Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SUPLEMENTASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN VITAMIN E DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PRODUKSI DAN DAYA TAHAN TUBUH BENIH IKAN PATIN (Pangasius sp.) Radhi Fadhillah; Zulfadhli Zulfadhli; Tuti Puji Lestari; Burhanis Burhanis; Alauddin Alauddin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v11i2.5328

Abstract

Keberhasilan kegiatan produksi budidaya ikan patin sangat erat kaitannya dengan peningkatan pertumbuhan ikan patin dalam proses pemeliharaan. Pemberian suplemen yang tepat pada pakan diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja produksi dan daya tahan tubuh benih ikan patin (Pangasius sp.) melalui suplementasi ektrak daun kelor dan vitamin E dalam pakan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakukan penelitian yang diteliti terdiri dari 4 Perlakukan dan 4 Ulangan, yaitu: A). Kontrol: Pakan Komersil; B). Pakan Komersil+ EDK 100mL/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; C). Pakan Komersil + EDK 150 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan; D). Pakan Komersil + EDK 200 ml/kg pakan + Vit. E 200 mg/kg pakan. Hasil Analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak daun kelor dan vitamin E kedalam pakan dapat meningkatkan kinerja produksi benih ikan patin seperti penambahan bobot mutlak, Efisiensi pakan, Food convertion ratio dan laju pertumbuhan spesifik benih ikan patin (P0,05). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa suplementasi EDK dan Vit.E dalam pakan menghasilkan perbedaan yang nyata, hal ini ditunjukkan perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan C yaitu penambahan EDK 100ml/kg pakan+ Vit. E 200mg/kg pakan.
Literasi Digital Sebagai Penguatan Ekonomi Kreatif Kalangan Perempuan Nelayan Desa Rantoe Panjang Timur, Aceh Barat Putri Maulina; Reni Juliani; Anhar Fazri; Burhanis Burhanis
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.3353

Abstract

Kalangan perempuan nelayan di Gampong Rantoe Panjang Timur merupakan salah satu kelompok masyarakat yang dapat diberdayakan untuk pengembangan masyarakat. Salah satu aspek yang urgen untuk ditingkatkan adalah literasi digital. Literasi digital merupakan salah satu aspek yang perlu dimiliki oleh masyarakat untuk dapat menyesuaikan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan adanya literasi digital, kalangan perempuan nelayan dapat memanfaatkan media digital terutama media baru sebagai sarana pengembangan perekonomian dan eksistensi diri. Peningkatan literasi digital terhadap kalangan perempuan nelayan dilakukan dengan metode sosialisasi, yaitu penekanan pada dua model: 1) Penyampaian Materi, dan 2) Focus Group Discussion. Beberapa aspek yang ditekankan pada proses sosialisasi ini adalah penekanan pada 3M (Materi, Media, Metode). Materi berkaitan dengan apa pesan atau informasi yang dapat diolah dan diterima oleh kalangan perempuan nelayan, media berkaitan dengan media apa yang dapat digunakan, dan metode berkaitan dengan cara yang paling tepat dan efektif dalam memanfaatkan media yang ada.
Genetic variation and population status of sharks: A comparative mtDNA study in the waters of Aceh Jaya and West Aceh Burhanis Burhanis; Samsul Bahri; Derila Erima
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.24447

Abstract

Mitochondrial DNA (mtDNA)-based genetic analysis is important for revealing evolutionary relationships, supporting taxonomy, and providing a basis for conservation management. This study was conducted in the waters of Aceh Jaya and West Aceh, two regions with high shark fishing activity but minimal genetic data. A total of 12 shark individuals (6 per location) were collected from fish landing ports, then dorsal muscle tissue was taken, preserved in ethanol, and analyzed using DNA extraction, sequencing, and bioinformatics methods. Molecular identification through comparison with GenBank showed a very high level of similarity (Query Cover 99–100%, Identity 100%), with detected species including Carcharhinus falciformis, Sphyrna lewini, and Hemigaleus microstoma, reflecting a wide distribution in the western waters of Aceh. The nucleotide composition showed a dominance of thymine bases and a higher A+T ratio than G+C, consistent with the characteristics of shark genomes. Phylogenetic analysis showed a monophyletic clade with strong bootstrap support (100%) and placed S. lewini as the earliest differentiated taxon. Our results confirm the efficacy of DNA barcoding for accurate species identification and genetic diversity mapping, while underscoring urgent conservation concerns, as most species identified are classified as Vulnerable to Critically Endangered on the IUCN Red List. Keywords: Aceh; DNA Barcoding; Genetic Variation; Phylogenetics; Sharks