Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

EDUKASI ECOBRIK SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH PLASTIK DI SEKOLAH DASAR NEGERI 6 MEULABOH, ACEH BARAT Mai Suriani; Dini Islama; Mira Mauliza Rahmi; Fitria Rahmayanti; Nurul Najmi; Farah Diana
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.690

Abstract

Plastic waste is one type of waste that is not easily biodegradable and is not environmentally friendly. Plastic waste is still a major problem for the community that has not been resolved because of the low level of recycling and the lack of proper handling in the community and schools. The purpose of this activity is as an effort to overcome plastic waste in the Meulaboh State 6 Elementary School (SD) in West Aceh by providing education about ecobric practices and creating positive vibes for students to manage plastic waste into something useful. This educational activity is carried out in two stages, namely the preparation (search of information on the location of the activity implementation and coordination with partners) and the implementation stage (socialization and ecobric practices). The training for partners was carried out using lecture methods, interactive discussions and hands-on practice of making ecobricks with students at SD Negeri 6 Meulaboh, Aceh Barat. The output of this activity is to increase the knowledge and skills of elementary school students through ecobric practices to manage plastic waste around their environment into something useful in everyday life. The conclusion of this activity is that ecobric education is able to minimize the impact of plastic waste through creative, educational and sustainable management, as well as raise awareness of protecting the environment by generating positive vibes from an early age to students. Education and training on making ecobricks at SDN 6 Meulaboh was able to reduce plastic waste in the environment by 11.37 kg.
Edukasi Pengetahuan Ekologi Dan Pengembangan Infrastruktur Kepada Wisatawan Di Pantai Lhok Bubon, Aceh Barat Nabil Zurba; Edwarsyah Edwarsyah; Neneng Marlian; Mira Mauliza Rahmi; Friyuanita Lubis; Rinawati Rinawati; Rina Syafitri
Marine Kreatif Vol 7, No 1 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i1.7956

Abstract

Wisata telah menunjukkan perannya dalam mendukung perkembangan ekonomi di suatu kawasan di hampir setiap negara berkembang. Meskipun kegiatan wisata memberikan manfaat terhadap bidang pembangunan ekonomi, namun wisata juga berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kondisi ekologi. Hal ini didasarkan pada kegiatan wisata yang umumnya dikelola secara masif tanpa memperhitungkan secara detail keberlanjutan ekologi. Keberadaan hutan manggrove dikawasan Lhok Bubon yang semakin hari jumlahnya terus berkurang akibat pemanfaatan oleh masyarakat, selain akan mengurangi fungsi mangrove secara interaksi ekologis serta proses rantai makanan diperairan tentunya akan mempengaruhi kemampuan lingkungan dalam mendukung standar daya dukung terhadap wisata pesisir. Sehingga dikhawatirkan menurunkan minat wisatawan dalam berkunjung. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada masyarakat sebagai pengelola dan wisatawan tentang pentingnya kelestarian hutan mangrove dan infrastruktur pendukung bagi kelestarian konektifitas interaksi kawasan Pantai Lhok Bubon. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di pantai Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Kecamatan Aceh Barat. Pada tanggal 26 Februari 2022, Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar dengan jumlah peserta adalah 40 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode penyuluhan. Materi yang diberikan berupa Teknik dalam merehabilitasi sumberdaya pesisir dan pengembangan infrastruktur yang baik dan benar serta efisien. Adapun strategi yang efektif yang dapat dilakukan untuk menjembatani kepentingan para pihak dalam pengembangan infrastruktur pada ekowisata yaitu dalam bentuk kolaborasi. Kolaborasi yang dibangun perlu memuat pandangan bersama dengan memperhatikan prinsip-prinsip keberlanjutan. Pemerintah perlu lebih proaktif untuk memfasilitasi kolaborasi pembangunan infrastruktur para pihak dengan mengutamakan keberpihakan terhadap pengetahuan ekologi.
Edukasi Metode Pembesaran Tukik Melalui Konservasi Habitat Penyu Di Desa Aroen Meubanja Kecamatan Panga Kabupaten Aceh Jaya Mira Mauliza Rahmi; Friyuanita Lubis; Nabil Zurba; Dini Islama; Neneng Marlian; Muhammad Arif Nasution
Marine Kreatif Vol 7, No 2 (2023): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v7i2.8596

Abstract

Konservasi Aroen Meubanja telah melakukan perlindungan terhadap habitat penyu dengan cara menyelamatkan telur penyu dari berbagai ancaman predator dengan memindahkan ke zona konservasi yang dapat dipantau dan diawasi secara langsung. Setelah telur-telur penyu tersebut berhasil diselamatkan, kemudian telur dipindahkan untuk ditetaskan, setelah menetas tukik penyu dipelihara di bak penampungan sementara selanjutnya tukik dilepas kehabitat aslinya. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk mengenal kehidupan, tingkah laku, kebiasaan dan karakteristik habitat penyu. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan kesadaran mahasiswa dalam upaya melestarikan penyu. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Desa Aroen Meubanja, Kecamatan Panga, Kecamatan Aceh Jaya. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah metode sosialisasi edukasi pembesaran tukik melalui penyampaian materi dan diskusi dalam upaya pelestarian penyu yang baik dan benar. Materi yang diberikan berupa teknik pembesaran tukik mulai dari penetasan telur dan pemeliharaan tukik hingga pelepasan tukik ke laut. Edukasi metode pembesaran tukik melalui konservasi habitat penyu, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa, mendapatkan informasi dan pemahaman mengenai aspek pola hidup, tingkah laku, karakteristik habitat dan kebiasaan makan penyu, agar dapat berjalan optimal sehingga meminimalkan kematian penyu serta mengetahui upaya konservasi penyu yang baik dan benar.
Keanekaragaman Jenis Mangrove di Pantai Lam Naga, Peunaga Rayeuk, Aceh Barat Mai Suriani; Nurul Najmi; Mira Mauliza Rahmi; Nabil Zurba
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 4, No 1 (2020): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v4i1.2824

Abstract

Keanekaragaman jenis mangrove disetiap daerah berbeda-beda. Hal ini dikarenakan karakteristik lingkungan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis mangrove di Pantai Lam Naga, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat. Pengumpulan data jenis mangrove dilakukan dengan pencacahan jenis-jenis mangrove di kedua stasiun pengamatan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekosistem mangrove di Pantai Lam Naga disusun oleh 7 jenis mangrove yang terdiri atas 5 jenis mangrove sejati dan 2 jenis mangrove asosiasi. Jenis-jenis mangrove sejati yang ditemukan yaitu Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Nypa fruticans dan Acrostichum speciosum. Sedangkan jenis mangrove asosiasi yaitu Hibiscus tiliaceus dan Pandanus odoratissima. Keanekaragaman jenis mangrove tergolong rendah dibandingkan dengan daerah lainnya.
PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DI KAWASAN WISATA MANGROVE DESA GAMPONG BARO KECAMATAN SETIA BAKTI KABUPATEN ACEH JAYA Summi Elfandayani; Mira Mauliza Rahmi; Friyuanita Lubis; Nabil Zurba; Mai Suriani
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 5, No 2 (2021): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v5i2.5062

Abstract

Mangrove ecotourism is an environmentally friendly tourism object where the tourism prioritizes aspects of the natural beauty of the mangrove forest and the fauna that live around it without destroying it. Ecotourism is a form of tourism that is responsible for the preservation of natural areas, provides economic benefits and maintains the cultural integrity of the local community (Fandeli, 2000). Management of ecosystem mangrove is very important to maintain and preserve the mangrove ecosystem. The purpose of the study was to determine the ecotourism potential that exists in the Aceh Jaya Mangrove Ecotourism Area and to determine the ecotourism management strategy in the Aceh Jaya Mangrove Ecotourism Area. This research is important to do to find how to management of ecosystem mangrove in Aceh Jaya in tourism mangrove area of developing ecotourism areas so that mangrove ecotourism can develop at this time.   Aceh Jaya District has a mangrove area of 500 hectares. Mangrove ecotourism has enormous potential to be developed into a tourist spot because it has six types of mangroves including Rhizopora mukronata, Rhizopora apiculata, Rhizopora stylosa, Bruguiera cylindrical, Bruguiera gymnorhiza, and Nypah fruticans. There are mainland fauna such as birds, monitor lizards, lizards, snakes, and monkeys, as well as aquatic fauna of long-snout swordfish, sepat fish, slugs, oysters, crabs, and shellfish. Mangrove ecotourism in Aceh Jaya has been used for various purposes such as for research, providing job opportunities for local communities and as a source of livelihood for local communities. The community-based management strategy of the Aceh Jaya mangrove ecotourism area means involving the community in the planning, implementation, and management of ecotourism businesses in all activities carried out. Mangrove ecotourism has 2 small boats, libraries, trekking (bridges), mangrove nursery houses and tour guides who are responsible for providing instructions, companions and serving tourists.
Analisis Alih Fungsi Lahan Mangrove di Kawasan Pesisir Kota Banda Aceh Mira Mauliza Rahmi; Nurul Najmi; Samsul Bahri; Mai Suriani
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 3, No 1 (2019): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/.v3i1.1705

Abstract

PARAMETER PERTUMBUHAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DI PERAIRAN ASAHAN SUMATERA UTARA Friyuanita Lubis; Mira Mauliza Rahmi
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 6, No 1 (2022): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v6i1.5406

Abstract

Asahan waters, North Sumatra, is an area bordering near Malacca Strait used as a fishing ground for fish and blue swimming crabs (Portunus pelagicus). The consumed crabs as well as encourage the increasing demands globally. Stock management of biota aquatichad to sustainon thesustainability. This study should include informations on carapace width distribution, growth rate, mortality rate, exploitation rate and recruitment pattern. The data was obtained based on observations, enumerations and interviews at landing sites. Results showed that the crabs caught in January 2021 were 680 males and 324 females. Asymptotic carapace width (CW∞) of 125.7 mm for males and 118.0 mm for females, growth rate (K) 3.0/year for males and 0.9/year of females, total mortality rate(Z) 5.70/year for males and 1.42/year for females, natural mortality rate (M) 2.50/year for males and 1.16/year for females, mortality rate due to fishing (F) 3.20/year for males and 0.26/year for females. The exploitation rate of males (E= 0.56/year) reached overexploitation and the female (E= 0.19/year) has not exceed the optimal level. These results provide an approach on stock management of crabs based on the time of capture during spawning and recruitment in order to maintain the population sustainability.
ANALISIS RAJUNGAN (Portunus pelagicus), KOMPOSISI BYCATCH DAN ALAT TANGKAP JARING DARI TANGKAPAN NELAYAN DI PERAIRAN KABUPATEN ASAHAN SUMATERA UTARA Friyuanita Lubis; Agusriati Muliyana; Mira Mauliza Rahmi; Hilham Mulia Rizki
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 5, No 2 (2021): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v5i2.4431

Abstract

The resources of blue swimming crab (BSC) (Portunus pelagicus) in Asahan Waters are caught by fishers, that have used gillnets, which is the main target and bycatch is used to meet benefit activities, then there are concerns about the inappropriate crab management. This study aims to determine a number of crab production, crab condition, main target and bycatch proportion and the crab fishing gear feasibility. The method used in this research is a descriptive survey method. The results showed that the catch of BSC was 434.25 kg (86%) as the main target and bycatch was 15 kg (14%) with a composition of 19 species. Total of BSC was 1081 with an average carapace width of 103.57 mm for males and 96.60 mm for females. Based on the Decree of Minister of Maritime Affairs and Fisheries No.1 year 2015, it is assumed that the gillnet used by fishers is a not feasible catching category for the juvenile crab growth.
KEANEKARAGAMAN GASTROPODA DI EKOSISTEM MANGROVE KECAMATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA mira mauliza rahmi; Friyuanita Lubis; Nurul Farija
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 7, No 1 (2023): Journal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Journal of Aceh Aquatic Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v7i1.7681

Abstract

Kondisi lingkungan ekosistem mangrove di Kecamatan Kuala Batee mengalami peralihan fungsi lahan menjadi perkebunan sawit dan pemukiman warga sehingga gastropoda yang terdapat di ekosistem tersebut menjadi terganggu karena tidak semua spesies gastropoda dapat hidup di kondisi lingkungan yang kurang baik. Penentuan stasiun pengamatan menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari 3 stasiun pada bulan Desember 2022. Hasil yang didapatkan bahwa keanekaragaman spesies gastropoda yang terdapat di Ekosistem Mangrove Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya tergolong sedang. Nilai indeks keanekaragaman pada stasiun 1 memiliki nilai paling tinggi yaitu 1,321 tergolong sedang, pada stasiun 3 memiliki nilai terendah yaitu 0,655 tergolong rendah dan stasiun 2 adalah 1,264 tergolong sedang.
TEKNOLOGI PENANGANAN DAN PENGAWETAN DI ATAS KAPAL PADA NELAYAN KABUPATEN ACEH BARAT Ukhty, Nabila; Ikhsanul Khairi; Nurul Najmi; Mira Mauliza Rahmi; Heriansyah; Samsul Bahri; Yasrizal
Jurnal Ilmiah Tatengkorang Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Tatengkorang
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Nusa Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54484/tkrg.v5i2.415

Abstract

Teknik penanganan dan pengawetan ikan merupakan hal penting yang harusdilakukan dalam indsutri perikanan. Tujuan dari penanganan dan pengawetan ini yaitu menjagakualitas ikan hingga ke tangan konsumen. Kegiatan penanganan harus dilaksanakan dari huludan hilir, yaitu dari kegiatan penangkapan hingga ke pengolahan menjadi produk. Penanganandan pengawetan yang tepat dan baik dapat menghasilkan komoditas yang prima, nilai jual yangtinggi, dan dapat memperluas akses pasar. Hal ini secara tidak langsung berpotensimeningkatkan pendapatan nelayan. Kegiatan sosialiasi dilaksanakan di aula Dinas Kelautandan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Barat. Tujuan kegiatan ini dilaksanakan yaitu untukmemberikan pemahaman kepada nelayan terkait cara penanganan ikan yang baik di atas kapaldan teknik pengawetan yang bisa dilakukan di atas kapal. Sosialisasi dilaksanakan dua sesi.Sesi pertama memaparkan teknologi penanganan di atas kapal dan sesi kedua teknologipengawetan di atas kapal. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi diskusi bersama paranelayan, pada sesi ini banyak informasi-informasi yang diterima dari neayan terkait kondisi dilapangan (laut), sehingga dapat menjadi masukan untuk kami dalam mencari solusi terbaikuntuk para nelayan di Aceh Barat. Salah satu solusi yang diberikan yaitu, mendesign ulangruang palka dengan dengan menambahkan alufo pada bagian insulator palka sehingga bisadimanfaatkan secara optimal dan lebih memperhatikan rasio jumlah es dan ikan selamapenyimpanan di atas kapal sehingga dapat mempertahankan mutu ikan hingga ikan didaratkan. Fish handling and preservation techniques are important things that must be applied in thefisheries industry. The purpose of this handling and preservation is to maintain the quality ofthe fish until it reaches the consumer. Handling activities must be carried out from upstreamand downstream, namely from fishing activities to processing into products. Proper and goodhandling and preservation could produce prime commodities, high selling value, and expandmarket access. This indirectly has the potential to increase fishermen’s income. Thesocialization activity was carried out in the hall of the Department of Marine Affairs andFisheries (DKP) of West Aceh Regency. The purpose of this activity is to provide fishermenwith an understanding of how to properly handle fish on board and preservation techniquesthat can be applied on board. The socialization was held in two sessions. The first sessionpresented onboard handling technology and the second session preservation technology on board. The socialization activity was closed with a discussion session with the fishermen, inthis session a lot of information was received from fishermen regarding conditions in the field,so that it could be input in finding the best solution for fishermen in West Aceh. One solutiongiven is to redesign the hatch space by adding aluminum foil to the insulator of the hatch sothat it can be used optimally and pay more attention to the ratio of the amount of ice and fishduring storage on the boat so that it can maintain the quality of the fish until the fish is landed.