Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

OPTIMALISASI RUANG MEMBACA DALAM RANGKA MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA Agustina, Lady; Ali Vardani, Eka Nova; Dewi, Ilanka Cahya
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v5i1.1496

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah bagaimana optimalisasi ruang membaca di MI AL Kawtsar Panti Jember dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi dari para siswa. Ruang membaca ini adalah ruang perpustakaan dengan tujuan para siswa saat memasuki ruang perpustakaan akan lebih tertarik dengan bagaimana penataan buku, jenis buku-buku yang menarik selain buku pelajaran dan suasana yang nyaman sehingga kemampuan literasi mereka akan lebih meningkat. Sasaran dari ruang membaca ini adalah semua siswa dari kelas satu sampai kelas enam. Pengabdian ini dilaksanakan didasari oleh keluhan para guru yang mengajar disana dikarenakan para siswanya banyak yang tidak tuntas saat di adakannya ulangan harian karena daya ingin membaca siswa kurang sehingga tidak bisa mengingat-ingat pelajaran yang sudah disampaikan gurunya. Padahal untuk buku pelajaran pegangan siswa itu sudah ada. Ruang membaca ini tidak hanya dikhususkan untuk pelajaran umum di kelas tetapi juga bacaan-bacaan yang mengandung hiburan misalnya buku cerita dan yang lainnya sehingga siswa bisa tertarik dalam kegiatan literasinya. Hasil dari pengabdian ini adalah siswa mulai bersemangat mengunjungi perpustakaan meskipun ada jadwal tertentu setiap kelasnya. Adanya buku-buku baru dan suasana yang nyaman menambah semangat siswa, sehingga tujuan untuk meningkatkan literasi dapat tercapai.
Nilai Perjuangan Tokoh Utama Dalam Novel Sang Alkemis Karya Paulo Coelho: Pendekatan Semiotik Ferdinand De Saussure Hikmah, Elok Faiqotul; Vardani, Eka Nova Ali; Susetyo, Agus Milu
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 9, No 1 (2024): VOLUME 9 NUMBER 1 MARCH 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v9i1.5396

Abstract

The purpose of this study is to determine the values of struggle in the main character of the novel The Alchemist by Paulo Coelho using Ferdinand de Saussure's semiotic approach in the form of signifiers and signs. The method used in this research is a qualitative approach with descriptive method. The data used are paragraphs or dialogs in the novel The Alchemist by Paulo Coelho. Data collection techniques in this study are data reduction techniques, namely by selecting data by focusing on the data needed according to the criteria and data analysis is carried out by grouping data, coding data, interpreting and describing data. The results obtained show that the novel The Alchemist by Paulo Coelho contains the values of the struggle carried out by the main character. These values include (1) the value of struggle in the form of self-sacrifice totaling 2 data, (2) the value of struggle in the form of price-respect totaling one data, (3) the value of struggle in the form of patience and unyielding spirit totaling 6 data, and (4) the value of cooperation struggle totaling 2 data. From the data that have been found, it shows that Ferdinand de Saussure's semiotic approach can be used to analyze the values of struggle. This can be shown by the discovery of markers in the excerpts of the Alchemist's novel paragraphs that contain the markers of the values of struggle.
Kepribadian Tokoh Utama Film”Ku Kira Kau Rumah”: Kajian Psikologi Sastra Sigmund Freud Shaya Seriefaza; Eka Nova Ali Vardani; Dina Merdeka Citraningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5389

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dinamika kepribadian tokoh utama dengan nama Niskala, dalam film Ku Kira Kau Rumah dengan menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud yang mencakup konsep id, ego, dan superego. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data yang berfokus pada dialog dan adegan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Niskala dipengaruhi oleh gangguan bipolar yang ia alami, sehingga id cenderung lebih dominan dibandingkan ego dan superego. Id Niskala terlihat melalui luapan emosional dan impulsif yang sering muncul secara tiba-tiba dan sulit untuk dikontol. Ego berperan sebagai mediator, meskipun terkadang gagal menjaga keseimbangan kepribadian akibat tekanan emosional yang berat. Superego Niskala, meskipun berfungsi sebagai pengingat moral, seringkali kalah oleh dorongan id dalam situasi tertentu. Penelitian ini memperlihatkan bahwa psikoanalisis Freud relevan untuk menganalisis tokoh dengan kompleksitas psikologis, terutama dalam kaitannya dengan kondisi mental seperti gangguan bipolar yang dialami tkoh utama pada film Ku Kira Kau Rumah.
ANALISIS TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MANUSIA LANGIT KARYA J.A SONJAYA MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI SASTRA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK Noval Imas Noval; Eka Nova Ali Vardani; Dzarna
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepribadian tokoh utama dalam novel manusia langit karya J.A. Sonjaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan informasi menggunakan prosedur pengumpulam data yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu (1) membaca dan mendenotasi informasi dalam novel, (2) menyusun tabel pemilihan data, (3) memilih dan mencatat data. Hasil analisis data dari penelitian ini adalah tokoh Mahendra dalam novel manusia Langit Karya J.A Sonjaya memiliki psikologi kepribadian yaitu (1) Id meliputi reflek actions (tindak reflek) dan proses primer (membayangkan atau mengkhayal). (2) Ego  meliputi berpikir logis mencari kesenangan dengan menerapkan prinsip realita. (3) Superego meliputi ego ideal (konsepsi dari diri sendiri) dan Concience atau nurani (aturan dan nilai nilai moral). Berdasarkan hasil data kesimpulan dari penelitian ini yaitu dengan adanya kepribadian tokoh utama yang berupa id, ego dan super ego dalam novel maka pembaca dapat memahami bermacam-macam kepribadian tokoh utama yang terkandung dalam suatu karya sastra terutama novel yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya dalam membentuk karakter peserta didik. Menerapkan kepribadian yang berupa id, ego dan superego dapat menciptakan sikap dan prilaku yang baik, logis, dan sesuai dengan norma dan moral yang berlaku di masyarakat.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL MANUSIA DAN BADAINYA KARYA SYAHID MUHAMMAD SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN DI SMA Erdita Nur Rahmawati; Hasan Suaedi; Eka Nova Ali Vardani
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 4 (2024): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i4.457

Abstract

The study aims to analyze the healthy personality of the main character in the Manusia dan Badainya novel and to describe its relevance in high school studies. The methods involve a type of qualitative work. Data collection uses reduction techniques. The source of the data is the Manusia dan Badainya novel by Syahid Muhammad novel that released on 2022. The background is to identify healthy personality phenomena of the main character in the Manusia dan Badainya novel. The results of are that 13 physiological data found on the main character in the Manusia dan Badainya novel. There are consist of some details, the physiological needs eat and drink as 6 data, physiological needs of residence and rest are 3 data each of them, and the physiological needs of clothing as 1 data. The conclusion is the main character in the novel fulfill one of the requirements of a healthy personality according to maslow's theory of personality. A healthy personality consisting of the dominant physiological needs of the main character is the physiological needs of eating and drinking. This analysis has relevance to high school literature, especially at phase F in the free curriculum.
REPRESENTASI DALAM LIRIK LAGU PEREMPUAN ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS Alfi Tri Rosita; Dzarna Dzarna; Eka Nova Ali Vardani
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i1.563

Abstract

The purpose of writing this article is to identify forms of language use in song lyrics that represent women with negative images, as well as to reveal the meaning contained in the song lyrics. This research is descriptive qualitative research using note-taking and documentation techniques as the collection method. This research data was taken from three songs sung by women, namely the songs Tenang, Takut, and Tak Segampang Itu. The analytical method in the research used Sara Mills' Critical Discourse Analysis in the subject-object position and found depictions of women with negative images in the form of passivity, dependence, and dominance in the subject position. Where, women themselves tell or interpret the sad events, betrayal, feelings of pressure, domination that they experience. Meanwhile, men or powerful groups are in the position of the object or person being told. Even though they are positioned as objects, men or dominant groups are described as having great power, authority or influence over women.