Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Standarisasi Pondok Pesantren Sidiq, Umar
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 1 (2013): Pendidikan Islam Unggul
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.1.544

Abstract

Pesantren as a forerunner to the original Indonesian educational institution just legally recognized in 2003 through the National Education Law No. 20/ 2003. The pesantren educations that were initially oriented only on deepen-ing religious knowledge have begun to include general subjects. The inclu-sion of these subjects is expected to expand the horizons of students’ thought in which they will also take the national examination held by the govern-ment. The informal education outcomes are appreciated to be equivalent to formal education after passing the assessment of equivalency process con-ducted by agencies appointed by the government or local authorities by ref-erence to national education standards. The pesantren has a special place and position in the national education system. Therefore, the pesantren should always make improvements and increase its education quality.AbstrakPesantren sebagai cikal bakal lembaga pendidikan yang asli Indonesia baru mendapat pengakuan secara yuridis pada tahun 2003 melalui UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003. Pendidikan pesantren yang pada mulanya hanya berorientasi pada pendalaman ilmu agama semata-mata mulai memasukkan mata pelajaran umum. Masuknya mata pelajaran ini diharapkan untuk memperluas cakrawala berpikir para santri dan biasanya pula para santri mengikuti ujian negara yang diadakan oleh pemerintah. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah atau pemerintah daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. Posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional memiliki tempat dan posisi yang istimewa. Karena itu, sudah sepantasnya jika kalangan pesantren terus berupaya mela-kukan berbagai perbaikan dan meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di pesantren.
PATTERN OF ISLAMIC MORAL DEVELOPMENT FOR CHILDREN WITH SPECIAL NEEDS (BLIND) Umar Sidiq; Nurul Aini
JIE (Journal of Islamic Education) Vol 4 No 1 (2019): JIE (Journal of Islamic Education) Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bangil in collaboration with Association of Muslim Community in ASEAN (AMCA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.329 KB) | DOI: 10.29062/jie.v4i1.113

Abstract

Blind is a person who has a disorder in his vision. A person's blindness is caused by endogenous factors such as hereditary, or due to exogenous factors, such as accidents, drugs and others. The main obstacle of a blind child is not working in his sense of vision. So that children with visual impairments, including children with special needs, are children who experience physical disorders that are different from normal children so that children with visual impairments need special education services and guidance so they can develop their potential as optimally as possible. This study aims to describe the foundation of guidance carried out on children with special needs (blind), as well as to describe aspects of coaching for children with special needs (blind). This study included qualitative research with a descriptive approach. Aisyiah Ponorogo Orphanage as a non-formal educational institution that carries out its duties and functions in learning and fostering children, including dealing specifically with children who have visual impairments. In such a long period of time, there are certainly many records and experiences in the development of blind children.
Contribution of Social Capital in Strengthening Community-Based Education (CBE) in Madrasah Choiri, Moh. Miftachul; Sidiq, Umar
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 21 No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v21i1.5940

Abstract

This paper aims to describe and analyze the madrasahs’ activities in encouraging community-based education (CBE) reinforcement. The setting of this research was Madrasah Aliyah (MA) Nurul Mujtahidin Mlarak Ponorogo. This research employed a qualitative approach using a case study. Researchers used interviews, observation, and documentation to collect the data. The research data were validated through the triangulation technique. Moreover, the data were analyzed using the data analysis techniques of the Miles, Huberman, and Saldana models, including data condensation, data presentation, and conclusion drawing. This research shows some activities to realize community-based education (CBE) in Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin Mlarak Ponorogo. They help the students find foster parents or sponsors and equip them with skills needed to plunge into community life, such as embroidery and sewing skills, screen printing, motorcycle workshops, computer services, blacksmith and steel processing.
MELEK BACA: OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN DESA SEBAGAI RUMAH LITERASI BERBASIS P&E BAGI MASYARAKAT DESA GLINGGANG Setiadi, Nanang Febri; Fadly, Wirawan; Sidiq, Umar
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v4i2.7269

Abstract

Perpustakaan sebagai pusat informasi yang memiliki peran untuk memberikan layanan informasi bagi penggunanya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak masyarakat yang sudah kehilangan minat baca sehingga perpustakaan yang ada kurang diminati. Tujuan kegiatan penelitian pengabdian masyarakat ini yaitu: 1) memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya literasi dalam menumbuhkan minat baca masyarakat desa Glinggang khususnya siswa-siswi Sekolah dasar; 2) melakukan pendampingan pemanfaatan website dan aplikasi ipusnas terhadap masyarakat desa Glinggang sebagai media untuk mencari sebuah informasi secara digital. Metode yang digunakan dalam penelitian pengabdian masyarakat ini adalah metode ABCD (Aset Based Community Driven) dengan 6 tahapan meliputi discovery, dream, design, define, destiny dan reflection. Pelaksanaan kegiatan penelitian pengabdian masyarakatsudah sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Hasil refleksi menunjukkan bahwa secara umum masyarakat desa Glinggang khususnya siswa-siswi sekolah dasar memberikan umpan balik yang sangat baik terhadap terlaksananya kegiatan program pengabdian msyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini harapan  dan mimpi masyarakat agar lebih sering dalam melakukan literasi dengan memanfaatkan aplikasi secara digital.
MELEK BACA: OPTIMALISASI PERPUSTAKAAN DESA SEBAGAI RUMAH LITERASI BERBASIS P&E BAGI MASYARAKAT DESA GLINGGANG Setiadi, Nanang Febri; Fadly, Wirawan; Sidiq, Umar
InEJ: Indonesian Engagement Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/inej.v4i2.7269

Abstract

Perpustakaan sebagai pusat informasi yang memiliki peran untuk memberikan layanan informasi bagi penggunanya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa banyak masyarakat yang sudah kehilangan minat baca sehingga perpustakaan yang ada kurang diminati. Tujuan kegiatan penelitian pengabdian masyarakat ini yaitu: 1) memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya literasi dalam menumbuhkan minat baca masyarakat desa Glinggang khususnya siswa-siswi Sekolah dasar; 2) melakukan pendampingan pemanfaatan website dan aplikasi ipusnas terhadap masyarakat desa Glinggang sebagai media untuk mencari sebuah informasi secara digital. Metode yang digunakan dalam penelitian pengabdian masyarakat ini adalah metode ABCD (Aset Based Community Driven) dengan 6 tahapan meliputi discovery, dream, design, define, destiny dan reflection. Pelaksanaan kegiatan penelitian pengabdian masyarakatsudah sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Hasil refleksi menunjukkan bahwa secara umum masyarakat desa Glinggang khususnya siswa-siswi sekolah dasar memberikan umpan balik yang sangat baik terhadap terlaksananya kegiatan program pengabdian msyarakat. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini harapan  dan mimpi masyarakat agar lebih sering dalam melakukan literasi dengan memanfaatkan aplikasi secara digital.
The Role of Madrasah Principal Leadership in Improving Teacher Performance and Student Achievement Sidiq, Umar; Saleh, Yusuf Yusian Septianto
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : LETIGES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v9i1.94

Abstract

This research is motivated by the phenomenon of teacher performance, which is still less than optimal in managing and implementing learning practices in madrasas. Apart from teacher performance, the role of the madrasa principal also has a major role in improving student achievement, starting from planned and established policies to support facilities and morals for students. The purpose of this study is to analyze the role of madrasah principal leadership in improving teacher performance and student learning achievement at MAN Pacitan. The study uses a qualitative approach with data collection techniques using observation, interviews, and documentation. For data validity techniques, credibility tests should be used with increased perseverance in research, triangulation, and referential adequacy. Data analysis techniques using the theory of Miles, Huberman and Saldana, namely through data collection, data condensation, data presentation, and concluding. The study found that the leadership of the Madrasah principal at MAN Pacitan plays a crucial role in enhancing teacher performance and student achievement. The principal actively supports and motivates teachers by fostering a strong sense of dedication to their profession. This is achieved through continuous professional development, including teacher training, learning workshops, and educational book discussions, which help educators refine their teaching strategies and stay updated with the latest pedagogical advancements. Additionally, the principal implements a strategic approach to student development by analyzing available resources, prioritizing support for students with high potential, and providing targeted mentoring and motivation, particularly during academic and extracurricular competitions.
Measuring the Meaning of Islamic Education Curriculum Development Choiri, Moh. Miftachul; Sidiq, Umar
Al-Hayat: Journal of Islamic Education Vol 7 No 1 (2023): Al-Hayat: Journal of Islamic Education
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35723/ajie.v7i1.391

Abstract

Curriculum, as a soft component, is vital as a guiding tool to achieve the vision and mission determined by each educational institution. Therefore, curriculum development for an educational institution should consider aspects of student development, community needs and developments in science and technology. This research wants to see how the head of the Madrasah Ibtidaiyah and the teachers in the Ponorogo Ma'arif Education Institute interpret the development of the Islamic Education curriculum so that various subjects in the Islamic Education family can be achieved according to the goals formulated. This study uses an interpretive paradigm through a qualitative approach, a case study type. Data collection techniques use in-depth interviews, observation and documentation. The analysis tool used is the qualitative analysis model of Miles and Huberman data reduction, data display and verification. I checked data validity using triangulation; credibility, transferability, dependability and confirmability. The study results show that the development of the Islamic Education curriculum is interpreted as a strategic activity to develop Madrasahs and link one component of the Islamic Education curriculum with other members. The development of the Islamic Education curriculum at Madrasah Ibtidaiyah within the Ponorogo Ma'arif Educational Institution follows the stages of curriculum development consisting of planning, organizing, implementing, human resources, control, and a comprehensive mechanism.
Contribution of Social Capital in Strengthening Community-Based Education (CBE) in Madrasah Choiri, Moh. Miftachul; Sidiq, Umar
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 21 No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v21i1.5940

Abstract

This paper aims to describe and analyze the madrasahs’ activities in encouraging community-based education (CBE) reinforcement. The setting of this research was Madrasah Aliyah (MA) Nurul Mujtahidin Mlarak Ponorogo. This research employed a qualitative approach using a case study. Researchers used interviews, observation, and documentation to collect the data. The research data were validated through the triangulation technique. Moreover, the data were analyzed using the data analysis techniques of the Miles, Huberman, and Saldana models, including data condensation, data presentation, and conclusion drawing. This research shows some activities to realize community-based education (CBE) in Madrasah Aliyah Nurul Mujtahidin Mlarak Ponorogo. They help the students find foster parents or sponsors and equip them with skills needed to plunge into community life, such as embroidery and sewing skills, screen printing, motorcycle workshops, computer services, blacksmith and steel processing.
Desain Pembelajaran Akhlak dalam Pendidikan Agama Islam di SMPN 1 Kauman Ponorogo Zukhrufin, Fina Kholij; Anwar, Saiful; Sidiq, Umar
Journal of Islamic Education Vol. 6 No. 2 (2021): JIE: (Journal of Islamic Education) Nop
Publisher : Letiges

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52615/jie.v6i2.201

Abstract

This study aims to describe and provide understanding to the general public about designs and methods in shaping morals in school children through the subject of Islamic Religious Education. This study uses qualitative methods, namely descriptive research. Data obtained through the processing of data from respondents with observations and interviews, detailed data analysis by coding the data, namely the process of processing data or information material into written segments before interpreting it. The results showed several ways that were used in shaping student morals at SMPN 1 Kauman, including; Teachers participate in religious activities held at schools, teachers participate in making rules and schedule each activity they do, habituation through PAI material which is usually described in class, Habitual prayer dzuhur in congregation, BTQ (read and write Al-Qur'an 'an), Tahfidz (memorizing Al-Qur'an) and Kultum Friday morning. In this way, students of SMPN 1 Kauman were successfully implanted.
Manajemen Pelatihan Canva untuk Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru dalam Pembelajaran Edi Wuryanto; Mukhibat Mukhibat; Umar Sidiq
Excelencia: Journal of Islamic Education & Management Vol. 4 No. 02 (2024): Excelencia: Journal of Islamic Education & Management
Publisher : Pascasarjana IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/excelencia.v4i02.3749

Abstract

Pendidik dalam proses pembelajarannya harus dapat menggunakan media ajar yang berbasis teknologiagar tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi yang ada. Maka dari itu, perlu adanya manajemenpeningkatan kompetensi TIK guru karena nantinya akan mempermudah pendidik dalam meningkatkankompetensinya. Karena dengan adanya manajemen peningkatan kompetensi TIK guru tersebut dapatmempermudah peningkatan kompetensi baik pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perencanaan, pelaksanaan, danevaluasi peningkatan kompetensi TIK guru dalam pembelajaran melalui pelatihan Canva di SMPNegeri 1 Sambit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Dengan teknikpengumpulan data: observasi, dokumentasi dan wawancara secara mendalam terhadap informan yangdianggap mempunyai pengetahuan yang komprehensif tentang informasi yang terkait dengan topikpenelitian. Kemudian dianalisis dengan menggunakan teorinya M.B Miles, A.M Huberman dan JSaldana yaitu data collection (pengumpulan data), data condensation (kondensasi data), selecting(pemilihan), data display (penyajian data), dan conclusion (kesimpulan). Berdasarkan hasil penelitian,temuan yang diperoleh adalah: (1) Perencanaan peningkatan kompetensi TIK guru dalam pembelajaran(2) Pelaksanaan peningkatan kompetensi TIK guru dalam pembelajaran (3) Evaluasi peningkatankompetensi TIK guru dalam pembelajaran Dari hasil evaluasi 20 orang guru sudahmengimplementasikan Canva dalam rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran, 3 orangguru mengimplementasikan Canva pada rencana pembelajaran, dan 1 orang guru belummengimplementasikan pada rencana pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran.