah YouTube TVRI memiliki konten-konten tentang kebudayaan Indonesia.
Pengaruh Promosi Makanan Tradisional Ngai Soya Beancurd Lewat Sosial Media Instagram Terhadap Minat Beli Warga Duta Garden Owen Owen; Eko Harry Susanto
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10194

Abstract

Over time, the culinary world has also experienced significant developments, both from nontraditional foods and traditional foods. Therefore, product variation is one of the things that is not taboo in the culinary world, this can be seen from the many product variations that are dominated by non-traditional foods from various forms of food through the taste and appearance of the product itself. This makes one of the traditional food brands, namely Ngai Soya BeanCurd, want to make product variations, especially for bean curd products, where the presentation given is different from bean curd in general, which is served with ginger sauce as a complement and with hot temperatures but Ngai Soya BeanCurd makes variations in terms of presentation, which is served with a cold temperature. This is a challenge in itself for Ngai Soya BeanCurd in determining promotions to increase people's buying interest in tofu products, one of which is by using Instagram social media as a means to promote these products to be known by the wider community because social media is also a good place or place. for a means of promoting a product. So this research was conducted to determine whether there is an effect of promotion strategies through social media Instagram in increasing purchasing power of the tofu flower brand, namely Ngai Soya Bean Curd. Seiring perkembangan jaman, dunia kuliner pun mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari makanan non tradisional maupun makanan traditional. Oleh karena itu variasi produk merupakan salah satu hal yang tidak tabu dalam dunia kuliner, hal ini dapat dilihat dari banyaknya variasi-variasi produk yang didominasi oleh makanan non tradisional dari berbagai bentuk makanan melalui rasa, dan penampilan dari produk tersebut sendiri. Hal ini membuat salah satu brand makanan tradisional yaitu Ngai Soya BeanCurd ingin melakukan variasi produk khususnya untuk produk kembang tahu, dimana penyajian yang diberikan berbeda dengan kembang tahu pada umumnya yaitu disajikan dengan kuah jahe sebagai pelengkap dan dengan suhu yang panas tetapi Ngai Soya BeanCurd melakukan variasi dalam hal penyajiannya yaitu disajikan dengan suhu yang dingin. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk Ngai Soya BeanCurd dalam menentukan promosi untuk meningkatkan minat beli masyarakat terhadap produk kembang tahu, salah satunya dengan menggunakan media sosial Instagram sebagai sarana untuk mempromosikan produk tersebut agar dikenal oleh masyarakat luas dikarenakan media sosial juga merupakan wadah atau tempat yang baik untuk sarana mempromosikan sebuah produk. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh strategi promosi lewat sosial media instagram dalam meningkatkan minat beli pada brand kembang tahu yaitu Ngai Soya BeanCurd.
Promosi Cyber Film Bumi Manusia Safa Safa; Eko Harry Susanto
Prologia Vol 4, No 2 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i2.6672

Abstract

Promotion in the cyber world today, if it is connected with the film industry becomes an interesting aspect to be understood and researched as part of advertising communication activities. One of the local films that successfully attracted the attention of the audience, and the author to do research is the Earth Human Film adapted from the novel titled the same as the film by the leading Indonesian literary writer, the well-known controversy, namely Pramoedya Ananta Toer. How did the promotion of cyber film human earth produced by Frederica from Falcon Pictures Production House succeeded in gaining an audience of 1,296,714 people in less than 1 (one) month since its initial airing released. This study uses the promotion mix theory (promotional mix) by G. Belch and M. Belch, with 6 basic elements namely advertising, direct marketing, internet marketing, sales promotion, publication, and personal selling. The results showed the dominant Falcon Pictures using internet marketing, advertising and publications, and chose not to use personal selling to promote human earth films. Suggestion The writer needs to explore the application to increase the number of movie sales and improvise the film's storyline to expand the audience segmentation.Promosi di dunia cyber saat ini, jika dihubungkan dengan industri perfilman menjadi satu aspek yang menarik untuk dimengerti dan diteliti sebagai bagian dari aktivitas komunikasi periklanan. Salah satu film lokal yang sukses menarik perhatian audiens dan Penulis untuk melakukan penelitian adalah Film Bumi Manusia yang diadaptasi dari Novel berjudul sama dengan filmnya, hasil karya sastrawan terkemuka Indonesia yang terkenal sekaligus kontroversial yaitu Pramoedya Ananta Toer. Dengan menggunakan metode kualitatif, Peneliti menguraikan bagaimana Promosi Cyber Film Bumi Manusia yang diproduseri oleh Frederica dari Rumah Produksi Falcon Pictures ini berhasil mendapatkan perolehan penonton sebesar 1.296.714 orang dalam waktu kurang dari 1 (satu) bulan sejak rilis tayang perdana. Penelitian ini menggunakan teori bauran promosi (promotional mix) oleh G. Belch dan M. Belch, dengan 6 elemen dasar yaitu iklan, direct marketing, internet marketing, promosi penjualan, publikasi, dan personal selling. Hasil penelitian menunjukkan Falcon Pictures dominan menggunakan internet marketing, beriklan dan publikasi, serta memilih untuk tidak menggunakan personal selling untuk promosi Film Bumi Manusia. Saran Penulis perlu adanya eksplorasi publikasi untuk menaikkan angka penjualan film dan improvisasi alur cerita film guna memperluas segmentasi penonton.