Nurmaladewi Nurmaladewi
Departemen Kesehatan Lingkungan, Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo, Jl. Haji Edy Agus Mokodompit, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PERUMAHAN DI KELURAHAN PETOAHA KECAMATAN NAMBO KOTA KENDARI Zulfiana Dwiyanti; Nurmaladewi Nurmaladewi; Renni Meliahsari
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 3 (2021): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i3.27400

Abstract

Masalah utama dari sanitasi adalah kualitas air bersih yang buruk yang berdampak kepada kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan perumahan di Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunak simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 93 penyediaan air besih yang tidak memenuhi syarat sebanyak 93 atau 100%, Keberadaan bakteri Escherichia coli menunjukkan hasil bahwa dari seluruh sampel air bersih yang diuji terdapat 100% sampel yang tidak memenuhi syarat, Saluran pembuangan air limbah menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel yang memenuhi syarat sebanyak 31 atau 28,83% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 62 atau 57,64%, Jamban menunjukkan hasil bahwa seluruh memenuhi syarat sebanyak 35 atau 32,56% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 58 atau 53,94%, Sarana ketersediaan tempat sampah menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel yang memenuhi syarat sebanyak 58 atau 53,94% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 35 atau 32,56%, Jenis Lantai rumah menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel yang memenuhi syarat sebanyak 31 atau 28,83% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 62 atau 28,83%, Jenis dinding rumah menunjukkan hasil bahwa seluruh sampel yang memenuhi syarat sebanyak 27 atau 25,11% serta yang tidak memenuhi syarat sebanyak 66 atau 61,39%.. Dapat disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan di Kelurahan Petoaha Kecamatan Nambo Kota Kendari masih begitu buruk.
ANALISIS BAHAYA DAN PENGENDALIAN TITIK KRITIS (HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT) PADA RUMAH MAKAN DI KOTA KENDARI Nurmaladewi Nurmaladewi; Febriana Muchtar; Agnes Mersatika Hartoyo
Preventif Journal Vol 7, No 1 (2022): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/epj.v7i1.28732

Abstract

AbstrakMakanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan manusia agar dapat melangsungkan kehidupan sehari- hari. Masalah sanitasi makanan sangatlah penting, terutama di tempat-tempat umum yang erat kaitannya dengan banyaknya pelayanan salah satunya yaitu rumah makan yang merupakan tempat umum yang menyediakan makanan olahan yang ramai dikunjungi masyarakat sehingga higiene dan sanitasinya menjadi hal yang sangat pernting untuk diperhatikan. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis penerapan Hazard Analysis Critical Control Point dan menganalisis faktor penyebab bahaya dalam penyelenggaraan makanan pada rumah makan siap saji di Kota Kendari. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk menggali atau memperoleh segala informasi yang rinci mengenai penerapan sistem analisis dan pengendalian titik kritis (HACCP). Lokasi penelitian ini akan dilaksanakan di beberapa Rumah Makan siap saji Kota Kendari. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah makan siap saji yang tidak memiliki sertifikat laik sehat yang ada di Kota Kendari. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian rumah makan siap saji yang tidak memiliki sertifikat laik sehat berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kendari. Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner yang dilakukan, penerapan HACCP dalam penyelenggaraan makanan khususnya makanan siap saji di rumah-rumah makan masih belum efektif disebabkan rumah makan yang belum menerapkan prinsip HACCP sepenuhnya dan hasil jawaban kuesioner terdapat perbedaan jawaban. Faktor penyebab bahaya yang teridentifikasi bahaya lebih dominan pada pengolahan makanan siap saji di rumah-rumah makan di Kota Kendari adalah cemaran biologi yang diperkirakan adanya bakteri atau patogen yang melebihi baku mutu tetapi tidak menyebabkan perubahan pada warna, rasa dan bau pada makanan jadi. Kata kunci: HACCP, makanan, bahaya
Hubungan Sanitasi Lingkungan Dan Higiene Perorangan Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat Pesisir Kelurahan Anaiwoi Kecamatana Tanggetada Kabupaten Kolaka Tahun 2022 Vera Aprilia Vera; Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penyakit diare merupakan penyakit yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang ditandai dengan berubahnya bentuk tinja dengan frekuensi lebih dari biasanya (lebih dari 3 kali dalam kurun satu hari) dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lembek atau encer, dengan atau tanpa darah/lendir dalam tinja tersebut sebagai akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus dalam tinja tersebut yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme termasuk bakteri, virus dan parasit lainnya seperti jamur, cacing, dan protozoa. Berdasarkan data dari Puskesmas Tanggetada angka kesakitan berdasarkan 10 urutan terbesar Puskesmas Tanggetada Bulan Januari-Desember kasus diare menempati urutan ke 3.Pada tahun2019 terdapat 132 penderita diare, pada tahun 2020 terdapat 133, dan pada tahun 2021 sebanyak 107 penderita kasus diare terhitung dari bulan januari –september. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan (penyediaan air bersih, penggunaan jamban, tempat pembuangan sampah, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan higiene perorangan terhada kejadian diare pada masyarakat pesisir Kelurahan Anaiwoi, Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik dengan menggunakan Cross Sectional Study dengan sampel penelitian sebanyak 185 responden dari populasi sebanyak 354 masyarakat. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p- value = 0,000<0.05), ada hubungan antara penggunaan jamban keluarga dengan kejadian diare (p-value= 0,000<0.05), ada hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p-value =0,001<0.05), ada hubungan antara tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare (p-value =0,030<0.05), ada hubungan yang bermakna antara higiene perorangan dengan kejadian diare (p-valu = 0,027<0.05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada hubungan antara penyediaan air bersih, penggunaan jamban keluarga, saluran penggunaan air limbah (SPAL), tempat pembuangan sampah dan higiene perorangan dengan kejadian diare. Absctract. Diarrhea is a disease characterized by the frequency of defecation which is characterized by changes in the shape of the stool with a frequency more than usual (more than 3 times in one day) with changes in the consistency of the stool to become soft or watery, with or without blood/mucus in the stool. as a result of the occurrence of an inflammatory process in the stomach or intestines in the stool caused by infectious microorganisms including bacteria, viruses and other parasites such as fungi, worms, and protozoa. Based on data from the Tanggetada Health Center, the morbidity rate is based on the 10 largest sequences of the Tanggetada Health Center. In January-December cases of diarrhea ranked 3. In 2019 there were 132 diarrhea sufferers, in 2020 there were 133, and in 2021 there were 107 cases of diarrhea starting from the month of January. January – September. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation (providing clean water, use of latrines, waste disposal sites, Waste Water Disposal Channels (SPAL) and personal hygiene to the incidence of diarrhea in the coastal community of Anaiwoi Village, Tanggetada District, Kolaka Regency in 2022. The research method used is quantitative analysis using a Cross Sectional Study with a research sample of 185 population from a population of 354 people. Data analysis uses the chi square test. The results of this study indicate that there is a relationship between clean water supply and the incidence of diarrhea (p-value = 0.000 <0.05 ), there is a relationship between the use of family latrines with the incidence of diarrhea (p-value = 0.000 <0.05), there is a relationship between sewerage and the incidence of diarrhea (p-value = 0.001 <0.05), there is a relationship between landfills and the incidence of diarrhea (p-value = 0.030 <0.05), there is a significant relationship between hygiene pero with the incidence of diarrhea (p-value = 0.027 <0.05). The conclusion in this study is that there is a relationship between the provision of clean water, the use of family latrines, the use of waste water channels (SPAL), waste disposal sites and personal hygiene with the incidence of diarrhea.
ANALYSIS OF THE RELATIONSHIP OF KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND AVAILABILITY OF FACILITIES WITH WASTE MANAGEMENT ACTIONS IN THE BAJO COMMUNITY IN THE COASTAL AREA, WANGKOLABU VILLAGE, TOWEA DISTRICT, MUNA REGENCY IN 2022 Wa Insa Insa; Ramadhan Tosepu Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Celebes Vol 3 No 03 (2022): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT CELEBES VOLUME 03 NOMOR 03
Publisher : Pengurus Daerah Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The waste problem is a problem that is closely related to humans and can be encountered in everyday life, both in individual life and in the environment. However, the problem that we often encounter in coastal communities is that there are still many of them who throw garbage in any place, including throwing it at sea. This study aims to determine the relationship between knowledge, attitudes, and availability of facilities with waste management actions in the coastal community of Wangkolabu Village, Towea District, Muna Regency. The research method used is analytic observational research design with cross sectional study. The population in this study was the entire community of Wangkolabu Village, amounting to 345 families with a sample of 93 respondents. The results showed that there was no relationship between knowledge and waste management actions (p value = 0.344), there was a relationship between attitudes towards waste management actions (p value = 0.032), and there was a relationship between the availability of facilities and waste management actions (p value = 0.011). The conclusion shows that there is no relationship between the knowledge variable and the waste management action, then there is a relationship between the attitude variable and the availability of facilities for the waste management action.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN KADIA KOTA KENDARI TAHUN 2022 Rindi Antika; Jumakil Jumakil; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33213

Abstract

Permasalahan sampah seringkali terjadi di sekitaran sungai tidak terkecuali sungai Wanggu yang ada di Kota Kendari Kecamatan Kadia. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat yang tinggal disekitaran sungai tersebut tentang permasalahan sampah dan dampak yang dapat di timbulkan oleh sampah. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dengan pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia Kota Kendari Tahun 2022. Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif bersifat survei analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh Masyarakat yang ada di kecamatan Kadia Kota Kendari. Adapun Sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple random Sampling dengan jumlah Sampel 381 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi kemudian di analisis dengan uji Chi- Square.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan dengan pengelolaan sampah di kecamatan kadia memiliki status baik, hubungan sikap dengan pengelolaan sampah status baik,  hubungan tindakan dengan pengelolaan sampah di kecamatan kadia memiliki status baik dan hubungan dengan pengelolaan sampah di kecamatan kadia memiliki status baik. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara pengetahuan dengan pengelolaan sampah dengan p-value = 0,000 (p<0,005), Artinya semakin baik pengetahuan akan semakin baik pula pengelolaan sampah. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara sikap dengan pengelolaan sampah dengan p-value = 0,000 (p<0,005), artinya semakin baik sikap akan semakin baik pula pengelolaan sampah. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara tindakan dengan pengelolaan sampah dengan p-value = 0,001 (p<0,005), artinya semakin baik tindakan akan semakin baik pula pengelolaan sampah.
ANALISIS KANDUNGAN METHANYL YELLOW PADA NASI KUNING DI AREA KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Selin Adelia Mustawan; Nurmaladewi Nurmaladewi; Putu Eka Meiyana Erawan
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33214

Abstract

Nasi kuning merupakan hidangan nasi berwarna kuning yang merupakan makanan khas Indonesia yang biasanya sering dikonsumsi masyarakat untuk sarapan pagi. Nasi kuning dibuat dengan memasak menggunakan beberapa bahan tertentu salah satunya menggunakan pewarna alami. Tetapi seiring berjalannya waktu banyak produsen yang mulai menggunakan pewarna yang bukan merupakan pewarna alami, yaitu salah satu contohnya methanyl yellow. Methanyl yellow adalah pemberi warna kuning, yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan cat. Methanyl yellow dilarang untuk digunakan pada makanan karena senyawa ini bersifat iritan sehingga jika tertelan, dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, mual, muntah, sakit perut, diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah tedapat kandungan methanyl yellow pada nasi kuning di area Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian pada pemeriksaan laboratorium menggunakan tes kit methanyl yellow. Hasil pengamatan karakteristik nasi kuning yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo terhadap 30 sampel nasi kuning, terdapat 10 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna kuning pucat, dan 20 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna mencolok tidak berpendar. Hasil penelitian dari 30 sampel nasi kuning yaitu mendapatkan hasil  negatif Methanyl yellow. Kesimpulannya nasi kuning yang dijual di Kecamatan Abeli aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena menggunakan pewarna alamiyang sesuai dengan Permenkes RI Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan.
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DESA BHONTU-BHONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA Nurseni Nurseni; Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32639

Abstract

Sanitasi dasar merupakan sanitasi minimum yang diperlukan dalam menyediakan lingkungan yang sehat dan memenuhi syarat kesehatan yang menitikberatkan pada pengawasan diberbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Masalah utama kesehatan lingkungan masyarakat Desa Bhontu-Bhontu yaitu jarak akses air bersih yang jauh, masih minimnya kepemilikan jamban,saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan kepemilikan tempat sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan masyarakat pesisir Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu 95 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan men ggunkan metode simple random sampling. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa  kondisi sarana air bersih memenuhi syarat kesehatan yakni sebanyak 87 orang (91,6%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan yakni 8 orang (8,4%), jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 11 orang (11,6%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu sebanyak 84 orang (88,4%), Sarana pembuangan air limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan sebanyak 95 orang (100%), Sarana Tempat Sampah yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 3 orang (3,2%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan sebanyak 92 orang atau 96,8%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu sarana air bersih memenuhi syarat sedangkan sarana jamban keluarga, SPAL dan sarana tempat sampah belum memenuhi syarat. Saran dalam penelitian adalah diharapkan untuk edukasi pentingnya menjaga kondisi sanitasi lingkungan.
GAMBARAN KEPATUHAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI PASAR ANDUONOHU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Yuliana Mery; Siti Rabbani Karimuna; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33212

Abstract

Pandemi secara umum bukan hanya masalah kesehatan masyarakat yang serius, tetapi memicu krisis sosial ekonomi dan politik di Negara- Negara yang terinfeksi. COVID-19 adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tentang penerapan protokol kesehatan di Pasar Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2022. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi disertai penjelasan. Populasi pada penelitian ini adalah pengelola, pedagang dan pengunjung pasar yang ada di Pasar Anduonohu. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Anduonohu, dengan jumlah sampel sebanyak 187 yang terbagi menjadi pengelola sebanyak 3 responden, pedagang sebanyak 87 responden dan pengunjung sebanyak 97 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran penerapan protokol kesehatan bagi pengelola Pasar Anduonohu baik dengan jumlah sebanyak 3 responden (100%), dan kurang baik dengan jumlah sebanyak 0 responden (0%), gambaran penerapan protokol bagi pedagang baik dengan jumlah sebanyak 65 responden (74,72%) dan kurang baik dengan jumlah sebanyak 22 responden (25,28%), gambaran penerapan protokol bagai pengunjung baik dengan jumlah sebanyak 81 responden (83,51%) dan kurang baik dengan jumlah sebanyak 16 responden (16,49%). Berdasarkan hasil penelitian adalah penerapan protokol kesehatan bagi pengelola di Pasar Anduonohu memiliki status baik, penerapan protokol kesehatan bagi pedagang di Pasar Anduonohu memiliki status kurang baik dan penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung di Pasar Anduonohu memiliki status baik.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENENTUAN TITIK KENDALI KRITIS PROSES PENGASAPAN IKAN TUNA DI DESA MALALANDA KECAMATAN KULISUSU KABUPATEN BUTON UTARA Febriana Muchtar; Hartati Bahar; Nurmaladewi Nurmaladewi; Lisnawaty Lisnawaty
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.118 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.98

Abstract

The process of making smoked fish in Malalanda Village, KulisusuSub-District, North Buton Regency is carried out traditionally and from generation to generation without using modern equipment and the advance of technology. Food safety for smoked tuna needs to be a concern because it can cause public health problem called foodborne disease. This study aims to identify the hazards during the smoking process and determines the critical control point for smoked tuna processingin Malalanda Village, KulisusuSub-District, North Buton Regency. This is a descriptive research by using survey method. Based on the identification results, there are 3 types of hazards in the smoking process of tuna which are biological hazards, chemical hazards and physical hazards. The results of the identification of critical control points found 3 critical control points at the stages of tuna smoking process, namely the washing stage, the smoking stage,and selling of smoked fish stage.   Keywords: Hazard Identification, Critical Control Point and  Smoked Tuna
HUBUNGAN KEPADATAN LALAT DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI PEMUKIMAN SEKITAR TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) KOTA KENDARI Titin Zumartin; Siti Rabbani Karimuna; nurmaladewi nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 2, No 4 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v2i4.35450

Abstract

Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya (3 atau lebih perhari) dan berlangsung kurang dari 14 hari yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan lalat dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare di pemukiman sekitar TPI (tempat pelelangan ikan) kota kendari tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study.  Populasi dalam penelitian ini adalah Masyakarat yang bertempat tinggal di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Kota Kendari dan penentuan besar sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus besar sampel menurut Lemeshow (1990) dengan besar sampel sebanyak 96 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan antara keapadatan lalat dengan kejadian diare  (p-value =0,000), tidak terdapat hubungan antara kejadiaan diare dengan penyediaan air bersih (p-value = 0,321), tidak ada hubungan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare (P-value = 0,168), Terdapat hubungan antara ketersediaan tempat pembuangan sampah dengan kejadian diare (P-value=0,024), terdapat hubungan antara saluran pembuangan air limbah dengan kejadian diare (p-value= 0,033).