Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Self Care Education for Adolescent Women with Health Counseling and Disminore Exercise Training in an Effort to Optimize the Intensity of Disminore Dessi, Dessi Novita Sari; Sonya Nelson; Arif Fadli Muchlis
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v5i1.3412

Abstract

The problems that teenagers experience regarding menstruation are minor. Dysminorrhea is the most common disease complaint among young adult and adolescent women. The problems faced by partners are: Not many female students know dysmenorrhea exercises to overcome menstrual pain which is very helpful in non-pharmacological treatment and there is still a lack of female students' knowledge regarding self-care/good self-care during menstruation. The method used is in the form of lectures, question and answer discussions and presentations. The results of this service activity are an increase in health status, physical fitness and increasing knowledge and optimizing the intensity of dysmenorrhea in young women
Empowerment of the Elderly Through Balance Exercise and Creative Industry Training Using an Occupational Therapy Approach in Solok Regency Sonya Nelson; Arif Fadli Muchlis; Fahmil Haris; Septri
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i2.9196

Abstract

An elderly person is defined as someone over the age of 60 who experiences physiological changes and a decline in bodily functions due to aging. The partner for this community service initiative is the Kandung community (*Kenagarian*) in Koto X District, Solok Regency. The issues faced by the partner include: (1) limited knowledge regarding individual potential, independence, and health, alongside a lack of active engagement among the elderly; and (2) employment challenges specifically for those considered "non-productive "where the majority are no longer working despite a continued desire to do so. The lack of productivity among some elderly individuals results in reduced income, potentially leading to poverty. The proposed solution involves creative industry training utilizing an occupational therapy approach specifically, crafting items from recycled materials. The objectives of this activity are to improve the health and productivity of the elderly, foster social interaction among them, and provide meaningful ways to utilize their leisure time. The assistance method employs a "Training of Trainers" (TOT) model, combining lectures with hands-on practical sessions. The outcomes of this initiative include enhanced knowledge and skills regarding balance exercises and handicraft production, as well as increased productivity among the elderly participants.
Effect of Chair-Based Active and Passive Exercise on Activities of Daily Living Independence Among Older Adults: A One-Group Pretes-Posttest Study Latifah Windi Astuti; Arif Fadli Muchlis; Liza; Iit Selviani
Jurnal Master Penjas & Olahraga Vol. 7 No. 2 (2026): Forthcoming Issue
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/jmpo.v7i2.236

Abstract

Ageing is accompanied by declines in muscle strength, balance, and joint flexibility that may reduce independence in activities of daily living (ADL). This one-group pretest-posttest study evaluated a four-week chair-based active and passive exercise programme among 15 older adults selected purposively at the Sabai Nan Aluih Sicincin Social Nursing Home. The intervention was delivered three times weekly for 12 sessions, and ADL independence was assessed with the Katz Index. The mean score increased from 3.13 (95% CI 2.78-3.48) to 4.00 (95% CI 3.58-4.42). The Wilcoxon signed-rank test showed a significant pre-post difference (Z = -3.36, p < .001) with a large effect size (r = .867). The programme was associated with improved functional independence and may be incorporated into supervised activity routines in residential care, while controlled studies are needed to confirm causality.
Pemberdayaan lansia Melalui Germas dan Pelatihan Keterampilan Kreativitas dengan Pendekatan Terapi Okupasi sonya Nelson; Arif Fadli Muchlis; Septri; Wilda Wellis; Fahmil Haris
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v3i2.35

Abstract

Daerah binaan PKM ini adalah Kenagarian Tanjung Bonai Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar. Adapun Permasalahan yang dihadapi mitra adalah 1) aktivitas atau kegiatan lansia selama ini hanya terbatas pada kegiatan posyandu lansia yang diadakan sebulan sekali. Kegiatan yang dilakukan pada posyandu hanya pada penimbangan berat badan dan cek tekanan darah. Kegiatan posyandu tergolong monoton sehingga kurangnya minat lansia untuk datang ke posyandu. 2) Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, aktivitas fisik dan menjaga kebersihan lingkungan. 3) Banyak waktu luang yang dimiliki oleh lansia dirumah, 4) Mengenai ketenagakerjaan terutama untuk lansia tidak potensial, mayoritas dari mereka adalah lansia yang kini sudah tidak lagi bekerja meskipun mereka masih ingin bekerja. Masih kurang produktifnya sebagian lansia sehingga membawa konsekuensi berkurangnya pendapatan yang dapat menyebabkan kemiskinan lansia. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah lansia dan kader di Posyandu lansia di Kenagarian Tanjung Bonai. Solusi dari permasalahan di atas adalah diberikan penyuluhan kesehatan, pelatihan senam lansia dan pelatihan industri kreatif yaitu keterampilan kreativitas dengan pendekatan terapi okupasi membuat kerajinan tangan. Tujuan dari terapi okupasi adalah meningkatkan kesehatan lansia, meningkatkan produktivitas lansia, meningkatkan interaksi sosial antar lansia, sekaligus mengisi waktu luang lansia dengan kegiatan bermanfaat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pelatihan, workshop dan lokakarya serta pendampingan dengan mengutamakan protokol kesehatan covid 19..
Pencegahan Kejadian Stunting Anak Balita Melalui Pemberdayaan Wanita Usia Subur dan Remaja Putri Di Kanagarian Sungai Nyalo Wilda Welis; Ridho Bahtra; Ahmad Chaeroni; Nuridin Widya Pranoto; Arif Fadli Muchlis; Bafirman; Muhammad Sazeli Rifki; Gusril; Iit Selviani; Rully Effendi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT OLAHRAGA DAN KESEHATAN (JASO) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Olahraga dan Kesehatan
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jaso.v5i2.119

Abstract

Pemberdayaan wanita usia subur dan remaja di lakukan agar para wanita tersebut mampu membawa dirinya dan menempatkan dirinya di masa depan saat mereka dewasa. Remaja putri merupakan kelompok yang rawan kekurangan zat gizi, dan remaja yang kurang gizi dan anemia beresiko melahirkan anak yang stunting dan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Adapun daerah binaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, dengan sasaran mitra adalah remaja putri. Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan remaja putri, menambah pengetahuan dan keterampilan serta meningkatkan derajat kesehatan bagi remaja. Kegiatan yang di lakukan adalah dengan memberikan pelatihan pengolahan produk perikanan, dan penyuluhan kebutuhan gizi seimbang untuk remaja. Metode dalam kegiatan ini melalui penyuluhan kebutuhan gizi seimbang remaja dan kesehatan tentang pola hidup sehat, serta di berikan pelatihan pengolahan produk perikanan, memasukkan program penyuluhan kebutuhan gizi seimbang dalam kegiatan Posyandu Remaja yang di laksanakan sekali sebulan dan Pelatihan pengolahan produk perikanan yaitu membuat baso ikan, kaki naga, nugget ikan, dimsum dan sosis ikan. Produk yang dihasilkan dapat menjadi usaha baru untuk meningkatkan pendapatan Masyarakat terutama remaja. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan. Rata-rata skor pengetahuan tentang stunting sebelum kegiatan adalah 6,8 dan rata-rata skor pengetahuan setelah kegiatan 8,5, lebih tinggi dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan dengan (p<0,05). Kesimpulan pencegahan stunting pada anak balita tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tua, tetapi juga perlu melibatkan remaja putri sebagai calon ibu masa depan dan kelompok wanita usia subur. Hasil kajian di Kanagarian Sungai Nyalo menunjukkan bahwa pemberdayaan Wanita usia subur dan remaja putri melalui peningkatan pengetahuan gizi, kesehatan reproduksi, serta keterampilan dalam memilih dan mengelola pangan lokal, memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penyebab stunting. Upaya ini mampu menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak, sehingga dapat menekan risiko terjadinya stunting di masa mendatang. Oleh karena itu, program pemberdayaan remaja putri terbukti menjadi strategi preventif yang efektif dalam upaya pencegahan stunting, sekaligus berkontribusi dalam mencetak generasi sehat, cerdas, dan produktif di Kanagarian Sungai Nyalo.
Tinjauan Teknik Backhand Overhead Lob Atlet Persatuan Bulutangkis PB Warda Kota Padang ⁠Fajri Muharman; Arif Fadli Muchlis; Ahmad Chaeroni; Fahmil Haris; Ridho Bahtra
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 7 No. 3 (2026): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v7i3.1365

Abstract

This study aimed to describe the backhand overhead lob technique of athletes at the Warda Badminton Club, Padang, and to identify the skill component that most requires improvement. A quantitative survey design using tests and measurements was employed. All 20 athletes in the population were included through total sampling. The performance test assessed initial stance, movement execution, accuracy, and successful shuttlecock placement using a 1-4 scoring scale that was converted to 0-100. Data were analyzed using descriptive statistics and percentages. The results showed a mean score of 77.19, a standard deviation of 14.52, a minimum of 56.25, and a maximum of 100. The distribution was 20% very good, 30% good, 10% moderate, 25% poor, and 15% very poor. Accuracy was the lowest component at 73.75%. The findings indicate uneven technical mastery and support differentiated training emphasizing footwork, contact point, coordinated movement sequencing, wrist acceleration, and progressive, repeated target-placement practice.